
Su Yao segera berdiri setelah terkena serang yang sangat kuat dari Hao Chen, segera senyum puas muncul diwajah cantiknya.
Disaat yang sama Hao Chen segera melepaskan sebuah anak panah yang mengandung petir ungu menakutkan, tapi anehnya ketika petir tersebut akan mengenai Su Yao.
Secara tiba-tiba serang anak panah tersebut melambat dan anehnya lagi ada energi yang membuat area sekitar menjadi melambat, bahkan para penonton hanya bisa terdiam dan tidak bisa terlalu banyak bergerak.
"Ini...kekuatan waktu?" tanya Lao Zu yang terlihat tidak terpengaruh.
"Ini merupakan salah satu Seni Suci milik Su Yao yang bernama Kehendak Waktu, ada beberapa gerakan yang ada didalam Seni Suci ini, namun Su Yao hanya bisa mengendalikan satu saja." Jawab Xu Li yang juga tidak terpengaruh.
"Jadi maksudmu adalah kemampuan memperlambat waktu?" tanya Lao Zu.
"Ya, memperlambat waktu, tapi hanya bisa bertahan selama beberapa detik saja." Jawab Xu Li.
Disaat yang sama Su Yao mencoba untuk menghindari serangan yang diperlambat olehnya, setelah beberapa detik kecepatan serangan tersebut kembali dan serangan dari Hao Chen segera melesat.
Ledakan petir ungu menakutkan segera terjadi, sehingga membuat tanah yang ada disekitar menjadi hancur.
"Seni Suci mu?" tanya Hao Chen sambil tersenyum.
Su Yao hanya merespon dengan anggukan kecil.
Kemudian Hao Chen segera melepaskan anak panahnya keatas langit, dimana ketika panah tersebut turun kearahnya jumlah panah yang mencapai ribuan segera turun tiba-tiba.
Melihat serang tersebut wajah Su Yao segera menjadi intens, lalu energi yang hampir sama dengan waktu ketika ia menghentikan serangan pertama Hao Chen muncul.
Tapi kali ini Su Yao sedikit kesulitan mengatasi hal tersebut, dikarenakan cakupan dari domain memperlambat waktu jauh lebih luas dan efeknya menjadi kurang.
"Aku harus bisa menggunakan gerakan keduanya." Batin Su Yao dengan wajah dipenuhi oleh keringat.
"Seni Suci Kehendak Waktu, keahlian kedua waktu mundur!" ucap Su Yao dengan keras.
__ADS_1
Walaupun tidak terlalu besar serangan dari Hao Chen tiba-tiba mundur kebelakang, dimana Su Yao mengambil kesempatan tersebut untuk segera menghindar dari cakupan wilayah serangan hujan panah tersebut.
Ketika kemampuan Su Yao berhenti, panah tersebut segera menghantam tanah diikuti oleh ledakan beruntun yang mengerikan.
"BOOOM...BOOOM...BOOOM...BOOOM!!!"
Diwaktu yang sama Su Yao segera maju untuk memberi serangan balasan, dimana ia segera memegang dua tombak yang terbuat dari batu giok dikedua tangannya.
Tapi Su Yao sekilas melihat cahaya ungu yang melesat kearahnya, dimana itu merupakan pedang Amethyst milik Hao Chen.
Walaupun terkejut melihat hal tersebut, Su Yao dapat menangkis serangan tersebut, dengan resiko ia terpental karena aura pedang milik Hao Chen dan tombaknya juga hancur.
"Sepertinya kau telah menggunakan pedangmu, kalau begitu aku tidak perlu lagi untuk menahannya." Ucap Su Yao dengan mata bersinar terang.
"Roarrrr...!"
Bayangan naga emas yang luar segera muncul dibelakang Su Yao, lalu bayangan naga emas tersebut segera berubah menjadi cahaya terang dan mengarah pada tangan kanan Su Yao.
"Ternyata kau mulai serius." Ucap Hao Chen yang segera memasang kuda-kuda.
"Swooos...!"
Secara tiba-tiba Hao Chen dan Su Yao tiba-tiba menghilang, namun suara benturan senjata terdengar diudara.
"Ting...Ting...Ting...Ting!"
Mereka yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa tertegu karena tidak dapat melihat gerakan cepat dari mereka berdua, tapi ada percikan cahaya ungu dan emas saling bertubrukan dengan keras, dimana hal tersebut menimbulkan sayatan ditanah.
Sampai tiba-tiba Su Yao dikejutkan oleh tiga pedang berwarna ungu muncul dan menyerangnya, karena hal tersebut ia segera mundur kebelakang untuk menghindarinya.
Tapi ketika Su Yao menatap kearah Hao Chen, matanya segera melebar melihat lingkaran halo berwarna ungu keperakan muncul, dimana disetiap halo akan ada satu pedang tajam siap untuk ditembakkan.
__ADS_1
"Swooos...Swoos....Swoss...Swoss!!!"
Rentetan tembakan dari pedang berwarna ungu segera diarahkan pada Su Yao, sementara itu Su Yao berusaha untuk tenang dan memasang kuda-kuda.
Disaat serangan tersebut hampir mengenainya, Su Yao segera mengerakan tombak naga emasnya dengan gerakan menusuk yang sangat cepat, saking cepatnya setiap tusukan akan meninggalkan bekas cahaya emas.
"Ting...Ting...Ting...Ting!"
Setiap pedang yang diarahkan padanya Su Yao dapat menepisnya dengan gerakan yang terlihat cepat namun stabil, bahkan yang membuat Hao Chen terkesan adalah Su Yao dengan berani memegang pedang tersebut dan melemparkannya pada Hao Chen.
Hao Chen hanya diam dan tersenyum tipis melihat pedang tersebut mengarah padanya, disaat yang sama pedang tersebut segera menghilang diudara.
Tapi disaat yang sama mata Hao Chen segera melebar melihat tatapan menakutkan dari Su Yao yang tertutup oleh energi naga emas yang luar biasa, bahkan getaran udara yang menakutkan segera muncul dan menekan orang-orang yang memiliki garis keturunan naga, terkecuali Hao Chen yang tidak satu-satunya tidak terpengaruh.
Lalu Su Yao segera melompat keatas dan melemparkan tombak giok yang baru saja dia buat, kecepatan dari tombak itu begitu menakutkan dan isi oleh kekuatan naga emas.
"Hump!" Hao Chen segera menggenggam pedangnya erat-erat.
Elemen cahaya yang sangat kuat segera terkumpul pada pedang Hao Chen, dengan gerakan lembut ia melepaskan dua serangan secara beruntun.
"BOOOM!!"
Ledakan mengerikan segera terjadi ketika kedua serang tersebut saling bertubrukan, diikuti oleh tanah-tanah yang terkikis ketika serangan tersebut melepaskan aura pedang dan tombak yang mengerikan.
Disaat debu berterbangan Hao Chen segera dikejutkan oleh sosok Su Yao yang tiba-tiba muncul dihadapannya dan memberikan sebuah pukulan yang keras padanya, karena hal itu Hao Chen harus terlempar jauh.
Disaat Hao Chen kembali berdiri, ia segera dikejutkan ketika melihat Su Yao yang memiliki sepasang sayap naga dipunggung nya, terlebih lagi warna emas berlian yang begitu menyilaukan membuat aura kecantikannya menjadi lebih kuat, bukan hanya itu Kekuatan yang dikeluarkan jauh lebih kuat.
"Ini akan sangat sulit ketika aku hanya bisa menggunakan kekuatan sampai ditingkat Soul Lord, tapi aku tidak boleh kalah hanya karena harus menanggung beban teknik menipu langit." Ucap Hao Chen dengan tatapan serius.
"Tapi aku masih bisa menggunakan cara yang aku gunakan ketika aku menghadapi Raja Singa Amethyst sembilan tahun lalu." Batin Hao Chen yang segera menyusun rencana.
__ADS_1