The Heaven Land

The Heaven Land
Perkelahian yang telah menciptakan sebuah pertemanan


__ADS_3

Dalam keadaan babak belur Hao chen dan Yansin entah mengapa menolak untuk memulihkan diri, malah mereka berdua terus melajutkan perkelahian dengan penuh semangat.


"Buk...Buk...Bam...Bam!"pukulan demi pukulan terus melayang dan mengenai tubuh mereka, terlempar, terpental, dipukul dan dibanting tidak dapat menghentikan pertarungan mereka.


Bukannya merasa sakit atau memasang ekspresi serius namun mereka menunjukan ekspresi senang dengan senyum diwajah mereka masing-masing.


Benar saat ini mereka sedang melakukan pertarungan sejati antara para lelaki.


Lalu "BAM!" ketika mereka sama-sama terpukul mundur dengan keadaan luka lebam disekujur tubuh mereka serta nafas yang masih terengah-engah, mereka malah menujukan ekspresi puas.


"Heheh...ada apa mahluk blasteran? sepertinya kau akan ambruk duluan!"kata Hao chen dengan semangat berapi-api.


"Hahahaha...kau pikir siapa aku ini!?, harusnya kau sendiri yang melihat kondisimu Naga gila!"balas Yansin dengan senyum sangar diwajahnya.


"Kalau begitu...kita lanjutkan!, ORA!"teriak Hao chen sambil melangkah maju.


"Oke...genjeh!"balas Yansin dengan semangat.


"Bam...Bam...Bam...Bam!"dengan semangat membara mereka tanpa ragu melanjutkan perkelahian mereka, pukulan dan tendang terus diarahkan dengan kuat tanpa ada keraguan.


"Kenapa ini?...kenapa aku bisa seperti ini, perasaan ini seakan telah hilang dari dalam diriku entah berapa triliunan tahun telah berlalu"kata Yansin dalam benaknya sambil terus menyerang.


"Bam!"pukulan Hao chen segera melayang keYansin dan membuat dia terlempar, lalu tanpa berhenti Hao chen langsung menerjang dan langsung menendang Yansin.


"Khuk!"rasa sakit segera terasa oleh Yansin, jika dia tidak mengorbankan kekuatannya untuk mengalami penurunan sampai tahap Quasi God maka rasa sakit dari serangan Hao chen mungkin tidak akan dia rasakan.


"Benar ini dia perasaan yang sangat menakjubkan, jantungku berdetak dengan sangat kencang."kata Yansin dalam hatinya dengan semangat berapi-api.


Dengan perasaan berapi-api Yansin segera meraih kaki Hao chen dan segera membantingnya ketanah dengan keras, lalu Yansin segera memutar tubuhnya dan melempar Hao chen kesebuah gunung batu dengan kuat.


"Ini dia perasaan penuh kejutan dan andrenalinku terasa terpacu serta ketegangan yang intens dari pertarungan ini, benar sekali ini adalah sesuatu yang sangat aku inginkan!"kata Yansin dengan semangat.

__ADS_1


"KHUK!"sambil memuntahkan seteguk darah segera dari mulutnya ketika dia sudah terhempas dan terlempat jauh oleh Hao chen.


"Ck!"sambil menyeka darah yang masih tersisa dimulutnya, Hao chen segera melompat kearah Yansin yang menyebabkan gunung batu tersebut hancur.


Sekarang Hao chen telah ditutupi aura merah darah dengan kekuatan besar, sementara Yansin juga telah diselimuti aura emas hitam menakutkan dan maju dengan cepat kearah Hao chen.


"Inilah yang aku inginkan selama ini, perasaan yang sedang terpacu dan ketegaan dari sebuah pertarungan!!!"Kata Yansin dengan semangat yang membara dan mulai dikelilingi cahaya emas hitam.


Lalu Hao chen segera menendang udara dan mulai melangkah dengan sangat cepat, lalu dia berkata dalam hatinya"Walaupun kemampuan ini masih beresiko aku tidak peduli lagi!"


"Satu!"teriak Hao chen secara tiba-tiba yang juga secara bersamaan mengejutkan Yansin.


"Swoss!"sebuah serangan udara segera mengarah keYansin, karena kaget dia hanya bisa menahannya.


"Sial!, pukulan udara!?"kata Yansin dengan kaget.


Tanpa jeda sebuah teriakan dari Hao chen terdengar lagi"Dua!".


"TIGA!"teriak Hao chen lagi yang dengan keras memukul udara dan segera tercipta sebuah meriam udara yang kuat.


"EMPAT!"teriak Hao chen lagi, dengan serangan yang jauh lebih kuat dari serangan sebelumnya Yansin sekarang dalam kondisi sekarat.


"Aku tidak bisa bergerak!, tubuhku dan tulangku serasa akan hancur!"kata Yansin dalam hatinya.


"Kelima!"teriak Hao chen lagi, namun bukannya memukul udara dia malah melangkah maju dengan menendang udara dan melesat dengan cepat, sambil mengempalkan tangannya dengan aura merah darah disekitar Hao chen saat ini benar-benar akan melakukan serangan terakhirnya.


"Sial! tidak dapat dihindari!"teriak Yansin, namun setelah itu dia tersenyum puas dan berkata dengan pasrah"Hah...sepertinya aku kalah."


"BAM!"pukulan keras dan kuat segera menghantam tubuh Yansin, "KRAK!"tulang-tulang Yansin juga ikut patah oleh Hao chen.


"Kuhk!"sambil memuntah darah dan terseret jauh kebawah dengan cepat,Yansin hanya bisa merasakan rasa sakit tak berujung dari serangan Hao chen yang mematahkan tulang dan menghancurkan tubuhnya.

__ADS_1


"SWOS...BOOOM!"Yansin segera terlempar ketanah dan menyebabkan area sekitar berlubang, sementara itu dengan bantuan elemen angin Hao chen mulai turun secara perlahan.


"Hah...haaah...hah, hahahaha ini sakit sekali, benar-benar sudah lama aku tidak merasakan hal semacam ini!"kata Yansin yang dalam keadaan sekarat parah.


Dengan nafas terengah-engah Hao chen juga telah berhasil terbaring ditanah dengan aura merah darah perlahan memudar.


"Kau yang sudah kalah masih saja berani tertawa!"kata Hao chen sambil mengejek Yansin yang keadaanya sekarat dan mulai disinari cahaya hijau yang mengandung energi kehidupan untuk menyembuhkan lukanya.


"Huh...jika bukan demi mempercepat penyembuhan lukaku, aku tidak akan mengalami penurunan kekuatan seperti ini...tapi perkelahian tadi menyenangkan sekali!"kata Yansin sambil menghela nafas lega.


"Benar sekali...Haah, lama sekali aku tidak merasakan pertarungan sesengit tadi!"kata Hao chen dengan cahaya putih lembut yang mulai menyembuhkan tubuhnya.


"Yang tadi itu apa?"tanya Yansin.


"Itu adalah mode asura, dimana mode itu akan memaksa aku untuk melampaui batasan dari batasan sendiri."jawab Hao chen.


"Asurakah...memang cocok dengan aura merah darahmu."puji Yansin.


"Bagaimana sekarang!?"tanya Hao chen.


"Hahahah...kau menang, kita tunggu sebentar dulu...aku sedang memulihkan diri."jawab Yansin.


"Yah...kau benar aku juga dalam keadaan sekarat dan sepertinya akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh."kata Hao chen dengan cahaya putih lembut yang terus menyembuhkan luka-lukanya.


Entah berapa lama mereka perlu waktu untuk pulih secara total, namun mereka berdua tidak merasakan kebosan sama sekali. Merekan berdua hanya mengobrol sepajang waktu pemulihan layaknya teman dekat, walaupun umur mereka berdua terpaut sangat jauh.


Berbagi pengalaman masing-masing, saling bertukar ide dan yang lainnya, bahkan Hao chen mendapatkan pengalaman yang tak terlukis dimana penjelasan Yansin benar-benar sangat bermanfaat baginya.


Lalu setelah mereka berdua sudah pulih total dan mulai bisa bergerak, Yansin segera memindahkan Hao chen ketempat semula dan meninggalkan tempat yang telah hancur oleh pertarungan mereka berdua.


"Baiklah sesuai perjanjian aku akan memberikanmu kekuatan aku dan juga aku akan membantumu dalam memilih hewan jiwa yang memiliki kekuatan yang sangat cocok untukmu, kawan gilaku."kata Yansin dengan bangga.

__ADS_1


__ADS_2