
Setelah Hao Chen dan Su Yao keluar dari tempat itu, segera kuil yang mereka jelajahi segera hancur dan segera menjadi abu walaupun tak terbakar.
"Sepertinya tempat ini adalah lokasi tempat paling penting dialam naga putih dan naga hitam, yah walaupun sebenarnya kita juga yang mencuri semuanya." Ucap Hao Chen dengan senyum aneh.
Lalu Su Yao segera berkata dengan wajah yang terlihat sedang menanggung dosa, "Ehem! apakah kau lupa jika mereka berdua sudah tiada, jadi kita dapat mengambil semua harta berharga ditempat ini."
"Kau ini malah jadi serakah, bahkan kau jauh lebih serakah dari pada aku." Kata Hao Chen dengan senyum mengejek.
"Sudahlah! ayo kita kembali ke topik utama, bagaimana kita dapat menemukan teman-teman?" tanya Su Yao yang segera mengalihkan pembicaraan.
"Tunggu sebentar." Segera Hao Chen melepaskan kesadaran Ilahi yang digabungkan dengan kekuatan Spiritual dan mental.
Lalu Hao Chen segera terkejut ketika mengetahui jika dia dapat mendeteksi segalanya dalam jangkauan yang sangat luas, ditambah lagi setiap kali Hao Chen memfokuskan kesadaran ilahinya dia akan selalu mendapat detail yang sangat jelas.
"Kesadaran ilahi memang sangat kuat, setelah misi ini aku akan segera mengembangkan kesadaran ilahi ku." Batin Hao Chen dengan penuh semangat.
Hao Chen saat ini hanya bisa takjub setelah mencoba menggabungkan tiga jenis kekuatan yang bisa dikatakan sangat berbeda, apalagi jika itu adalah kesadaran ilahi yang bisa dikatakan jauh lebih kuat dari pada kesadaran spiritual dan mental.
Tapi Hao Chen sempat melakukan eksperimen yang bisa dikatakan gila, dimana dia dengan nekat mencoba untuk menggabungkan tiga kesadaran ini secara bersamaan.
Awalnya bisa dikatakan sangat sulit ditambah lagi sangat menyakitkan, tapi setelah beberapa kali melakukan percobaan Hao Chen telah berhasil mengembangkan sesuatu yang bahkan tidak ada satu mahluk hidup dapat lakukan.
Dimana Hao Chen memiliki keyakinan jika kekuatan dari kesadaran miliknya dapat terus dikembangkan bahkan sampai ke level Dewa walaupun dia masih belum mencapai level tersebut, namun cara melatih kesadaran ilahi dan dua kesadaran lainnya bisa dikatakan sangat menyakitkan tapi dengan hasil yang maksimal.
Maka dari itu Hao Chen menjadi tambah bersemangat untuk melatih dirinya, ditambah lagi ada perasaan istimewa dari dalam lubuk hatinya walaupun dia sendiri masih belum mengetahui apa itu.
Disaat yang sama Hao Chen segera menemui keberadaan banyak orang yang berkumpul pada satu tempat, dimana Hao Chen juga melihat sebuah altar yang sangat besar dan lagi ada sebuah pelindung yang kuat disekitar altar tersebut.
"Apakah Zhou Yuan dan lainnya ada disitu?" batin Hao Chen yang terus mencari keberadaan teman-temannya.
__ADS_1
Tak selang beberapa menit Hao Chen segera mendapatkan keberadaan mereka yang saat ini berada disekitar orang-orang dari akademi langit cerah, namun jika dilihat lebih jauh lagi mereka seperti sedang mendapatkan sebuah masalah.
"Menarik..." setelah mendapat keberadaan mereka Hao Chen segera membuka matanya.
"Apakah kau telah mendapatkan posisi mereka?" tanya Su Yao dengan penasaran.
Hao Chen segera menjawab, "Aku telah mendapatkan keberadaan mereka, tapi mereka saat sedang berada disebuah altar yang besar."
"Altar besar ya....tunggu apa jangan-jangan altar itu adalah tempat diletakkannya mutiara naga putih dan naga hitam!" ucap Su Yao dengan keras.
"Pantas saja aku mendeteksi banyak sekali orang yang berada ditempat itu, apakah kita akan langsung kesana?" tanya Hao Chen.
Dengan sedikit malu Su Yao malah bertanya, "Apakah kita akan menggunakan kemampuan ruang?"
"Memangnya kenapa jika menggunakan kemampuan ruang?" Hao Chen hanya bisa bingung dengan perkataan dari Su Yao.
"Sebenarnya aku masih belum terbiasa dengan kemampuan ruang dimana aku selalu pusing, apalagi jika harus berpindah tempat."Jawab Su Yao sambil berusaha menutupi rasa malunya.
"Baiklah jika kau tidak mau, tapi dengan kemampuan kita saat ini untuk mencapai tempat mereka setidaknya membutuhkan dua atau tiga hari." Sambung Hao Chen.
"Ugh! jadi kita benar-benar harus teleportasi kesana?" tanya Su Yao dengan penasaran enggan.
Hao Chen segera bertanya balik, "Tentu saja, kau kenapa sih?"
"Ti-Tidak ada apa-apa." Su Yao segera panik ketika merasakan tatapan aneh dari mata Hao Chen.
"Baiklah kalau begitu, kemarilah!" ucap Hao Chen yang segera mengulurkan tangannya.
Walaupun ada sedikit perasaan malu Su Yao tetap mengikuti ajakan Hao Chen, dan segera meraih tangannya.
__ADS_1
"Apakah aku telah melakukan sesuatu yang salah?" batin Hao Chen dengan penuh pertanyaan.
Lalu Hao Chen segera menarik Su Yao agar dekat padanya, setelah itu cahaya perak segera berkedip dan membawa mereka pergi.
Setelah mereka mencapai tujuan Hao Chen dan Su Yao segera disambut oleh suasana riuh disekitar Altar besar tersebut, bukan hanya itu banyak sekali darah bermunculan dimana-mana.
"A-Apa yang terjadi?" tanya Su Yao yang masih diperlukannya Hao Chen.
Lalu Hao Chen segera menjawab dengan sedikit bingung, "Aku tidak tau! seharusnya tidak seperti ini ketika aku menggunakan kesadaran ilahi milikku untuk mendekati tempat ini, sepertinya pelindung yang menutupi seluruh Altar ini sudah terbuka, maka dari itu mereka segera berebutan untuk mengambil harta yang paling berharga ditempat ini."
Altar yang awalnya terlihat agung telah berubah total menjadi medan perang penuh darah, bahkan darah mengalir layaknya sungai yang mengalir dan banyak sekali mayat orang-orang yang tergeletak.
Dimana mereka semua terlihat seperti sedang merebut sesuatu yang sangat penting sampai-sampai terjadi hal ini, bukannya hanya itu orang-orang berbakat yang telah bersembunyi segera menunjukkan diri mereka.
"Dimana mereka berenam!" ucap Hao Chen yang segera mendekati tanda yang dia letakkan pada mereka.
Disaat yang sama dikelompok akademi langit cerah....
"Zhou Yuan segera berikan mutiara naga putih tersebut!" ucap salah satu orang yang mengejar Zhou Yuan.
"Sial! sepertinya ini akan menjadi masalah yang sulit, tapi sedikit lagi aku dapat mencapai tempat kelompok akademi kami." Zhou Yuan dengan sayap phoneix miliknya terus melesat.
"Kuharap Ling Feng dan Xie Yu dapat mengamankan mutiara naga hitam tersebut dengan selamat." Batin Zhou Yuan.
Kemudian Zhou Yuan segera melihat sosok Meng Zhu dan semua orang yang berasal dari akademi langit cerah, perasaan lega segera muncul dari hatinya ketika ia berhasil mencapai tempat tersebut.
"Zhou Yuan kau tidak apa-apa?" tanya salah satu tetua.
"Aku baik-baik saja, tapi akademi istana suci tidak akan melepaskan ku." Jawab Zhou Yuan yang terlihat sangat pucat.
__ADS_1
"Kau kebelakang dan simpan baik-baik mutiara naga putih yang kau pegang itu!" ucap tetua itu.