The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 206. Wilayah Alam Dewa


__ADS_3

Planet tanah surga merupakan satu dari sekian banyaknya planet yang ada diseluruh Alam semesta ini, tapi planet tanah surga memiliki esensi energi yang sangat besar dan melimpah.


Hal ini dikarenakan planet tanah surga berada didomain Galaxy Star God, domain ini merupakan salah satu diantara domain bintang yang terkenal diseluruh Alam semesta, bahkan banyak orang-orang kuat tingkat dewa berkultivasi disekitar domain Galaxy Star God.


Namun karena planet tanah surga berada di wilayah pinggiran dari domain Galaxy Star God membuat tempat ini tidak diminati oleh orang-orang kuat tingkat dewa, karena banyak orang lebih memilih untuk pergi ke pusat domain bintang yang memiliki lebih banyak esensi untuk berkultivasi.


Sebenarnya masih ada banyak domain bintang yang sangat hebat selain Galaxy Star God, bisa juga ada yang lebih bagus lagi.


Karena alam semesta sangatlah luas, sulit bagi para kultivator tingkat dewa mencari domain bintang lain, bahkan jika mereka yang telah mencapai ranah Raja Dewa sekalipun.


Tapi untuk planet tanah surga ada keunikan yang aneh, dikarenakan diplanet ini telah terpisah menjadi dua kubu atau dua wilayah yang berbeda.


Dimana wilayah yang disebut kekaisaran manusia dan alam dewa yang saling bertentangan pada satu planet yang sama, alasan pertengkaran ini bisa dikatakan sederhana.


Kekaisaran manusia lebih condong ke arah perkembangan teknologi dan memajukan kehidupan manusia, entah itu bagi para kultivator ataupun manusia biasa, karena hal ini di kekaisaran manusia lebih menghargai kehidupan manusia.


Walaupun tidak bisa berkultivasi, para kultivator di kekaisaran manusia berfikir manusia juga memiliki keunggulan tersendiri selain berkultivasi, dimana hal tersebut disebut pikiran dan ide.


Dengan bimbingan dari para kultivator manusia biasa mulai mengembangkan teknologi dan alat lain demi menaikkan tingkat kehidupan yang ternyata meraih sukses besar.


Maka dari itu wilayah kekaisaran manusia disebut memiliki kesejahteraan yang lumayan, walaupun seorang kultivator masih dihormati.

__ADS_1


Lalu beda lagi dengan wilayah Alam Dewa, pemikiran mereka mirip dengan hewan buas yang percaya akan kekuatan, mereka tidak memperdulikan manusia biasa dan hanya mengandalkan kekuatan yang dashyat untuk menundukkan pihak lain.


Di Alam Dewa kultivator berada dipuncak kehidupan sementara bagi mereka yang tidak bisa berkultivasi mereka kemungkinan akan menjadi pedagang ataupun budak oleh para kultivator yang berkuasa.


Maka dari itu di Alam Dewa perkembangan peradaban benar-benar sangat rendah, bahkan mereka masih menggunakan banyak hal yang sangat kuno.


Tapi Alam Dewa masih memiliki keyakinan jika seorang dewa memiliki hak untuk mengontrol segalanya, sementara itu kekaisaran manusia menganggap manusia memiliki banyak hal yang bahkan dapat melampaui para dewa.


Seperti Master alat roh, walaupun mereka harus meminta bantuan seorang kultivator untuk mengukir susunan sihir, tapi tetap saja ini berasal dari pemikiran manusia sendiri.


Awalnya Alam Dewa sering menyerang wilayah kekaisaran manusia, tapi sering kalah dan terpukul mundur oleh teknologi dan para kultivator yang berasal dari kekaisaran manusia, dimana orang-orang dari kekaisaran manusia memiliki pemikiran yang bagus terutama jika berurusan dengan perang.


Sehingga para kultivator yang berasal dari kekaisaran manusia dan Alam Dewa membuat kesempatan untuk menempati wilayah masing-masing diplanet tanah surga, dimana Alam Dewa mengambil 60% wilayah planet tanah surga, sementara itu kekaisaran manusia mengambil 40% wilayah diplanet surgawi.


Tapi wilayah Alam Dewa juga tidak kalah, dimana mereka memiliki banyak tempat peninggalan kuno dan sumber daya untuk berkultivasi, seperti wilayah pencerahan yang sedang dituju oleh Hao Chen saat ini.


Disaat Hao Chen memasuki wilayah Alam Dewa, dia terpaksa harus mengubah cara berpakaiannya.


Sebenarnya Hao Chen enggan untuk melakukannya, dikarenakan dia sudah terbiasa dengan pakaian modern dari kekaisaran manusia.


Karena kondisi dia terpaksa harus memakai pakaian kultivator zaman kuno, hal ini juga disarankan oleh Lao Zu sebelum Hao Chen berangkat pergi.

__ADS_1


Ditambah lagi Hao Chen diperingati agar tidak terlalu menyebut dirinya berasal dari kekaisaran manusia, terutama Alat roh yang berkemungkinan besar membongkar indentitasnya.


Hao Chen paham akan tersebut karena menurutnya manusia Alam Dewa sedikit bodoh untuk memahami teknologi, jika ia terpaksa menggunakan alat roh, Hao Chen harus mengatakan jika itu adalah Artefak.


Setelah mendengar banyak hal aneh ini dari Lao Zu, Hao Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena menurutnya kekaisaran manusia lebih pintar dan bijaksana dari pada Alam Dewa.


"Hah...namanya saja Alam Dewa, tapi pemikirannya seperti bintang dialam liar, yang kuat akan menindas yang lemah." Gumam Hao Chen sambil terbang.


Tapi yang membuat Hao Chen takjub adalah Alam Dewa masih memiliki keasrian alam yang menyegarkan, bahkan dia sendiri yakin jika ia berkemungkinan mencapai tingkat 100, dengan kekuatan seperti seorang God Expert.


Namun Hao Chen sedikit bingung dengan konsep hukum kultivasi didunia ini.


Karena di kekaisaran manusia, mereka memilik Martial Art yang bernama Soul Master dan di Alam Dewa mereka memiliki konsep Qi dan Taoisme.


Konsep Soul Master adalah menggunakan kekuatan Roh sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan, selain kekuatan Roh ada juga kekuatan Spiritual, Mental, dan juga Sihir.


Sementara itu Hao Chen familiar dengan konsep penyerapan Qi untuk berkultivasi, karena sebagai pembaca novel fantasi timur dikehidupan sebelumnya, Hao Chen paham konsep kultivasi di Alam Dewa sederhana namun besar manfaatnya.


Maka dari itu Hao Chen akan kesulitan jika ditanya soal tingkat kultivasi, disebabkan hukum kultivasi di kekaisaran manusia dan Alam Dewa benar-benar sangat berbeda.


Ditengah perjalanannya Hao Chen segera merasakan adanya jejak pertarungan disekitarnya, ditambah lagi ia merasa jika ada orang-orang yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.

__ADS_1


"Hem...sepertinya aku harus mencari tahu, karena selain menuju Wilayah pencerahan, aku juga ingin mencari keberuntungan di Alam Dewa ini." Ucap Hao Chen dengan senyum tirani.


__ADS_2