
Setelah acara pelelangan Hao Chen mulai melakukan persiapan untuk ujian kenaikan kelas, namun baginya ujian ini tergolong mudah-mudah saja.
Tapi karena takut akan adanya kejadian tidak terduga Hao Chen lebih memilih untuk bersiap-siap, walaupun waktunya masih lama.
Tapi Hao Chen sangat berharap agar dia cepat naik kelas paling tidak dia harus berada dikelas tiga atau empat agar dia dapat mulai menjalankan misi, karena Hao Chen benar-benar sangat bosan dengan kehidupan diakademi.
Bahkan pemahaman akan kekuatannya sangatlah rendah, hanya melalui pertarungan saja seseorang akan dapat memahami kekuatannya sendiri.
Bahkan dia sendiri juga merasa bahwa dia harus bertambah kuat, karena dia sendiri tidak tau kapan kedua orangtuanya akan aman.
..............
Kemudian setelah beberapa hari serta bulan ujian untuk kenaikan kelas akan segera dimulai untuk kelas satu, ketegangan dan rasa takut mulai terasa didalam kelas tidak terkecuali semua kelas dari setiap kelas satu.
Bagaimana tidak? jika mereka gagal dalam ujian, mereka yang gagal akan dikeluarkan dari akademi.
Walaupun kehidupan didalam akademi tergolong tenang-tenang saja, namun akademi ini selalu saja bisa memberikan sebuah kejutan yang dapat membuat muridnya menjadi tidak berdaya.
Seperti yang akan dihadapi oleh murid-murid kelas satu, namun Hao Chen merupakan satu-satunya yang tenang.
Karena dia mempercayai jika yang dinilai adalah kemampuan individu bukannya kelompok apa lagi kelas, maka dari itu Hao Chen bisa tenang.
Disaat yang sama ketegangan semakin kuat ketika Yiyi sudah datang masuk kekelas, Tapi Yiyi segera menunjuk senyum yang membuat suasana malah semakin menegang.
"Baiklah aku ucapkan selamat karena telah bertahan sampai sejauh ini, tapi aku segera peringatkan karena diujian kenaikan kelas jika kalian gagal maka akan segera dikeluarkan!" ucap Yiyi dengan keras.
__ADS_1
Tidak seperti biasa dimana akan ada yang bertanya ataupun akan ribut, tapi seisi kelas menjadi sunyi tak berkutik seakan mereka langsung paham dengan maksud dari perkataan guru mereka.
"Baiklah! aku akan memberi tahu jika jenis ujian yang akan Kalian lakukan adalah melakukan pertarungan dengan senior kalian!" ucap Yiyi dengan suara keras.
Sontak perkataan dari Yiyi membuat seisi kelas menjadi panik dan menjadi khawatir karena perkataan Yiyi tadi.
"Tapi kalian tidak perlu khawatir karena kalian akan membentuk tim dengan jumlah dua orang!" sambung Yiyi dengan senyum tipis.
Tanpa menunggu respon dari para murid, Yiyi segera berkata "Baiklah tanpa banyak basa-basi lagi, aku akan menentukan timnya dengan menggunakan sebuah stick kecil, dimana stick ini akan membentuk sebuah benang yang akan terhubung dengan stick lainnya. Jika kedua stick saling terhubung maka kalian akan dinyatakan sebagai tim, lalu kalian tidak boleh protes dengan pembagian tim!"
Kemudian Yiyi segera membagikan setiap stick pada semua murid, mereka pun menerimanya dengan perasaan tegang.
"Segera alirkan kekuatan kalian kedalam stick tersebut!" perintah Yiyi dengan keras.
Lalu setiap murid mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh Yiyi, kemudian setiap stick dari para murid mulai membentuk sehelai benang dan mulai terhubung.
Seperti yang diketahui baik itu Hao Chen maupun Su Yao mereka berdua memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, tapi yang menjadi pertanyaan menggapa mereka bisa tau tim.
Ditambah benang yang menghubungkan mereka berdua adalah berwarna merah cerah dan berkilau, dimana hal tersebut membuat Su Yao menjadi semakin memerah karena dia tau arti dari benang merah yang saling terhubung.
Kemudian perasaan senang dan kecewa juga segera terasa, karena ada murid yang senang karena mendapat rekan yang kuat dan ada juga yang kecewa sebab rekannya lemah atau hanya akan menjadi beban.
"Baiklah aku tidak perlu banyak bicara lagi, maka akan aku tinggalkan kalian semua dan aku peringatkan lagi lakukan yang terbaik untuk ujian kalian!" ucap Yiyi yang segera meninggalkan kelas.
Disaat kepergian Yiyi, semua murid segera bubar dan mulai mempersiapkan diri.
__ADS_1
Tapi Hao Chen dan Su Yao menjadi canggung karena mereka berdua berada didalam satu tim, walaupun Hao Chen tidak tau arti benang merah ini tapi melihat reaksi Su Yao dia mendapati jika ada maksud yang memalukan dari hal ini.
"M-Mohon kerjasamanya!" ucap Hao Chen yang segera berbicara.
"Ya! mohon kerjasamanya juga, kuharap kita dapat lulus dari ujian ini!" balas Su Yao dengan wajah memerah.
Lalu suasana canggung terjadi lagi, dengan perasaan malu mereka segera berdiri dan ingin pergi.
"Aku akan keasrama, kau mau kemana?" tanya Hao Chen dengan suasana canggung yang mulai mereda.
"Aku juga akan keasrama, karena aku tidak berlatih karena guruku mengatakan jika aku tidak perlu latihan karena aku akan melakukan ujian." Jawab Su Yao dengan santai, lalu mulai melangkah.
"Begitukah...sepertinya, seluruh akademi akan mengalami ketegangan yang luar biasa." Ucap Hao Chen yang sedang berjalan bersama Su Yao.
"Sepertinya memang begitu karena ujian ini akan sangat berat dengan resiko akan dikeluarkan, oh ya apakah kau sudah tau inti dari ujian ini?" tanya Su Yao dengan penasaran.
"Yakinlah pada rekan satu timmu dan jangan pernah menyerah, itu saja tidak ada yang lainnya." Jawab Hao Chen yang sedang tersenyum sendiri.
"Hanya begitu saja?" tanya Su Yao lagi.
"Tentu saja! bagiku dari pada bertarung dengan sesama manusia, aku lebih suka bertarung dengan Hewan jiwa." Jawab Hao Chen yang segera segera mengingat jumlah pertarungan yang telah dia alami.
"Kenapa begitu! apakah kau tidak menganggap bahwa manusia itu layak, bukannya karena kepintaran dari manusia yang membuat Hewan jiwa dan ras lainnya kalah?" tanya Su Yao yang masih penasaran.
"Tentu saja itu benar, tapi jika ingin merasakan sensasi bertarung yang sesungguhnya maka Hewan jiwa merupakan pilihan terbaik, karena mereka hanya mengandalkan kekuatan mereka sendiri dan aku suka dengan konsep mereka."
__ADS_1
"Coba kau pikirkan baik-baik, walaupun teknologi sudah sangat berkembang apakah teknologi sanggup menyaingi kultivator keabadian? tentu saja tidak, juga setiap ras yang ada dialam semesta ini kuat-kuat bahkan dapat menghancurkan sebuah planet, kau pikir teknologi sanggup menandingi mereka." Jawab Hao Chen dengan semangat.
Sementara itu Su Yao hanya diam dan setuju dengan pemikiran dari Hao Chen, karena dia juga ingin menjadi kuat untuk melindungi orang-orang yang penting baginya.