The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 152. Sebuah pelindung?


__ADS_3

Setelah lama menunggu didepan reruntuhan kuil ilahi yang ada didepan mereka, secara tiba-tiba pilar-pilar raksasa yang ada ditempat itu segera bersinar terang.


Dimana hal tersebut membuat sebagian besar orang yang berada disekitar menjadi kaget, tapi ada rasa senang dihati mereka karena mereka dapat segera memasuki tempat tersebut.


"Sepertinya akan dimulai..." ucap Hao Chen yang menatap reruntuhan kuil ilahi tersebut.


"Tapi sepertinya tidak akan pernah semudah itu, karena jumlah orang yang ada disekitar kita sangat banyak pasti akan terjadi keributan." Su Yao segera melirik sekitarnya.


Lalu Hao Chen segera memberikan saran, "Maka dari kalau kau tidak ingin terlibat masalah, kita akan masuk disekitar pertengah nanti."


Disaat yang sama sebuah celah dimensi tiba-tiba muncul ditengah-tengah reruntuhan kuil ilahi tersebut, diikuti oleh munculnya sosok kuat yang tiba-tiba hadir didepan celah dimensi tersebut.


Kemudian sosok itu segera berkata, "Hanya mereka yang berani saja yang dapat masuk kealam naga putih dan naga hitam."


Mendengar hal itu secara spontan banyak orang-orang segera maju duluan dengan penuh semangat dan keserakahan dihati mereka, namun apakah akan semudah itu?


"Ctarrr....!" sebuah petir menakutkan tiba-tiba menyambar kearah mereka yang maju duluan.


"AAAAAAAA...!" teriakan keras segera terdengar ketika mereka disambar oleh petir tersebut, dimana bukan hanya terluka tapi kultivasi mereka juga ikut hancur oleh Petir tersebut.


"Sudah aku duga! jika petir tersebut memiliki keistimewaan khusus, tidak aku sangka jika tempat ini memiliki kekuatan petir HuoJun!" ucap Hao Chen yang mulai menunjukkan minatnya.


"Petir HuoJun? aku baru dengar nama petir itu, apa bedanya dengan petir lainnya?" tanya Su Yao yang berada disampingnya.

__ADS_1


Kemudian Hao Chen segera menjawab pertanyaan tersebut, "Petir HuoJun merupakan petir tingkat tinggi yang ditujukan untuk menghancurkan para kultivator iblis dan juga melemahkan pondasi kultivasi mereka ketika menghadapi bencana surgawi agar menjadi bisa menjadi dewa, tapi jika kultivator iblis dapat melewati petir ini maka kekuatan mereka akan sangat kuat bahkan sedikit lebih unggul dari pada para kultivator biasa."


"Ah! aku ingat jika ada satu jenis Petir surgawi yang awalnya diciptakan oleh para kultivator dari berbagai ras setelah era perang melawan Dewa iblis terkuat diseluruh Jagat raya, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah ras iblis tingkat dewa yang ada diseluruh Jagat raya. Tapi sayangnya petir ini malah bisa dimanfaatkan balik oleh para iblis untuk memperkuat diri mereka." Ucap Su Yao yang langsung paham dengan maksud dari perkataan Hao Chen.


"Yang kau maksud itu benar! Petir ini sangatlah berbahaya, aku juga kepikiran kenapa para kultivator kuno bisa sebodoh ini dengan mudahnya mereka mengubah struktur hukum alam semesta ini? aku juga tidak peduli dengan hal ini! namun sayang sekali...." Hao Chen pun segera merasa kecewa ketika melihat serang petir tersebut.


"Kenapa kau terlihat sangat kecewa? bukannya petir ini akan sangat bagus jika digunakan sebagai Penempa tubuh?" tanya Su Yao dengan bingung.


Lalu Hao Chen segera menjawab, "Ada dua alasan mengapa aku sangat kecewa yaitu Aku sekarang tidak memerlukan petir ini karena aku telah memiliki petir kehancuran yang jauh lebih hebat dari petir ini, dan yang kedua adalah aku masih belum mengembangkan teknik tubuh aku."


"Apa! kau belum mengembangkan teknik tubuhmu sama sekali?" tanya Su Yao.


"Benar! karena aku kekurangan bahan untuk menggunakan teknik tubuhku!" jawab Hao Chen dengan sedikit kecewa.


"Begitu ya? aku paham maksudmu, tapi aku sedikit iri karena banyak yang telah mengembangkan teknik tubuh mereka, sementara aku belum sama sekali." ucap Su Yao dengan nada kecewa.


"Sebenarnya aku bisa saja mengembangkan teknik tubuh, namun sayangnya aku tidak dapat menemukan teknik tubuh yang bagus dan sesuai denganku bahkan sampai sekarang aku belum bisa memilih teknik pondasi." Ucap Su Yao dengan kecewa.


"Tunggu! kau tau tentang teknik pondasi?" tanya Hao Chen yang segera menarik Su Yao kedepannya.


"Astaga! T-Tidak ada kau salah dengar!" ucap Su Yao dengan wajah memerah, tapi masih menyimpan sesuatu dipikirkannya.


"Kau jangan mengelakkan! aku mendengar jika kau telah mengatakan tentang teknik pondasi padaku!" Hao Chen segera mendekati wajah Su Yao dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"A-A-A-A-A-Apa maksud ini! lepaskan aku!" ucap Su Yao yang semakin memerah dan mulai meronta-ronta, tapi sayangnya kekuatan fisik Hao Chen sedikit lebih kuat dari pada Su Yao.


"Baiklah jika kau tidak ingin memberi tahuku, bagaimana mana jika aku mengatakan kalau aku telah memiliki teknik pondasi?" tanya Hao Chen.


Mendengar hal tersebut Su Yao segera membeku mendengar hal tersebut, lalu dengan kaget dia segera berkata, "Apa kau sudah mengetahui tentang teknik pondasi, bagaimana mungkin apakah kau sudah bertemu dengan kultivator terkuat dizaman kuno yang ada jalan surgawi?"


"Tidak aku mengetahuinya dengan cara yang berbeda denganmu, tapi tidak aku sangka jika kau mengetahui tentang teknik pondasi. Karena dengan teknik pondasi tubuh kita akan semakin kuat apalagi jika mengembangkan teknik tubuh, maka hasilnya akan jauh lebih hebat! maka dari itu aku telah menggunakan teknik pondasi." Ucap Hao Chen dengan tatapan serius.


"Semua yang kau katakan itu benar, tapi apa nama teknik pondasi yang kau gunakan?" tanya Su Yao dengan penasaran.


"Kau tadi telah merahasiakan sesuatu dariku, maka aku juga akan merahasiakannya juga..." ucap Hao Chen dengan senyum mengejek.


"Apa? itu tadi hanya kesalahpahaman saja, karena aku juga tidak tau kau telah mengetahui tentang teknik pondasi, jika aku memberi tahumu tentang teknik pondasi saat kau tidak mengetahuinya maka kau pasti akan melakukan hal ceroboh!" ucap Su Yao yang sedikit cemberut karena Hao Chen.


"Tetap tidak mau! kau ingin menyembunyikan sesuatu dariku, maka aku juga akan merahasiakannya." ucap Hao Chen sambil tertawa kecil.


"Kau.....!" seakan ingin meledak Su Yao segera mendekatkan wajahnya pada Hao Chen.


Tapi sayangnya mereka menyadari jika wajah mereka terlalu dekat, dimana hal tersebut segera membuat wajah mereka berdua memerah karena malu.


Dengan gerakan cepat Su Yao segera melepaskan diri dari cengkraman Hao Chen dan segera berkata, "Maafkan aku."


"T-Tidak seharusnya aku seharusnya meminta maaf." ucap Hao Chen.

__ADS_1


Setelah itu mereka segera canggung kembali, namun suasana canggung tersebut segera berakhir ketika Su Yao bertanya, "Apakah kau akan tetap masuk kedalam alam naga putih dan naga hitam?"


"Aku akan tetap masuk karena ada sesuatu yang ada didalam sana yang dapat memberikan bahan untuk melengkapi semua bahan yang aku perlukan untuk teknik tubuhku." Jawab Hao Chen dengan senyum tipis.


__ADS_2