
Saat ini Hao chen sedang tengelam dalam pikirannya, dia sedang memikirkan siapakah dirinya, apa tujuan dari dirinya, dan kenapa dia ingin melakukannya.
Entah mengapa Hao chen benar-benar sedang memikirkannya dengan baik, namun dia saat ini tidak menyadari bahwa ada gejolakan aneh pada inti emas yang merupakan warisan misterius tersebut.
Warisan tersebut entah mengapa mulai melepaskan aura kuat dan tak tertanding berdasarkan pemikiran dan pemahaman akan diri Hao chen sendiri, semakin jauh dan semakin dalam juga pemahamannya maka semakin kuat aura yang ditimbulkan dari inti tersebut.
Sementara itu didalam pikiran Hao chen banyak sekali pertanyaan yang terus melayang pada dirinya, siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa dia melakukannya.
Lalu Hao chen menjawab pertanyaan itu dengan suara lantang"Aku adalah aku tidak ada yang dapat menentukan jalan atau pun takdirku, hanya akulah yang berhak. Aku ingin menjadi kuat agar orang-orang yang aku cintai tidak mengalami musibah dan aku ingin mereka hidup bahagia!"
"Lalu apakah kau menginginkan kekuasaan? dan apakah kau juga memikirkan orang lain? "sebuah pertanyaan lagi-lagi muncul.
"Tidak aku tidak ingin kekuasaan apa pun, namun aku juga tidak ingin juga melihat orang-orang menderita dan sengsara. Tapi jika aku masih belum bisa membuat keluarga dan orang yang kucintai bahagia dan aman, aku tidak memiliki hak sama sekali untuk mencapuri hidup orang lain!"jawab Hao chen.
"Bagaimana kau mengambarkan dirimu?"muncul lagi sebuah pertanyaan.
Hao chen hanya diam sesaat ketika dia mendengarkan pertanyaan tersebut, namun dia menjawabnya dengan tegas"Gambaran diriku adalah sebuah pohon!"
"Apakah kau yakin?, lalu kenapa kau memilih pohon sebagai pengambaran akan dirimu?"pertanyaan lagi-lagi muncul dalam pikiran Hao chen.
"Karena aku mirip seperti pohon yang terus tumbuh, juga mengalami hal yang sama seperti sebuah pohon diterjang hujan, badai dan bencana setiap saat namun pohon tersebut tetap bertahan dan terus tumbuh, seperti itulah kehidupanku sekarang ini. Aku berlatih terus menerus hampir mati berkali-kali karena latihan dan berulang kali mengalami kesedihan serta rasa sakit, tapi aku akan terus berdiri dan aku tidak akan pernah jatuh!"jawab Hao chen dengan suara lantang dan keras.
Setelah mengatakan itu tiba-tiba inti emas yang ada ditubuh Hao chen perlahan menarik sesuatu dari luar dan memperkuat dirinya.
__ADS_1
Sementara itu keadaan diluar juga terjadi hal aneh, dimana aura yang keluar dari Hao chen perlahan menyebar keseluruh ruangan dimana aura yang dikeluarkan Hao chen mengandung tekanan yang sangat kuat dan tak tertandingi.
Lalu tiba-tiba setiap jasad Hewan jiwa mengeluarkan cahaya putih dan cahaya-cahaya tersebut pergi menuju kearah Hao chen dimana saat ini dibelakangnya ada sebuah pohon raksasa yang merupakan gambaran dari jiwanya.
Setiap cahaya dari Hewan-Hewan jiwa tersebut mengandung arti yang sangat mendalam yaitu rasa iri, pengakuan, kekaguman, semangat mereka masing-masing.
Saat ini jiwa-jiwa dari setiap Hewan jiwa yang ada mulai keluar dan menundukan kepalanya kearah Hao chen dan juga tidak ketinggalan Yansin dan Dewa naga bumi, saat ini mereka semua sedang menghormati perjuangan dan semangat seorang Raja yang keluar dari Hao chen .
Disaat yang sama tubuh Hao chen yang menerima cahaya dari para Hewan jiwa tersebut, mulai merasakan darahnya mendidih karena apa yang dia rasakan adalah jiwa yang sangat kuat, jiwa para pejuang dan jiwa para pahlawan, dimana saat ini Hao chen benar-benar merasakan bagaimana perjuang dari Hewan jiwa yang ada disini dari awal sampai kepuncak alam semesta dan sangup menguncangnya dengan kekuatan sendiri.
Rasa kagum yang tak terkatakan oleh Hao chen benar-benar membuat dia terdiam dan menjadi sunyi, tidak ada rasa iri dari Hao chen ketika dia merasakan setiap perjuangan dari para Hewan jiwa yang ada disini namun memunculkan perasaan semangat untuk terus berjuang.
Saat ini jiwa-jiwa dari Hewan jiwa yang ada disini mulai menyerukan suara mereka seakan menyabut datangnya seorang Raja yang baru saja kembali setelah pertempuran.
Dengan pohon raksasa yang menjulang tinggi Hao chen saat ini bisa dikatakan sebagai penguasa segalanya
Setelah lama berlalu kejadian yang mengemparkan seluruh tempat ini perlahan menghilang dan mulai menyatu dengan Hao chen. Gambaran pohon raksasa juga perlahan menghilang lalu menyatu dengan Hao chen.
Ketika dia membuka matanya terdapat tatapan seorang Raja yang sangat kuat, bahkan Dewa naga bumi menjadi takut dan gemetaran walaupun dia hanya sebuah sisa jiwa tapi kekuatannya berada ditingkat Lord of God namun saat ini dia merasa takut hanya karena tatapan Hao chen yang berada ditingkat Soul ancestor.
"Warisan apa sebenarnya ini?"tanya Hao chen yang melirik inti emas yang bersinar sangat terang.
Ketika banyak pertanyaan muncul dipikiran Hao chen, tiba-tiba Dewa naga bumi bersuara"Hahahaha...baiklah aku mengakuimu dan aku akan menyerah semua yang aku miliki!"
__ADS_1
"Apa!?" teriak Hao chen dengan bingung.
"Baiklah aku akan pergi, hah...akhirnya ada seseorang yang memiliki jiwa dan semangat yang kuat sepertimu." kata Dewa naga bumi dengan senyum puas.
"Baiklah aku mengerti, terima kasih."kata Hao chen.
"Sama-Sama...Rajaku."kata Dewan naga bumi dengan pelan sambil menundukan kepalanya kearah Hao chen.
"Tunggu apa yang kau katakan tadi? " tanya Hao chen dengan bingung, karena dia samar-samar mendengarkan perkataan Dewa naga bumi.
Namun sayangnya Dewa naga bumi telah menghilang, lalu tiba-tiba Yansin berkata"Sebaiknya kau segera mengambilnya segera, karena dia telah mengakui keberadaanmu dan juga semangat yang ada dalam dirimu"
"Hem...baiklah akan aku lakukan."kata Hao chen sambil mengeluarkan alat khususnya.
Sebelum mengambil tubuh Dewa naga bumi dia segera meletakan tangan kanannya didada untuk memberikan penghormatan, lalu cahaya emas segera menyinari tubuh Dewa naga bumi dan segera menjadi seberkas cahaya lalu masuk kedalam alat khusus Hao chen.
"sepertinya dia belum menyadari apa yang telah terjadi tadi, tak kusangka hanya dengan pertanyaan sederhana dia telah berhasil membuka potensinya sendiri bahkan memahami dirinya sendiri." Kata Yansin dalam hatinya dengan rasa kagum yang tak terkatakan.
"Baiklah sekarang kau pikirkan baik-baik apa yang keberikutnya." kata Yansin dengan tindakan yang berbeda.
"Aku mengerti!"kata Hao chen.
Lalu Hao chen mulai memilih setiap Hewan jiwa dengan kristal roh yang kuat untuk Martial soul pedang peraknya yang tanpa disadari olehnya telah berevolusi.
__ADS_1