
Walaupun ada gangguan yang menyenangkan padanya Hao Chen tetap fokus memperhatikan kondisi Meng Zhu dan Zhou Yuan, karena Hao Chen sendiri khawatir dengan masalah ini.
"Sepertinya ini akan memakan waktu yang lama." Ucap Hao Chen sambil menyipitkan matanya.
"Dari mana kau bisa menggunakan kemampuan seperti itu tadi?" tanya Lou Han yang merasa jika situasi telah terkendali.
"Aku mempelajari hal ini dari Lao Zu ketika aku menyanakan masalah Zhou Yuan waktu itu, sehingga dia memintaku untuk mempelajari segel hati es." Jawab Hao Chen yang sedikit terengah-engah.
"Lao Zu?!" Lou Han segera berteriak keras ketika mendengar nama tersebut.
"Ada apa tetua?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Ah tidak ada!" jawabannya dengan wajah ketakutan.
"Pantas saja kekuatan anak ini sangat hebat, ternyata dia dilatih oleh kakek menakutkan itu! mau bagaimana lagi saat itu dia pernah menghancurkan sebuah planet hanya dengan menggenggam tangannya saja, karena hal tersebut banyak akademi besar dan sekte besar lainnya takut dengan akademi langit cerah, membayangkannya saja sudah membuat aku merinding." Batin Lou Han dengan senyum tak berdaya.
Walaupun begitu dia hanya bisa diam mengawasi kondisi Meng Zhu dan Zhou Yuan, setelah melihat kedua sosok tersebut entah mengapa ekspresi wajah Lou Han tiba-tiba berubah.
"Hem...bagaimana aku akan menjelaskan hal ini pada kepala sekolah ya?" gumam Lou Han dengan kebingungan.
"Memangnya apa hubungannya Zhou Yuan dan kepala sekolah?" tanya Hao Chen yang menyadari perkataan Lou Han.
"Sepertinya kau masih belum mengetahui jika Zhou Yuan adalah murid langsung dari kepala sekolah akademi langit cerah Zang Wu. Jawab Lou Han.
"Pantas saja perkembangannya sang bagus, sepertinya dia mendapatkan banyak sumber daya dari kepala sekolah." Ucap Hao Chen dengan senyum aneh.
"Menurutmu bagaimana kondisi mereka berdua, ku rasa mereka sepertinya sedang kesulitan." Kata Lou Han dengan khawatir.
Lalu Hao Chen segera berkata, "Seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab segel hati es sesudah menstabilkan semuanya, tinggal menunggu waktu saja sampai prosesnya selesai."
__ADS_1
"Baiklah aku akan pergi ketempat para murid lainnya dan menjelaskan semua yang terjadi, tapi sepertinya kita mendapatkan keuntungan sebab banyak orang yang telah melarikan diri dari area kuil ini." Ucap Lou Han dengan senyum licik.
"Sepertinya masih ada banyak harta berharga lagi ditempat ini." Batin Hao Chen.
"Hao Chen..." suara manis Su Yao tiba-tiba terdengar.
"Ya ada apa?" Hao Chen yang segera menyadari hal tersebut.
"Apa menurutmu kondisi mereka berdua benar-benar akan baik-baik saja?" tanya Su Yao yang terlihat khawatir.
"Untuk tingkat kultivasi mereka saat ini seharusnya hal sederhana seperti menekan hawa kekuatan dari Phoenix es dan api seharusnya mudah, namun semakin tinggi level kultivasi mereka maka akan semakin intens lagi caranya." Jawab Hao Chen dengan senyum pahit.
"Lalu menurutmu apakah kondisi mereka bisa dibilang wajar?" dengan wajah memerah Su Yao segera menunjuk kearah Meng Zhu dan Zhou Yuan.
Lalu dengan bingung Hao Chen segera melirik mereka berdua, dia rahang Hao Chen segera jatuh karenanya.
"Gawat! mereka tidak boleh melakukannya!" ucap Hao Chen yang segera berdiri.
"Apa maksudnya dengan melakukannya?" tanya Su Yao dengan wajah memerah.
"Mereka belum siap secara fisik untuk melakukannya dan ditambah lagi mereka belum bisa mengendalikan kekuatan dari esensi darah Phoenix mereka, maka dari itu kita harus menghentikannya." Jawab Hao Chen yang segera mendekati mereka.
Namun pelindung yang terbuat dari cahaya merah dan biru membuat Hao Chen segera terdorong keras, bahkan dengan basis kultivasinya saat ini Hao Chen tetap saja terdorong.
"Kita harus menghentikannya sesegera mungkin, jika tidak tubuh mereka akan meledak ketika melakukan 'itu'!" Kata Hao Chen yang segera melepaskan kekuatannya.
Melihat wajah seriusnya Hao Chen, Su Yao hanya mengangguk dan segera mengeluarkan kekuatan penuhnya.
"ROARRRR...!" dua raungan naga yang sangat keras segera terdengar diudara, bahkan Lou Han segera kaget karena aura naga yang begitu kuat muncul.
__ADS_1
"Apa yang terjadi tetua Lou?" tanya salah satu tetua bernama Zhu Lin.
"Para tetua segera ikut aku sementara itu para murid perantara dalam segera bawa para junior kalian untuk keluar dari tempat ini." Kata Lou Han yang segera melesat kearah pelindung yang dia buat.
"Baiklah tetua!" ucap salah satu senior perantara dalam.
Setelah Lou Han berserta tetua lainnya segera tertegu melihat pemandangan yang ada didepan mereka, karena gambaran dua Naga dan dua Phoenix saling bertarung.
Dimana Naga emas raksasa dan Naga Delapan warna dapat dengan mudah menekan Phoenix api dan es layaknya melawan seekor semut, bahkan para tetua kaget serta merasakan tekanan yang luar biasa dari kekuatan garis keturunan mereka.
"Apa yang terjadi?" tanya Zhu Lin.
"Tunggu sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka seperti itu." Ucap Lou Han yang menahan tindakan para tetua lainnya.
Sementara itu setelah mereka berhasil menghancurkan aura Phoenix Meng Zhu dan Zhou Yuan, dengan gerakan cepat Hao Chen segera membuat dinding pemisah sementara itu Su Yao segera membuat Meng Zhu tidak sadarkan diri.
"Sebaiknya kau tenang dulu." Ucap Su Yao sambil memegangi Meng Zhu dan membawanya pergi.
Lalu Zhou Yuan yang telah kembali normal segera jatuh pingsan dengan kondisi yang penuh dengan darah keluar dari tubuhnya.
Disaat Hao Chen memperhatikan kondisi wajahnya yang pucat, Hao Chen segera panik dan mencari bantuan.
Namun untungnya para tetua segera datang setelah kejadian tersebut, ditambah lagi mereka sepertinya mencari cara untuk mengantisipasinya.
"Kami hanya bisa memberi pertolongan pertama, namun setidaknya sudah lebih dari cukup untuk membawa Zhou Yuan sampai akademi." Ucap Lou Han sambil menghela nafas lega.
"Sementara gadis itu...dia tidak apa-apa, karena dia hanya kelelahan saja." Kata Zhu Lin yang habis dari sana.
"Syukurlah!" ucap Hao Chen dan Su Yao dengan perasaan tenang.
__ADS_1