The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 223. Familiar


__ADS_3

Hari demi terus berlalu didalam dunia kecilnya Hao Chen, walaupun banyak waktu yang terbuang, tapi karena perbedaan waktu yang cukup besar antara dunia Hao Chen dan dunia nyata, ia tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.


Saat ini Hao Chen sedang mengembangkan teknik Manifestasi tubuh spiritual untuk semua inti kristal roh miliknya, tidak terbayangkan berapa banyak kekuatan spiritual yang telah ia serap.


Proses tersebut juga mendapatkan sedikit bantuan dari Tianlong, dimana ia akan memperingati kapan dia harus berhenti sejenak dan melanjutkannya lagi.


Hal ini memakan waktu sebanyak tujuh bulan di dunia kecilnya Hao Chen, tapi didunia nyata hanya berlangsung selama tujuh jam saja dan ini sengaja Hao Chen lakukan, dengan tujuan untuk menunggu gerbang keluar terbuka.


Disaat yang sama Hao Chen segera membuka matanya dan mulai berdiri setelah meditasi selama tujuh bulan di dunia kecilnya, walaupun tidak ada peningkatan yang signifikan terhadap kultivasinya, tapi ia sekarang telah memiliki kemampuan yang sangat membantunya.


"Fiuh! tubuhku benar-benar sangat kaku, untungnya energi kehidupan yang ada disini tetap merawatku." Gumam Hao Chen yang segera meregangkan tubuh dan otot-ototnya.


Lalu Hao Chen segera melirik sosok Tianlong yang terlihat sedang tidur di pinggiran danau dan berteduh dibawah pohon samsara, tapi mata Tianlong segera terbuka setelah menyadari kehadiran Hao Chen.


"Sepertinya kau sudah selesai, menarik sekali." Ucap Tianlong yang segera berubah wujud menjadi manusia.


Mata Hao Chen segera melebar melihat hal tersebut, karena ia tidak berfikir jika Tianlong mampu berubah wujud menjadi manusia.


Segera Tianlong memperlihatkan wujud manusianya yang memiliki paras yang sangat tampan dengan warna rambut emas panjang dan mata biru gelap, belum lagi jubah yang ia pakai, dimana segera menambahkan keeleganan nya.


"Bagaimana menurutmu? sekarang aku bisa memanggilku sang tampan Absolute." Ucap Tianlong dengan senyum eksentrik.


"Menjijikkan sekali!" Hao Chen segera menjadi geli melihat sosok tampan itu dan lagi ia berkeinginan untuk membunuhnya.


"Hey! Hey! Hey! apakah kau tidak pernah menghargai keindahan?" tanya Tianlong dengan jengkel.


"Tentu saja, tapi aku tidak pernah mau dengan namanya laki-laki, aku ini normal dan mencintai perempuan yang cantik dan tubuh seksi, kau pikir aku ini tidak norma?" Ucap Hao Chen sambil terkekeh geli.


"Sial! apakah kau cari ribut denganku hah?!" tanya Tianlong dengan niat membunuh yang menakutkan.

__ADS_1


"Bukannya itu benar? kau telah hidup sangat lama dan kau masih belum memiliki pasangan sama sekali." Jawab Hao Chen dengan ekspresi mengejek.


Lalu Tianlong segera menggerutu, "Kau ini! aku telah menjadi buruan para wanita cantik dari seluruh alam semesta, aku juga disebut sebagai ketampanan tak tertandingi, kau pikir aku ini bisa disandingkan?"


"Nah! karena kau sampai menjadi buruan para wanita, bukannya dengan itu kau banyak berteman dengan laki-laki?" tanya Hao Chen yang berusaha menahan tawanya.


"Sialan! aku baru saja bergabung dengan mu dan kau sudah mengejekku!" gerutu Tianlong.


"Oke Oke! aku tidak mengejekmu lagi, sebaiknya kita keluar dulu." Ucap Hao Chen yang segera pergi dari dunia kecilnya.


Tapi Hao Chen malah dikirimkan keluar dari alam Ilahi kuno secara tiba-tiba, dimana Hao Chen hanya bisa bingung.


"Loh? kok aku keluar sih?" Hao Chen segera melepaskan kesadaran Ilahinya dan menemukan jika ia benar-benar telah keluar dari alam Ilahi kuno.


"Sepertinya kau telah mengambil sesuatu yang sangat berharga bagi alam ilahi itu, sehingga kekuatan hukum yang ada ditempat itu segera mengusirmu." Ucap Tianlong melalui kesadarannya.


"Eh? kau pergi kedalam kesadaran spiritualku? kenapa kau tidak menetap saja didalam dunia kecilku?" tanya Hao Chen dengan bingung.


Hao Chen segera mengangguk paham dan segera terbang menuju kearah Kekaisaran Zou, walaupun dia tidak tau berapa lama ia akan sampai.


"Ngomong-ngomong kenapa kau baru sekarang menunjukkan wujud manusiamu padaku?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


Tianlong segera menjawab, "Sebenarnya aku tidak memiliki banyak Kekuatan untuk melakukannya, tapi ketika kau melatih Manifestasi tubuh spiritual aku juga memulihkan kondisi awalku, selain itu aku bisa membantu ketika bertarung dan juga aku dapat memberikanmu kekuatan ekstra ketika berada ditengah pertarungan."


"Sepertinya kontak ini memiliki keuntungan rupanya, lalu kau masih dapat meninggalkan tubuhku bukan?" tanya Hao Chen lagi yang terlihat sangat bosan.


"Kurang lebih begitu, tapi kita kau memanggilku atau telah melakukan pelanggaran, aku akan segera kembali kedalam kesadaran ilahimu, tapi jika kau memberikan izin aku dapat keluar tanpa adanya halangan, dengan batasan kau yang memanggilku." Jawab Tianlong yang juga tenggelam dalam obrolan.


Hao Chen dan Tianlong terus mengobrol layaknya teman lama, dimana mereka akan selalu menemukan sebuah topik pembicaraan kita akan berhenti.

__ADS_1


Belum lagi Tianlong memberikan banyak pengetahuan pada Hao Chen yang akan banyak mendukungnya, hal ini membuat perjalan menuju Kekaisaran Zou tidak terlalu membosankan.


Sampai secara tiba-tiba Hao Chen melihat sebuah ledakan besar didepannya.


"BOOM!!!"


Hao Chen segera berhenti sejenak dan melirik kearah sumber ledakan, ia hanya segera menyipitkan matanya seakan-akan Hao Chen merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Sepertinya ada banyak orang yang berada diranah dewa sedang bertarung, sepertinya mereka sedang memperebutkan sesuatu yang penting?" Batin Hao Chen yang segera melihat banyak gelombang energi yang terus meledak.


Sampai tiba-tiba Hao Chen melihat munculnya sebuah pedang yang terbuat dari giok berwarna merah muda muncul, ia segera kaget melihat hal tersebut.


"Apa-apaan dengan kemampuan itu?! tapi kenapa aku merasa sangat familiar dengan itu ya?" tanya Hao Chen dengan ekspresi bingung.


***


Disisi lain terdapat seorang wanita yang mengenakan jubah dan penutup kepala untuk menutupi wajahnya, tapi dari tatapan matanya terdapat dengan jelas adanya niat membunuh yang tajam.


"Hahahaha! permaisuri giok, sebaiknya kau menyerah dan kami akan membawamu kepada ketua keluarga." Ucap salah satu pria yang ada dikelompok itu.


"Aku tidak akan sudih! kau pikir aku tidak tau, jika kalian ingin memanfaatkan aku untuk membawa putirku?!" kata wanita itu dengan marah.


"Bahkan jika aku mati sekalipun tidak akan aku biarkan kalian para bajing*n! menyentuhnya!" Ucapnya dengan penuh kebencian.


Wanita itu segera melempar pedang giok tersebut kepada orang yang mengepungnya, dimana ia segera lari dengan sekuat tenaga.


"Cih! jangan sampai dia lolos atau pemimpin itu akan marah pada kita!" ucap pria tua yang menahan serangan wanita tadi.


Sementara itu wanita tersebut berhasil menjauh dari sekelompok orang itu, tapi dapat dilihat dengan jelas ia mengalami luka dan kehabisan tenaga.

__ADS_1


"Sial! aku terlalu banyak menggunakan tenaga!" ucapannya yang segera tak sadarkan diri ranting pohon raksasa.


__ADS_2