The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 227. Mencari hal yang penting


__ADS_3

Ketika Hao Chen memasuki kota, dia segera terkagum ketika nuansa klasik dan kuno muncul dikota ini, bahkan dia merasa hidup dizaman kuno yang masih belum mengenal teknologi.


Banyak terjadi transaksi yang terjadi, restoran yang menyajikan berbagai makanan, dan jual beli antara para pedagang dan pembeli.


Tidak terkecuali untuk para kultivator yang ingin mencari sesuatu, ada yang memerlukan informasi dan ada juga yang menjual senjata.


"Dibandingkan dengan nuansa di kekaisaran manusia yang modern, rasanya lebih nyaman dan melegakan merasakan suasana seperti ini." Batin Hao Chen sambil tersenyum.


Tapi Hao Chen segera menyadari jika dia selalu jadi pusat perhatian ditempat tersebut, mungkin karena ada alasan atau sesuatu yang berasal dari tubuhnya yang membuatnya menjadi pusat perhatian.


"Ngomong-ngomong kenapa aku selalu diperhatikan ya?" tanya Hao Chen yang duduk disebuah taman yang ada dipusat kota.


"Hahahaha! apakah kau tidak menyadari jika aura dewa milikmu itu keluar?" tanya Tianlong sambil tertawa keras.


"Eh? aura dewa...apa itu?" Hao Chen segera memiringkan kepalanya dengan ekspresi penuh tanya.


"Hah...sepertinya kau benar-benar tidak tau ya, baiklah aku akan jelaskan. Jika kau menjadi dewa maka akan ada banyak perubahan padamu, selain energi yang diserap, akan ada juga aura dewa yang muncul padamu." Ucap Tianlong yang segera muncul dalam wujud bayi naga.


"Ternyata begitu, lalu apakah aura dewa dapat ditutupi?" tanya Hao Chen yang merasa terganggu.


"Tentu saja bisa, caranya juga sama dengan caramu menyembunyikan tingkat kultivasimu " Jawab Tianlong sambil memasang ekspresi sombong.


"Ngomong-ngomong kenapa kau bisa berwujud seperti ini?" tanya Hao Chen sambil melirik Tianlong yang berada dalam wujud bayi naga.


"Ini merupakan salah satu kemampuan yang aku miliki, karena kau juga harus tau jika konsep kultivasi didunia ku dulu berbeda." Jawab Tianlong yang segera menghilang.


Kemudian Hao Chen segera menutupi aura dewa yang dimilikinya, sehingga orang-orang hanya melihat sosok Hao Chen sebagai seorang kultivator muda.

__ADS_1


"Ternyata memang sangat efektif, baiklah saatnya untuk mencari informasi dulu." Ucap Hao Chen yang mencari sebuah restoran yang terkenal.


Karena berdasarkan pengalamannya restoran merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang baru menyelesaikan sesuatu dan beristirahat, bahkan tempat ini sering dijadikan sebagai sumber informasi bagi para kultivator.


Memang konsep kultivasi di alam dewa dan kekaisaran manusia itu berbeda, tapi tingkat laki mereka tidak jauh berbeda.


Lalu Hao Chen segera menemukan sebuah restoran yang cukup ramai dikunjungi, terlebih lagi ada banyak kultivator yang sangat kuat disini, walaupun tidak ada satupun dari mereka yang mencapai ranah dewa.


Hao Chen segera masuk kedalam restoran tersebut dan mendatangi meja pemesanan, karena aura dewa miliknya telah ditutupi, kehadirannya hanya dianggap seperti angin lewat.


"Permisi tuan, apa yang ingin anda butuhkan?" tanya pelayan wanita yang menjaga meja pemesanan.


"Aku ingin memesan meja makan." Ucap Hao Chen dengan santai.


Lalu pelayan itu segera berkata, "Direstoran ini terdapat lima tingkat, dimana setiap tingkat memiliki pelayanan yang berbeda, semakin tinggi lantainya maka semakin baik perlakuannya."


"Baiklah aku pesan meja dilantai dua, lalu kirimkan makan terbaik untukku." Kata Hao Chen dengan yakin.


"Baiklah total biaya yang diperlukan sebanyak dua keping emas." ucap wanita itu sambil tersenyum.


Hao Chen segera menyerahkan dua koin emas dan segera dituntun menjual kesebuah meja yang dekat dengan jendela.


"Hah...tidak buruk juga, terlebih lagi hujan akan segera turun dengan deras, untungnya aku memesan teh dari pada anggur." Batin Hao Chen sambil termenung menatap rintikan hujan mulai turun.


Walaupun hujan telah turun suasana ramai didalam restoran masih terus berlanjut tanpa memperdulikan hal tersebut, tapi mereka tidak menyadari jika saat ini Hao Chen sedang mendengarkan semua pembicaraan yang ada direstoran ini.


"Jadi saat ini aku berada dikota hujan rupanya, terlebih lagi aku berada di perbatasan kekaisaran Qing dan Zou, mungkin ada alasan dibalik banyaknya kultivator berkumpul disini?" batin Hao Chen dengan penasaran.

__ADS_1


Disaat yang sama pesan Hao Chen segera diantara oleh pelayan wanita, tapi tingkah mereka dibilang sangat aneh dari tadi.


Susana tergolong lancar layaknya air yang mengalir, susana bahagia dan serius bercampur pada satu tempat.


Sampai sekelompok orang yang mengenakan jubah merah terang muncul dengan kondisi basah kuyup oleh hujan, kedatangan mereka segera membuat suasana seketika sunyi.


"Merekakan orang-orang dari sekte Api matahari?"


"Sepertinya mereka juga ingin ikut terlibat dalam perebutan warisan itu."


Tanpa memperdulikan perhatian dari orang-orang yang ada didalam restoran, seorang pemuda tampan dengan rambut dan mata sama-sama merah segera mendatangi meja pemesanan.


"Anu ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan wanita yang membantu Hao Chen tadi.


"Aku ingin memesan sebuah tempat khusus untuk murid-murid sekte Api matahari." Jawab pemuda itu.


"Jika begitu aku sarankan ada memilih lantai dua sampai lima yang memiliki tempat pribadi, tapi aku lebihnya menyarankan lantai dua yang lebih dikhususkan untuk diskusi." Ucap pelayan tersebut.


"Baiklah aku pesan lantai kedua yang kau maksud." Respon pemuda rambut merah tersebut.


Segera mereka yang berasal dari sekte Api matahari dituntun menuju kelantai dua yang memiliki ruang pribadi, belum lagi mereka meminta pelayan lebih baik dengan bayaran tambahan.


"Bahkan pemuda paling berbakat dari sekte Api matahari Yan Zengli datang, sepertinya warisan yang akan segera muncul benar-benar sangat berharga." Ucap pelayan wanita itu yang segera menghela nafas berat.


"Hah...andaikan saja tamu yang datang seperti biasa, apalagi seperti pemuda tampan berambut perak tadi." Ucap pelayan lainnya.


Lalu secara perlahan mulai banyak orang-orang yang berasal dari berbagai Sekte dan orang-orang terkenal berdatang, yang menyebabkan suasana didalam restoran menjadi menegangkan.

__ADS_1


__ADS_2