The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 257. Tidak semudah itu


__ADS_3

Ketika ingin menyempurnakan kedua teknik ini Hao Chen memilih untuk melakukannya didalam dunia kecilnya, sebab menciptakan sebuah Seni ataupun teknik, bukanlah hal yang mudah.


Walaupun Soul Master tidak perlu teknik ataupun seni dan kitab-kitab lainnya. Hao Chen juga masih memerlukannya sebagai contoh seni tubuh dan teknik pondasinya.


Karena memiliki ingatan dua dunia, pikirannya tergolong stabil dan kuat. Sebab menciptakan sebuah kitab ilahi ataupun seni hebat lainnya, Banyak orang yang harus mengorbankan seluruh hidupnya, hanya untuk membuat satu seni yang hebat.


Seperti Seni tubuh tak terbatas dan pemurnian tubuh dua belas elemen yang Hao Chen gunakan sekarang, karena teknik ini Hao Chen harus menghadapi Pembabtisan petir yang jauh lebih kuat dari orang normal.


"Sepertinya ini akan memakan waktu yang cukup lama..." Hao Chen segera duduk bersilang disebuah batu yang sangat dekat dengan danau Spirit.


Lalu dia segera membuka teknik pemurnian tubuh kehidupan dan kehancuran terlebih dahulu. Setelah itu dia segera melepaskan kesadaran Ilahinya, dan mengeluarkan struktur ilahi yang ada didalam teknik tersebut.


Sama halnya dengan catatan Ilahi, struktur teknik pondasi ini cukup rumit dan masih ada yang acak. Setiap tulisannya juga mengandung kekuatan hukum kehidupan dan kehancuran, bisa dikatakan orang yang menciptakan teknik ini sangatlah kuat.


"Hem...aku masih cukup familiar dengan hukum kehidupan dan kehancuran. Namun struktur Ilahinya yang ada, sangat sulit untuk diatasi." Ucap Hao Chen yang segera menciptakan sebuah pena, dengan menggunakan kekuatan Ilahinya.


Tapi suara Tianlong terdengar, "Apakah kau yakin untuk menyempurnakan dua teknik ini?" tanyanya dengan ragu.


"Aku juga tidak tau mengapa, hanya saja aku merasakan ada sesuatu yang membuatku harus menyelesaikannya." Jawab Hao Chen segera menenangkan pikirannya.


Segera kekuatan hukum kehidupan dan kehancuran berkumpul di sekitaran Hao Chen. Tidak sampai disitu, langit tiba-tiba menghitam dan diikuti oleh gemuruh petir yang mengerikan.


"Sekali aku memulainya tidak ada kata berhenti, apalagi teknik ini sangatlah kuat dan aku sendiri yakin jika kemampuannya sekitar tujuh puluh persen dari teknik pondasi ku. Batin Hao Chen dengan ekspresi serius.


"Swoss!"


Pena ilahi yang digunakan oleh Hao Chen, secara tiba-tiba disisi oleh kekuatan kehidupan dan kehancuran yang murni dan kuat.


"Kita mulai!!"

__ADS_1


Hao Chen segera mulai menulis pada struktur ilahi teknik tersebut. Kemudian jiwanya terasa sedang terguncang hebat dan diikuti oleh petir yang ikut menyambar, bukan hanya tubuhnya saja yang ikut menderita, tapi jiwa dan rohnya juga ikut menderita.


"CTARRR!!!"


Satu goresan pena akan membuat dirinya kacau dan lagi Hao Chen merasakan, jika apa yang dia hadapi saat ini lebih menakutkan dari Pembabtisan petir bencana untuk kenaikan dewa.


Tapi Hao Chen memilih untuk tetap melanjutkannya dengan baik, pemahamannya akan hukum kehidupan dan kehancuran semakin membaik, dan Hao Chen merasa diuntungkan dengan hal ini.


"Tubuh tak terbatas dan pondasi dua belas elemen, jiwa, roh, dan kekuatanku serasa ditempa dengan baik. Setiap sambaran dan guncangan pada jiwa membuat perkembangan yang cukup besar.


Ketika Hao Chen menyelesaikan empat puluh persen prosesnya, petir yang semulanya normal. Secara perlahan mulai berubah menjadi hijau dan ungu secara bersamaan.


Melihat hal itu Tianlong segera berseru, "Hao Chen! itu petir kehidupan dan kehancuran, petir itu jauh lebih berbahaya dari pada petir Pembabtisan petir Bencana!!!"


Hao Chen tidak menghiraukan ucapan Tianlong dan tetap melanjutkan penyempurnaan teknik pondasi tersebut, hal ini membuat petir hijau ungu bergemuruh semakin kuat.


"CTARRR..!!!"


"KHUK!!" Hao Chen segera menyeriyit oleh rasa sakit yang diterimanya, seluruh tubuh serta organ tubuhnya terasa ditempa, roh dan jiwanya seperti akan hancur.


"Aku tidak berani membayangkan, apa yang akan terjadi ketika aku membuat teknik pondasi dua belas elemen ku. Teknik ini saja sudah sesulit ini." Gerutu Hao Chen.


Tubuh dewa tak terbatas yang selalu kokoh dan sulit rusak, segera menunjukkan tanda-tanda retakan dan darah mulai merembes dari luka-lukanya.


Tapi secara perlahan Hao menyadari jika semua penderitaan yang dialami olehnya tidaklah buruk. Sebab tubuh dewanya terus-menerus ditempa dan semakin kuat, hal ini juga berlaku pada roh dan jiwanya.


"Hahahaha!! tidak aku sangka jika hal ini berguna untuk latihan!" ucap Hao Chen dengan wajah memucat.


Perlahan Hao Chen mulai sedikit terbiasa dengan dengan Sambaran petir tersebut, walaupun rasa sakit yang dideritanya masih akan terasa.

__ADS_1


Bahkan Hao Chen menggunakan banyak pengetahuan untuk menyempurnakan tehnik ini, dimana hal tersebut justru membuat sambaran petir semakin intens dan semakin brutal.


Karena itu Tianlong segera berseru keras, "ANAK INI BENAR-BENAR GILA!!!"


Namun Tianlong sedikit memahami bahwa hal ini justru memiliki manfaat yang bagus untuk perkembangan Hao Chen. Tapi cara ini benar-benar sangat gila dan berbahaya, bahkan dia sendiri tidak berani coba-coba untuk menantang petir kehidupan dan kehancuran.


"Akan ada kehidupan setelah kehancuran dan tiada kehidupan jika kehancuran menghilang. Setiap mahluk hidup akan mengalami kehancuran dan akan digantikan oleh kehidupan yang baru, kehidupan dan kehancuran merupakan asal mula dari penciptaan!!"


Suara Hao Chen segera mengelegar dilangit diikuti oleh cahaya hijau ungu yang menyelimutinya, petir yang menyambarnya perlahan mereda.


Kekuatan kehidupan dan kehancuran berlimpah segera menyebar keseluruhan dunia kecilnya, senyum puas muncul diwajahnya yang dipenuhi oleh keringat dan darah.


Walaupun teknik pondasi kehidupan dan kehancuran bukanlah ciptaannya sendiri, tapi ada rasa kepuasan tersendiri ketika dia berhasil membuatnya.


Hao Chen sendiri sampai mengacuhkan perkembangan yang dialami ketika proses penyempurnaan tehnik tersebut. Sebab rasa bangga dan puas segera mengisi hati dan pikirannya.


Akhirnya dia paham mengapa mahluk hidup yang menciptakan sebuah teknik ataupun kitab hebat lainnya, sampai-sampai rela mengorbankan jiwa raganya untuk menciptakan satu teknik yang hebat.


Hal inilah yang sedang Hao Chen rasakan, kepuasan tersendiri dan kebanggaan yang mendalam, segera membuat hatinya tenang dan bersemangat.


"Ini masih belum cukup! aku akan menyempurnakan tehnik berikutnya dan membuat sebuah kitab yang hebat lainnya!" ucap Hao Chen dengan tatapan penuh ambisi.


"Dia benar-benar mengerikan sekali..." Gumam Tianlong dengan senyum tipis diwajah yang dipenuhi oleh keringat dingin.


***


Sementara itu Xu Jing yang sedang mengawasi Su Yao yang sedang mengambil warisannya. Segera menunjukkan senyum diwajah cantiknya.


"Tidak aku sangka dia benar-benar menyelesaikannya dengan sempurna. Aku juga dapat yakin jika dia berhasil mencapainya, dan teknik tersebut jauh lebih kuat dari pada yang kak Zhu bayangan." Ucap Xu Jing dengan nada memuji.

__ADS_1


Lalu cahaya perak segera berkedip dan memunculkan sebuah gulungan yang merupakan teknik pondasi kehidupan dan kehancuran yang baru saja diselesaikan.


"Kau benar-benar telah melatih anakmu sampai mencapai tingkat yang mengerikan kak Zhu." Ucap Xu Jing dengan wajah dipenuhi keringat dingin, melihat isi gulung tersebut.


__ADS_2