
Ketika Hao Chen sampai di pohon kasih sayang, dia segera dikejutkan oleh banyaknya orang yang berkumpul disini.
"Jadi ini yang namanya pohon kasih sayang..." Gumam Hao Chen sambil tersenyum tipis.
Terdapat dua pasangan pohon yang membentuk pola hati ditengahnya, lalu ada sebuah kekuatan ruang yang ada ditengah-tengah pohon tersebut.
"Em...sebaiknya aku mencari orang itu." Hao Chen segera mengelengkan kepalanya, dan segera mencari dengan teliti.
Tapi secara tiba-tiba dia ditarik oleh seseorang yang merupakan penjaga pohon tersebut, karena hal itu Hao Chen terkejut.
"Baiklah ini pasangan berikutnya." Ucap penjaga itu pada penjaga lainnya.
"Tunggu? apa? tunggu dulu aku tidak." Hao Chen segera bingung, karena kejadian yang muncul secara tiba-tiba.
"Tidak perlu gugup, kau hanya perlu jujur dan menjawab dari lubuk hatimu. Jika kau benar-benar mencintainya, kesetiaan adalah kuncinya." Ucap penjaga itu sambil tersenyum.
"Apa?! memangnya siapa pasangan ku?" Hao Chen bertanya dengan bingung.
"Sepertinya kau melamun, sampai tidak menyadari jika kekasihmu itu berada disebelahmu." Jawab penjaga itu sambil menunjuk kesisi lain.
Mata Hao Chen segera terfokus melihat seorang wanita yang terlihat kebingungan, dia nampaknya seperti baru saja meresponnya.
Lalu mata mereka berdua segera bertemu. Tatapan Hao Chen terpaku pada mata berwarna merah muda yang indah, karena hal itu dia menjadi kebingungan.
Ada perasaan yang sangat akrab dari tatapan wanita tersebut, tapi dia bingung bagaimana harus meresponnya.
Tapi dia segera didorong oleh penjaga itu masuk kedalam ruang tersebut, dan hal itu diikuti oleh wanita yang mengenakan jubah putih tersebut.
"Ugh...dasar penjaga tua kurang ajar! kenapa dia memaksaku untuk masuk ya?" Hao Chen bertanya dengan bingung.
Kemudian Hao Chen segera memperhatikan area sekitar, dan dia dikelilingi lautan yang luas disekitarnya. Hao Chen tidak tercebur kedalam air, tapi dia melayang diudara.
"Ini Kekuatan kenyataan? hebat sekali, siapa yang membuatnya?" Hao Chen segera bertanya-tanya.
__ADS_1
Lalu sebuah cahaya biru dan putih muncul, dimana kedua cahaya tersebut segera membentuk sesosok wanita.
Melihat hal tersebut Hao Chen segera menjadi waspada, petir ungu keemasan muncul ditangan kanannya. Mata biru Hao Chen segera menjadi berwarna merah darah, niat membunuh mulai keluar dari tubuhnya.
"Kau tidak perlu seserius itu, jika kau ingin menemukan kebenaran tentang perasaanmu, aku sarankan untuk tidak perlu menggunakan kekuatan." Ucap wanita itu dengan suara lembut.
Karena tidak merasakan bahaya, Hao Chen segera menurunkan penjagaan. Jika ada sesuatu yang tidak diinginkan Hao Chen akan langsung menyerang.
"Apakah kau memiliki orang yang kau sayangi?" tanya wanita itu.
"Ya, aku punya." Hao Chen menjawab.
"Siapakah dia?" tanyanya lagi.
"Ayah, ibu, dan teman-temanku." Hao Chen segera menjawab.
"Apa alasannya kau menyayangi mereka?" tanyanya lagi.
"Karena mereka membuatku merasakan kehangatan serta kebahagiaan yang tulus dan tanpa pamrih." Hao Chen menjawabnya sambil tersenyum.
"Tidak, sebab aku memiliki seseorang yang membuatku merasakan cahaya diantara kegelapan. Ketika orangtuaku tidak bersamaan dengan ku, kesedihan yang mendalam menimpaku. Dia akan datang untuk memelukku, dia menjadi orang terdekat dan dapat membuatku tersenyum." Jawab Hao Chen sambil mengingat sosok gadis dipikirkannya.
Wanita itu diam-diam tersenyum, dan bertanya lagi, "Apakah dia kekasihmu atau dia adalah sosok yang lain?"
"Aku tidak tau seperti apa menjawabnya. Terakhir kali kami bertemu adalah, ketika kami menempuh jalan yang berbeda. Kami memiliki keinginan untuk menjadi kuat, dan melindungi orang-orang yang disayangi..."
"...Tapi aku benar-benar menyesal karena tidak mengungkapkannya padanya. Aku benar-benar kesepian, dan terus merenungkan kebodohan ku waktu itu. Jika ada yang mengatakan aku adalah seorang idiot, aku tidak memperdulikannya, sebab itu layak untukku." Ucap Hao Chen dengan ekspresi penuh penyesalan.
"Kalau begitu apakah kau tau apa tau tentang dirinya?" tanyanya lagi.
"Aku hanya mengetahuinya secara tidak jelas. Tapi aku mengetahui satu hal yang pasti, jika dia memiliki masa lalu yang menyakitkan. Karena itu aku terus berlatih untuk menjadi kuat, sebab aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya." Jawab Hao Chen tanpa tersendat sama sekali.
"Kalau begitu aku akan mengizinkan mu untuk melihat masa lalunya." Ucap wanita itu yang segera menjentikkan jarinya.
__ADS_1
"Tunggu dulu!"
Tapi semuanya terlambat, berbagai memori dan Kenangan mulai memasuki pikiran Hao Chen dengan cepat. Dia merasakan sakit kepala yang hebat, air mata segera mengalir deras diwajahnya.
"Ini...apakah ini benar-benar masa lalunya? bukankah ini jauh lebih menyakitkan dari apa yang aku alami?" Hao Chen bertanya-tanya, dengan air mata berlinangan.
Hao Chen merasakan sakit dihatinya, disebabkan dia selalu berfikir jika dirinya adalah orang yang memiliki masa lalu yang paling menyakitkan.
Tapi ketika memori itu masuk kedalam pikirannya, Hao Chen yakin jika masa lalunya jauh lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan, bahkan dia membantu Hao Chen diam-diam tanpa diketahui olehnya.
"A-Apakah semua memori dan kenangan ini nyata?" Hao Chen segera bertanya.
"Semua yang kau lihat adalah kebenaran tentang gadis itu, bahkan aku sendiri tidak pernah membayangkan betapa teguh hatinya itu." Ucap wanita itu.
"Menyakitkan Benar-benar sangat menyakitkan! tega sekali, dia hampir dilecehkan oleh ayah angkatnya sendiri, dan hanya demi mencuri Kekuatannya? ibunya harus berkorban mati-matian untuk menyelamatkan..."
"...Bahkan dia sendiri telah melihat sosok ibunya yang disiksa dengan kejam, dan mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari keluarganya sendiri?"
"Apa-apaan itu?!"
Ekspresi Hao Chen berubah menjadi sangat menyeramkan, niat membunuh yang menakutkan mulai naik kepermukaan. Sebuah kebencian muncul dihatinya, dan mulai memperkeruh suasana hatinya.
"Keluarga Xu dan Mo, kalian benar-benar akan menyesali perbuatan kalian." Batin Hao Chen dengan tatapan dingin.
Tapi kerinduan yang mendalam muncul dihatinya, Hao Chen segera memikirkan sosok tersebut dihatinya. Bahkan tanpa disadari, ada rasa takut dan gelisah muncul dihatinya.
"Ternyata kau bisa takut rupanya, tapi itu tidak masalah. Sebab kau akan menyelesaikan semuanya setelah ini." Ucap wanita itu yang segera membawa kesebuah tempat.
Kemudian Hao Chen dibawa kesebuah danau, dimana terdapat sebuah pulau kecil yang memiliki sebuah pohon emas raksasa.
Disaat yang sama, tanpa disadari olehnya. Dijari manis Hao Chen terlilit sebuah benang merah yang sepertinya terhubung dengan sesuatu.
Sementara itu Hao Chen terdiam dalam kebingungan, tapi ketika dia berpaling. Hao Chen menemukan wanita tadi yang masih mengenakan jubah putih untuk menutupi dirinya.
__ADS_1
Tapi Hao Chen terfokus memperhatikan mata berwarna merah muda cerah seperti kristal yang indah. Hatinya Hao Chen terasa tidak karuan melihatnya.
Namun wanita itu hanya acuh, bahkan dia tidak meliriknya sama sekali. Seakan-akan dia berusaha menghindar tatapan Hao Chen.