The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 258. Akhirnya selesai


__ADS_3

Entah berapa lama Hao Chen menghabiskan waktu di alam Permaisuri Giok, karena dia hanya fokus menyempurnakan kedua teknik tersebut dengan baik.


Bukan hanya itu perkembangan yang dialaminya juga sangat besar. Terutama pada pemahamannya akan hukum kehidupan dan kehancuran.


Belum lagi ketika memurnikan Seni tubuh permaisuri Zhu, dengan memanfaatkan petir dan guncangan ketika menyempurnakan dua teknik tersebut, perkembangan yang didapatkan olehnya tidaklah kecil.


Namun setelah menyelesaikan kedua teknik tersebut Hao Chen segera menjadi bosan dan tidak tau apa yang harus dilakukannya.


Walaupun energi yang ada disini sangat berlimpah dan murni. Hao Chen tidak bisa terlalu memanfaatkannya, sebab dia sendiri berada dipuncak Soul Sage, dan bisa menerobos ketingkat Soul Saint.


Namun untuk beberapa alasan Hao Chen masih menahannya sampai dia memasuki cobaan dewa pembantaian. Tapi Hao Chen sempat iseng-iseng menciptakan sebuah kitab ilahi yang sangat kuat, demi mengisi kebosanannya.


"Hah...lama sekali." Hao Chen segera bermain-main disekitar ruang singgasana dengan bosan.


"Hahahaha! kenapa kau tidak menciptakan sebuah kitab ataupun teknik lagi?" tanya Tianlong sambil tertawa keras.


"Kau pikir menciptakan sebuah teknik semudah membalik telapak tangan Hah?" Hao Chen segera memasang ekspresi kesal, dan segera mengambil sebuah buku berwarna biru tua.


"Jadi itu kitab ilahi yang kau ciptakan?" tanya Tianlong dengan penasaran.


"En, aku memberinya nama dengan 'Kitab Kaisar Azure'. Aku tidak menyangka jika menggunakan beberapa pemahaman justru menciptakan sebuah teknik yang sangat kuat." Jawab Hao Chen sambil memain-mainkan buku tersebut.


"Kaisar Azure ya? menarik sekali, kalau tidak salah aku sempat melihatmu menggunakan hukum lima elemen bukan?" Tianlong segera menatap buku tersebut dengan ekspresi yang aneh.


"Ya...aku mengambil lima elemen seperti Kayu, Api, Air, Kegelapan, dan cahaya. Masih ada beberapa hal yang aku catatan didalam buku ini, tapi ya...aku sendiri tidak memerlukannya. Jika dibandingkan dengan dua teknik yang sudah aku sempurna, yang ini memiliki kekuatan sekitar tujuh puluh persen dari total kekuatan dua teknik tersebut." Ucap Hao Chen dengan santai dan segera menyimpannya kedalam gelang penyimpanan miliknya.


Lalu portal yang menuju ketempat Su Yao berlatih segera terdengar suara langkah kaki. Tapi kali ini hanya Su Yao saja yang keluar, setelah itu portal tersebut segera menutup.


Ketika Su Yao keluar dari portal tersebut, dia segera melirik kondisi sekitar dan berhasil menemukan Hao Chen yang sedang duduk bersilang.

__ADS_1


"Hey! ayo kita keluar!" ucap Su Yao sambil melambaikan tangannya.


"Hem?" Hao Chen sedikit kaget ketika mendengar suara tersebut dan segera berpaling melihat kearah Su Yao.


Tapi yang membuatnya terkejut adalah Xu Jing tidak ada disebelahnya, dan penampilan Su Yao yang bertambah cantik membuat Hao Chen sempat linglung.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Su Yao dengan khawatir.


"Ah! maaf aku sempat melamun tadi." Jawab Hao Chen yang segera pergi kesampingkannya.


Matanya tidak bisa teralihkan melihat sosok Su Yao yang sangat cantik. Kulit cerah seperti giok putih, rambut hitam kebiruan panjang mengalir kebawah seperti air terjun. Mata merah muda yang indah seperti permata, dan memiliki tubuh yang sangat sempurna.


"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu?" wajah Su Yao segera memerah ketika merasakan tatapan tajam Hao Chen.


Lalu Hao Chen segera berkata sambil tertawa kecil, "Tidak ada, hanya sedang memperhatikan sebuah kecantikan yang luar biasa."


"Dari pada itu, dimana permaisuri giok pertama itu?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


Su Yao segera menjawab dengan senyum tulus diwajahnya, "Dia...telah menghilangkan dari dunia ini. Aku tidak menyangka jika dia benar-benar mewariskan segalanya padaku, tapi aku cukup senang dia bisa terlahir kembali, dan memilih untuk tidak menjadi jiwa yang menetap di alam ini."


"Hem...jadi bagaimana dengan teknik pondasinya?" tanya Hao Chen.


"Hehe...luar biasa sekali, bahkan Kekuatanku bertambah sangat besar. Walaupun masih ditingkat dua, aku masih bisa merasakan kekuatan yang tak tertandingi dari teknik pondasi ini." Jawab Su Yao dengan semangat.


"Kalau begitu sebaik kau pahami dulu Kekuatanmu saat ini. Sebab jika kau menggunakan tubuh permaisuri Zhu, aku dapat yakin perkembangan yang kau alam akan sangat meningkat. Selain itu aku merasakan jika ada perubahan besar pada tubuhmu." Ucap Hao Chen sambil tersenyum.


"En, aku diberikan sebuah tubuh ilahi yang dimiliki oleh permaisuri Jing, kalau tidak salah namanya adalah tubuh giok surgawi. Karena dia memiliki tubuh ilahi sejak lahir, dia sering dikenal sebagai permaisuri yang sangat terkenal. Walaupun masih dibawah permaisuri es dan sosok yang dikenal sebagai Dewi Elemen." Su Yao segera menjelaskan beberapa hal yang dia ketahui dari Xu Jing.


"Dewi Elemen? apakah ibu dulu sangat kuat ya?" batin Hao Chen sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong apakah kau tidak terluka ketika menyempurnakan kedua teknik yang aku gunakan?" tanya Su Yao dengan khawatir.


"Memang sih sangat berbahaya, bahkan tubuh dewa tak terbatas milikku saja retak." Jawab Hao Chen.


Mendengar jawaban tersebut rasa bersalah muncul dihati Su Yao, sebab dia sangat tau jika melukai Hao Chen yang memiliki tubuh dewa yang sangat kuat sampai terluka, pasti hal yang dikorbankan untuknya sangat besar.


"Hao Chen aku..."


Belum sempat mengucapkan kata-katanya suara Hao Chen segera terdengar, "Hahahaha! tapi karena hal itu, tubuh dewaku semakin berkembang dan terus meningkat drastis, dan lagi seluruh pondasiku semakin kuat, belum lagi semua teknik dan Seni Suci milikku."


Su Yao segera membeku mendengar ucapan santai Hao Chen, bahkan dia tidak terlihat seperti telah melakukan hal berbahaya, lebih tepatnya dia seperti baru saja mendapatkan keuntungan yang luar biasa.


"Sepertinya aku terlalu cepat mengkhawatirkan nya, mau bagaimana lagi dia selalu menemukan keuntungan dibalik kesengsaraan." Batin Su Yao sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka berdua segera berbicara dengan santai sambil menuju keluar dari alam Permaisuri Giok, mereka sendiri bahkan tidak menyadari jika waktu yang mereka lalui sudah cukup lama, walaupun perbedaan waktu lumayan lama.


***


Disisi lain banyak orang-orang yang sangat kuat mulai berkumpul didalam kota Ho, setiap hari jumlah orang yang datang semakin hari akan semakin bertambah, dan rata-rata yang datang adalah sekumpulan pemuda yang memenuhi syarat untuk menjalani cobaan dewa pembantaian.


Sebab dalam kurun waktu lima hari lagi, gerbang yang menghubungkan ketempat cobaan dewa pembantaian akan segera dibuka, bahkan karena kota Ho sampai penuh, ada juga yang harus rela berkemah.


"Kak Gong apakah orang-orang dari akademi Phoenix akan datang?" tanya seseorang yang berada disamping Wei Gong.


"Entahlah, aku dengar-dengar hanya ada satu saja yang mewakili akademi Phoenix." jawab Wei Gong.


Lalu sesosok wanita dengan rambut putih dan mata ungu yang indah muncul secara tiba-tiba. ketika kemunculannya, tempat itu segera menjadi dingin dan beberapa es segera bertebaran dimana-mana.


Wanita itu segera berkata dengan suara sopan, "Maafkan aku karena terlambat datang. Aku mewakili akademi Phoenix untuk mengikuti cobaan dewa Pembantaian, namaku Hao Yu."

__ADS_1


__ADS_2