The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 359. Alasan untuk menjadi serakah


__ADS_3

Setelah Hao Chen mengetahui jika ada ujian khusus untuk memasuki Makam Primordial, dia segera dikejutkan dengan hal tersebut ditambah lagi ujian yang harus dihadapinya adalah tujuh dosa besar.


Walaupun Hao Chen berhasil melewati dosa kemalasan, tapi enam dosa lainnya harus dilalui dengan tingkat kesulitan yang tidak diketahui, terlebih lagi ada satu dosa yang paling merepotkan untuk Hao Chen sendiri.


"Hah....diantara ujian tujuh dosa lainnya, hanya Ketamakan saja yang paling sulit aku hadapi sekarang."


Hao Chen sendiri tidak tau bagaimana jalannya proses ujian ini, tapi satu hal yang pasti jika diantara tujuh dosa pokok yang harus dihadapi olehnya, dosa kemalasan sudah berhasil dia atasi.


"Nah...sekarang, diantara enam dosa yang tersisa seharusnya dosa itu yang harus aku hadapi." Hao Chen segera menyipitkan matanya seakan-akan melihat sesuatu yang familiar.


Sekarang tepat dihadapannya, dia melihat segala macam pujian dan penyembahan dari banyak orang untuk dirinya, perlakuan bagaikan seorang 'Tuhan' membuat perasaan yang aneh muncul dibenaknya.


Hao Chen dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri, setiap mahluk hidup dan ras dialam semesta ini menyembahnya seperti seorang 'Tuhan', tapi perlakuan ini membuat Hao sendiri jijik dengan ekspresi kesal.


"Hey! kau pasti sedang mengawasiku bukan? percuma saja jika kau memperlihatkan hal bodoh ini, cepat akhir!" Hao Chen menggerutu dengan ekspresi malas diwajahnya.


"Sungguh menarik, tidak aku sangka dosa kesombongan tidak akan mempan terhadapmu." Suara kali ini terdengar sangat angkuh dan kesombongan yang mendalam, dan bisa dinilai jika terdapat sebuah emosi dari ucapnya.


"Kesombongan merupakan awal dari segala dosa, sebab secara alami dosa muncul dari kesombongan. Dosa ini juga merupakan sumber kehancuran bagi siapapun yang memiliki kesombongan yang terlalu tinggi, dan hanya kerendahan hati saja yang dapat mengatasinya. Kau sungguh berbeda manusia baru, entah pengalaman macam apa yang membuatmu hampir tidak memiliki kesombongan."


"Yah...aku anggap itu pujian, sekarang ini sudah selesai bukan?" tanya Hao Chen dengan malas.


"Menarik sekali, orang yang tidak memiliki takdir apapun dan dirancang untuk memperkuat seseorang bisa memiliki sifat seperti ini, baguslah kau lolos!"


"Apa? apa maksudnya itu!" Hao Chen sedikit terkejut dengan ucapan suara angkuh tadi, tapi sayangnya ruang kembali berganti.


Sekarang Hao Chen melihat sebuah gambaran yang sering dan merupakan makanan sehari-harinya, sosok Zhou Yuan, Ling Feng, dan Xie Yu muncul dihadapannya.


Tiga teman sekaligus saudara bersumpahnya membuat banyak prestasi yang luar biasa, kultivasi, kemenangan, pujian, dan pencapaian yang tidak pernah Hao Chen miliki.


Walaupun mereka adalah teman-temannya, Hao Chen berada jauh dibalik sorot lampu dan dia didalam kegelapan, dia seperti sosok yang akan terlupakan dengan mudah bahkan oleh temannya.


"Hah...sialan, jika aku memikirkannya dengan seksama, jujur saja aku kadang merasa iri dengan mereka. Tapi terkadang, orang sepertiku juga mengenal yang namanya kebaikan, tidak peduli siapa pun itu mereka memiliki jalannya sendiri, bukankah begitu?" Hao Chen tersenyum tipis sembari mengelengkan kepalanya.


"Hahahaha! menarik sekali, diantara orang-orang yang pernah memasuki Makam Primordial hanya kau saja yang bisa mengendalikan rasa iri dihatimu, seperti yang dikatakan Pride, dosa iri hati tidak akan pernah mungkin bisa menghalangimu." berbeda dengan yang sebelumnya, suara kali ini terdengar dengki dan kegirangan.


"Menarik, sungguh benar-benar menarik sekali kau lolos."


Kali ini Hao Chen menyadari jika ada sesuatu yang aneh dengan suara-suara ini, mereka sepertinya sangat mengetahui sosok Hao Chen sebenarnya.

__ADS_1


Setelah itu Hao Chen segera menyeriyit melihat gambaran dihadapannya, dan itu membuat sesuatu dihatinya terbakar dengan cepat.


"Sialan! akhirnya ini mulai sulit!" Hao Chen menggerutu dengan keras.


Saat ini tepat dihadapannya yang sekarang, Hao Chen melihat sosoknya dikehidupan sebelumnya yang mengalami pembullyan oleh orang-orang disekitarnya, ketika dia mengingat kejadian yang dulu menimpanya entah mengapa hatinya terasa meluap-luap.


"Cukup menjengkelkan sekali jika mengingatnya, tapi tidak peduli siapapun dirimu jika kau tidak mengenal yang namanya kemarahan maka tidak akan ada pernah maju!"


"Hey kau! sudahi saja ilusi bodoh ini! tidak peduli dengan cara apa kau berusaha memancingku itu semua tidak pernah berhasil!" Ucap Hao Chen sambil menggerakkan giginya.


"Hoho...kau tidak marah?" sebuah suara yang terdengar berat dan tenaga segera bertanya pada Hao Chen.


"Cih! tidak peduli siapa pun itu kemarahan akan tetap ada, tapi sayangnya aku hanya menggunakan kemarahan untuk membuatku terus maju. Yah...bisa dikatakan sebagai dendam positif, walaupun pada akhirnya aku akan tetap marah juga." Hao Chen menjawabnya dengan santai sembari mengangkat bahunya.


"Dendam positif kah? walaupun jawaban yang kau berikan aneh, tapi itu merupakan sesuatu yang menarik untuk dilakukan, aku jadi penasaran apakah kau mampu mempertahankan semua ini. Baiklah kau bisa lanjut."


"Apa yang kalian maksud? jawaban pertanyaan dariku!" Hao Chen merasa jika suara-suara yang mewakili tujuh dosa ini mengetahui indentitasnya, bahkan mengetahui hal yang tidak pernah dia ketahui.


Tapi sayangnya ruangan segera berubah, dan anehnya ini merupakan pemandangan yang paling disukai oleh setiap pria.


"Hey tampan~~apa kau kesepian?" seorang wanita yang sangat cantik menghampirinya dengan senyum menggoda.


"Eh...kau benar-benar tipeku, aku benar-benar ingin menjadi milikmu~~"


"Hey? bukankah ini tidak adil~? kita semua sangat menyukainya."


Disaat yang sama muncul beberapa wanita lainnya, mereka sangatlah cantik seperti bidadari dan tidak hanya itu mereka memiliki berbagai macam barang serta makanan yang menggugah selera, para wanita itu juga nampak mau diperlakukan seperti apapun olehnya.


"Hah...aku tidak menyangka akan begini, hey! kalian semua menyingkir dari hadapanku!" ucap Hao Chen dengan suara lantang.


"Kau pikir aku memiliki ketertarikan dengan kalian dan juga apakah aku terlihat seperti orang yang suka makanan dan minuman seperti itu? segera menyingkir dari hadapanku sekarang!" Hao Chen segera memasang ekspresi menakutkan.


"Wah...Wah...Wah, sudah kami duga kau pasti tidak akan terpengaruh oleh hal semacam ini!"


Hao Chen segera terkejut mendengar suara itu, dan kali ini suara itu diikuti oleh munculnya seorang pria yang nampak misterius.


"Siapa kau?!" tanya Hao Chen dengan ekspresi curiga.


"Hahahaha! seperti yang dikatakan oleh lainnya, kau mungkin akan menganggapku sebagai musuh besarmu." Pria itu tersenyum lebar dengan tatapan aneh.

__ADS_1


"K-Kau jangan-jangan salah satu dari tujuh dosa? dosa terbesar sekaligus yang paling mematikan? dosa ketamakan?" Hao Chen segera mundur beberapa langkah saat menyadari identitasnya.


"Mungkin agak sedikit canggung jika kau memanggilku sebagai ketamakan, kau bisa memanggilku dengan sebutan Greed." Pria itu memperkenalkan dirinya.


"Greed? apa yang kau inginkan dariku? bukannya aku masih menjalani ujian kalian?" tanya Hao Chen dengan sedikit takut.


"Tidak...kau tidak perlu mendapatkan ujian, sebab kau bisa melewati setiap ujian yang sangat sulit dengan mudah, bahkan jika dosa keenam yaitu Hawa nafsu saja mungkin dapat kau atasi." Jawab Greed dengan senyum penuh makna.


"K-Kau..." Hao Chen menyadari arti dari senyum tersebut dan segera menjadi canggung dengan wajah memerah.


"Hahahaha...kekasihmu itu bisa dikatakan sebagai kecantikan ekstrim dan bisa meluluh lantakkan segalanya, tapi kasih sayangnya sangat dalam sampai-sampai dia dengan rela mau memberikan kesuciannya padamu, namun kau masih bisa menahan keinginan binatangmu itu." Greed tertawa terbahak-bahak saat melihat sikap dingin Hao Chen berubah.


"Sial! apa yang ingin kau lakukan sekarang? bukannya aku sudah bisa memasuki Makam Primordial sekarang?" Hao Chen tanpa ragu-ragu bertanya.


"Mungkin sebenarnya ujian Ketamakan akan cocok untuk rintanganmu, namun entah mengapa kau menganggap ketamakan dengan cara yang berbeda, dan itu membuatku yakin jika kau bisa melewati ujian dengan mudah." Ucap Greed sambil menyilangkan tangannya.


Hao Chen cukup terkejut dengan ucapan Greed, tapi dia hanya tersenyum dan berkata, "Yah...mungkin dalam pandangan banyak orang tujuh dosa pokok seperti kalian adalah sesuatu yang berbahaya dan menjijikkan, tapi sebenarnya seberapa besar upaya yang kau lakukan untuk menghindari dosa, itu akan menjadi sesuatu yang sia-sia, tidak ada satupun mahluk hidup yang tidak hidup dalam dosa."


"Bahkan jika kau ingin bahagia sekalipun, kau harus menjadi seorang pendosa saat menginginkan sebuah kebahagiaan, sebab tidak ada yang namanya kebahagiaan yang sempurna."


"Ho~~sepertinya kau benar-benar mengerti konsep dosa sebenarnya." Greed tersenyum bangga.


"Itu benar, aku telah melihat banyak kenyataan dunia yang menjijikkan ini dan banyak hal yang telah aku pelajari selama menjalani hidupku, Kau harus menjadi Serakah jika kau benar-benar ingin bahagia, dan kau harus memiliki kemarahan serta rasa iri untuk mendorongmu terus maju." Ucap Hao Chen dengan suara penuh makna.


"Jadi kau ini menggunakan dosa sebagai motivasimu untuk hidup?" tanya Greed dengan bingung.


Hao Chen segera mengelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak...aku tidak memiliki pemikiran konyol seperti itu, tapi aku hanya memiliki sebuah pemikiran yang aku tanamkan dalam-dalam dihatiku."


"Kalau boleh tau, seperti apa kiranya?" tanya Greed dengan penasaran.


Hao Chen menatap langit dan berkata dengan penuh keyakinan, "Jangan pernah membayangkan puncak dari kehidupanmu dan teruslah maju, lakukanlah yang terbaik dan jadilah lebih serakah. Aku tidak akan pernah mendapatkan gambaran dari kehidupan idealku jika aku tidak serakah, bahkan jika kau telah mencapai puncak dari segalanya, jangan pernah berhenti dan teruslah maju!"


"Heh...sepertinya aku mengerti mengapa tujuh dosa pokok tidak terlalu berpengaruh padamu, baiklah aku sudah cukup mendengar ocehan darimu, kau lolos dari ujian Makan ini." Ucap Greed dengan nafas berat, tapi ada senyum puas diwajahnya.


"Apa? sudah selesai? hanya begini saja?" Hao Chen bertanya dengan bingung.


"Hahahaha...kau adalah sosok yang luar biasa, ngomong-ngomong jika kau ingin tau siapa sebenarnya dirimu dan hal macam apa yang dirahasiakan darimu, pergilah kesebuah pohon raksasa yang tumbuh layu." Ucap Greed sebelum menghilang.


"Rahasia? apa yang kau maksud?" tanya Hao Chen dengan terkejut.

__ADS_1


"Aku tidak perlu mengatakan lebih jauh, kau hanya perlu pergi kesana dan apa yang menjadi pertanyaanmu selama ini pasti akan terjawab, dan disaat itulah kau akan mengetahui kebenaran sesungguhnya." Disaat itulah Greed menghilang dari pandangan Hao Chen.


__ADS_2