The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 271. Setitik cahaya


__ADS_3

Hao Chen segera berdiri dengan tubuh yang dipenuhi oleh luka lebam akibat pukulan dari sisi gelapnya, dia hanya diam dan tidak melakukan apapun selain menerima segala pukulan yang dilancarkan.


Melihat Hao Chen terus diam, mata sisi gelapnya segera memerah dan dipenuhi oleh rasa benci yang dalam.


"Swoss!!"


Dia segera maju dengan kekuatan penuh, diikuti oleh petir ungu berserta api sembilan warna, energi kehancuran dan suhu yang panas membuat area sekitar menjadi hancur.


"Kenapa kau hanya diam saja?!" sisi gelap Hao Chen segera memberikan pukulan padanya.


"BOOM!!!"


Ledakan menakutkan segera terdengar, pilar-pilar yang terlihat sangat kuat juga hancur, seluruh tempat tersebut menjadi rusak.


Tapi mata sisi gelap Hao Chen melebar melihat Hao Chen menahan serangannya hanya dengan satu tangan. Lalu Hao Chen segera meraih tangannya dan melempar sisi gelapnya menjauh, tidak hanya itu ia juga memberikan beberapa serang yang cukup fatal pada sisi gelapnya.


"Kenapa...Kenapa...Kenapa? apa ini jawabannya?" tanya sisi gelapnya dengan suara pelan.


Hao Chen segera berkata, "Aku tidak pernah memperdulikan apa itu sisi gelapku, sebab aku hanya tau kegelapan yang menutupi perasaan dan hatiku memiliki makna yang jauh lebih dalam."


"Apanya dengan 'memiliki makna yang jauh lebih dalam' ?!" sisi gelap Hao Chen segera menyerang dengan kekuatan penuh, energi es dan api segera berkumpul.


Kemudian dia segera menyatukan dua energi tersebut, dan mengirimkannya kepada Hao Chen. Tapi Hao Chen tidak diam, dia juga melakukan hal yang sama, tapi entah mengapa kontrol Hao Chen untuk Kekuatannya jauh lebih baik.


"Woss....BOOOM!!!"

__ADS_1


Tempat tersebut segera bergerak dengan hebat, seluruh pilar-pilar yang menopang langit-langit tempat tersebut runtuh. Reruntuhan tersebut segera menimpan mereka berdua, tempat yang sebelumnya tertutup kini terbuka lebar, dan memperlihatkan hamparan rumput yang luas.


"BOOOM!!!"


Dua buah ledakan segera terdengar yang juga menyebabkan reruntuhan tersebut tersapu. Lalu dua sosok yang sangat mirip, dengan hanya warna matanya saja yang berbeda.


"Kau...apakah kau benar-benar ingin lari dari kenyataan?!" tanya sisi gelapnya dengan marah.


"Tidak...aku tidak pernah lari dari kenyataan, tapi aku akan menghancurkan kenyataan tersebut!" jawab Hao Chen dengan penuh tekad.


"Kau lagi-lagi bertindak seperti seorang pahlawan! apa yang membuatmu sampai seperti ini?! apa alasannya?!" tanya sisi gelapnya.


"Kau tau...jika akulah yang bisa memahami perasaan mu dengan baik, bahkan aku sendiri jauh lebih tau tentang dirimu, dari pada orangtuamu sendiri. Tapi kenapa?! kenapa?! kau bisa seperti ini aku tidak paham!" mata sisi gelap Hao Chen segera berkaca-kaca dengan air mata yang bercucuran.


"Kau adalah sisi gelapku, tapi kau tidak tau apa alasannya sampai aku benar-benar bertindak seperti ini. Bukannya kau bilang kau adalah wujud asliku?" Hao Chen segera balik bertanya.


Tapi Hao Chen hanya diam, tidak ada sebuah perlawanan sama sekali, bahkan dia sendiri telah menutup matanya.


"Tringg!!" Hao Chen segera menepis serang pedang sisi gelapnya dengan mudah. Tapi tindakan berikutnya segera membuat sisi gelapnya tertegu, sebab Hao Chen kini sedang memeluknya.


"Aku tau...Aku tau apa maksud dari perkataan mu. Tapi seperti yang kau katakan, aku benar-benar berbeda dengan yang dulu..."


"...Sebab itu hanyalah kehidupan sebelumnya, kini aku terlahir kembali didunia yang baru dan aku memiliki tujuan serta kehidupan yang berbeda. Aku tidak berusaha menghapus ingatan kehidupan sebelumnya, tapi aku hanya menanamkan dalam-dalam dihatiku. Sebab dengan adanya ingatan pahit dikehidupan sebelumnya, membuatku terdorong untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik."


Segera sisi gelapnya melepaskan pedangnya, dan Hao Chen segera memeluknya lebih lembut.

__ADS_1


"Aku memiliki keluarga yang baru, teman yang baru, dan beberapa orang yang menyayangiku dengan tulus. Kita adalah satu, tapi kau masih menganggap bahwa dirimu masih berasal dari kehidupan sebelumnya, aku telah lama menganggap jika itu hanyalah masa lalu, dan karena itulah aku terus maju. Apakah kau tidak merasakan kehangatan yang kita rasakan sekarang? ayah, ibu, dan teman-teman." Hao Chen berkata dengan suara lembut.


Angin berhembus lembut menyapu dua sosok yang sama persis saling berpelukan, mata sisi gelap Hao Chen kini semakin berkaca-kaca, air mata mengalir deras dari matanya.


"Tapi kenapa? kenapa kau berusaha mati-matian? kenapa?" tanya sisi gelapnya dengan suara serak.


Hao Chen segera menjawab, "Tentu saja itu demi mereka yang membuatku merasakan kehangatan dan cintai yang sangat tulus, sekejam-kejamnya diriku. Aku juga bisa merasakan sepi, sakit, dan hancur."


"Kau tau? jika aku bisa berkata dengan jujur bahwa kau jauh lebih dekat padaku dari pada siapapun, bahkan ayah dan ibuku sendiri tidak sedekat dirimu. Kau terus ada dari kehidupan sebelumnya sampai kehidupan yang sekarang. Kau bukanlah iblis hati yang dikatakan oleh orang-orang, kau bukalah kegelapan yang akan membutakanku. Kau adalah teman sejati yang tidak dapat tergantikan, kau adalah kegelapan malam yang selalu menemaniku." Ucap Hao Chen yang segera mengingat segala kenangannya.


Mendengar kata-kata Hao Chen, sisi gelapnya segera mengeluarkan air mata, tidak ada suara tangis, hanya sebuah kedamaian jiwa yang tenang. Tidak ada kebencian dihati sisi gelap Hao Chen, dia bahkan membalas pelukan Hao Chen dengan tulus.


"Memang benar seluruh perasaan, hatiku, pikiranku telah menjadi gelap gulita. Tapi kini aku berhasil menemukan setitik cahaya yang menjadi bintang kecil dilangit malam, mereka ayah dan ibuku, serta teman-teman yang aku miliki, terutama dirinya. Merekalah menjadi penerang kegelapan dihatiku, maka dari itu aku berusaha keras untuk melindungi mereka, kau sekarang bukanlah kegelapan yang membuatku buta, tapi sekarang kau adalah malam hari yang dihias oleh beberapa cahaya bintang kecil..."


"...Aku menikmati kehangatan, sebab aku pernah kedinginan. Aku menghargai cahaya, karena pernah berada di kegelapan. Sekarang aku sudah merasa bahagia, sebab aku juga pernah merasakan kesedihan." Ucap Hao Chen dengan suara tulus.


Sisi gelap Hao Chen kini bersinar dengan cahaya dua belas warna yang indah, dia terus menangis dengan keras, kebencian dihatinya segera hilang, hanya meninggalkan rasa terimakasih yang tulus darinya.


"Terimakasih! Terimakasih! kau telah menerima keberadaan ku! aku benar-benar berterimakasih padamu!!!" sisi gelap Hao Chen segera berseru dengan keras.


Dia segera menjadi seberkas cahaya yang indah, dan cahaya tersebut segera menyatu dengan Hao Chen. Perasaan yang sangat damai dan tenang segera menyelimutinya, dia tidak tau apa yang didapatkan olehnya ketika sisi gelapnya menyatu dengannya.


Tidak kerugian atau hal yang berbahaya setelahnya, hanya Hao Chen merasa sangat tenang dan bahagia, seperti beban yang sangat berat telah menghilang.


Kemudian langit yang sangat gelap segera dihiasi oleh bintang-bintang kecil yang bersinar terang, tanpa disadari Hao Chen saat ini sedang berteduh disebuah pohon yang terlihat sangat indah, pohon tersebut seperti sedang melindunginya dari kedinginan, ia memberikan rasa hangat pada Hao Chen agar tidak kedinginan.

__ADS_1


"Aku tidak lagi diselimuti oleh kegelapan, kini hatiku menjadi kegelapan malam yang dihiasi oleh bintang-bintang kecil." Ucap Hao Chen sambil menatap langit malam yang diisi oleh lautan bintang yang indah.


__ADS_2