
Orang-orang Wei Gong segera tertegu mendengar suara lembut dari Hao Yu. Bahkan penampilannya saja sudah mampu meluluhkan satu kerajaan jika dia muncul, namun sikap dinginnya membuat Hao Yu sulit untuk didekati.
"Tidak masalah, karena kita juga sama-sama berasal dari kekaisaran manusia." Wei Gong segera menjawab dengan senyum sopan.
"Kalau begitu, apakah semuanya sudah berkumpul? atau masih ada yang perlu dilakukan?" tanya Wei Gong pada rekannya.
Mereka pun segera mengelengkan kepalanya, "Tidak ada bos...kita bisa pergi." ucap salah satu dari mereka.
Disisi lain Hao Yu segera menyeriyit melihat tatapan dari rekan-rekan, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Namun ada tatapan penasaran dari mata cantiknya, ketika menatap Wei Gong.
Menyadari tatapan Hao Yu, Wei Gong segera berkata, "Ada apa?"
"Ah! tidak ada, aku hanya melamun saja. Oh ya! aku penasaran, apakah kau bertemu dengan orang yang berasal dari kekaisaran manusia lainnya?" tanya Hao Yu yang segera mengalihkan topik pembicaraan.
"Um...aku bertemu dengan seseorang yang berasal dari kekaisaran manusia, dan lagi dia adalah junior ku." Jawab Wei Gong sambil tersenyum.
"Dari akademi yang sama? apakah mereka kesini atas inisiatif sendiri?" tanya Hao Yu lagi dengan penasaran.
"Yah...dia juga mengatakan jika dia disuruh untuk melaksanakan cobaan dewa Pembantaian. Oh ya! aku baru ingat jika namanya adalah Hao Chen." Jawab Wei Gong sambil mengingat wajah Hao Chen.
"Hao Chen katamu?!" suara Hao Yu segera memancing perhatian baik orang lainnya, maupun temannya.
"Ah...ya, namanya adalah Hao Chen, dia juga mengatakan jika dirinya diluluskan dari perantara luar." Ucap Wei Gong dengan ekspresi bingung.
"Jadi dia benar-benar kesini?! lalu dimana dia sekarang?" tanya Hao Yu sambil mengguncang tubuh Wei Gong.
"Aku terakhir melihatnya ketika dia memesan kamar di penginapan kelas atas. Aku juga baru ingat jika dia juga ditemani oleh seorang wanita yang seumuran dengannya." Jawab Wei Gong yang mulai menyadari sesuatu.
"Seorang gadis? memesan kamar di penginapan?" Hao Yu segera tertegu mendengarnya, tapi secara tiba-tiba senyum aneh muncul diwajahnya cantiknya.
"Apakah kau memiliki masalah dengannya?" tanya Wei Gong segera.
"Tidak...aku hanya cukup terkejut adik sepupuku ternyata kemari juga." Jawab Hao Yu yang segera menutupi wajahnya.
Kelompok Wei Gong segera kebingungan melihat perubahan sikap Hao Yu yang sangat tiba-tiba, dia awalnya sangat dingin dan sekarang sikap seorang kakak muncul diwajahnya.
"Aku sudah bertemu dengan dua temannya Zhou Yuan dan Ling Feng, melihat penampilan mereka berdua cukup membuatku terkejut. Tapi mendengar jika adik kecilku bersama dengan seorang gadis saja membuatku lebih terkejut." Batin Hao Yu dengan senyum mengejek.
****
__ADS_1
"Haciuh!!"
Ditempat yang berbeda Hao Chen secara tiba-tiba bersin dengan keras.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Su Yao dengan khawatir.
"Ti-Tidak apa-apa, aku sehat-sehat saja." Jawab Hao Chen sambil tersenyum.
"Ada yang berbicara hal buruk tentang ku." Ucap Hao Chen sambil menggosok tubuhnya.
Su Yao yang melihat tingkah aneh Hao Chen hanya bisa memiringkan kepalanya dan memasang ekspresi penuh tanya.
"Menurutmu bagaimana kabar teman-teman yang ada di akademi?" tanya Su Yao tiba-tiba.
"Aku juga tidak tau...tapi yah aku dapat menebak apa yang terjadi pada mereka." Jawab Hao Chen dengan menghadap langit.
"Menebak? seperti apa kiranya?" tanya Su Yao dengan penasaran.
Tapi ekspresi Hao Chen secara tiba-tiba menjadi serius, petir ungu segera berkumpul ditangannya dan dia segera bersiap untuk menyerang.
"Ara...seperti kau semakin agresif saja." Suara Hao Yu segera terdengar, diikuti oleh es dan salju yang bertebaran.
"Siapa kau?!" tanya Su Yao dengan serius.
Namun beda halnya dengan Su Yao, cahaya hijau dan emas segera mengelilingi tubuhnya. Sebuah tombak berwarna hijau emas segera muncul digenggaman tangannya.
"Kau Berani-beraninya muncul disisi!" ucap Su Yao dengan tatapan dingin.
Sementara itu Hao Yu segera tertegu melihat perubahan sikap Su Yao. Awalnya dia berfikir jika wanita yang ada dihadapannya akan kebingungan dengan perubahan situasi, tapi melihat refleks Su Yao, Hao Yu yakin dia memiliki banyak pengalaman bertarung.
"Swoss!!"
Sambil memegang dua tombak Su Yao melesat dengan cepat, dengan hanya menggunakan fisik dia dapat dengan mudah menyempitkan jaraknya.
"Gawat!" Hao Yu juga menjadi serius, dimana dia segera menarik sebuah pedang berwarna putih biru, dan dia segera menusukkan pedangnya kearah Su Yao yang diikuti oleh es yang dingin.
"BOOM!!!"
Cahaya emas hijau dan putih kebiruan segera bertabrakan, hal tersebut segera membuat suasana disana semakin menegang.
__ADS_1
"Gadis kecil ini kuat sekali! padahal dia belum mencapai tingkat dewa, atau tubuhnya yang telah mencapai ranah dewa?" batin Hao Yu dengan tangan gemetaran, setelah menahan serang Su Yao.
Kemudian Hao Yu merasakan aura berbahaya sedang mendekatinya dengan cepat, dan dia samar-samar mendengar raungan naga.
"Tidak bisa diatasi, aku harus serius!" Hao Yu segera melompat ke udara dan salju segera mengelilingi dirinya.
Sepertinya seekor kupu-kupu yang keluar dari kepompong. Sosok Hao Yu sekarang telah berubah drastis dan menjadi lebih cantik, tapi keanggunan dan ekspresi dinginnya semakin bertambah.
"Wosss..."
Sebuah gambar pedang berwarna putih segera muncul dibelakang Hao Yu, suhu disekitar segera menjadi semakin dingin dan membeku area sekitar.
"Pedang permaisuri es!" Hao Yu segera mengarahkan kedua jarinya kebawah dan sebuah serang pedang berwarna putih salju segera mengarah pada Su Yao.
"Hump!"
Cahaya emas yang diikuti oleh raungan naga segera muncul disekitar Su Yao, tombak yang dia pegang kini semakin bersinar dan disisi oleh Kekuatan naga emas yang sangat kuat.
"Kau pikir itu cukup untuk mengalahkan ku?" Su Yao segera balas menyerang dengan menggunakan tombaknya.
Gerakan menusuk yang sangat cepat segera membuat bekas cahaya tombak yang terang, lalu ketika Su Yao melakukan gerakan akhirnya tombak yang dia bentuk segera hancur.
Namun begitu juga dengan serangan Hao Yu. Disaat dia terkejut dengan kejadian tersebut, Su Yao segera memasang ancang-ancang untuk menyerang lagi.
Aura naga emas dan esensi darah yang sangat kuat membuat bulu kuduk Hao Yu berdiri, dan diikuti rasa takut didalam dihatinya.
"Berakhir sudah!"
Tapi disaat Su Yao akan melepaskan serangan, Hao Chen segera muncul dan menahannya dari belakang, yang membuat serangan Su Yao meleset.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Su Yao dengan wajah serius.
"Tunggu dulu, dia adalah kakak sepupuku Hao Yu!" jawab Hao Chen dengan keras.
"Eh?" ekspresi serius Su Yao segera berubah menjadi kebingungan dan linglung, bahkan bisa dikatakan cukup lucu.
Sekitar ribuan mil jauhnya. Serangan Su Yao tadi segera mengenai sebuah gunung yang menjulang tinggi, dan....
"BOOOMM...!"
__ADS_1
Dalam sekejap mata gunung tersebut segera lenyap dari pandangan orang-orang. Hao Yu yang menyaksikan hal itu segera menjadi pucat dan menelan ludah kering.
"Menakutkan..." gumam Hao Yu dengan ekspresi ketakutan.