The Heaven Land

The Heaven Land
Fakta tentang Kakek kebun


__ADS_3

Susana aneh segera tercipta ketika Hao chen menanyakan identitas kakek kebun, walaupun kakek kebun sepertinya enggan menjelaskan tapi pada akhirnya dia pun menjawab.


"Aku hanya sosok tidak penting lagi diakademi ini, karena sekarang sudah digantikan oleh generasi muda."


Ketika mendengar jawaban Kakek kebun, Hao chen segera paham dengan arti dari perkataannya.


"Hah...maafkan aku karena menanyakan hal yang membuatmu mengingat sesuatu yang tidak baik." Ucap Hao Chen dengan perasaan menyesal.


"Hahahaha...tidak apa, aku hanya bagian dari kehidupan yang terlupakan. Walaupun aku abadi sekarang, berkat bantuan energi kehidupan tapi aku merasa hampa."


"Orang-orang yang kucintai pergi dan mengkhianatiku, serta banyaknya penyesalanku, saat ini aku hanya bisa menunggu kematian saja."


"Aku juga merasa bahwa kekuatan yang aku memiliki sekarang tidak berguna sama sekali, juga aku berharap bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya. Tapi aku merasa hal tersebut tidaklah berguna, karena lebih baik menerima segalanya dari pada kembali dan mengubah sesuatu yang sia-sia." ucap Kakek kebun dengan ratapan penuh kesedihan.


Sementara itu Hao chen hanya diam tak berkata apa dan mendengarkan perkataan kakek kebun, seperti mendengarkan sebuah nasehat.


"Kau tau nak? kau itu mirip denganku yang dimana kau ingin memiliki kekuatan yang sangat besar untuk melindungi orang-orang yang disayangi, tapi ada perbedaan kecil yang justru memiliki efek yang sangat kuat pada kehidupan kita." Segera tatapan Kakek kebun menunjukan perasaan iri dan kagum.


Karena bingung dengan tatapan kagum kakek kebun, Hao chen segera bertanya "Apa yang membedakan antara anda dengan aku, sampai menimbulkan permasalah yang pada hidup anda?"


"Hah...kau belum menyadarinya? baiklah izinkan aku bertanya, jika ada sesuatu yang mengganggu orang yang kau sayangi apa yang akan kau lakukan?" tanya Kakek kebun.


"Tentu saja melenyapkan sampai habis!" jawab Hao chen dengan tatapan menakutkan.


"Baiklah jika itu orang yang pernah bersama denganmu, lalu secara tiba-tiba mengkhianatimu apa yang akan kau lakukan?" tanya Kakek kebun lagi.

__ADS_1


"Tentu saja tetap aku bunuh dan lenyapkan! karena aku tidak akan pernah terima, jika perlakuan baik yang diberikan malah dibalas dengan pengkhianatan, bahkan jika bisa aku akan menyiksanya kedalam neraka selamanya!" jawab Hao chen dengan tatapan serius.


Setelah mendengar jawaban Hao chen, kakek kebun segera tersenyum dan berkata" Apakah kau menyadari apa yang membedakan antara kau dan aku?"


Kemudian Hao chen segera kaget mendengar pertanyaan kakek kebun, lalu dia segera menyadari hal tersebut.


"Tunggu apakah anda pernah mengalami pengkhianatan oleh orang-orang terdekat anda?" tanya Hao chen dengan keras.


"Kau benar sekali!" jawab Kakek kebun dengan senyum pahit.


Hao chen segera berpikiran aneh dengan kenyataan hidup kakek kebun, tapi Hao chen hanya bisa pasrah melihat sosok kakek kebun.


"Kau hidup penuh ketegasan dan lebih mementingkan orang-orang yang dengan tulus mencintai dan menyayangi dirimu, kau tidak naif serta kejam pada orang-orang yang ingin menyakiti mereka yang sangat tulus menyayangi dirimu."


"Kau tidak berpikir untuk memperbanyak orang-orang penting bagimu, tapi hanya fokus melindungi mereka yang benar-benar tulus padamu."


"Aku benar-benar iri dengan sikapmu itu, bahkan aku berharap bahwa aku menyadari bahwa aku telah berpikir naif dan bodoh." Sambung kakek kebun.


"Kalau boleh tau apa yang anda pikirkan waktu itu?" tanya Hao chen lagi.


"Saat itu aku berpikir, aku bisa membuat perdamaian tanpa adanya pertempuran dan membangun sebuah tempat dimana kita tidak perlu saling menyakiti. Tapi aku salah besar dengan pemikiran tersebut, orang-orang yang mendukung hanya memanfaatkanku saja dan orang yang paling aku cintai juga sama." Jawab Kakek kebun dengan suara penuh penyesalan.


"Hah...aku tidak bermaksud menyinggung anda, tapi aku bisa mengatakan bahwa anda terlalu naif dan konyol. Ada sebuah perkataan yang menyatakan bahwa 'selama manusia hidup maka perang dan kebencian akan tetap ada'." Ucap Hao chen.


Sementara itu kakek kebun menjadi tertegun mendengar kata-kata Hao chen, setelah itu ia segera tersenyum dan berkata. "Kau memang benar-benar berbeda dengan aku yang naif ini."

__ADS_1


"Ya...aku terus berfikir dan berfikir, tentang apa yang akan terjadi besok. Apakah akan baik atau buruk." dengan suara pelan Hao chen hanya bisa menatap indahnya sore hari.


Kemudian kakek kebun itu segera memberikan sebuah token aneh pada Hao chen.


"Eh...? apa ini kakek kebun?" tanya Hao chen dengan penasaran.


"Itu hadiah kecil dariku, jika kau mengalami masalah diakademi ini perlihatkan saja token itu!" jawab Kakek kebun dengan senyum aneh.


"Oh...ya, aku akan memberikan banyak pengetahuan tentang dunia kultivator padamu, juga aku akan mengajari cara mengendalikan hukum alam!" sambung Kakek kebun.


"Apa..?! seriusan kah ini?" tanya Hao chen lagi dengan penuh semangat.


"Hahahaha...tentu saja! kau sudah menjadi teman kecilku sekarang, bagi mana mungkin aku tidak membantu?" jawab Kakek kebun.


"Hore...!" segera Hao chen melompat-lompat dengan perasaan senang, karena dari apa yang dia ketahui kekuatan hukum alam benar-benar sangat sulit dipelajari.


Jadi dia membutuhkan pengalaman dari orang yang sudah terbiasa dengan hukum alam, ditambah kakek kebun merupakan orang yang sangat kuat dan itu merupakan hal yang bagus.


"Hahahaha...baiklah, kau bisa pergi aku ingin pergi untuk santai dulu!" ucap Kakek kebun yang segera pergi.


"Ya...terimakasih kakek kebun!" dengan perasaan senang Hao chen segera mengucapkan terima kasih pada Kakek kebun.


Disaat yang sama Kakek kebun segera berucap "Kakek kebun kah...? entah mengapa aku senang mendengar kata itu!"


*Note: Sempat eror tadi sama chapter ini, sudah selesai review tapi ngga muncul

__ADS_1


__ADS_2