
Setelah Hao chen menjadi Master alat roh dan berhasil menerobos ketahap Soul King, walaupun peningkatan Hao chen sangat cepat.
Hao chen lebih memilih untuk memperlambat peningkatannya, karena banyak hal baru yang didapatkan ketika Hao chen masuk kedalam akademi langit cerah.
Mulai dari dia harus terbiasa dengan pembauran antara kultivasi dan alat roh, walaupun tidak terlalu sulit.
Juga Hao chen memiliki alasan kenapa dia ingin menjadi mastet alat roh, yaitu dia ingin memiliki lebih banyak kartu andalan lebih banyak agar dapat bertahan didunia kultivasi.
Karena perbedaan teknologi buat manusia biasa dengan buatan Kultivator sangat berbeda, yang paling mencoloknya adalah ukiran sihir yang selalu ada dalam pembuatan alat roh, maka dari itu alat roh buatan kultivator bisa juga disebut artefak buatan.
Bahkan ada seorang Master alat roh peringkat 12 yang berhasil membuat alat roh yang dapat menyaingi artefak super, serta bisa setara dengan artefak ilahi.
Karena itulah Hao chen sangat tertarik dengan yang namanya Master alat roh, bahkan ada banyak desain gila yang ada dipikiran Hao chen seperti motor kamen raider.
Sebagai seorang no life dikehidupan sebelumnua, Hao chen banyak sekali pengetahuan baik ilmiah maupun fiksi jadi dia akan sangat mudah membuat alat roh.
.....
Lalu didalam asrama nomor 333, Hao chen yang saat ini sedang bermeditasi dikasurnya mulai membuka matanya.
Ketika dia membuka matanya, Hao chen segera melihat sosok cantik tepat berada didepannya yang masih bermeditasi.
Dengan wajah memerah Hao chen langsung pergi untuk mandi.
"Hah...sudah sebulan aku berada diakademi dan perkembanganku sangat cepat sekarang, tapi kenapa Su yao selalu saja meditasi didekatku?" tanya Hao chen dengan bingung.
Waktu Hao chen dinobatkan sebagai Master alat roh peringkat 6, perasaan aneh selalu dirasakan oleh Hao chen ketika dia bersama Su yao.
Bahkan Hao chen mulai terbiasa dengan Su yao yang terus berada didekatnya, hal ini membuat Hao chen bingung tak karuan dan yang paling mengejutkannya lagi, ada perasaan yang sangat bersemangat dihatinya ketika Su yao berada didekatnya.
"Aneh...benar-benar sangat aneh!" ucap Hao chen yang segera mengakhiri sesi mandi paginya.
Lalu Hao chen dengan cepat segera bersiap, mulai dari membuat makan dan yang lainnya.
"Hari ini seluruh murid baru akan diberikan poin, tapi akankah semuanya?" Hao chen hanya tersenyum kecut membanyakan apa yang akan terjadi dikelas.
Kegiatan pagi hari Hao chen tergolong normal, mulai dari mandi, makan, lari pagi, membantu kakek kebun dan masuk kelas setelah itu dia tinggal latihan.
Waktu terus dimanfaatkan oleh Hao chen dengan sangat efesien dan tidak terlalu memikirkan hal yang tak berguna.
__ADS_1
Setelah Hao chen sarapan pagi, dia dengan cepat melanjutkan aktifitasnya sampai masuk kelas.
Walaupun hanya sebentar Hao chen selalu mendapatkan banyak manfaat, terutama bimbingan dari kakek kebun yang mengajarinya cara bertarung dan lainnya yanf merupakan manfaat yang sangat besar.
Lalu seperti biasa ketika dia datang kekelas dia selalu menjadi yang pertama datang yang selalu dilanjutkan dengan melamun.
Disaat kelas mulai ramai tawa bahagia dan perasaan bersemangat terdengar dari setiap murid yang datang.
Walaupun mereka tidak tau bahwa akan ada yang mengejutkan mereka nantinya.
"Hah...hari ini akan menjadi sangat indah, bahkan ini akan menjadi pelajaran untuk Zhou yuan dan yang lain." Ucap Hao chen dalam batinnya.
"Tapi yang bikin aku penasaran...apakah Su yao tau tentang hal ini?" tanya Hao chen dengan rasa penasarannya.
Lalu dia dengan gugup melirik Su yao yang ada disampingnya yang sedang berbicara dengan Qi zijing.
"Huf...kenapa aku malah mengkhwatirkannya? sudahlah lah!" dengan perasaan aneh Hao chen segera kembali kelamunannya.
Lalu ketika Yiyi datang banyak para murid segera bersemangat menunggu dia berbicara.
Walaupun begitu seperti biasa Yiyi selalu langsung memulai pelajaran tanpa banya berbicara, bahkan ketika keributan dikelas dan acuhnya para murid.
Benar. Hanya Hao chen dan Su yaolah yang selalu aktif dan sopan kepada setiap guru yang ada diseluruh akademi, bahkan sering membantu banyak pada setiap instansi yang ada diseluruh akademi.
Bahkan sampai membuat para guru dan senior bingung dengan sifat mereka, walaupun Hao chen sempat mengatakan bahwa 'hanya Hao chen dan Su yao saja yang akan berkemunkinan mendapatkan poin, bahkan lebi.'
Walaupun begitu Hao chen tetap diam dan tak banyak bicara.
...
Lalu ketika pelajaran telah selesai, banyak para murid sedang menunggu Yiyi angkat bicara.
"Baiklah karena ini adalah awal bulan dan merupakan satu bulan setelah kalian masuk akademi, akademi telah memberikan kalian poin untuk jatah bulan ini!" ucap Yiyi dengan ekspresi kejam.
"HORE...!" teriakan penuh semangat segera terdengar dari kelas, bahkan dua kelas lainnya juga terdengar.
Tapi rasa gembira mereka segera hilang, ketika mereka melirik layar hologram dari gelang khusus akademi mereka masing-masing.
Setelah beberapa waktu secara tiba-tiba salah murid dikelas segera bertanya dengan suram "Permisi guru bolehkah...kami tahu kenapa poin kami tidak bertambah, bahkan jumlahnya masih sama."
__ADS_1
"Iya...guru! kenapa poin kami tidak bertambah!"
"Benar!"
Gelombang protes segera terdengar didalam kelas, tapi...
"Hahaha...kalian benar-benar bodoh!" ucap Yiyi dengan tawa keras.
Sontak para murid menjadi kaku, setelah mendengarkan penjelasan Yiyi.
Lalu Yiyi segera memunculkan layar hologram yang berisi angka-angka yang semuanya mencapai lebih dari seratus.
"Kalian tau apa ini?" tanya Yiyi dengan senyum kejam.
"Itukan..." sontak semua murid terkecuali Hao chen dan Su yao, semuanya terkejut serta diam.
"Benar! ini adalah jumlah pelangaran yang telah diperbuat oleh setiap murid yang ada dikelas ini." Ucap Yiyi dengan perasaan kecewa.
"Ketidak sopanan terhadap guru, ribut dikelas, tidur disaat pembelajaran, tidak pernah absen dan pelanggaran lainnya!"
"Bahkan jumlah pelanggar ini adalah yang terburuk dalam sejarah akademi langit cerah, tapi aku bersyukur kelas ini bukanlah yang terbanyak yang melakukan pelanggar."
"Akademi ini memang menjunjung tinggi kebebasan muridnya, tapi kami sebagai guru tidak ingin muridnya bersifat tak bermoral sebagai kultivator. Kalian sangat lemah dibandingkan para kultivator yang telah menembus bintang dan sudah menjelajah alam semesta, jika kalian bersifat arogan dan seberono dihadapan mereka yang sangat kuat maka kalian akan berakhir mati!"
"Maka dari itu kami benar-benar memberikan pelajaran yang baik untuk kalian dam itu hanya akan memakan waktu pagi saja."
"Kalian berfikir bahwa akademi akan semudah itu memberikan poin? terutama murid yang seperti kalian yang sangat arogan dan sombong, kalian terlalu banyak berharap!" ucap Yiyi dengan tatapan kejam.
"Baiklah sekian dariku!" sambung Yiyi yang segera pergi dari kelas.
Walaupun mereka diam, tapi hal tersebut hanya terjadi sesaat yang pada akhirnya keributan segera terjadi.
"Tidak...! bagaimana aku hidup!"
"Gawat poinku sangat sedikit."
"Bagaimana aku bisa makan dan mandi jika semuannya perlu poin?!"
Seisi kelas menjadi ribut dan dipenuhi terikan penuh penyesalan, hal ini ditambah cuaca mendung yang membuat suasana semaki horor.
__ADS_1