
Setelah mengetahui jika dunia pasir api memiliki berbagai macam harta yang sangat berharga, Hao Chen dan teman-temannya memutuskan untuk ikut masuk kedalam dunia tersebut.
Namun mereka lebih memilih untuk mengunjungi keluarga Qian Ziwei terlebih dahulu, dan mengamankan mereka agar tidak terjadi sesuatu yang buruk. Lagi pula mereka bisa mendapatkan informasi tentang dunia pasir api dari kedua orang tua Qian Ziwei.
Sayangnya ketika mereka telah sampai diwilayah keluarga Qian, mereka menemukan jika banyak orang-orang dari berbagai tempat datang kemari, dan sepertinya mereka bertujuan untuk mengetahui informasi dunia pasir api.
Karena hal itu Qian Ziwei mungkin akan kesulitan untuk mencari orangtuanya dan adiknya, lagi pula dia bukan lagi bagian dari keluarga Qian.
"Ini...bagaimana kita bisa mencari kedua orangtuaku dan adikku." Ucap Qian Ziwei dengan khawatir.
"Sebaiknya kita tetap mempertahankan penyamaran kita dulu, karena aku memiliki firasat buruk." Hao Chen segera mengamati kondisi sekitarnya.
"Ayo kita menyebar dulu, Qian Ziwei kau tetap bersama kak Yao dan kak Chen agar aman, sementara kami akan menyebar mencari tau dimana kedua orang tua dan adikmu." Ucap Zhou Yuan dengan serius.
"Huff...baiklah, tapi kalian harus berhati-hati, sebab kondisi keluarga Qian sangat aneh." Qian Ziwei segera memberikan peringatan.
"Baiklah!"Zhou Yuan, Ling Feng, Xie Yu, Qi Zijing, dan Meng Zhu segera menyebar dengan memperkuat penyamaran mereka.
Setelah mereka telah pergi, Hao Chen mengajak kedua gadis tersebut berkeliling disekitar wilayah keluarga Qian, karena mereka mungkin akan menemukan petunjuk keberadan kedua orang tua dan adiknya Qian Ziwei.
"Ada kemungkinan jika kedua orangtuamu dikurung atau sedang menjalani hukuman, dan adikmu juga mungkin telah masuk kesebuah sekte ataupun akademi menengah." Ucap Hao Chen.
"Aku tidak tahu mengapa, tapi firasatku benar-benar tidak baik. Aku tidak bisa tidur ataupun meditasi semalam." Kata Qian Ziwei sambil gemetaran.
Hao Chen hanya mengangguk setuju, dia juga pernah mengalami hal yang sama, bahkan sampai sekarang ini. Keberadaan orangtuanya yang tidak diketahui, dan bahaya yang terus mengejar mereka. Bagaimana mungkin Hao Chen tidak khawatir?
Tapi karena hal tersebut, Hao Chen menjadi terus berkultivasi dengan keras, sebab dia mungkin akan terlibat dengan ras iblis kuno, dan 72 Istana iblis.
"Aku memahami perasaan mu itu." Ucap Hao Chen dengan nada penuh makna.
"Hem?" Qian Ziwei menjadi bingung, sementara itu Su Yao menatapnya dengan perasaan sedih.
"Sebaiknya aku memperluas cakupan kesadaran Ilahiku." Ucap Hao Chen dengan mata bersinar terang.
"Woss!!"
__ADS_1
Kesadaran ilahi yang sangat kuat segera menyelimuti seluruh wilayah kelurga Qian, setiap tempat akan terlihat sangat jelas dihadapannya, bahkan seekor serangga kecil sekalipun.
"Hebat sekali...apakah ini Kekuatan asli kak Chen?" tanya Qian Ziwei dengan kagum.
"Tidak...ini bukan kekuatan aslinya, saat ini Hao Chen memiliki basis kultivasi tertinggi diantara kita, dan tingkat dewa sejati, dan dewa awal sepertiku sangat jauh..." jawab Su Yao sambil tersenyum pahit.
Setelah beberapa menit Hao Chen melepaskan kesadaran Ilahinya, dia berhasil menemukan sebuah tempat yang berada diujung wilayah kelurga Qian, dan ketika ia memeriksa kedalam tempat tersebut.
Hao Chen dikejutkan ketika melihat dua pasangan suami istri yang sedang dikurung, dan digantung tepat dibawah ratusan spirit beast tingkat tinggi, tidak hanya itu mereka berdua tampak dipermalukan oleh beberapa orang yang hadir disana.
"Gawat! mereka semua tidak akan pernah sanggup bertahan!" batin Hao Chen sambil mengerutkan keningnya.
"Su Yao! Qian Ziwei! mendekat padaku, aku telah mengetahui posisi kedua orangtuamu!" Ucap Hao Chen dengan keras.
Mereka tidak bertanya ataupun menolak, dan segera mereka mendekati Hao Chen tanpa keraguan. Setelah itu cahaya perak segera berkedip, dan ketiga orang tersebut segera berpindah tempat.
-
-
"Dasar kurang ajar! tidak aku sangka kau yang telah membantu putrimu itu melepaskan hubungan darah keluarga Qian!" ucap seorang penatua yang menatap kedua orangtuanya Qian Ziwei.
"Qian Lou...kau bukalah orang terkemuka di keluarga Qian, dan kau berani-beraninya bertindak seperti ini." Ucap penatua itu dengan ekspresi gelap.
"Aku tidak peduli! bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku, demi kedua putriku aku akan melakukan segalanya!!!" ucap ibunya Qian Ziwei sembari melepaskan kekuatannya.
"Berisik!!" salah satu penjaga disebelah tetua tersebut segera mengirimkan sebuah serangan padanya.
"Agrhhhh!!" dia segera terpukul keras, dan menabrak dinding kurungan dengan keras.
"Lou Nian! kaulah yang menjadi sumber masalah ini, sebaiknya kau diam!" Ucap penatua tersebut dengan marah.
"Jika putri pertamamu gagal kami nikahkan, maka putri keduamu Qian Yun'er yang akan kami manfaatkan!" tambahnya sambil tersenyum licik.
"Tidak! dasar kurang ajar!!" seru mereka berdua dengan perasaan tidak berdaya.
__ADS_1
"Jatuhkan mereka!" ucap penatua tersebut.
Tapi sebelum mereka ingin menjatuhkan kurungan tersebut, secara tiba-tiba mereka yang berada disana tidak bisa bergerak, seakan-akan waktu telah membeku.
Sesaat kemudian mereka melihat seorang wanita yang sangat cantik didepan matanya mereka, mereka mungkin akan terpesona jika tidak dalam situasi ini.
Sebab mereka terfokus melihat sosok gadis disebelahnya, karena hal itu mereka menjadi pucat dan keringat dingin mengucur diwajah mereka.
"T-Tidak mungkin! wanita itu bisa mengendalikan waktu?!!" kata penatua tersebut dengan takut dan gemetaran.
"Putriku! apa yang kau lakukan disini?!!" tanya Qian Lou dengan marah.
"Ayah! ibu! aku akan menyelamatkan kalian!" Ucap gadis tersebut yang tidak lain adalah Qian Ziwei.
"Bodoh! kau harusnya tidak datang kemari! orang-orang keluarga Qian sedang mencarimu!" Ucap Lou Nian dengan takut.
"Tidak apa-apa, aku telah mendapatkan bantuan." Qian Ziwei segera melepaskan mereka dari kurungan tersebut.
Disisi lain wanita cantik itu segera mengerakan jarinya yang diselimuti oleh cahaya emas terang, dan ketika dia menunjukkan kearah penatua dan penjaganya.
"ROARRR!!!"
Raungan naga yang sangat keras dan diikuti oleh cahaya emas yang terang, segera menyerang mereka dengan cepat.
"AGRHHHH!!!"
Ketika cahaya emas tersebut menyentuh mereka, rasa sakit yang mengerikan segera menyebar ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu tubuh mereka terbakar oleh panas yang mengerikan, sampai menjadi abu.
"Andaikan saja aku memiliki kemampuan yang mirip dengan api hitam Hao Chen, aku pasti akan membuat kalian merasakan arti dari memohon untuk mati." Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Su Yao.
Lalu energi aneh yang membekukan ruang waktu disekitar segera menghilang, dan dia segera berbalik melihat Qian Ziwei yang sedang menangis sembari memeluk kedua orangtuanya.
Seketika jejak rasa iri muncul dimatanya yang indah, dan Su Yao segera menggenggam tangannya dengan erat.
Tapi secara tiba-tiba dia merasakan pelukan hangat dibelakangnya, dan tanpa sadar dia tersenyum dan menikmati perasaan tersebut.
__ADS_1
Orang yang memeluknya tersebut tidak lain adalah kekasihnya Hao Chen, ketika dia kemari untuk menyelamatkan kedua orangtua Qian Ziwei. Hao Chen membiarkan Su Yao bertindak, sebab dia merasakan bertapa marahnya Su Yao.
"Jika kaisar Mo adalah ayah angkatnya Su Yao, lalu siapa ayah kandungnya?" Hao Chen bertanya-tanya dengan ekspresi dingin.