The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 323. Bertemu kembali


__ADS_3

Setelah Hao Chen menyelesaikan beberapa segel pada Pohon Celestial Abadi, dia langsung segera keluar dari gua tersebut dan menghancurkan segala yang telah diciptakan untuk menutrisi pohon tersebut.


Walaupun begitu, Hao Chen telah mendapatkan banyak panen yang berlimpah dari gua tersebut, apalagi jika dia benar-benar bisa memurnikan sisa-sisa jiwa yang berada pada pohon tersebut.


Tapi Hao Chen telah terlalu lama berada di area kedua, sehingga dia kemungkinan akan terlambat mendapatkan harta yang berada diarea ketiga.


Namun Hao Chen sudah merasa cukup dengan panennya yang diperoleh dari dua area dunia pasir api, jika dia mau Hao Chen sudah lama mengakhiri penjelajahannya didunia pasir api.


"Itu dia! sepertinya area ketiga memiliki panas serta racun api yang jauh lebih kuat."


"Area ketiga sudah termasuk wilayah paling sulit untuk diatasi, bahkan aku sendiri yakin jika seorang dewa awal pasti akan kerepotan diarea ketiga."


Hao Chen berfikir sejenak dan segera memutuskan untuk lanjut, "Baiklah kalau begitu, karena ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, aku tidak akan menyia-nyiakannya!"


Setelah memasuki area ketiga, Hao Chen dapat langsung merasakan perbedaan dengan dua area sebelumnya, tapi karena Hao Chen memiliki tiga jenis api yang sangat kuat dia tidak perlu takut dengan racun ini.


"Roarrrr!!!"


Secara tiba-tiba Hao Chen mendengar raungan yang sangat keras didepannya, dimana terdapat sekumpulan beast api yang sudah mengagetkannya.


"Beast api lagi?" Hao Chen segera menyipitkan matanya dan menatap kearah beast api tersebut dengan dingin.


Petir ungu emas berkeliaran disekitarnya, dan Hao Chen segera mengerakan tangannya kedepan seperti menusukkan pedang.


"BOOM!!"


Petir tersebut segera menghantam sekumpulan beast api tersebut dengan kejam, dan dalam sekejap mata mereka telah musnah yang hanya menyisakan mutiara api dalam jumlah besar.


"Mereka semua berada ditingkat 7 sampai 9, jika aku dikepung ribuan seperti mereka...ini akan cukup sulit."


"Tapi jika menilai dari bekas pertarungan yang ada disini sudah seharusnya jumlah mereka berkurang, dan juga kemungkinan besar mereka lebih memilih menyerang orang-orang yang telah lama datang diarea ini."

__ADS_1


Hao Chen segera melanjutkan perjalanan lebih dalam lagi, sebab tujuan utamanya adalah pergi ke area kelima untuk menyempurnakan salah satu Seni rahasianya.


-


-


Sekitar dua hari Hao Chen berkeliling di area ketiga, dia mendapatkan banyak panen yang cukup bagus dan bisa dikatakan lebih baik dari pada area kedua, jika tidak menghitung gua misterius tersebut.


Selain itu Hao Chen juga merasakan jika sungguh jarang bertemu dengan orang diarea ketiga, tapi sekali bertemu akan ada dua hal yang akan terjadi.


Pertama, mereka akan mengajak untuk berkerja sama dan kedua, mereka memiliki niat buruk dengan merampas barang orang lain yang diperoleh dengan kerja keras.


Karena rumor tentang Hao Chen yang membantai orang-orang sekte jiwa petir telah menyebar, dia cukup kerepotan untuk mengatasi semut-semut tersebut. Jadi, ketika dia merasakan aura kehidupan, Hao Chen lebih memilih untuk menghindarinya.


Ditengah perjalanannya, Hao Chen berhenti disebuah jurang yang sangat dalam, awalnya Hao Chen agak ragu untuk melewatinya tapi setelah berfikir sejenak dia segera masuk dan memeriksanya.


"Hem...aneh sekali, kenapa aku merasakan hukum surgawi disini ya?" Hao Chen segera terkejut ketika ada suatu kekuatan yang berusaha menekannya.


Setelah beberapa saat memeriksanya, Hao Chen berhasil menemukan jika terdapat kekuatan hukum ruang yang sangat kuat, bahkan Hao Chen merasa cukup kerepotan mengatasinya.


"Sayang sekali sekarang aku telah mencapai ranah dewa sejati, terlebih lagi kekuatan ruang adalah salah satu keahlian ku. Jika bukan karena pemahamanku tentang hukum surgawi Ruang dan Waktu, aku kesulitan untuk bergerak disini." Hao Chen segera bergerak dengan santai seperti melewati taman bermain.


Tapi setelah beberapa saat melewati jurang tersebut, Hao Chen menemukan beberapa mayat sepanjang jalan. Kondisi mereka mati sangat mengenaskan dengan rata-rata tubuh mereka terbelah, bahkan ada yang mati oleh sambaran petir dan terbakar oleh api.


"Sepertinya ada seorang ahli yang pernah melewati tempat ini, dan juga...mayat-mayat ini terlihat sangat baru." Hao Chen segera menyipitkan matanya ketika melihat beberapa mayat yang darahnya masih mengalir.


Lalu secara tiba-tiba sebuah serangan muncul dan mengarah padanya dengan cepat.


"Kemampuan ruang? menarik sekali!" Hao Chen tersenyum tipis, dan memberikan segera menghindarinya dengan mudah.


Kemudian Hao Chen segera melangkah ke depan dengan cepat, sebab dia tau jika orang yang memberikan serangan tersebut ada didepannya.

__ADS_1


"Serangan tadi seperti tebasan pedang biasa, tapi dengan kemampuan ruang yang ada pada tebasan tersebut. Seorang dewa kelas satu pasti akan mati." Hao Chen bergumam sambil tersenyum.


Disaat yang sama sebuah retakan ruang muncul di sampingnya, tapi Hao Chen hanya tersenyum dan dengan santai menghancurkan retakan ruang tersebut dengan mudah.


Tapi serangan tersebut tidak berhenti, bahkan tebasan tersebut semakin banyak jumlahnya.


"Memang bukan kemampuan yang mudah, tapi kalau trik seperti ini aku juga bisa!" Hao Chen segera mengayunkan jari telunjuknya, dan sebuah tebasan yang sama muncul.


Walaupun hanya satu serangan saja, tebasan ruang Hao Chen jauh lebih kuat dan tebasan dari musuh yang tidak dia kenali tersebut hancur.


"Sepertinya dia tidak bisa menggunakan tebasan ruang lagi..." Hao Chen tersenyum tipis.


Namun secara tiba-tiba gerakannya segera terhenti seolah-olah dia membeku, ruang dan waktu disekitar Hao Chen segera membatasi pergerakannya.


"Kemampuan ini...sepertinya aku tau siapa dia, tapi ini masih belum cukup!" Hao Chen segera menghancurkan kemampuan tersebut dan segera melangkah dengan cepat.


Didepannya Hao Chen melihat sosok wanita yang dikenali olehnya, keringat dingin mengucur diwajahnya dan cahaya putih serta emas mengitari tubuhnya, juga terdapat kekuatan ruang dan waktu disekitarnya.


Wanita itu tidak lain adalah Su Yao, namun entah mengapa dia tidak dalam kondisi menyamar, dan justru menggunakan penampilan aslinya yang sangat menawan.


"Sepertinya dia berada dalam kondisi pemahaman, sebaiknya aku tidak menganggunya." Hao Chen tidak segera mendekatinya, justru memilih untuk tetap menunggu agar tidak menganggu pemahamannya.


Memang berdasarkan pengamatan Hao Chen, hukum ruang dan waktu disini sangat kuat, sehingga orang yang memiliki kemampuan ruang dan waktu akan berkembang jika berlatih disini.


"Walaupun aku bilang serangan Su Yao tadi adalah trik yang mudah, namun sampai bisa memanipulasi hukum ruang dan retak ruang seperti itu sudah sangat hebat, orang yang telah mencapai ranah God King saja akan sulit untuk memahami hal seperti ini." Hao Chen bergumam dengan kagum.


Setelah menunggu beberapa jam, mata Su Yao segera terbuka dan senyum puas segera muncul diwajahnya.


"Akhirnya Space Blade bisa digunakan, tapi..." Su Yao segera berpaling melihat sosok Hao Chen dengan cemberut.


"Aku telah melancarkan banyak Space Blade kearahnya tapi justru serangan tersebut seperti mainan dihadapannya." Su Yao segera tersenyum pahit dan segera berdiri.

__ADS_1


__ADS_2