The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 144. Bangun!


__ADS_3

Walaupun Hao Chen berusaha untuk lari, tapi kenangan serta ingatan masa lalunya terus menghantuinya dan terus-menerus menyakitinya menyakiti hatinya.


Ditambah dengan ingatan dua dunia membuat rasa sakit yang dirasakan didalam hati Hao Chen semakin parah, bahkan Hao Chen sendiri tidak mampu berjalan lagi dan segera tersungkur lalu jatuh.


Ingatan yang dipaksa untuk keluar dan suara yang tidak ingin didengar terus terngiang-ngiang dikepalanya.


"Hentikan!" ucap Hao Chen yang mulai kesulitan.


Karena dia tidak dapat melakukan apapun, Hao Chen hanya dapat menerima semua itu walaupun dia tidak mau.


Disaat yang sama ada ingatan samar dimana Hao Chen melihat kasih sayang orangtuanya, teman yang telah dia miliki dan pertarungan yang membuatnya tumbuh.


Walaupun hanya sedikit samar, secara perlahan namun pasti Hao Chen pun sanggup untuk berdiri lagi dengan kondisi gemetaran.


Kemudian Hao Chen segera berteriak keras "Aku bisa melawannya...!"


Kemudian cahaya Sembilan warna yang ada ditubuh mulai bersinar terang dan Inti emas yang merupakan warisan misterius mulai bergejolak dengan kuat.


"Kesalahan masa lalu hanya sebuah pelajaran untuk kebijaksanaan dan kesuksesan masa depan, aku tidak akan pernah terkekang dalam masa lalu!" teriak keras dari Hao Chen, segera membuat gelombang energi lepas dan segera melontarkan aura kuat.


"Menyingkir dariku!" ucap Hao Chen yang segera menghapus segala bentuk ilusi yang berada didepan matanya.


"Masa lalu tidak menggambarkan diriku, tidak akan menghancurkan ku, tidak akan menghentikan ku, juga tidak akan pernah bisa mengalahka ku...! karena yang perlu diketahui adalah kesalahan masa lalu ku hanya akan menguatkan diriku!" sambung Hao Chen dengan keras.


Setelah mengucapkan kata-katanya, cahaya Sembilan warna dan Inti emas yang berada didalam tubuh segera melepaskan sesuatu yang kuat, serta menyebarkan kekuatannya ketubuh Hao Chen.


Disisi lain Xu Li dan Lao Zu segera kaget melihat Hao Chen dapat dengan mudah menghancurkan ilusi kuat yang diluncurkan, bukan hanya itu berubah aneh segera muncul pada Hao Chen.


"Dia bisa sadar secepat ini?" tanya Xu Li yang segera kaget.


"Ternyata dia benar-benar berbeda dari yang lainnya, bahkan dia berhasil melawan kehendak masa lalunya diumur seperti ini!" sambung Lao Zu dengan kagum.


Lalu dengan nafas terengah-engah Hao Chen segera menahan dirinya agar tidak jatuh, walaupun wajahnya nampak pucat akibat ilusi tadi.


Namun hal yang berbeda terjadi pada Su Yao yang dimana saat ini dia sedang menangis dan tergeletak dibawah.


"Pergi! menjauh dariku! kumohon jangan sakiti ibuku! dasar pria brengs*k!" kata-kata aneh segera keluar dari mulut Su Yao yang dimana dapat dipastikan jika ilusi yang dihadapi olehnya sangat kuat.

__ADS_1


Namun tidak lama setelah itu darah segera mengalir dari mata dan mulutnya, dimana hal tersebut menandakan jika Su Yao hampir tidak sanggup mengatasinya.


"Gawat aku harus menghentikannya!" setelah melihat kondisi Su Yao memburuk, Xu Li segera ingin bertindak namun segera dihentikan oleh Lao Zu.


"Jangan coba kau perhatikan baik-baik." Ucap Lao Zu yang segera menunjuk kearah Hao Chen.


Dimana saat ini Hao Chen sedang berjalan menuju kearah Su Yao yang sepertinya sangat kesakitan, walaupun Hao Chen nampak pucat dia tetap saja bersikeras untuk mendatangi Su Yao.


"Apa yang akan dia lakukan?" tanya Xu Li yang masih khawatir dengan kondisi Su Yao.


Lalu secara tiba-tiba Hao Chen segera meraih Su Yao yang sedang kesakitan, kemudian dia segera meletakan dahinya ke dahinya Su Yao.


"Sadarlah...!" ucap Hao Chen dengan keras.


Namun secara mendadak cahaya Sembilan warna yang ada ditubuh Hao Chen segera bersinar, dimana sinar tersebut juga menyelimuti tubuh Su Yao.


Kemudian entah mengapa Hao Chen segera memasuk sebuah ruangan yang berantakan, dimana setelah itu dia mendengar suara teriakan keras.


"Jangan kau apa-apakan putirku!" ucap salah satu wanita yang sedang dilumpuhkan oleh beberapa orang.


"Su Yao lari dan menyingkirkan dari situ!" sambil menangis keras wanita itu berusaha untuk bangkit dan segera melawan.


Lalu secara mendadak keluar cahaya merah darah dari tubuh wanita itu, dimana setelah mengeluarkan cahaya tersebut orang-orang yang menahannya segera terbunuh.


Kemudian wanita itu segera menyelamatkan Su Yao yang masih kecil, namun bukannya berlanjut tapi waktu segera diulangi kembali.


Hao Chen yang melihat kejadian tersebut hanya bisa kaget dan sedih melihatnya, lalu seakan mengerti perasaan Su Yao dua segera mengambil tindakan.


Dimana Hao Chen dengan erat segera memeluknya dan mulai berkata "Sadarlah yang kau lihat hanyalah masa lalu saja!"


Sementara itu didalam kesadaran pikiran Su Yao, dia segera kaget mendengar suara yang sedikit familiar baginya.


Lalu Hao Chen segera melanjutkan perkataannya, " Su Yao! masa lalu hanya dapat menyentuh dirimu tapi bukan berarti kau harus melihat kebelakang, Su Yao segera lawan!"


Suara keras Hao Chen semakin terdengar didalam pikiran Su Yao, dimana secara perlahan namun pasti dia mulai bisa melawan.


"Su Yao untuk melawan lalu, kau harus yakin dan percaya jika kau telah melampaui serta dapat mengalahkannya!" sambung Hao Chen lagi.

__ADS_1


Sementara itu secara perlahan namun pasti Su Yao mulai bangkit dan segera melawan, walaupun begitu dia masih saja sulit melawan masa lalu kelamnya.


Sampai suara Hao Chen segera terdengar jelas dipikirkannya, bahkan Su Yao juga dapat merasakan rasa sakit dari masa lalu yang dialami oleh Hao Chen.


"Jika kau tidak dapat melawannya sendiri, maka izin aku untuk menemanimu selamanya dalam melawannya!" ucap Hao Chen dengan keras dan dengan suara tulus.


Darah yang mengalir mulut serta ujung mata Su Yao perlahan menghilang, dimana hal tersebut segera digantikan dengan air mata yang menunjukkan bahwa dia bahagia.


"Kau tidak perlu takut lagi! aku ada disini tempat disini mu dan tidak akan pernah meninggalkan dirimu!" ucap Hao Chen dengan suara tulus, dimana dia segera mempererat pelukannya pada Su Yao.


Disaat kata-kata tersebut keluar perasaan lega dan nyaman mulai mengalir dipikirkan dan tubuh Su Yao, secara bersamaan dia pun segera lepas dan berhasil menghancurkan ilusi yang ada dipikirannya.


Lalu cahaya Sembilan warna yang berbeda ditubuh Hao Chen perlahan berubah menjadi sinar dua belas warna indah, dimana cahaya tersebut segera menyatu dengan cahaya emas milik Su Yao.


Namun hal tersebut hanya sebentar saja, dimana saat itu baik Hao Chen maupun Su Yao segera tak sadarkan diri dan segera ambruk.


Tapi hal tersebut segera dicegah oleh Lao Zu yang segera mengambil tindakan cepat.


"Sepertinya telah selesai!" ucap Lao Zu nafas lega.


"Ya telah selesai dengan sangat-sangat baik!" sambung Xu Li dengan wajah bahagia.


"Tidak aku sangat terkejut akan terjadi hal seperti ini, tapi menurutmu mereka akan ingat dengan kejadian ini?" tanya Lao Zu.


"Kemungkinan besar tidak, tapi apa yang dikatakan oleh Hao Chen tadi mungkin akan sangat membekas dihati Su Yao bahkan tidak akan terlupakan." Jawab Xu Li dengan senyum puas.


"Yah...pada akhirnya dia menemukan sosok yang dapat menemaninya dengan tulus, walaupun tidak langsung terhubung namun perasaan mereka tidak akan pernah salah. Mungkin akan ada cerita menyenangkan diantara mereka berdua." Sambung Xu Li yang segera mendekati mereka.


"Kau benar sekali!" balas Lao Zu yang segera melihat Hao Chen yang terbaring tak berdaya, dikuti oleh Su Yao yang masih merangkul leher Hao Chen layaknya seseorang yang memerlukan kehangatan.


Lalu secara tiba-tiba ada benang merah yang segera muncul dijari Hao Chen dan Su Yao, dimana kedua benang itu seperti terhubung serta tidak akan pernah putus.


Melihat hal itu baik Lao Zu maupun Xu Li segera tersenyum puas, karena mereka berdua tau makna munculnya dari benang tersebut.


"Masa muda memang yang terbaik!" ucap Lao Zu dengan senyum puas.


*Note: saya bakal melakukan tim skip dari chapter ini oke!

__ADS_1


__ADS_2