The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 291. Akan terjadi pertumpahan darah?


__ADS_3

Kemudian setelah malam berlalu, kelompok Ling Feng dan yang lainnya sedang berjalan menuju kesuatu tempat. Tapi berbeda dari biasanya, Zhou Yuan tidak ikut bersama mereka, dan anehnya lagi Meng Zhu juga ikut bersama mereka.


"Meng Zhu...apakah kau tidak apa mengikuti kami?" tanya Ling Feng dengan bingung.


"Memangnya kenapa aku tidak bisa bersama kalian?" Meng Zhu segera bingung dengan maksud perkataan Ling Feng.


"Bukannya kau sedang menjaga Zhou Yuan? kenapa kau tidak menemaninya?" Kata Ling Feng.


"Tidak apa...ada senior Xia yang menjaganya, lagi pula dia memiliki kemampuan medis. Jadi aku tidak perlu menemaninya, bahkan jika terjadi sesuatu senior Xia pasti akan menolongnya." Ucap Meng Zhu sambil tersenyum.


Walaupun begitu, Ling Feng menyadari jika senyum yang ditunjukkan oleh Meng Zhu merupakan senyum palsu, dan dia seperti sedang menyimpan sesuatu dihatinya.


Namun karena pembicaraan tersebut, suasana menjadi hening, dan tidak ada satupun dari mereka yang angkat bicara.


Karena itu Qian Ziwei menjadi kesal, dan segera mencubitnya dengan keras. Sehingga Ling Feng hanya bisa menjerit kesakitan.


"Sakitnya...kenapa kau mencubit ku?" tanya Ling Feng sambil tersenyum pahit.


"Kau bodoh! kenapa kau mengangkat topik pembicaraan yang sangat sensitif sih?!" Qian Ziwei menjawabnya dengan kesal.


"Aku...tidak tau akan menjadi seperti ini, jadi aku minta maaf." Ling Feng hanya bisa memohon agar Qian Ziwei melepaskan cubitannya.


"Cepat buat suasana canggung ini berhenti." Ucap Qian Ziwei sambil menatap Meng Zhu yang terlihat sangat murung.


Segera Ling Feng merasa bersalah setelah membicarakan hal sensitif terhadap Meng Zhu, jadi dia segera melirik kearah Xie Yu yang juga bingung.


"Ah! apakah kalian tau dimana kak Chen tinggal?" Xie Yu segera bertanya.


Melihat Xie Yu angkatan bicara, Ling dan lainnya segera mengangguk paham dengan maksudnya.


"Apakah kalian benar-benar tidak tau dimana Hao Chen tinggal?" tanya Meng Zhu yang segera angkat bicara.


"Hem...kami juga penasaran dimana Su Yao tinggal." Qi Zijing berseru sambil tersenyum pahit.


"Kalau tidak salah...itu dia! rumah tersebut kalau tidak salah tempat kak Chen tinggal." Ling Feng segera menunjuk kesebuah rumah.


"Dari mana kau tau?" tanya Meng Zhu dengan penasaran.


"Aku dan Qian Ziwei sudah bertanya kepada guru Yiyi, dia mengatakan dimana kak Chen tinggal." Jawab Ling Feng sambil tersenyum.


"Begitukah...lalu dimana kak Su Yao tinggal?" Meng Zhu bertanya kembali.

__ADS_1


"Itu...kami tidak tau. Tapi guru Yiyi bilang jika kita bisa bertanya pada Hao Chen nanti." Jawab Ling Feng sambil mengangkat pundaknya.


"Begitu ya..." Meng Zhu dan lainnya segera mengangguk paham.


Ketika mereka sampai dirumah yang ditunjukkan oleh Yiyi, Ling Feng segera mengetuk pintu rumah Hao Chen dengan santai.


"Permisi...apakah ada orang? kak Chen ini kami!" Ucap Xie Yu dengan keras.


Kemudian setelah pintu rumahnya terbuka, mereka berlima dikejutkan melihat sosok yang membukakan pintu. Mereka awalnya mengira jika Hao Chen yang membukanya, tapi tidak disangka sosok wanita yang sangat cantik lah yang membukanya.


"Kak Su Yao?!" Segera suasana menjadi aneh, sebab guru Yiyi mengatakan jika tempat ini adalah rumahnya Hao Chen.


"Kenapa kalian kemari?" tanya Su Yao dengan bingung.


"Ini...bukannya ini adalah tempat tinggalnya Hao Chen? tapi kenapa kak Su Yao bisa berada disini?" Qi Zijing bertanya dengan penasaran.


"Kalian tidak salah loh." Jawab Su Yao dengan santai.


"Eh?"


"Tentu saja tempat ini adalah tempat Hao Chen, apakah kalian tidak menyadari jika tempat ini untuk dua orang?" Su Yao balik bertanya.


"Tentu saja..ada apa dengan kalian ini? dan apa-apa dengan ekspresi wajah kalian?" tanya Su Yao dengan bingung.


"L-Lalu apa yang kalian lakukan semalam ini?" tanya Ling Feng yang berusaha tidak memikirkan sesuatu yang aneh.


Sebab mereka terfokus melihat pakaian yang acak-acakan, dan agak terbuka milik Su Yao. Dari penampilannya, dia terburu-buru untuk menyambut mereka, dan pasti terjadi sesuatu padanya.


Su Yao segera melihat pakaiannya, dan merapikan pakaian serta penampilannya dengan santai. Tapi ketika dia melirik kearah mereka berlima, senyum aneh segera terbentuk diwajahnya cantiknya.


"Nah...lebih bagus kalau begini, boleh aku tau apa yang kalian tanyakan tadi?" Su Yao berbicara dengan senyum aneh.


"Itu...apa yang kau lakukan dengan kak Chen semalam ini?" tanya Ling Feng dengan ekspresi bingung.


Disaat yang sama tiga wanita cantik tersebut segera memberikan pukulan keras pada Ling Feng.


"Aduh! itu sakit tau! kenapa kalian memukul ku?!" tanya Ling Feng dengan marah.


"Kaulah yang seharusnya diam!" jawab mereka bertiga secara serentak, disertai wajah memerah.


"Eh?" Ling Feng dan Xie Yu segera memasang ekspresi bingung, dan hanya bisa menatap Su Yao yang tertawa pelan.

__ADS_1


"Oh...kalian ingin mengetahui apa yang kami lakukan tadi malam?" tanya Su Yao dengan senyum menggoda.


"Tidak!" jawab mereka secara serentak.


"Benarkah? padahal aku cukup menikmatinya, sayang sekali kalian datang." Ucap Su Yao sambil menjilati bibirnya dengan cara yang menggoda.


Sontak wajah Ling Feng dan lainnya memerah, bahkan asap mengepul diatas kepalanya. Mereka tidak menyangka jika sikap Su Yao benar-benar seperti wanita berpengalaman, dan itu sulit diatasi.


"Hehe...mereka lucu sekali, sepertinya mereka masih belum pernah tidur bersama rupanya. Walaupun aku belum ditiduri oleh Hao Chen, itu tidak menjadi masalah, karena aku telah siap secara mental." Batin Su Yao sambil menggelengkan kepalanya.


"Dari pada kalian diluar, ayo masuk dulu." Ucap Su Yao sambil tersenyum.


Melihat hal tersebut, mereka segera masuk kedalam rumah Hao Chen tanpa ragu, walaupun mereka telah salah paham dengan maksud perkataan Su Yao.


Ketika mereka masuk kedalam rumah, Ling dan yang lainnya merasakan energi kehidupan yang jauh lebih tebal, dibandingkan dengan pohon kehidupan akademi langit cerah.


"Silahkan duduk sebentar, aku akan memanggilnya. Karena kami baru saja membersihkan tempat yang lumayan berantakan..." Ucap Su Yao sambil menjilati bibirnya.


Seketika mereka kembali memerah, bahkan lebih merah dari pada yang pertama. Bahkan karena itu mereka hanya diam, dan tidak membicarakan apapun.


Tapi tatapan mereka tidak dapat teralihkan pada pasangan masing-masing. Sayangnya Meng Zhu malah memasang ekspresi masam, dan ada perasaan kecewa dimata birunya yang indah.


Ditengah kecanggungan tersebut, suara Hao Chen segera terdengar.


"Apa yang membuat kalian sampai kemari? dari kelihatannya ini akan menjadi masalah yang penting." Ucap Hao Chen yang segera duduk.


Hao Chen sempat bingung dengan kondisi kelima teman-temannya, wajahnya merah padam, dan asap mengepul dari kepala mereka. Membuat mereka seperti orang yang sedang sakit.


"Ugh...sepertinya terjadi sesuatu pada mereka." Batin Hao Chen yang segera melirik kearah Su Yao yang tertawa pelan.


Setelah beberapa saat kondisi mereka kembali stabil, dan suasana serius segera terbentuk disekitar.


"Itu...kak Chen tentang masalah yang aku bicarakan, aku ingin meminta tolong agar kau dapat ikut." Ucap Ling Feng yang segera memberanikan diri.


"Hem...aku dan Su Yao telah setuju untuk memberikan bantuan, kau tidak perlu sampai sebegitu nya." Hao Chen segera melambaikan tangannya.


"Benarkah?!" Segera rasa senang muncul diwajah Ling Feng dan Qian Ziwei, seperti mereka telah mendapatkan hadiah terbesar.


"Tapi sebelum itu kau dapat menjelaskan padaku tentang kondisi disana, karena aku merasakan jika akan terjadi pertumpahan darah disana." Hao Chen bertanya dengan nada serius.


"Sebenarnya perasaan kak Chen benar. Disana ada sebuah kejadian yang menimbulkan ketegangan, dan itu disebabkan oleh kaisar disana telah bersekutu dengan sekte iblis..." Jawab Qian Ziwei dengan penuh rasa takut.

__ADS_1


__ADS_2