
Kemudian Hao Chen dan Su Yao menjadi kaget ketika mendengar suara misterius ketika mereka memasuki ruangan terakhir ini, tapi mereka dapat merasakan jika yang mengeluarkan suara itu pasti kuat.
"Siapa!" Hao Chen dan Su Yao segera mengeluarkan aura yang menakutkan untuk menunjukkan perlawanan.
"Kalian masih terlalu muda untuk mengatasi kami..."
Lalu segera muncul dua cahaya hitam dan putih secara bersamaan, dimana segera membentuk sosok pria yang terlihat berusia sekitar 25 atau 28-an.
Sosok cahaya putih tersebut berubah sesosok pria dengan wajah tampan disertai rambut putih pucat dan mata perak indah, tubuhnya terlihat ramping namun berotot.
Sementara itu sosok cahaya hitam tersebut berubah menjadi seorang pria dengan wajah bringas disertai oleh rambu hitam panjang dengan maka ungu terang, walaupun terlihat seperti orang kasar pria itu bisa dikatakan tampan.
"Siapa kau?!" tanya Hao Chen yang sudah siap bertarung.
"Anak muda zaman sekarang! benar-benar tidak bisa menghormati para seniornya." Ucap pria dengan rambut hitam tersebut dengan marah.
"Heh...ayahku pernah mengatakan, jika kau lebih kuat dari orang lain maka kau memiliki hak untuk menindas!" balas Hao Chen yang juga ikut marah.
"Bocah ini...!" sosok rambut hitam itu segera melepaskan tekanannya, dimana sesosok naga hitam raksasa muncul dibelakang.
Awalnya sosok dengan rambut putih itu ingin menghentikannya, namun setelah melihat sifat arogan Hao Chen dia juga tidak segera menghentikannya bahkan menunggu Hao Chen menyerang.
Namun harapan kedua orang tersebut pupus setelah kalung yang dikenakan oleh Hao Chen tiba-tiba bersinar, dimana siluet wanita cantik berambut biru cerah dengan sembilan warna indah dibeberapa helai rambutnya dan memiliki mata biru laut yang indah segera muncul.
Lalu kemunculan sosok itu membuat tekanan dari pria rambut hitam tersebut hancur bahkan bahkan pria rambut hitam itu hampir kehilangan jiwanya, ketika sosok dibelakang Hao Chen mengangkat jarinya.
"Kau hanya sebuah jiwa gentayangan yang telah lama mati, apa hakmu memerintah seperti itu?!" tanya Hao Chen yang segera menyerang mereka berdua, karena dia berfikir jika kedua orang ini memiliki tujuan yang buruk.
__ADS_1
"Tunggu dengarkan kami sebentar!" ucap pria rambut putih tersebut.
Melihat jika yang bertindak adalah sosok pria rambut putih Hao Chen segera berhenti dan kembali ke sisi Su Yao, karena menurut Hao Chen pria rambut putih tersebut terlihat bijaksana.
"Katakan! apa yang kalian inginkan pada kami?" tanya Hao Chen yang terlihat over protective.
Lalu sosok rambut putih itu segera berkata, "Baiklah biar aku memperkenalkan diri kami berdua dulu. Namaku Bai Long sang Petapa naga putih dan orang yang kau serang tadi adalah Long Heisen yang merupakan Petapa naga hitam, seperti yang kau katakan tadi kami ini hanya sisi-sisi jiwa yang masih ada."
"Apa kalian berdua adalah Petapa naga putih dan naga hitam mustahil! jika senior Bai Long adalah sang Petapa naga putih aku akan percaya, tapi jika orang kurang ajar itu adalah Petapa naga hitam aku benar-benar tidak akan percaya mustahil!" ucap Hao Chen dengan nada terkejut.
"Apa maksudmu itu bocah...?!" suara Long Heisen segera terdengar ketika kesadaran jiwanya mulai normal.
"Huh! kau orang tua bodoh sebaiknya diam saja!" Hao Chen segera merespon dengan marah.
"Kau....!" Long Heisen ingin marah namun segera dihentikan oleh Bai Long.
Lalu Bai Long segera berkata, "Hah...tidak aku sangka jika orang yang berhasil menemukan tempat ini adalah seorang anak yang kuat, memang benar-benar berbeda dari orang-orang yang kami temui, terutama gadis yang ada dibelakangmu itu..."
Sontak Bai Long dan Long Heisen menjadi keget melihat aura hewan kuno dan aura membunuh yang menakutkan dari Hao Chen, mereka benar-benar tidak menyangka jika seorang anak berusia enam belas tahun bisa memiliki aura yang begitu menakutkan.
Namun beda halnya dengan respon Su Yao, dimana wajahnya segera memerah ketika melihat sosok Hao Chen yang melindunginya seperti benar-benar akan mengorbankan nyawanya demi melindunginya.
"Tidak-Tidak, kami tidak memiliki niat buruk padanya karena menurut kami dia bisa dikatakan sangat cocok untuk mendapatkan warisan kami." Ucap Bai Long yang berusaha membuat Hao Chen tenang.
Lalu Hao Chen segera berkata dengan perasaan masih curiga, "Apa warisan itu? jika kau berniat untuk mengambil alih tubuhnya aku akan menyeret kalian berdua kedalam neraka abadi!"
"Sepertinya bocah ini benar-benar harus diberi pelajaran!" ucap Long Heisen yang mencoba maju.
__ADS_1
Tapi bukannya takut Hao Chen juga segera mengeluarkan pedang Amethyst miliknya, dimana hal tersebut menandakan jika dia akan bertarung.
"Maju kau jiwa gentayangan!" Hao Chen pun segera memberikan tantangan.
Disaat amarah Hao Chen sudah memuncak Su Yao pun akhirnya berbicara, "Sudah biar kita dengan penjelasan dari senior Bai Long, dari sikap bijaksananya dia pasti memiliki tujuan yang baik."
Mendengar suara lembut Su Yao entah mengapa Hao Chen segera menjadi dingin, namun dapat dilihat dari tatapan matanya Hao Chen akan benar-benar membuat kedua sosok ini menjadi menderita.
"Baiklah aku percaya, tapi jika dibodoh ini berbicara aku tidak akan pernah mau bicara!" ucap Hao Chen segera setelah mendengar perkataan Su Yao.
Lalu Su Yao segera berkata, "Baiklah senior Bai anda dapat menjelaskannya."
Bai Long pun segera menjelaskan, "Baiklah biar aku jelaskan tentang warisan kami dulu. Warisan kami ini sebenarnya berisi sebuah kristal roh yang berisi kekuatan dari naga putih dan naga hitam, dimana hal ini uang membuat kami menjadi kuat dan bisa bersaing dengan mahluk-mahluk yang ada diseluruh Jagat raya."
"Oh...jadi menurut anda aku memiliki kekuatan untuk dapat beresonansi dengan salah satu kristal roh dari kalian berdua?" tanya Su Yao.
"Itu benar. Jadi bagaimana apakah kau mau memilikinya?" tanya Bai Long pada Su Yao.
"Aku sih mau-mau saja, tapi pasti ada syaratnya." Ucap Su Yao.
Bai Long pun segera berkata, "Benar sekali! kami memiliki syarat yang cukup sederhana, dimana kalian diminta untuk bertahan melawan musuh yang akan kami munculkan."
"Bagaimana ini Hao Chen?" tanya Su Yao.
"Kau ikut saja, aku tidak mau memiliki kristal roh dari mereka berdua sebab ada yang aneh dari mereka berdua!" jawab Hao Chen dengan tatapan dingin.
"Apakah kau menghina kami bocah...?!" tanya Bai Long yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
__ADS_1
"Sudah kuduga jika kedua bareng*k ini memiliki tujuan yang aneh!" ucap Hao Chen yang segera bersiap dalam mode bertarung.
"Sepertinya aku benar-benar termakan oleh tipuan mereka." Su Yao pun akhirnya mendapati jika dia orang yang ada didepan mereka benar-benar memiliki tujuan yang aneh.