
Semua teman-teman Hao Chen tercengang dengan tindakan tersebut, terutama Zhou Yuan dan Ling Feng yang telah mengenal Hao Chen pertama kali, kata-kata Hao Yue membuat kedua pria tampan tersebut tercengang seperti sedang mengalami syok.
"S-Sister Su Yao, kau tidak mempersalahkan ini bukan?" Qi Zijing bertanya dengan penasaran bingung, dimatanya Hao Chen sedang memeluk gadis lain secara tiba-tiba.
Pernyataan tersebut diikuti oleh tatapan semua orang kepada Su Yao, namun mereka semakin kaget jika dia justru biasa-biasa saja bahkan Su Yao nampak senang melihatnya.
Laju setelah beberapa saat Xie Yu menyadari sesuatu dan segera berkata, "Tunggu! bukankah gadis berambut pirang keemasan itu berkata 'kakak' pada saudara Chen?"
"Ini...ini, apa yang terjadi sebenarnya?" Ling Feng segera kebingungan melihat hal tersebut.
"Kalian diam saja dulu! jangan menganggu kedua kakak beradik itu, jika tidak aku tidak akan segan-segan melempar kalian." Su Yao memperingati dengan suara dingin.
"K-kakak beradik?!!"
Pada awalnya mereka diam sejenak setelah mengetahui hubungan Hao Yue dan Hao Chen, tapi setelah itu mereka segera terkejut saat berhasil mencerna perkataan Su Yao.
"Gadis berambut pirang keemasan itu adalah adiknya kak Chen?!" Zhou Yuan berteriak dengan rasa keterkejutan.
"Dimana kau bisa mengetahui hal ini Su Yao?!" Ling Feng bertanya dengan rasa tidak percaya.
Su Yao segera menjawab dengan malas, "Itu terserah kalian saja, lagi pula mereka secara alami memiliki kemiripan dari segi penampilan, hanya saja Hao Chen mewarisi rambut putih keperakan ibunya, sementara Hao Yue mewarisi rambut keemasan milik ayahnya."
Mereka semua segera tercengang dan kembali melihat kedua kakak beradik tersebut, sehingga apa yang dikatakan oleh Su Yao benar adanya. Baik itu Hao Chen atau Hao Yue, mereka hanya memiliki perbedaan warna rambut dengan mata yang sama.
"Sister Su Yao, kau dari mana bisa tau jika Hao Chen memiliki kemiripan dengan ibunya? apakah kau pernah bertemu dengan ibunya?" Zhou Yuan bertanya dengan penasaran.
Su Yao menjawab dengan senyum tipis diwajahnya, "Huh! urus saja urusan kalian, aku pikir kalian sudah pernah melihat penampilan kedua orang tua Hao Chen, jadi aku akan diam saja."
"Eh?!!" mereka hanya bisa terdiam dengan perasaan kecewa.
Setelah beberapa saat, Hao Chen telah berhasil memenangkan emosinya dan melirik adik kecilnya yang masih enggan melepaskan pelukannya.
"Bukannya agak aneh jika dilihat seperti ini?" Hao Chen bertanya dengan senyum aneh.
"Eh? ah!! tidak!" Hao Yue segera terkejut dan dengan wajah merah dia segera melepaskan pelukannya dari Hao Chen, matanya kesana-kemari mencari sesuatu yang tidak jelas, dan dengan perasaan aneh dia memainkan jari-jarinya yang membuatnya menjadi imut.
__ADS_1
"Aiya! Hao Yue, kau akan diributkan oleh banyak orang jika kau bersikap seperti itu." Hao Chen sedikit terkejut melihat tingkah adiknya, bahkan dia sendiri sedikit terpengaruh oleh tingkah imut Hao Yue.
"Kenapa bisa begitu kakak?" Hao Yue memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung, tatapannya tidak pernah lepas dari Hao Chen dan dapat dilihat ada rasa kagum dihatinya.
"Yah...kau bisa melihat para wanita yang ada dibelakangku sekarang, terlihat seperti ingin memakanmu." Hao Chen tersenyum pahit saat dia menunjuk kearah teman-teman dan kekasihnya.
Mereka semua seperti telah terpesona oleh keimutan Hao Yue, terutama para wanita yang terlihat seperti ingin menerkam mangsanya saat melihat tingkah adiknya.
Tapi Hao Chen benar-benar tidak bisa menyangkal bahwa Hao Yue benar-benar sangat menarik, dia sempat berfikir jika sikap polos dan dapat membuat banyak orang tertarik padanya berasal dari ayahnya.
"Tapi dia sepertinya mengalami hal yang berat untuk seorang gadis muda sepertinya, entah mengapa dia sangat mirip dengan Su Yao.." Hao Chen menatap sosok adiknya dengan ekspresi sedih.
Namun dia dikejutkan saat Hao Yue secara tiba-tiba berlari kebelakangnya dan meraih bajunya dengan erat, kepalanya sedikit terlihat seperti seorang anak kecil yang takut pada sesuatu.
"A-Ada apa?" Hao Chen bertanya dengan kebingungan.
"K-kakak...ada apa dengan senior-senior cantik itu?" Hao Yue menunjuk kearah para wanita yang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Adik kecil, bolehkah kakak ini tau siapa namamu?" Qi Zijing yang paling pertama bertindak segera mendekatinya seperti seorang pencuri.
Hao Chen hanya bisa diam dengan senyum pasrah dia wajahnya, dia benar-benar tidak bisa menghalau niat aneh wanita-wanita itu terhadap adiknya.
Sampai seseorang yang memiliki dominasi yang sangat kuat muncul dan melakukan tindakan.
"Hey kalian! jangan mengeluarkan niat aneh terhadapnya!" Suara Su Yao bergema dengan keras.
"Eh? sister Su Yao, ada apa ini?" Qi Zijing bertanya dengan cemberut.
"Ada apa? jelas-jelas dia masih baru berusia sepuluh tahun, dan kalian langsung menatapnya dengan tatapan cabul terhadapnya, lihat! dia sampai takut." Jawab Su Yao dengan kesal.
"Eh?" mata para wanita itu segera terfokus melihat sosok Hao Yue yang bersembunyi dibalik baju Hao Chen dengan ekspresi ketakutan, dan entah kenapa mereka dapat merasakan niat membunuh yang sangat tajam dari mata Hao Chen.
"Ah! aku lupa jika harus melakukan sesuatu!" Qi Zijing adalah yang paling pertama bertindak saat menyadari niat membunuh Hao Chen, dan dengan takut dia segera menyeret Xie Yu dengan cepat.
Hal tersebut juga disadari oleh Meng Zhu dan teman-teman lainnya yang segera memilih untuk pergi, karena mereka sendiri tau seperti apa sosok Hao Chen sebenarnya.
__ADS_1
Su Yao hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan menatap sosok Hao Yue yang masih mengintip dari belakang, "Hah...dasar mereka ini, ngomong-ngomong kau ingin menyampaikan sesuatu padaku bukan?"
"T-Terima kasih kak Yao..." Hao Yue langsung menghadap Su Yao dan menundukkan kepalanya.
Su Yao hanya tersenyum dan mengelus-elus kepala gadis itu dengan lembut, "Kau benar-benar berbeda dari kakakmu ini ya, entah mengapa kau memiliki sesuatu yang dapat memikat orang lain dengan tingkah dan penampilanmu, sangat berbeda dengan sikap kakaknya yang pemarah." Ucapnya sambil menatap Hao Chen.
"Pemarah? apakah kakak seperti itu?" Hao Yue sedikit terkejut.
"Ehem! bukannya kau sendiri juga sama, Hao Yue kau harus tau kalau dia ini memiliki sikap yang sangat centil, jadi kau jangan...aw! aw!" sebelum menyelesaikan perkataannya, Hao Chen merasakan sesuatu yang sangat panas mencubit telinganya dengan kuat.
"Apa yang kau lakukan?!" Hao Chen menjerit saat Su Yao mencubit telinganya.
"Jika kau berani menceritakan sesuatu yang tidak baik pada Hao Yue, aku akan tetap mencubit telingamu!" Su Yao terlihat sedikit kesal dengan wajah tersipu malu.
Hao Yue yang melihat hal tersebut cukup terkejut melihat keduanya, sebab dia tau jika Su Yao itu memiliki sikap yang sangat dingin dan terlihat kejam, dan kakaknya sendiri sangat tegas dan juga kuat
Namun dihadapannya sekarang berbeda, keduanya terlihat sangat dekat, bisa dikatakan sebagai pasangan suami istri.
"Jangan-jangan kakak dan kak Yao adalah pasangan kekasih?" entah mengapa mata Hao Yue berbinar-binar melihat kedua orang tersebut.
"Ngomong-ngomong, kalian berdua ingin berbicara lebih lanjut bukan?" Su Yao tiba-tiba bertanya.
"Um..." Hao Yue tiba-tiba menjadi suram dan ada kesedihan terpancar dimatanya.
"Hah...baiklah ayo kita pergi ketempat yang bagus." Su Yao melepaskan cubitannya terhadap Hao Chen, dan menuntun Hao Yue untuk mengikutinya.
"K-Kemana kak ipar?" tanya Hao Yue tanpa sadar.
Sontak Su Yao dan Hao Chen terkejut dengan ucapan Hao Yue, "Kau bilang apa tadi?!"
"Eh? apakah ucapanku salah?" Hao Yue mundur beberapa langkah melihat ekspresi terkejut Hao Chen dan Su Yao.
"Hehehe...kau tidak salah sama sekali, tapi itu adalah sebutan yang bagus, kemari adik kecilku!" Su Yao tidak marah, justru dia segera menerkam Hao Yue dan memeluknya dengan lembut.
Kedua perempuan itu saling berpelukkan dengan senyum cerah diwajahnya masing-masing, dan memberikan sebuah pemandangan yang sangat luar biasa indahnya.
__ADS_1
"Satunya cantik dan imut, satunya lagi anggun dan menawan. Benar-benar kombinasi yang luar biasa, Good Job!" Hao Chen bahkan memberikan jempolnya dengan darah yang keluar dari hidungnya.