
Walaupun Hao Chen dan Ling Feng baru pertama kalinya mendengar, mereka tetap saja kaget setelah mendengar cerita Zhou Yuan tentang Zhou Weqing.
Bisa dibilang perlakuan Zhou Weqing pada Zhou Yuan sangat lah parah, bahkan lebih parah dari perlakuan orang yang dulu menggangu Zhou Yuan.
Layak seseorang yang memberikan sebuah harapan palsu, Zhou Yuan pasti sangat tersakiti.
Hao Chen tau akan hal itu, karena dia juga pernah mengalami hal yang sama dengan Zhou Yuan dikehidupan sebelumnya.
Walaupun bukan saudara kandung, perlakuan yang diterima juga sama dengan yang dialami Zhou Yuan bahkan lebih parah.
Namun Zhou Yuan mau membicarakan hal ini, karena dia percaya dengan saudara bersumpahnya, Terutama rasa percayanya pada Hao Chen yang dia anggap sebagai kakak.
Walaupun Hao Chen sering acuh, namun dia sering memperhatikan sekitarnya dan menjaga orang-orang yang penting baginya, serta selalu memberikan nasehat yang berarti pada mereka.
Lalu Hao Chen dan Ling Feng segera menemani Zhou Yuan untuk berbicara, karena kakaknya sudah datang diasramanya.
Kemudian Ling Feng segera bertanya "Apakah kakakmu datang sendiri atau ditemani seorang?"
"Dia ditemani oleh temannya diakademi pusat yaitu Meng Li kakak dari Meng Zhu." Jawab Zhou Yuan yang sedang gugup.
"Kakaknya Meng Zhu ya..." seakan sedang memikirkan sesuatu Hao Chen segera melamun.
Tanpa disadari setelah mereka sampai diasramanya Zhou Yuan, segera dua wanita cantik segera menunggu didepan asrama.
Untuk wanita satunya Hao Chen dan Ling Feng tau jika dia adalah Zhou Weqing, sementara itu untuk wanita dengan rambut biru kehitaman dan memiliki mata biru gelap mereka berdua tidak kenal sama sekali.
"Siap wanita itu kak Chen?" tanya Ling Feng.
"Jika dugaan aku benar, maka dia seharusnya adalah Meng Li!" jawab Hao Chen yang tidak terpengaruh oleh kecantikan mereka berdua.
Lalu Zhou Weqing segera mendatangi Zhou Yuan yang masih menatapnya dengan kosong.
"Adikku kau sudah datang, apakah kau merindukanku?" tanya Zhou Weqing dengan senyum tipis diwajahnya.
"......" tapi Zhou Yuan hanya diam tak bisa bicara sama sekali.
"Ada apa? apakah kau mengalami masalah?" tanya Zhou Weqing dengan khawatir.
"Bisakah kau pergi..." ucap Zhou Yuan dengan suara pelan.
"Kenapa kau ingin aku pergi?" tanya Zhou Weqing dengan bingung.
"Bukankah kau masih memiliki urusan dengan orang lain?" tanya Zhou Yuan lagi.
__ADS_1
"Ti-Tidak ada sama sekali, memang urusan apa yang dapat menggangu untuk bertemu adikku?" segera Zhou Weqing mendekati Zhou Yuan yang masih mematung disebelah Ling Feng.
"Apakah kau bisa berhenti memanggilku sebagai adik?" tanya Zhou Yuan yang segera suram.
Setelah mendengar pertanyaan Zhou Yuan,dengan perasaan aneh Zhou Weqing segera bertanya "Kenapa begitu? apa yang telah aku lakukan sampai aku tidak boleh memanggilmu adikku?"
"Sudah cukup....!" dengan teriakan keras Zhou Yuan membuat keadaan sekitar menjadi sunyi.
"Apakah kau tau apa yang telah kau perbuat padaku ketika kecil? apakah kau tidak sadar banyaknya kesalahan yang telah kau perbuat? apakah kau tau apa yang telah aku alami?" tanya Zhou Yuan dengan air mata yang mulai mengalir diwajahnya.
Walaupun Zhou Weqing tidak bisa bicara, dia tetap saja mendekati Zhou Yuan.
Tapi Zhou Yuan segera mendorong Zhou Weqing dengan menggunakan api Phoenixnya.
"Kau bukan kakakku lagi atau saudariku lagi... karena mulai sekarang aku membencimu!" ucap Zhou Yuan yang segera pergi tanpa tau arah tujuannya.
Segera Zhou Weqing menjadi diam dan tak bisa berkata-kata setelah ucapan Zhou Yuan tadi.
"Weqing apakah kau tidak apa-apa?" tanya Meng Li.
"Dasar bajing*n itu! apakah dia tidak tau jika kata-katanya itu sangat menyakiti kakaknya?" ucap Meng Zhu yang segera mendatangi Zhou Weqing.
"A-Apa salahku padanya?" tanya Zhou Weqing.
"Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk padanya, apa yang membuat dia membenciku?" tanya Zhou Weqing pada Hao Chen.
"Apakah kau yakin dengan itu?"
"Apakah kau tau jika kau jauh lebih sering menyakitinya dari pada yang lain, apakah kau tau menggapa?"
"Apakah kau tau jika kau telah membuatnya merasakan kegelapan yang dalam?! apakah kau tau penderitaan yang pernah dialaminya?!"
"Kau tidak pernah memberikan perhatian penuh padanya, kau bahkan rela meninggalkannya sendirian ketika temanmu datang." ucap Hao Chen yang sedang menahan amarahnya.
Sementara itu Zhou Weqing hanya bisa diam membeku mendengar perkataan Hao Chen, lalu dia segera meraih Hao Chen dan mengguncangnya dengan keras.
"Apakah hanya kesepahaman kecil saja! dia sampai membenciku?!" tanya Zhou Weqing yang mulai menangis.
Tapi "PAK...!" Tamparan keras segera melayang diwajahnya.
"Kau mengatakan hanya kesalahpahaman saja?" tanya Hao Chen dengan marah, kau segera mendorong Zhou Weqing dengan keras.
"Hey! apakah kau tidak bisa sedikit lebih ramah pada seorang wanita?" tanya Meng Li dengan marah.
__ADS_1
"Wanita? aku tidak bertindak sebagai seorang pria sejati, tapi aku sekarang bertindak sebagai seorang kakak!" jawab Hao Chen yang segera mengeluarkan aura yang sangat kuat.
"Kau meninggalkan Zhou Yuan sendiri ketika festival kerajaan dan memilih untuk ikut bersama dengan teman-temanmu, bahkan kau sama sekali tidak pernah mau tau kondisinya saat itu."
"Apakah kau pikir kau layak disebut kakak? lalu apakah kau tau ketika kau dijuluki sebagai gadis paling berbakat dikerajaan Saint Light, kau semakin menjauh darinya bahkan kau sendiri mulai tidak menganggapnya ada."
"Lalu yang terakhir, apakah kau tau ingat ketika Zhou Yuan dan ibunya diusir kau tidak memperlihatkan dirimu sama sekali, bahkan disaat dia diusir kau malah bersenang-senang dengan temanmu!"
"Lalu kau masih berfikir bahwa kau masih kakaknya?!" ucap Hao Chen yang segera mengeluarkan amarahnya.
"Kau adalah sosok penjahat yang sebenarnya dikehidupan Zhou Yuan, kau tidak bisa bertindak sebagai seorang kakak yang diharapkan olehnya." Sambung Hao Chen.
Setelah perkataan Hao Chen, Zhou Weqing segera jatuh dan tumbang layaknya orang yang tidak berdaya lagi.
"Kau harus tau seorang kakak iyalah sosok yang dapat menjadi ayah dan ibu pengganti ketika adiknya tidak memiliki siapa pun, seorang kakak harus bertanggung jawab atas adik-adiknya dan juga menjadi panutan dalam hidup mereka."
"Seorang kakak harus menjadi yang paling tau dengan apa yang terjadi pada adiknya, bahkan jika dia tidak memberi tahu masalahnya."
"Lalu seorang kakak adalah sosok yang dikagumi oleh adiknya sendiri dan menjadi panutan darinya, karena sosok seorang kakak sangat penting dihati setiap adiknya."
"Apakah kau paham dengan artinya sekarang!" ucap Hao Chen dengan marah.
Sementara itu Zhou Weqing menjadi semakin terpukul setelah perkataan Hao Chen tadi.
"Kau adalah sosok kakak yang gagal!" tanpa memandangnya Hao Chen segera berbalik dan pergi.
Tapi secara tiba-tiba Hao Chen berhenti dan segera mengeluarkan aura membunuh yang kuat.
"Untukmu Meng Zhu, walaupun aku tidak tau kenapa kau menyembunyikan Martial soul aslimu, tapi jika kau macam-macam pada Zhou Yuan, aku akan membunuhmu bahkan sampai keseluruhan klan dan keluargamu!" ucap Hao Chen yang segera pergi.
*Note: Sumpah saya jujur aja, sulit rasanya kalau membuat para pembaca setia menunggu.
Jadi saya tetap up aja tapi hanya satu chapter saja, kalian tau kenapa?
Karena tugas saya banyak ditambah lagi saya akan melaksanakan ujian akhir semester pertama, walaupun sebenarnya tidak sulit karena saya bakal pakai google dan hp juga karena ujiannya online 😗😗😗.
Tapi yang menjadi masalah adalah tugasnya yang sangat menumpuk, juga universitas saya telah menetapkan untuk tetap kuliah daring.
Karena angka penyebaran virus covid 19 sangat besar, jadi karena tidak mau ambil resiko untuk para mahasiswanya (memilih diantara nyawa dan kegiatan), maka dari itu universitas saya tetap melaksanakan kuliah online.
Jadi saya bakal up satu chapter perhari selama dua Minggu dan akan kembali up dua chapter berhari pada tanggal 17.
Tahun baru tugas baru, wkwkwkw
__ADS_1
Sekian informasinya, tetap stay with my novel.