The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 332. Sebuah emas yang jatuh dari bintang


__ADS_3

Hao Chen tidak pernah menyangka jika menara pencerahan tidak seperti yang dia bayangkan, menara ini lebih cocok disebut sebagai perpustakaan dikarenakan banyaknya teknik dan seni rahasia didalamnya.


Walaupun begitu Hao Chen tidak terlalu tertarik dengan teknik-teknik yang berbeda ditempat ini, walaupun mereka berasal dari orang-orang yang sangat kuat dimasa lalu. Hao Chen merupakan orang yang selalu menggunakan satu kemampuan untuk mengakhiri segalanya, tidak peduli sehebat apapun teknik tersebut, jika terlalu merepotkan ataupun mengkonsumsi banyak energi, teknik-teknik tersebut bisa dianggap tidak berguna.


"Dari sekian banyak teknik yang aku miliki, tidak ada satupun teknik yang berbeda ditempat ini yang dapat menyaingi kemampuanku." Hao Chen bergumam sambil membalik berbagai macam buku.


Kontrol Hao Chen terhadap kemampuan dan kekuatannya sangatlah bagus, jadi dia sering menggunakan keahlian pedang dan memanipulasi elemen yang dia kuasai.


Sekarang Hao Chen sedang mencari sesuatu yang dapat membantunya mengontrol kekuatan bintang, dan memperkuat fisik secara drastis, sebab dia saat ini merasakan jika kekuatan fisiknya kurang untuk menahan energi yang jauh lebih besar.


"Ngomong-ngomong kenapa Su Yao sangat lama ya? apakah dia menemukan sebuah teknik yang dia inginkan?" Hao Chen bertanya-tanya.


***


Disaat yang sama, Su Yao sedang melangkah kepuncak menara pencerahan, merasakan ada sesuatu yang misterius sedang memanggil dan terasa sangat akrab dihatinya.


"Apakah aku diperbolehkan menuju kelantai atas menara ini?" Su Yao bertanya dengan ekspresi bingung.


"Woss!!"


Ketika Su Yao menginjakan kakinya dilantai puncak menara tersebut, dia dapat merasakan aura kuat dari masing-masing buku yang berisikan banyak teknik yang luar biasa.


Tapi diantara semua teknik yang dia lihat, ada sebuah teknik yang terlihat sedang dirantai oleh semacam kekuatan ilahi dan kekuatan spiritual, buku dari teknik tersebut terbuat dari emas dan memancarkan aura keagungan dan perasaan hangat.


Melihat hal tersebut Su Yao segera megambil buku tersebut dengan menggunakan kekuatannya, tapi rantai tersebut entah mengapa menghalangi tindakan Su Yao untuk mengambil buku tersebut.


"Huh! kau pikir ini sudah cukup untuk menghentikan aku?" Su Yao mendengus dingin ketika kesadaran ilahi yang sangat ganas terpancar dari matanya.


Walaupun tidak sekuat milik Hao Chen, kesadaran Ilahinya sudah sekuat kultivator ranah Dewa Langit.


Tapi setelah beberapa saat Su Yao memberikan serangan pada rantai aneh tersebut, tidak terjadi perubahan sedikit pun seakan-akan kekuatan spiritual Su Yao tidak berguna.

__ADS_1


"Aneh...bagaimana jika menggunakan darah?" Su Yao segera melukai jarinya dan meneteskan darahnya yang berwarna perak keemasan pada rantai tersebut.


Pada awalnya tidak ada reaksi, tapi secara beberapa detik kemudian.


"Berdengung!"


Buku emas tersebut merespon dengan kuat setelah Su Yao meneteskan darahnya, bahkan rantai yang mengikat buku tersebut tidak sanggup menahan kekuatan misterius didalam buku emas itu.


"I-Ini...apa yang terjadi?" Su Yao terkejut dan mundur beberapa meter dari buku tersebut, tapi dia menyadari jika rantai tersebut akan segera hancur, dan Su Yao mendapatkan perasaan buruk tentang ini.


"Gawat...itu akan meledak bukan?" Su Yao segera memasang ekspresi suram, dan...


"BOOOMM!!!"


Seperti tebakan awalnya, ledakan yang cukup kuat dan disertai oleh suara dentuman yang keras terjadi tepat didepan matanya.


Jika bukan karena kekuatan fisiknya, Su Yao dapat yakin dia akan mengalami luka yang cukup parah, namun yang membuat dia bingung adalah, kenapa buku yang masih dia tidak ketahui asal-usulnya meledak.


Ketika dia menyentuh buku tersebut, sembilan cahaya berbeda warna segera memasuki kepalanya, dan mata merah mudanya segera disinari oleh cahaya emas yang sangat murni.


"Apa itu tadi?!" dia segera panik ketika menyadari jika ada sesuatu yang aneh memasuki kepalanya.


Su Yao segera memeriksakan kesadaran Ilahinya, dan dia melihat sembilan cahaya yang berbentuk seperti gumpalan debu, gumpalan debu tersebut seakan-akan sedang membentuk sesuatu, tapi Su Yao masih bingung dengan apa yang berada dalam pikirannya itu.


Setelah itu Su Yao segera mengelengkan kepalanya, dan membuka buku tersebut dengan penasaran.


"Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa emas itu berasal dari sebuah bintang di angkasa, jika kau menginginkan emas tersebut. Kau harus menjelajahi seluruh dunia yang tidak diketahui untuk menemukannya. Apa maksudnya ini?" Su Yao memasang ekspresi bingung dengan kata-kata tersebut.


"Su Yao! apa kau baik-baik saja?!" Hao Chen secara tiba-tiba muncul dengan ekspresi khawatir, sebab dia dapat merasakan Su Yao berkaitan dengan ledakan tadi.


Dia memegang tubuhnya dengan perasaan khawatir, dan memeriksanya dengan hati-hati.

__ADS_1


Melihat tindakan Hao Chen, Su Yao tersenyum manis dan berkata, "Tidak apa-apa, memang terjadi sesuatu yang tak terduga, tapi untuk sekarang aku baik-baik saja."


"Benarkah? lalu apa yang sedang kau pegang itu? bukukah?" Hao Chen bertanya dengan penasaran.


"Aku juga tidak terlalu memahami apa ini, tapi ada kata-kata aneh didalam buku ini." Su Yao segera menunjukkan kata-kata yang baru saja dia baca.


"Sepertinya ini sebuah ungkapan hati seorang wanita, apakah kau benar-benar tidak memahami kata-kata ini dengan baik? coba kau balik lagi halamannya lagi, siapa tau kita akan mendapatkan petunjuk." Hao Chen segera meminta Su Yao membalik halaman buku tersebut.


Su Yao mengangguk dan membalik halaman buku itu, "Perjalanan yang sangat sulit dan menguras tenaga serta emosi harus dilalui, setelah lama mencari emas tersebut, tidak ditemukan bahkan setelah mengeluarkan banyak upaya, perasaan kosong, marah, dan kecewa menghiasi perjalanan tersebut, namun arti dari mencari emas tersebut tidaklah sederhana dengan tindakan, sebab emas sejati adalah sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan."


Hao Chen dan Su Yao segera bertukar pandangan, mereka bingung dengan maksud perkataan ini, kata-kata ini lebih bisa disebut teka-teki dari pada ungkap seorang wanita.


"Apa-apaan ini?" Hao Chen memasang ekspresi bingung.


Tapi Su Yao berbeda, dia termenung menatap kata-kata tersebut.


Kenang demi kenangan mulai muncul dipikirkannya, sedih, marah, benci bercampur aduk dikepalanya. Tapi setelah dia memikirkannya lebih dalam, Su Yao merasakan kehangatan, kebahagiaan, dan cinta dari perjalanan yang dia lalui selama ini.


Su Yao menatap pria disampingnya dengan perasaan mendalam, dan itu membuat Hao Chen bingung dengan hal tersebut.


"Ada ap..."


Tapi Hao Chen segera dikejutkan ketika ada perasaan hangat pada bibirnya, Su Yao menciumnya dengan penuh semangat, perasaan sensual dan menyenangkan menyelimuti pikirannya.


Walaupun Hao Chen tidak paham arti dari tindakan tiba-tiba Su Yao, tapi dia menikmati perasaan ini.


Setelah bibir mereka berpisah, Su Yao segera memeluknya dengan penuh semangat.


"Hem? ada apa ini?" Hao Chen bertanya dengan penasaran.


"Tidak ada, aku baru saja mendapatkan sesuatu yang bagus, dan hal itu jauh lebih baik dari pada emas." Ucap Su Yao yang memeluknya dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Disaat yang sama, gumpalan aneh pada kesadaran ilahi Su Yao segera bersinar terang oleh cahaya warna-warni, gumpalan tersebut mulai memadat untuk membentuk sesuatu yang luar biasa dan memiliki aura misterius didalamnya.


__ADS_2