The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 295. Mata-mata


__ADS_3

Ketika ditanya tentang kondisinya dengan orangtuanya ketika masih kecil, Hao Chen hanya tersenyum sebelum menceritakan semuanya.


Walaupun Hao Chen sedikit malu menceritakan beberapa hal, tapi berkat bujukan dari Su Yao dia mau.


Gelak tawa dan candaan terdengar ketika mendengar bagaimana kisah Hao Chen masih kecil. Terutama untuk Zhou Yuan dan lainnya, mereka tidak pernah menyangka jika orang seperti Hao Chen, memiliki masa kecil yang lucu.


"Ternyata Senior Li telah banyak berubah rupanya..." Ucap Xiao Ying sambil tersenyum.


"Memangnya kenapa dengan ibuku?" Hao Chen bertanya dengan rasa penasaran.


"Hehehehe apakah kau tau jika ayahmu itu memiliki beberapa wanita yang mencintainya sampai mati? bahkan ada juga beberapa wanita yang sangat mencintainya, sampai-sampai menggunakan cara yang kotor untuk bersamanya." Ucap Xiao Ying sambil terkekeh geli.


"Eh? apakah itu benar?!" Hao Chen segera kaget, bahkan rasa tidak percaya muncul dihatinya.


"Aku tidak berbohong sama sekali, ayahmu itu adalah orang yang baik dan ramah, jadi dia tidak akan ragu memberikan bantuan kepada siapapun yang dianggap teman. Tapi karena hal itu, dia secara tidak sadar membuat beberapa wanita jatuh cinta padanya." Kata Xiao Ying sambil tersenyum.


"Wow....sepertinya aku mengenal siapa orang yang mirip dengannya." Ucap Su Yao sambil diam-diam melirik kearah Zhou Yuan.


"Lalu...bagaimana bisa ayah hanya memiliki satu istri saja? jika seperti itu seharusnya ayah akan memiliki sembilan atau lebih istri, dilihat dari sikapnya." Hao Chen bertanya dengan rasa penasaran.


"Itu karena ibumu yang sangat mendominasi, dan karena dia tidak ada wanita yang berani mendekati ayahmu lebih dekat lagi." Jawab Xiao Ying sambil tersenyum pahit.


"Mendominasi kata bibi? seperti apa sikap ibuku waktu itu?" tanya Hao Chen dengan bingung, dan pertanyaan ini disetujui oleh beberapa temannya.


"Sikap ibumu itu sangat dingin dan terkenal sangat kejam, bahkan dia tidak segan-segan membunuh mereka yang berani menganggunya, dan itu merupakan kebalikan dari sikap ayahmu yang akan pikir panjang sebelum membunuh seseorang..."


"...Walaupun begitu, ibumu itu sangat baik dan lembut terhadap teman dan orang yang dia anggap baik. Mungkin perubahan sikapnya saat ini karena dia telah menjadi ibu, dan memiliki putra seperti dirimu." Ucap Xiao Ying yang menunjuk kearah Hao Chen.


Hao Chen hanya bisa terpaku memikirkan perbedaan ibunya sebelum dia lahir dengan saat dia sudah dilahirkan, benar-benar seperti langit dan bumi.


"Rata-rata wanita yang berusaha mendekati ayahmu saat itu akan langsung mundur, terutama melihat bagaimana cara ibumu bertindak mencegah siapapun yang berusaha masuk kedalam hati ayahmu, dan lagi dominasinya membuat para wanita akan gemetaran. Seakan-akan ibumu telah menyatakan dia hanyalah milikku, dan tidak ada kata dibagikan!" Kata Xiao Ying dengan rasa kagum.


"Sepertinya aku sudah paham dari mana sifat dinginmu itu Hao Chen~" Ucap Su Yao sambil tersenyum.


"Apa-apa dengan nada bicaramu itu?" tanya Hao Chen ekspresi aneh.


"Hehehe...sepetinya aku banyak belajar dari ibumu, dan kau harus berhati-hati dalam bertindak, sayang~~" Jawab Su Yao sambil mengedipkan matanya.


"Ugh...kenapa aku merasa tidak nyaman ya?" Hao Chen hanya bisa pasrah dengan sifat Su Yao, bahkan dia sendiri yakin dia jauh lebih agresif dari ibumu.


"Hahahaha!" Zhou Yuan dan lainnya tertawa terbahak-bahak. Walaupun mereka tau hubungan antara Hao Chen dan Su Yao, mereka tidak menyangka jika Su Yao benar-benar akan langsung mendominasi.


"Sepertinya aku melihat sosok Li Qingchan pada Su Yao ini, tapi melihat dari sifatnya...Hao Chen adalah orang yang sangat peka, jadi tidak mungkin dia akan melakukan hal yang sama dengan ayahnya." Batin Xiao Ying sambil tersenyum.


Tapi tawa mereka segera berhenti seketika, setelah melihat ekspresi Hao Chen dan Su Yao yang tiba-tiba berubah.

__ADS_1


"A-Ada apa?" Zhou Yuan bertanya.


"Sepertinya ada penyusup." Ucap Xiao Ying sambil menyipitkan matanya.


"Siapa kalian?! keluarlah!" Xiao Ying segera berteriak keras.


Tidak ada jawaban sama sekali, hanya terdengar suara serangga dan pantulan cahaya bulan dimalam hari, seperti tidak ada yang terjadi.


Namun secara tiba-tiba cahaya perak segera berkedip, Hao Chen dan Su Yao tiba-tiba menghilang dalam sekejap.


Sementara itu orang-orang yang merupakan anggota sekte iblis sedang berlarian, setelah ketahuan oleh Xiao Ying barusan.


Mereka setidak berjumlah sepuluh orang, dengan basis kultivasi sekitar dewa kelas tiga.


"Sial! jika bukan karena dua bocah itu, kita pasti tidak akan ketahuan!" Ucap salah satu dari mereka.


"Setidaknya kita telah mendapatkan informasi tentang Hao Tian dan Li Qingchan, jika kita menjual informasi ini pada 72 istana iblis. Kita akan mendapatkan keuntungan, terutama informasi jika mereka berdua memiliki putra." Ucapnya dengan senang.


"Benar sekali Hahaha...AAAAAAA!!!"


Secara tiba-tiba salah satu dari mereka terjatuh ketanah, dengan teriakan kesakitan.


"Ada apa?!"


Lalu mereka segera melihat sosok Hao Chen dengan api hitam ditangan kanannya, dan diikuti oleh petir ungu yang mengelilinginya.


"Berani-beraninya kau menguping pembicaraan orang." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Cih! kau hanya sendiri, sedangkan kami bersepuluh! sebaiknya kau bunuh dirimu sendiri, karena jika tidak kau akan menderita." Ucap mereka dengan sombong.


"Berisik!" Hao Chen segera membentuk api hitamnya menjadi sebuah pedang, dan memberikan sebuah tebasan kearah orang yang berbicara tadi.


"Menghindar! gunakan kekuatan air untuk menahannya!" ucap mereka dengan panik.


Segera sekitar tiga orang yang memiliki atribut air menggunakan kekuatan mereka untuk membentuk tameng. Tapi mereka terlah meremehkan api hitam Hao Chen, dan pada akhirnya.


"Tidak mungkin! bagaimana bisa api membakar air!"


"TOLONG AKU!!!"


Segera api hitam tersebut membakar mereka sampai mati, dan segera hancur lebur ketika jatuh ketanah.


Disaat orang-orang dari sekte iblis tercengang, lima tombak yang terbuat dari api hitam segera mengarah pada mereka dengan cepat.


"Menghindar!"

__ADS_1


"Tidak sempat!!!"


"AAAAAAAA!!!!"


Lalu tanpa disadari sosok Hao Chen telah menghilang dari pandangan mereka, dan rasa takut segera menyelimuti hati mereka.


"Kalian awalnya cukup percaya diri, tapi aku tidak berniat melepaskan kalian!" suara Hao Chen segera bergema.


"Swoss!"


"Slaas...Slaas...Slaas!!!!"


Seperti hantu, Hao Chen membunuh mereka tanpa disadari dengan cepat. Bahkan sebagian dari mereka tidak ada yang menyadari jika kepala mereka telah lepas dari tubuhnya.


"AAAAAAAA!!!"


Mereka semua segera mati sampai terbakar habis oleh api hitam Hao Chen, dan menyisakan pemimpin mereka.


"Sekarang jawab pertanyaanku, apa tujuan kalian menguping pembicaraan kami?" tanya Hao Chen dengan dingin.


"Heh! aku tidak akan memberitahu meskipun kau akan membunuhku." Jawabannya dengan senyum mengejek.


"Baiklah Kalau begitu, aku akan membuatmu menyesali ini." Ucap Hao Chen dengan dingin.


Alih-alih membunuhnya langsung, Hao Chen dengan sengaja membuat api hitam membakar organ tubuh, dan kesadaran Ilahinya, sebelum benar-benar membunuhnya.


"AAAAAAAA...!!!! KAU IBLIS!!"


Tanpa menghiraukan teriak orang tersebut, Hao Chen meninggalkannya sendirian seperti cacing kepanasan, dikarenakan rasa sakit yang diberikan oleh api hitamnya.


-


-


Tanpa membawa informasi apapun Hao Chen kembali ke tempat Xiao Ying dan lainnya, sementara itu Su Yao juga terlihat disana.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Su Yao yang terlihat baru saja datang.


"Aku tidak mendapatkan apapun, tapi dilihat dari aura mereka. Aku dapat yakin jika mereka berasal dari sekte iblis." Jawab Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Sepertinya kota ini akan diserang. Sudahlah kita urus ini besok, karena musuh tidak ada disekitar, kita bisa tenang untuk sementara, Ling Feng antara teman-temanmu menuju kamar mereka." Ucap Xiao Ying dengan tatapan serius.


"Baik Bu!" segera mereka berdelapan meninggalkan Xiao Ying yang berdiri sendiri di paviliunnya.


"Sepertinya orang itu ingin mengusik ku lagi. Jika itu mau kalian, aku akan melenyapkan kerajaan es untuk selamanya, setelah urusanku selesai!" Ucap Xiao Ying dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


__ADS_2