
Hao Chen bisa merasakan jika tubuhnya dipenuhi oleh vitalitas yang kuat, bahkan dia tidak perlu menggunakan api kesedihan untuk melindungi dirinya dari racun api yang berada diarea ke-lima, tubuhnya sekarang sangat kuat dan memiliki kekebalan terhadap segala jenis racun, walaupun sebenarnya Batu penggilingan primordial yang akan membersihkannya.
Saat ini Hao Chen tidak tau sudah berapa lama dia berdiam diri dikawah esensi api surgawi, tapi menilai dari kondisi dunia pasir api yang akan segera ditutup, dia mungkin telah berada ditempat ini dalam waktu yang sangat lama.
"Aku akan pergi ke area terakhir dulu, jika Su Yao masih disana aku akan menjaganya, tapi kesadaran ilahi yang aku tempatkan padanya masih bisa aku rasakan, bisa dikatakan jika Su Yao masih berada didunia pasir api." Hao Chen segera mempercepat langkahnya.
-
-
Saat Hao Chen pertama kalinya sampai di area terakhir dunia pasir api, dia dapat merasakan energi yang sangat berlimpah ditempat ini, tidak hanya itu ada berbagai macam tanaman langka dan batu esensi yang luar biasa ditempat ini.
"Hem...tempat yang sangat luar biasa, tapi melihat dari segi dekorasi tempatnya aku dapat yakin pemilik tempat ini adalah seorang wanita!" Hao Chen bergumam saat dia berjalan disekitar tempat ini.
Setelah berjalan beberapa saat, Hao Chen menemukan sebuah gua misterius yang memancarkan aura yang kuat, dan karena itulah dia sangat penasaran dengan tempat tersebut.
Tapi ketika dia mendekat beberapa meter dari mulut gua, Hao Chen menyadari jika dia telah memicu sesuatu yang melindungi tempat ini.
"Bergemuruh!"
Secara tiba-tiba suhu ditempat tersebut menjadi sangat panas dan diikuti oleh suhu yang sangat dingin, cahaya merah dan biru berkumpul diatas gua itu.
Setelah bulu-bulu halus yang memiliki warna merah dan biru berjatuhan, dua sosok mitos muncul dari dalam gua tersebut.
"Itu benar-benar seekor Phoenix?" Hao Chen segera dikejutkan oleh kemunculan dua ekor Phoenix dihadapannya.
Keduanya merupakan Phoenix Api Matahari dan satunya lagi adalah Phoenix Es Suci, kedua binatang itu merupakan keberadan tertinggi diantara Ras Phoenix lainnya, dan memiliki otoritas tertinggi diantara semua bintang berjenis burung.
"Manusia, kau telah datang terlambat dan aku menyarankan agar kau tidak mendekati gua ini." Ucap Phoenix api matahari.
__ADS_1
"Terlambat? maksudmu sudah ada orang yang masuk ketempat ini?" Hao Chen bertanya dengan bingung.
"Itu benar! mereka berdelapan adalah orang-orang yang telah berhasil lolos dari cobaan kaisar, tapi kami akan memperbolehkannya mu untuk berkeliling atau berkultivasi ditempat ini, namun kami akan melarang mu masuk kedalam gua ini." Jawab Phoenix Es Suci.
"Kalau begitu bolehkah aku tau apakah ada seorang gadis bernama Su Yao disana?" tanya Hao Chen lagi, sebab tujuan utamanya adalah mencari keberadaan kekasihnya.
"Su Yao? ah! ternyata gadis naga itu ya, kalau kau mencari dia berada didalam gua itu, saat ini dia juga terpilih sebagai salah satu orang yang akan mendapatkan warisan kaisar kami." Jawab Phoenix api matahari dengan suara yang aneh.
Hao Chen tidak bisa menyembunyikan senyum pahit diwajahnya, melihat dari ekspresi kedua Phoenix itu Su Yao pasti memperlakukan mereka dengan buruk.
"Hem...baiklah kalau begitu, asalkan dia baik-baik aku akan menunggunya." Hao Chen tidak ingin mencari ribut dengan mereka, dan segera memilih untuk segera pergi.
Melihat Hao Chen yang mulai menjelajahi tempat yang disebut sebagai taman kaisar api, kedua Phoenix itu saling menatap dengan ekspresi kebingungan.
"Bing, apakah kau merasa ada sesuatu yang aneh padanya?" Phoenix Api matahari bertanya dengan bingung.
Phoenix Es Suci yang dipanggil sebagai Bing segera menjawab, "Saudari Yan, kau mungkin tindak menyadari jika hawa keberadaan orang itu tidak dapat kita rasakan, bahkan ketika dia berada tepat didepan kita sekalipun."
"Aku juga tidak tau, tapi sebaiknya kita harus tetap waspada dengannya." Bing segera menyipitkan matanya melihat kearah tempat Hao Chen pergi.
***
Didalam gua tersebut, Zhou Yuan, Ling Feng, Xie Yu, Meng Zhu, Qian Ziwei, Qi Zijing, dan Wu Yi sedang duduk bersilang dia batu tujuan warna dengan mata terpejam, didepan mereka masing-masing terdapat sebuah inti api yang memiliki warna dan aura yang berbeda, tapi apa yang berada dihadapan Zhou Yuan adalah yang terkuat.
Sementara itu, Su Yao berdiri dengan tenang sambil mengawasi ketujuh orang tersebut, dan disebelahnya ada seorang wanita yang memiliki usia sekitar dua puluh tahun lebih, cantik dan menggoda, memiliki warna rambut merah menyala dan mata agak redup dengan cahaya keemasan.
Kedua wanita yang memiliki kecantikan ekstrim tersebut berdiri berdampingan yang akan membuat para pria menjadi tergila-gila dan tidak akan pernah mengedipkan menatapnya, bahkan mereka berdua terlihat seperti adik kakak yang merupakan sesosok bidadari yang berasal dari surga.
"Apa menurutmu mereka bertujuh mampu menahan beban dari penyatuan api ilahi tersebut?" Su Yao bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
"Kenapa kau khawatir dengan kondisi mereka? atau kau mengkhawatirkan pria tampan bernama Zhou Yuan itu?" Wanita itu segera mengejek Su Yao sambil tertawa kecil.
Su Yao tidak terpengaruh dan justru memasang ekspresi datar, "Untuk apa aku mengkhawatirkan orang itu? bahkan aku hampir malas melihat pria yang bahkan sulit sekali untuk peka terhadap perasaan wanita yang menyukainya." Gerutunya dengan kesal.
"Heh...benarkah, apakah kau sudah memiliki seorang pria yang dapat menghangatkan tubuhmu?" Wanita itu bertanya dengan nada mengejek.
Su Yao segera kesal dan menarik tubuh wanita itu kearahnya, dan meraih pinggangnya yang ramping lalu menggodanya.
"Itu benar sekali kaisar api, pria yang aku sayangi adalah sosok yang jauh lebih baik dari pada Zhou Yuan, dia sangat peka terhadap perasaan dan memiliki aura maskulin yang sangat menggoda, bahkan untuk laki-laki yang akan segera menginjak usia dua puluh tahun tubuhnya sangat bagus dan bisa membuat para wanita tergiur." Su Yao segera menjelaskan detail Hao Chen dengan sudut pandangnya sebagai wanita, dia menceritakannya dengan suara merdu untuk membuat wanita itu yang mengejeknya memerah.
"A-Apa yang sedang kau ceritakan padaku?! cepat lepaskan aku!" wanita itu meronta-ronta dari pegangan Su Yao yang sangat kuat, dia terus berusaha menyembunyikan rasa malu diwajahnya.
"Apa? bukannya kau adalah seorang kaisar api yang agung? apakah selama kau masih hidup tidak pernah merasakan kehangatan seorang pria?" Su Yao segera memberikan serangan balik pada wanita itu yang ternyata adalah Kaisar api.
"A-Apa?!!! kau jangan main-main denganku!!! kau pikir nama Kaisar api aku dapatkan dengan cuma-cuma?!" kaisar api segera menunjukkan kemarahannya dan segera melepaskan pegangan Su Yao, api yang sangat panas segera melelehkan apapun disekitarnya, amarahnya membuat seluruh api disekitarnya tunduk.
Tapi Su Yao tidak takut atau merasa merinding melihat hal tersebut, justru dia tersenyum licik dan berkata, "Walah...kaisar api yang agung, jika kau mengeluarkan aura sekuat itu maka mereka akan mengalami gangguan dalam proses penyatuan dengan api ilahi mereka."
Kaisar api segera tersentak dan tidak bisa melakukan apapun, dia hanya bisa menyembunyikan amarahnya dan jelas tercampur oleh perasaan malu-malu.
"Kau pintar sekali! tapi aku akan bertanya dengan serius padamu, apakah kau benar-benar yakin akan melakukan ini?" kaisar api segera menjadi serius ketika bertanya pada Su Yao.
"Maksudmu proses penyatuan api surgawi bukan?" Su Yao tidak bisa menyembunyikan rasa tegangnya.
"Benar, tapi aku peringatkan jika api surgawi berbeda dengan api ilahi dan api langit diseluruh alam semesta, mereka memiliki kemampuan unik dan dianggap sebagai dewa diantara setiap api, namun jika kau benar-benar yakin ingin melakukannya, resiko yang harus ditanggung sangatlah besar." Ucap Kaisar api dengan keringat dingin muncul diwajahnya.
"Aku sudah tau akan hal itu, tapi tidak ada yang gratis didunia ini resiko dan rasa sakit harus ditanggung jika ingin memperoleh kekuatan, aku akan menjadi kuat dengan mengambil resiko tersebut!" Su Yao berkata dengan yakin.
"Bagus! kau benar-benar wanita yang sangat luar biasa!" Kaisar api segera memujinya.
__ADS_1
"Tadi dia bersikap centil dan nakal, tapi sekarang dia menunjukkan tekad dan keyakinan dimatanya, benar-benar gadis yang aneh." Batin Kaisar api dengan senyum tak berdaya.