
Setelah beberapa hari semenjak pembicaraan tentang kondisi orangtuanya, Hao Chen sering melamun sendiri dikamarnya dengan ekspresi kebingungan.
Walaupun fakta yang dikatakan oleh Hao Yue belum cukup untuk membuktikan tentang kebenaran orangtuanya, tapi Hao Chen sudah mulai mendapatkan fakta yang mulai tersusun tentang kondisi keluarganya.
Jadi, Hao Chen memutuskan untuk mendatangi neneknya untuk bertanya lebih lanjut tentang masalah ayah dan ibunya, walaupun ada perasaan enggan untuk bertemu keluarga yang tidak kenal.
Hao Chen meminta Su Yao untuk menjaga Hao Yue disaat dia tidak ada, sebab siapa yang tau jika ada masalah yang tidak diinginkan olehnya.
Disaat Hao Chen berada ditempat neneknya dirawat, samar-samar ada perasaan tidak nyaman saat mengingat kehidupannya dulu yang hanya mendapatkan kasih sayang ayah dan ibunya.
Tepat setelah Hao Chen termenung, Xu Li datang menyambutnya dengan senyum tipis diwajahnya, "Seperti yang aku duga kau pasti akan kemari untuk menanyakan sesuatu pada nenekmu bukan?"
Hao Chen cukup terkejut dengan pertanyaan Xu Li, tapi dia segera berekspresi dingin dengan perasaan tidak peduli dimatanya.
"Aku hanya ingin mengetahui satu demi satu fakta yang selama ini menghancurkan keluargaku." Jawab Hao Chen dengan dingin.
"Sebaiknya kau tidak menunjukkan sikap seperti itu didepan orang yang melahirkan ibumu, walaupun kau tidak senang dengan kehadirannya aku sarankan agar kau bersikap biasa." Xu Li hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tak berdaya, sebenarnya dia cukup tau pengalaman hidup macam apa yang dijalankan oleh Hao Chen sampai menjadi seperti ini.
"Akan aku usahakan..." Hao Chen segera masuk kedalam ruangan tersebut dengan ekspresi datar.
Kali ini Xu Li tidak ikut masuk kedalam kamar tersebut, dan dia segera memasang susunan roh untuk mencegah pembicaraan mereka terdengar dari luar.
Saat Hao Chen memasuki tempat Li Qiu'er dirawat, dia dikejutkan melihat kondisi neneknya yang terlihat sangat mengerikan, tubuhnya terlihat kurus dan pucat, energi kehidupannya dengan aneh terus terkuras dari tubuhnya, dan lagi Li Qiu'er terlihat terus bertambah tua dengan sangat cepat.
"Kutukan ya?" Hao Chen mengerutkan keningnya dengan niat membunuh dari matanya.
Disaat yang sama Li Qiu'er membuka matanya dan menatap Hao Chen dengan senyum yang diisi oleh penderitaan, "Uhuk! Uhuk! Uhuk! kau ternyata kemari ya Hao Chen."
"Ya...aku kemari ingin menanyakan sesuatu padamu." Ucap Hao Chen dengan ekspresi serius.
"Ternyata Hao Yue telah menceritakan sebagai padamu rupanya, jadi kau ingin tau tentang jalan kehidupan ayahmu yang aneh bukan?" tanya Li Qiu'er.
"Ayah? apakah ibu tidak termasuk dalam hal ini?" Hao Chen terkejut saat neneknya mengatakan hanya ayahnya saja yang terlibat.
Li Qiu'er segera menjawab kebingungan Hao Chen dengan ekspresi suram, "Itu benar, bahkan seharusnya ibumu tidak pernah memiliki hubungan sama sekali dengan ayahmu, apalagi sampai melahirkan dirimu dan adikmu."
Hao Chen segera syok dengan hal tersebut, jadi cerita yang ayahnya katakan tentang dia menerobos tempat tinggal keluarga Li berhubungan dengan ini?
"Apa kau tau jika ibumu seharusnya tidak pernah akan bisa memegang gelar Permaisuri Es? dan dia juga seharusnya hanya kenangan kecil dihati ayahmu yang tidak begitu penting?"
__ADS_1
Li Qiu'er memberikan pertanyaan yang membuat Hao Chen terdiam dengan ekspresi syok, pikirannya segera kemana-mana dan menyusun banyak fakta yang mulai terkuak kebenarannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? siapa identitas ayah sebenarnya?" tanya Hao Chen dengan ekspresi yang terlihat masih syok.
Li Qiu'er menghela nafas sejenak dan segera berkata, "Apakah kau tau tentang orang-orang Saint Race?"
Hao Chen segera mengerutkan keningnya saat mendengar nama Saint Race, sebab dia pernah berhadapan dengan salah satu dari mereka, entah dia masih hidup setelah menerima api hitam yang dilontarkan pada orang itu, tapi yang pasti orang-orang ras Saint Race merupakan sosok yang kuat.
"Apakah ayah memiliki suatu hubungan dengan orang-orang Saint Race?" tanya Hao Chen dengan ekspresi dingin.
Walaupun sempat enggan"Bukan sekedar hubungan biasa, lebih tepatnya ayahmu adalah manusia suci dari ras Saint Race!"
"Apa?!!" Hao Chen berteriak keras diikuti oleh niat membunuh yang meledak keluar dari tubuhnya.
Bukannya ini sedikit aneh? ayahnya adalah seorang manusia suci dari ras Saint Race, sementara Hao Chen tidak memiliki setetes darah orang-orang Saint Race? bukankah ini berarti jika ibunya...
"Jika ayah benar-benar manusia suci ras Saint Race, menggapa aku tidak mewarisi apapun yang berhubungan dengan ras Saint Race? atau jangan-jangan ibu adalah..." Hao Chen segera terdiam sebelum menyelesaikan ucapannya, dia seakan-akan syok saat ada sebuah fakta baru yang masuki pikirannya.
"Itu benar, ibumu adalah seorang manusia murni." Ucap Li Qiu'er dengan wajah sedih.
Jadi, ada sebuah alasan dibalik menggapa Hao Chen tidak mewarisi apapun dari kedua orangtuanya, dan itu berhubungan dengan ayah dan ibunya yang merupakan seorang manusia murni, sementara ayahnya adalah seorang ras Saint Race yang memiliki bakat tak tertandingi.
"...Sampai sebuah kejadian yang mempertemukan ayahmu dan ibumu yang membuatnya berubah, ibumu saat itu menunjukkan ketulusan dan ketegasan yang luar biasa, kasih sayangnya pada ayahmu membuatnya luluh dan jatuh cinta pada ibumu..."
"...Saat ayahmu ingin menjadi menikah ibumu, namun hal tersebut mendapatkan pertentangan keluarga ayahmu, bahkan kami secara terpaksa harus menolak pernikahan mereka berdua, tapi ayahmu sudah jatuh hati pada ibumu dan dia tepat mengadakan pernikahan tersebut..."
"...Walaupun kehidupan mereka berdua bahagia, ibumu sering mendapatkan perundungan dari anggota keluarga ayahmu, namun ibumu saat itu sangat kuat sampai-sampai dia tidak bisa ditindas.."
"...Tapi ada sebuah rencana yang membuat kehidupan ayah dan ibumu menderita seakan-akan kehidupan yang menyakitkan mereka diatur secara sengaja, dan untuk siapa yang melakukan tersebut nenek masih tidak tau dengan pasti, tapi yang jelas ras Saint Race yang juga keluarga ayahmu terlibat dalam hal ini."
Walaupun terdengar singkat, Li Qiu'er berhasil menceritakan bagian penting tentang asal-usul kedua orangtuanya, dan banyaknya perjalanan yang menyakitkan dialami oleh keluarga kecilnya.
Hao Chen sendiri terlihat memasang ekspresi gelap, dia menggenggam erat tangannya dan mata birunya memerah seperti darah.
"Terimakasih banyak atas informasinya, aku akan memikirkannya lebih dalam lagi tentang ini..." Hao Chen segera pergi setelah mendengar informasi tersebut tanpa memberikan sepatah katapun pada Li Qiu'er.
-
-
__ADS_1
Setelah beberapa jam setelah Hao Chen pergi, Li Qiu'er masih duduk dengan perasaan sedih yang dapat terlihat dengan jelas diwajahnya.
"Ternyata apa yang dikatakan oleh Saudari Xu benar, cucu pertamaku Hao Chen tidak menyukai kehadiranku yang telah membuat kehidupan orang tuanya menderita." Gumamnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kau masih memikirkannya?" Xu Li datang saat Li Qiu'er dalam kondisi sedih.
"Em...walaupun begitu aku cukup puas melihat sosok Hao Chen, dia mengingatkanku pada Li Qingchan yang memiliki ketegasan dan kasih sayang pada orang-orang yang disayanginya." Jawab Li Qiu'er dengan senyum pahit diwajahnya.
"Hah...kau benar-benar tidak pernah berubah, ini makanlah!" Xu Li memberikan sebuah Pill pada Li Qiu'er.
"Ini bukannya Pill tingkat Kuno kualitas terbaik?! saudari Xu dari mana kau mendapatkan harta seperti ini?!" Li Qiu'er dikejutkan saat Pill berwarna hijau cerah dengan cahaya sembilan warna mengitarinya.
"Sudahlah makan saja." Xu Li tidak menjawabnya dan mendesak Li Qiu'er untuk memakannya.
Li Qiu'er tidak terlalu mengerti, tapi dia sangat menghargai bantuan ini dan segera menelan Pill tersebut dengan segera.
"Tunggu sebentar ini..." Li Qiu'er segera tercengang dengan ekspresi terkejut.
Setelah dia menelan Pill tersebut, cahaya sembilan warna yang diikuti oleh energi kehidupan yang sangat tebal dan murni mengisi tubuhnya, wajahnya yang pucat mulai pulih dengan cepat, kondisinya yang terlihat seperti orang yang akan mati mulai pulih dengan kecepatan diluar nalar, bahkan kutukan aneh yang menimpanya juga mulai menghilang.
"Saudari Xu! Pill apa yang kau berikan padaku?!" tanya Li Qiu'er dengan ekspresi bersemangat.
"Hehehehe mana aku tau, mungkin sebaiknya kau bertanya pada cucumu itu." Jawab Xu Li sambil mengedipkan matanya.
"Apakah Hao Chen yang memberikannya?" mata Li Qiu'er melebar dengan perasaan tidak percaya.
"Selamat ya, sepertinya hati Hao Chen telah menerimamu sebagai salah satu orang yang dia sayangi." Ucap Xu Li dengan senyum ramah.
"Apa ini benar-benar nyata? saat itu dia bersikap dingin padaku, tapi apakah dia benar-benar rela memberikan harta berharga seperti ini padaku?" tanya Li Qiu'er dengan pesimis.
"Hahahaha! walaupun dia orang yang kejam dan berhati dingin, Hao Chen adalah tipe orang yang sangat hangat pada orang yang menyayangi dan disayanginya, kau menunjukkan kasih sayang padanya dan dia menganggapmu sebagai bagian penting dihatinya." Xu Li tersenyum dan menyentuh kepala Li Qiu'er seperti menganggapnya sebagai anak kecil.
"Apakah kau tidak mengatakan lebih banyak fakta tentang kondisi orangtuanya?" tanya Xu Li dengan ekspresi aneh.
Li Qiu'er menghela nafas dan berkata, "Tidak...lebih baik dia mengetahui hal tersebut sendiri, dan lagi...satu dari sembilan makam primordial dari era penciptaan akan segera muncul di-Jalan Surgawi bukan?"
"Ternyata kau tau tentang kehadiran makam tersebut, dan kau ingin Hao Chen mengetahui tentang fakta tentang hidupnya dimakam tersebutkan?" Xu Li bertanya.
"En, aku juga berharap dia tidak 'jatuh' saat mengetahuinya." Ucap Li Qiu'er dengan perasaan berat hati.
__ADS_1