The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 196. Pertukaran


__ADS_3

Hao Chen segera tidur dengan sangat nyenyak, karena mentalnya benar-benar sangat lelah maka dari ia sampai tidak sadar ketika waktu telah berlalu sampai cahaya pagi menyabut.


Karena hari ini tidak ada kelas sama sekali Hao Chen lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya, bahkan dia sengaja membuat suhu disekitarnya menjadi dingin, agar dia dapat menggunakan selimut jauh lebih nyaman.


Tapi tanpa Hao Chen sadar, Su Yao saat ini sedang berdiri menatapnya dengan tatapan aneh, namun ada ekspresi cemberut diwajahnya yang cantik.


Su Yao segera berteriak dan menarik selimutnya Hao Chen, "Berhenti tidur!!!"


Hao Chen pun segera tersentak kaget dengan wajah seperti zombie, bahkan nyawanya sendiri masih belum pulih dari dunia bawah.


"Hah? apa yang terjadi?" tanya Hao Chen dengan wajah kebingungan.


Kemudian Hao Chen segera memeriksa keadaan sekitar, dimana ia segera disambut oleh wajah cantik Su Yao.


"Eh? apa yang kau lakukan dikasurku?" tanya Hao Chen dengan ekspresi aneh.


"Kau ingin berapa lama lagi untuk tidur? apakah kau tidak berfikir jika ada sesuatu yang harus dilakukan." Jawab Su Yao dengan kesal.


"Sesuatu...sepertinya tidak ada sama sekali, lagi pula kita tidak memiliki kelas sama sekali, maka dari itu aku memilih untuk tidur nyenyak. Ucap Hao Chen dengan malas sambil memeluk bantalnya.


Tapi Su Yao segera meresponnya dengan tatapan dingin, dengan cemberut ia segera bertanya, "Apakah kau benar-benar tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan?"


"Hem...tidak ada sama sekali." jawab Hao Chen yang segera bingung.


"Kalau begitu bisakah aku meminta tolong padamu?" tanya Su Yao lagi dengan wajah memerah.

__ADS_1


Hao Chen segera menjawab, "Tentu saja! tidak ada masalah, memangnya apa yang ingin kau minta tolong padaku?"


Butuh waktu lama agar Su Yao bisa menjawabnya, "Um...bisakah kau mengajariku tentang cara membuat Seni Suci?"


Mata Hao Chen segera melebar setelah mendengar hal tersebut, dengan bingung ia segera berkata, "Kenapa kau meminta bantuan dariku? bukannya kau memiliki guru yang kuat?"


"Hah...bukannya tidak bisa, tapi guruku tidak memahami kondisi untukku saat ini." Jawab Su Yao sambil menghela nafas panjang.


"Kondisi unik? maksudnya kau mirip seperti kondisi unik yang aku alami tentang tingkat kultivasi?" tanya Hao Chen yang masih belum menangkap sepenuhnya maksud perkataan Su Yao.


"Benar, setelah aku menembus ketingkat Soul Sage, sistem hukum kultivasi di dunia kita menganggap kekuatan aku berada ditahap Quasi God. Maka dari itu aku bisa membuat Seni Suci, tapi guruku malah agak ragu untuk mengajari hal tersebut." Jawab Su Yao.


Lalu Hao Chen segera berkata, "Jadi itu maksudnya, seperti aku mengerti akan hal tersebut. Kau ingin meminta bantuan dariku mengajari cara membuat Seni Suci, dikarenakan aku memiliki kultivasi diperingkat Soul Sage sepertimu, tapi malah bisa menggunakan Seni Suci yang persyaratan penggunaannya ataupun pembuatannya harus berada diranah Limit Lord." Ucap Hao Chen sambil menganggukkan kepalanya.


Hao Chen mengerti jika syarat membuat Seni Suci adalah harus berada diranah Limit Lord atau ada beberapa kasus seseorang harus berada diranah Quasi God untuk membuatnya, namun Hao Chen adalah kasus yang unik.


"Bagaimana apakah kau mau membantuku?" tanya Su Yao dimana matanya terdapat banyak harapan berkumpul.


Setelah lama memikirkannya Hao Chen segera menjawab, "Baiklah aku akan bantu."


Wajah Su Yao segera menjadi cerah mendengar respon positif Hao Chen.


"Baiklah coba kau ulurkan telapak tanganmu." Ucap Hao Chen.


Su Yao pun segera menunjuk telapak tangannya didepan Hao Chen, sementara itu dijari telunjuk Hao Chen ada cahaya emas tipis.

__ADS_1


"Ssshh..."


Ketika Hao Chen menyentuh telapak tangan Su Yao, cahaya emas yang tersebut segera masuk kedalam telapak tangannya.


"Seharusnya sudah bisa, tapi untuk Kekuatan inti kristal roh yang kau milik sangat lemah, terkecuali inti kristal roh yang ke-enam." Ucap Hao Chen yang segera memahami kondisi Su Yao.


"Apakah kekuatan, usia, dan kemampuan dari inti kristal roh memiliki pengaruh yang signifikan saat membuat Seni Suci?" tanya Su Yao yang sedikit paham.


Hao Chen segera merespon, "Itu benar! tapi usia dari inti kristal roh tidak terlalu memiliki pengaruh, karena ada metode untuk meleburkan inti kristal roh lain agar dijadikan sebagai sumber peningkatan inti kristal roh yang kita miliki. Bagian paling penting dalam membuat inti kristal roh adalah kekuatan atau kemampuan yang dimiliki oleh hewan jiwa."


Lalu Hao Chen segera menunjuk Martial Soul pedang Amethyst yang saat ini mengalami perubahan yang sangat besar, tapi dia tidak memfokuskan kearah tersebut dan memilih untuk mengeluarkan petir kehancuran murni.


"Seperti yang kau lihat ini adalah petir kehancuran murni yang aku dapatkan dari Raja burung petir ungu dipulau gagak emas, jika inti kristal roh yang aku ambil ini lemah atau memiliki usia yang rendah, tapi karena asal-muasal dan kemampuan spesialnya aku dapat membentuk Seni Suci yang kuat." Ucap Hao Chen dengan fokus.


"Jadi serangan petir ungu yang kau lancarkan waktu itu, ketika melawan para peniru Petapa naga putih dan naga hitam adalah Seni Suci dari kristal roh tersebut?" tanya Su Yao.


Hao Chen segera menjawab sambil tersenyum, "Itu benar, Seni Suci tidak bergantung pada jumlah usia atau seberapa besar kekuatan yang dimiliki ketika ia masih hidup, tapi kemampuan dan asal dari Kekuatannya yang akan menentukan seberapa hebat Seni Suci yang akan tercipta."


Su Yao segera mengangguk paham akan hal tersebut, ditambah dia sendiri merasa jika Hao Chen jauh lebih banyak tau dari pada Xu Li yang merupakan gurunya.


Penjelasan dari Hao Chen tidak terlalu panjang dan blak-blakan, tapi dia langsung menjelaskan semua poin utamanya.


Su Yao segera berkata, "Sepertinya aku paham sekarang, kalau begitu aku akan segera memulai saja."


Hao Chen hanya segera mengangguk dan segera kembali untuk beristirahat dikasurnya, sambil memeluk gulingnya.

__ADS_1


Tapi sebelum itu Su Yao sempat berkata dengan nada tulus, "Terima kasih atas bantuannya."


Lalu Hao Chen segera meresponnya dengan lambaian tangannya, walaupun dia tidak menunjukkan wajahnya ada ekspresi bahagia muncul diwajahnya.


__ADS_2