
Setelah Hao chen, Zhou yuan, dan Ling feng memilih jalan yang berbeda mereka bertiga pun berpisah.
"Semoga saja jalan yang aku pilih ini membawa keberuntungan."Kata Hao chen sambil menelusuri sebuah tempat yang agak besar, walaupun tidak sebesar ketika berada dalam labirin makam kuno.
"Tidak seperti yang aku pikirkan bahwa aku akan memasuki tempat yang seperti ini, aku pikir aku akan memasuki sebuah gua."Kata Hao chen sambil menelusuri lorong berbatu.
Kemudian Hao chen pun terus menelusuri lorong tersebut sampai dia melihat sebuah pintu disisi kanan lorong tersebut.
"Hem...ada ruangan tidak aku sangka sama sekali, sebaiknya aku masuk saja."kata Hao chen.
Dia pun memasuki ruangan tersebut dan Hao chen segera dikejutkan dengan adanya perkebunan tanaman langka yang sangat luas.
"Wah...luar biasa sekali, hehehe...aku akan ambil semua tidak peduli apa pun itu!"Kata Hao chen dengan senyum licik.
Kemudian setiap kali Hao chen melewati tempat yang memiliki tanaman langka yang sangat bagus dia akan langsung menjarahnya, setiap tanaman langka yang dijarah Hao chen bernilai seperti sebuah kerajaan.
Sebenarnya ada sebuah penghalang energi yang akan membuat tanaman tersebut tidak bisa dipetik, namun saya sekali bahwa yang menjarah tempat ini adalah Hao chen dengan kekuatan dan pengetahuan yang dimiliki olehnya penghalangan apa pun itu pasti akan hancur ditambah dengan kekuatan gurunya yang masih disegel dan bisa dimanfaatkan membuat aktifitas menjarah menjadi lancar dan mulus.
"Bunga cahaya murni, akar bintang merah, pohon kehidupan murni, bambu tanah emas, mawar biru, inti pohon hitam, dan masih banyak lagi lainnya. Hahahahaha...aku senang sekali!"Teriak Hao chen dengan senang.
Awalnya Hao chen takut bahwa gelang penyimpanan milikinya tidak muat tapi ada sebuah artefak aneh yang ditinggalkan oleh ibunya yaitu sebuah cincin khusus yang dapat menyimpan benda hidup atau tanaman yang perlu langsung diserap, dengan adanya cincin pemberian ibunya setiap tanaman yang harus langsung diserap atau bisa cepat busuk tidak akan ada masalah.
"Hem cincin ini sepertinya perlu energi kehidupan untuk memperluas kapasitasnya, tidak masalah ditempat ini banyak sekali energi kehidupan yang melimpah jadi aku akan memperluas secara otomatis, hahahaha!"Kata Hao chen dengan kesenangan yang meluap-luap.
Disaat dia hampir membuat seluruh tanaman langka dan kuno itu habis dipun menemukan sebuah pohon yang memiliki buah emas berkilau dan dikelilingi air putih salju yang memiliki energi misterius.
__ADS_1
"Tunggu itu pohon samsara!"Teriak Hao chen dengan senang.
"Bukan hanya pohon samsaranya saja bahkan buah emas jingshen dalam jumlah besar ada juga dan bukan hanya itu air tersebut mengandung kekuatan spirtual yang sangat tebal dan melimpah."kata Hao chen yang langsung menghampiri tempat itu.
Namun tiba-tiba ada gelombang aneh didalam kolam luas tersebut dan segera muncul seekor ular berkepala 9, lalu dia berkata dengan nada arogan"Hey manusia beraninya kau kemari dan ingin mengambil buah emas jingshen, apa kau ingin cari mati!"
"Bacot saja kau, apa pun itu barangnya asalkan kau punya kekuatan untuk menjarahnya maka lakukan lah!"Kata Hao chen yang segera memegang pedang perak amethyst disertai petir ungu dan api ungu emas yang segera keluar dari pedangnya.
"Itu petir kehancuran dan api dewa ungu...bagaimana kau bisa memilikinya!"teriak Ular itu.
Namun sayangnya Hao chen telah menariknya keluar dari kolam tersebut dan segera melepemparkannya tinggi-tinggi, dengan ancang-ancang Hao chen segera mengarahkan tebasannya kearah ular itu dan...
"KABOOMMM!!!"tubuh ular berkepala 9 itu hancur tiada sisa dan dia langsung tiwas oleh serangan agresif Hao chen.
"Sepertinya berlebihan sampai meminjam kekuatan guru untuk melepaskan serangan seperti itu."kata Hao chen yang melihat ledakan tersebut bahkan ada kekecewaan dari wajahnya.
Hao chen langsung membuka gulungan tersebut dan segera terlihat banyak tulisan dan rune yang rumit, Hao chen segera mengaktifkannya.
Kemudian cahaya putih segera mengelilingi tempat itu dan "Swoss" kolam dan pohon samsara mengilang menjadi seberkas cahaya dan masuk kedalam gulungan tersebut.
Akibat hilangnya kolam putih tersebut entah mengapa seluruh tempat ini langsung mengalami penurunan kekuatan secara drastis dan kekuatan ruang dimensi ditempat ini mulai hancur.
"Aduh...sepertinya jadi kacau deh..., tapi siapa peduli semua tanaman disini sudah habis, sebaiknya aku meninggalkan ini!"kata Hao chen yang langsung keluar dari tempat tersebut tanpa rasa bersalah.
Kemudian dia segera lari selama tiga puluh menit dan menemukan pintu yang sama dengan pintu sebelumnya, tanpa banyak bacot dia segera mendobrak tempat itu "ORAAA!!!" walaupun pintu itu bisa dibuka secara baik-baik.
__ADS_1
Lalu mata Hao chen segera berair melihat pemandangan indah didepannya, lalu dia berkata dengan terharu"Akhirnya ruangan yang aku tunggu-tunggu dan aku cari...Ruangan artefak!!!"
Tanpa pikir panjang dan tanpa takut adanya ujian dari artefak tersebut dia langsung menjentikan jarinya dan mengeluarkan semua aura kekuatan miliki gurunya yang masih disegel.
Lalu aura pelindung disetiap artefak diruangan itu hancur, lalu Hao chen segera berkata dengan riang"Baiklah tinggal menandakannya saja!"
Kemudian dia segera membentuk sebuah susunan dan meneteskan darahnya kesusunan tersebut, lalu aura aneh segera menyebar yang membuat setiap artefak bersinar.
"Bagus...bagus...bagus, semua yang ada disini adalah milik aku hahahaha!"Kata Hao chen sambil tertawa riang.
Tanpa main tunggu Hao chen segera menjarah semuannya tanpa pandang apa fungsi dari setiap artefak tersebut.
Mungkin banyak orang akan memuntahkan darah jika melihat tindakan Hao chen karena setiap artefak yang dia ambil adalah artefak super semua dan itu merupakan yang paling lemah bahkan ada artefak ilahi miliki dewa kelas atas.
Jika jiwa pemiliki artefak tersebut melihat perbuatan Hao chen mereka pasti akan sakit hati dan menangis darah.
Namun disaat penjarahan tiba-tiba dia dikejutkan oleh sebuah artefak yang tidak terpengaruh oleh aura kekuatan gurunya.
"Hem...yang satu ini kenapa tidak ada pelindungnya sama sekali?"tanya Hao chen.
Kemudian dia segera mengambil artefak yang berbentuk seperti cermin tersebut dan segera melihat ada sebuah tulisan yang menjelaskan tentang artefak ini.
"Cermin dimensional, sebuah arfetak yang dapat membentuk sebuah dunia tersendiri didalam cermin dan bisa mengatur dunia didalam cermin tersebut serta bisa menjadi tempat penyimpanan tak terbatas."kata Hao chen yang sedang membaca tulisan tersebut.
"Hem...ini akan berguna sebagai tempat untuk bercocok tanam dan tampat untuk berkultivasi atau juga melewati kesengsaraan guntur, bagus benda ini sangat berguna!"kata Hao chen dengan senang.
__ADS_1
Kemudian setelah selesai Hao chen pun melanjutkan penjarahnya kesetiap ruang yang ditemui asalkan itu berguna dan tidak merugikan, maka Hao chen akan tanpa ragu menjarahnya 'aji mumpung ada kesempatan' itulah yang dia katakan pada dirinya sendiri.