
Orang-orang itu mengenakan pakaian khas sekte jiwa petir yang dikenal suka menindas orang lain, mereka menggunakan nama Lou Qian atau sekte mereka untuk melakukannya tindakan semaunya, sehingga sekte ini sering membuat musuh karena murid-murid mereka.
"Apa-apaan ini?! kenapa kau mengambil kristal api murni kami?!" seseorang bertanya dengan marah.
"Karena kalian tidak pantas untuk mendapatkannya!" jawab murid sekte jiwa petir dengan sombong.
"Khuk!!" setelah menjawab pertanyaan tadi, dia segera menendangnya dengan keras tepat diperutnya sampai-sampai dia memuntahkan banyak darah.
"Jika kalian tidak ingin mati serakah semua kristal api murni kalian!!" ucap mereka dengan sombong.
Mereka yang telah bekerja keras untuk memperoleh kristal api murni hanya bisa mengutuki orang-orang sekte jiwa petir, dengan perasaan enggan mereka mau tidak mau harus menyerahkan hasil kerja keras mereka.
"Hey! kau yang ada disana! cepat kau serahkan kristal api murni yang kau miliki!!" salah satu dari mereka segera menunjuk kearah seorang pria berambut putih yang berdiri paling belakang.
Pria rambut putih itu diam dan tidak merespon sama sekali, sebaliknya dia dengan santai berbalik dan segera pergi.
Tindakannya itu mendapat perhatian dari banyak orang, terutama mereka yang berasal dari sekte jiwa petir.
"Berani-beraninya kau bersikap sombong seperti itu!!" seakan harga dirinya runtuh dia segera melangkah dengan cepat dan menyentuh pundak pria rambut putih itu dengan keras.
Pria itu berbalik dan menatapnya dengan tajam seperti sesosok predator, dengan gerakan yang ringan sebuah pukulan segera melayang tepat diwajah orang dari sekte jiwa petir.
Pukulan tersebut sangat kuat sehingga orang dari sekte jiwa petir itu terpental jauh sampai menabrak sebuah dinding batu, perbuatannya membuat semua orang syok terutama mereka yang berasal dari sekte jiwa petir.
Keadaan menjadi sunyi dan salah satu dari mereka segera memeriksa rekan mereka yang baru saja dipukul, "Dia sudah tidak bernafas lagi..." ucapnya dengan perasaan tidak percaya.
"Kau...beraninya kau membunuh anggota sekte jiwa petir!"
"Aku tidak peduli dari mana asal kalian! jika kalian memiliki keberanian melakukan hal menjijikkan seperti tadi, kalian juga harus siap kehilangan nyawa kapan pun itu." ucap pria itu yang tidak lain adalah Hao Chen.
"Hahahaha! sombong sekali kau, bunuh dia!"
__ADS_1
Sekitar tiga orang maju menghadapi Hao Chen yang masih berjalan kearah mereka dengan santai, divine energi meledak dari tubuh mereka bertiga seperti sebuah gas yang terbakar.
Hao Chen juga tidak tinggal diam, dia dengan santai mengulurkan tangannya kebawah yang segera membentuk sebuah perisai yang terbuat dari api hitam.
"Itu berbahaya!" Sekitar dua orang menyadari jika api hitam itu sangat berbahaya, sementara satu dari mereka yang masih percaya diri segera menyentuh api tersebut.
"AAAAAAAA!!!"
Seketika ia merasakan rasa sakit yang mengerikan setelah menyentuh api tersebut, dia berusaha memadamkannya dengan berbagai cara namun tidak berhasil, dan pilihannya hanya memohon pertolongan pada rekannya.
"Tolong aku!" Sayangnya api hitam itu telah membakarnya sampai hangus sebelum rekannya bertindak.
Semua orang yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa menghela nafas berat, mereka masih tidak bisa apa yang baru saja terjadi ditambah orang itu terbakar sampai mati oleh api hitam.
Tapi Hao Chen tidak berhenti bekerja, ia membentuk sebuah pedang dengan menggunakan api hitamnya, dan memberikan beberapa gerakan pada orang-orang dari sekte jiwa petir.
"Awas!!"
"AAAAAAAA!!!"
"IBLIS! ORANG ITU ADALAH IBLIS!!" orang-orang dari sekte jiwa petir berseru dengan perasaan takut.
"Jumlah awal dua puluh orang, tersisa delapan. Aku sebenarnya tidak ingin membuat masalah, tapi aku tidak akan pernah membiarkan kalian semua hidup!" Hao Chen segera mengejar mereka dengan aura dewa Ashura disekitarnya.
"Kita harus memberi tahu tuan muda Lou Qian tentang identitas orang itu!"
"Kekuatannya sangatlah menakutkan, bahkan aku sendiri tidak yakin tuan muda dapat mengatasi orang itu!"
Tapi segera mereka menyadari jika ada seseorang yang mengikuti dengan aura membunuh yang sangat menakutkan.
"Kau jangan meremehkan kami!"
__ADS_1
Segera mereka berdelapan menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menyerangnya, artefak dan teknik yang membutuhkan pengorbanan besar mereka lancarkan pada Hao Chen.
"Aku puji keinginan bertahan hidup kalian. Tapi kalian telah menyingung orang yang salah!!"
Sebuah tebasan pedang segera melayang kearah mereka, kedua serangan tersebut saling bertubrukan dengan kuat yang menimbulkan sebuah ledakan yang cukup kuat.
Orang-orang dari sekte jiwa petir hanya bisa tercengang dengan wajah pucat, serangan yang telah mereka kerahkan dihancurkan hanya dengan satu tebasan saja.
"Dia kemari!" salah satu dari mereka berteriak ketika menyadari sosok Hao Chen sudah dekat.
Aura merah darah terang segera muncul mengikuti kemunculan Hao Chen. Aura dewa Ashura membuat mereka merinding ketakutan terutama pedang merah yang Hao Chen pegang.
Beberapa detik setelah mereka melihat sosok Hao Chen yang mengerikan, secara tiba-tiba ia menghilang dari pandangan mereka.
"Argh!!" secara tiba-tiba salah satu dari mereka terbunuh dengan dada tertusuk oleh pedang.
Mereka bingung dengan apa yang terjadi, tapi sekeras apapun mereka mencobanya keberadan Hao Chen tetap saja tidak terdeteksi oleh kesadaran ilahi, ditambah lagi dengan aura membunuh Hao Chen yang membuat mereka kesulitan bernapas.
"Dua, tiga, empat!" disaat Hao Chen bersuara, masing-masing dari mereka terbunuh dengan kondisi terbakar oleh api hitam, jeritan kesakitan dan permohonan untuk mati terdengar seperti melodi kematian.
"Kekejaman Ashura!" aura merah darah segera menyebar kearah mereka, keinginan untuk bertarung dan bertahan hidup mereka hilang seketika, sosok Hao Chen dimata mereka seperti malaikat pencabut nyawa yang sudah menunggu mereka.
"Agrhhhh!!!" setelah itu mereka berteriak keras ketika jiwa dan tubuh mereka seakan-akan dibakar oleh panas yang sangat menakutkan, dan dikepala mereka terbayang sosok Hao Chen yang seperti seorang dewa kematian.
Setelah itu Hao Chen segera mengumpulkan cincin penyimpanan mereka dan mengambil semua barang dimiliki, dan Hao Chen cukup terkejut ketika melihat harta-harta yang dimiliki oleh orang-orang sekte jiwa petir.
"Sepertinya mereka telah melakukan perampasan cukup lama sampai-sampai memiliki banyak barang seperti ini." Hao bergumam dan menyimpan barang-barang yang telah ia peroleh.
Lalu secara tiba-tiba suara Tianlong yang dipenuhi dengan pertanyaan muncul dipikirkannya, "Kau...kemampuan apa yang kau lakukan tadi? kenapa aku juga merasa akan mati tadi?"
Hao Chen diam sebentar dan segera menjawab, "Itu bernama 'kekejaman Ashura', sebuah kemampuan yang dapat membuat musuhmu kehilangan niat untuk berjuang dan hidup, setelah itu mereka akan mati dengan cara yang paling menyakitkan dan mereka akan melihat diriku seperti dewa kematian yang telah mencabut nyawanya."
__ADS_1
Tianlong terdiam bahkan dia tanpa sadar merinding ketakutan, "Bahkan dewa iblis terkuat dialam semesta Shen Jiu tidak memiliki kemampuan seperti ini." Batinnya yang menatap Hao Chen dengan tatapan rumit.