
Setelah Hao Chen berhasil menghadapi pembabtisan petir bencananya, perasaan yang sangat menyenangkan muncul dihatinya.
Karena dia tidak hanya berada diperingkat 70 Soul Sage, tapi secara keseluruhan dia memiliki kekuatan setara dengan Dewa, maka dari itu ia merasa sangat senang.
Tapi Hao Chen yakni jika Kekuatannya masih belum cukup untuk membantu kedua orangtuanya, serta melindungi orang-orang yang dia cintai.
Setelah melewati Pembabtisan petir bencana, Hao Chen lebih memilih untuk berlatih didalam dunia kecilnya untuk memahami perkebunannya, Hao Chen sendiri hampir lupa waktu ketika sedang memahami kekuatan barunya setelah menembus ranah Dewa.
***
Disaat Hao Chen telah menyelesaikan pemahamannya untuk Kekuatannya yang baru, dia segera bersiap-siap untuk segera pergi.
Tapi ada sesuatu yang kurang dipikirkannya Hao Chen, awalnya dia berencana berang sore, namun karena pikiran tersebut ia segera menundanya sampai besok pagi.
Kemudian Hao Chen segera berkeliling asrama miliknya, lalu ketika ia memasuki kamar tidur, dia segera disambut oleh Su Yao yang saat ini sedang duduk sambil memandangi langit yang mulai gelap.
"Sepertinya kau sedang bosan?" tanya Hao Chen yang segera melangkah masuk.
Su Yao yang sedang melamun tersadar dan melirik Hao Chen dengan ekspresi terkejut.
Lalu Su Yao segera berkata, "Apa yang terjadi padamu?"
"Padaku? tidak ada apa-apa, hanya baru saja melewati Pembabtisan petir bencana..." Hao Chen membalasnya sambil tersenyum dan duduk dikasurnya Su Yao.
"Jadi kau telah benar-benar mencapai ranah dewa rupanya, kupikir selama ini aku memiliki bakat yang luar biasa dengan kekuatan naga emas tapi setelah melihat dirimu, aku benar-benar terpukul." Ucap Su Yao yang menatap Hao Chen dengan aneh.
"Jadi apakah aku menganggu hidup mu?" tanya Hao Chen.
"Tidak...Tidak...aku hanya merasa jika keputusan ku untuk setuju menjalani latihan diwilayah pencerahan, merupakan pilihan terbaik." Jawab Su Yao sambil menggelengkan kepalanya.
"Jadi ternyata kau benar-benar diminta untuk mengikuti jalan tersebut..." Hao Chen hanya menatap sosok Su Yao dengan khawatir.
"Apa kau menganggap seorang wanita seperti ku ini...tidak layak?" Su Yao segera menatap kearah Hao Chen dengan tatapan dingin.
"A-tidak sama sekali, aku hanya berfikir kenapa kau bisa setuju mengikuti jalan ini." Ucap Hao Chen dengan ekspresi ketakutan.
Su Yao sempat diam dan kembali berkata, "Kurang lebih aku merasa jika bakat tidak akan pernah membuatmu menjadi cepat kuat, hanya kerja keras yang bisa membuatmu lebih memahami apa arti dari perjuangan."
__ADS_1
"Yah...aku setuju saja, ngomong-ngomong jalan apa yang kau pilih?" tanya Hao Chen tiba-tiba.
"Aku memilih jalan Yaksha, awalnya aku ingin mencoba jalan Ashura tapi entah mengapa aku benar-benar tidak cocok." Jawab Su Yao sambil menunjuk token berwarna biru gelap.
"Yaksha..." Senyum aneh segera muncul diwajah tampan Hao Chen.
"Apa maksud dari tatapan mu itu?" tanya Su Yao dengan curiga.
"Apa kau tau arti dari namamu itu? terutama kata 'Yao'." Hao Chen kembali tersenyum aneh.
Su Yao segera terdiam sejenak, lalu ekspresi cemberut muncul diwajahnya.
"Apa maksudnya perkataan mu itu?!" Su Yao segera marah dan kesal.
"Bukannya cocok untukmu yang benar-benar galak?" Hao Chen segera mengedipkan matanya.
"Kau ini...namaku ini memiliki arti yang berbeda dari kata yang kau maksud!" Su Yao semakin cemberut dan sempat mengeluarkan aura naga emas.
"Hehehehe...lalu apa artinya?" tanya Hao Chen sambil tersenyum lembut.
Karena tidak mendapatkan jawaban Hao Chen segera mengejeknya, "Sepertinya kau tidak mengetahuinya."
"Ugh..." Pikiran Su Yao menjadi pusing dan bingung.
Tapi setelah itu Hao Chen segera berkata, "Bukannya arti kata 'Yao' adalah lemah-lembut dan anggun."
"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Su Yao yang segera kaget.
"Yah...sebenarnya, tingkah mu itu tidak sesuai dengan namamu, karena kau itu dingin dan kejam." Ucap Hao Chen sambil mengangkat pundaknya.
"Itu...tidak ada hubungannya, namaku ini telah diberikan oleh ibuku dan aku tidak peduli benar atau tidaknya dengan kondisi ku!" kata Su Yao yang segera berbaring dengan kesal.
Tapi dia segera berbalik dan bertanya, "Kau memilih jalan apa?"
"Oh...aku memilih jalan Ashura." Jawab Hao Chen dengan santai.
"Ashura?! apa kau benar-benar yakin dengan itu, jalan Ashura merupakan jalan paling sulit diantara jalan Pembantaian lainnya." Ucap Su Yao dengan khawatir.
__ADS_1
"Tidak..aku sudah memutuskannya, karena jalan ini benar-benar sangat sesuai untukku. Netral dan hanya mementingkan orang-orang yang penting bagiku." Kata Hao Chen sambil melirik kearah Su Yao dengan tatapan penuh arti.
Su Yao segera menutupi wajahnya dengan selimut, wajahnya memerah dengan asap mengepul diatas kepalanya.
Tapi Su Yao segera bertanya dengan suara pelan, "Kapan kau akan pergi?"
"Kalau itu aku memilih untuk pergi besok, lagi pula kita sudah dianggap lulus dari akademi langit cerah perantara luar." Jawab Hao Chen sambil menghela nafas berat.
"Jadi apa rencanamu setelah menyelesaikan cobaan jalan Ashura?" tanya Su Yao dengan ekspresi aneh.
Hao Chen segera menjawab dengan perasaan berat, "Aku tidak tau, karena untuk membantu ayah dan ibuku kekuatan yang aku miliki masih kurang, mungkin aku hanya akan menjadi seperti kakek kebun, lagi pula dua saudara bersumpah ku masih memerlukan bimbingan dariku."
"Oh...kalau aku akan menetap untuk waktu yang cukup lama diakademi, tapi aku tidak ingin menjadi murid..." Su Yao segera terdiam dan hening.
"Kenapa?" tanya Hao Chen tiba-tiba.
"Sama sepertimu, aku masih belum yakin tentang apa yang akan aku jalani selain membalas seseorang, tapi aku hanya merasa jika aku memiliki tujuan baru, anehnya aku masih belum memahaminya." Jawab Su Yao dengan aneh.
"Oh...sepertinya kau memiliki hubungan yang erat dengan gurumu itu." Ucap Hao Chen.
Su Yao segera berkata, "Ya..selain guru, dia adalah nenekku."
Mata Hao Chen segera melebar mendengar pertanyaan tersebut, lalu dia segera beranjak dan ingin pergi.
Tapi Su Yao secara tiba-tiba meraih tangannya dan berkata, "Bisakah kau menemaniku untuk malam ini saja, karena guruku sedang memikirkan urusan."
Hao Chen sempat tertegun akan hal tersebut, tapi ia segera mengangguk setuju dan menatap wajah Su Yao yang memerah.
Lalu mereka segera berbicara banyak hal sepanjang malam, sampai-sampai Su Yao tertidur pulas.
Kemudian ketika pagi menjelang Hao Chen yang saat ini sedang berada didepan asrama tempat ia dan Su Yao tinggal selama beberapa tahun dengan perasaan berat, tapi dia segera mengelengkan kepalanya dan melangkah pergi.
"Sampai Jumpa.." Hao Chen segera terbang untuk segera pergi.
Tapi tanpa disadari Su Yao telah memperhatikan kepergian Hao Chen, walaupun ada perasaan sedih tetap ada senyum senang diwajahnya.
"Sampai Jumpa, lagi pula ini hanya akan berlangsung beberapa tahun. Sebaiknya aku segera memulihkan diri dan segera memulai cobaan jalan Yaksha." Gumam Su Yao yang segera duduk bersila dan menutup matanya.
__ADS_1