
Kemudian setelah tiga hari berlalu setelah Hao Chen kalah melawan iblis yang dia jumpai, ia melakukan proses pemulihan pada dirinya, sebab setelah pertarungan tersebut luka yang diterima benar-benar sangat kacau.
Namun untuknya Hao Chen masih dapat pergi kedunia kecilnya untuk memulihkan diri dengan cepat, apalagi dengan sumber daya dan energi yang melimpah luka yang dialami oleh Hao Chen pasti akan cepat pulih.
Walaupun setelah kejadian tersebut Hao Chen mendapatkan pukul yang sangat dalam hatinya, sebab bisa dikatakan Hao Chen terlalu percaya diri untuk menang.
Setelah dia melihat kekuatan dari Kaisar Dewa iblis dan Lao Zu, Hao Chen sadar jika dibandingkan dengan mereka ia hanya sebutir debu yang Tek layak untuk diperhatikan oleh mereka.
Selama Hao Chen menjalani hidupnya, dia tidak pernah sama sekali bertemu musuh yang dapat mengalahkannya dan jika itu ada hal tersebut membuat Hao Chen menjadi semakin kuat.
Namun setelah melawan kekuatan kaisar dewa iblis yang hanya menggunakan proyeksi spiritualnya, Hao Chen sadar betapa lemahnya dia.
Akibat hal tersebut Hao Chen semakin giat berlatih dan mengembangkan Kekuatannya, tapi ia malah jadi pendiam dan jarang berbicara bahkan pada teman-temannya.
Disisi lain Hao Chen saat ini sedang menuju ketempat Yiyi untuk melaporkan semua yang dia ketahui, ditengah perjalanan dia segera bergumam sendiri, "Sepertinya sudah saatnya aku menjelaskan semua yang aku ketahui."
Setelah Hao Chen mencapai tempat Yiyi dengan wajah datar dia segera masuk, karena guru Yiyi sudah memintanya untuk mendatanginya.
Namun kali ini cuma ada guru Yiyi saja dan tidak ada orang lain seperti Xiao Qi, Zhang Feng dan Lao Zu, tapi yang membuat Hao Chen aneh adalah ekspresi wajah Yiyi yang terlihat tidak senang.
"Kau sudah sehat?" tanya Yiyi yang segera melepaskan kesadaran spiritualnya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan tersebut Hao Chen kaget karena Yiyi mengetahui masalahnya, dengan gugup dia segera menjawab, "I-Iya aku sudah baikkan."
"Kau tau apa kesalahan mu kali ini?" tanya Yiyi lagi dengan tatapan marah.
"A-Aku...." Hao Chen hanya bisa bisu dan tidak berani angkat bicara.
"Kenapa kau bisa memaksa diri untuk bertarung dengan kaisar dewa iblis? apakah kau tau betapa menakutkannya Kekuatan yang dimiliki oleh setiap kaisar dewa iblis? kenapa kau sampai senekat ini, kau harus bersyukur jika yang kau lawan hanyalah sebuah proyeksi spiritual dari kaisar dewa iblis, jika mereka sampai turun tangan bahkan planet ini tidak akan sanggup menahan satu jentikan jarinya." Ucap Yiyi yang terlihat sangat marah
Layaknya seperti orang anak kecil yang telah melakukan kesalahan Hao Chen hanya diam dan tidak berani bicara, karena semua yang dikatakan oleh Yiyi benar semua.
"Hao Chen kau harus ingat jika ayah dan ibumu terus bersembunyi agar dapat selamat, dimana mereka yakin ketika suatu hari nanti mereka akan bertemu denganmu tanpa adanya gangguan, Apakah kau tidak kepikiran bagaimana jadinya jika mereka tau kalau kau sudah mati?" tanya Yiyi yang segera mendekati Hao Chen.
Sementara itu air mata mulai keluar dari sela-sela matanya, dimana hal tersebut menunjukkan betapa sedihnya Yiyi setelah mengetahui jika Hao Chen melakukan sesuatu yang tidak bisa ia atasi.
Kemudian Hao Chen segera memeluknya dengan erat dan segera berkata, "Maafkan aku bibi Yi, aku minta maaf!"
"Aku hanya marah saja, aku tidak tau kenapa saat aku tau jika mereka adalah penyebab perginya ayah dan ibu, aku hanya bisa marah dan tidak tau harus melakukan apa lagi. Aku benar-benar sangat lelah setelah terpisah dari Ayah dan Ibu selama sepuluh tahun." Ucap Hao Chen yang segera menangis.
Yiyi hanya bisa tertegu mendengar perkataan Hao Chen, justru dia baru sadar jika Hao Chen sebenarnya masih seorang anak kecil ketika ayah dan ibunya secara terpaksa harus meninggalkannya sendirian, bahkan dipikirkannya bagaimana anak yang berusia enam tahun sanggup bertahan tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.
Karena menurutnya Hao Chen sudah memiliki sikap yang sangat dewasa dan bijaksana, namun kali ini dia baru sadar jika masih Hao Chen masih seorang anak kecil.
__ADS_1
Akhirnya Yiyi paham mengapa sikap dan kekuatan yang dimiliki oleh Hao Chen Benar-benar sangat berbeda dari anak seusianya, bahkan ketika Hao Chen menginjak usia enam belas tahun dia sudah dapat bersaing dengan guru akademi luar yang memiliki kekuatan setingkat Quasi God.
Semua yang didapat oleh Hao Chen benar-benar murni berasal dari kerja kerasnya, bahkan Hao Chen Sebenarnya tidak memiliki bakat yang memumpuni bahkan jika ia anak dari orang tua yang berbakat sekalipun, karena orang yang berbakat akan kalah dari orang yang telah berusaha keras.
"Aku tidak menyalakan mu, karena aku tau bagaimana perasaan dihatimu yang memiliki kesedihan mendalam, tapi kau harus bisa menilai bisa atau tidaknya dirimu untuk melaksanakan." Ucap Yiyi yang mulai menenangkan hati Hao Chen.
"Bisakah aku memanggilmu bibi?" tanya Hao Chen dengan suara serak.
"Tentu saja aku mengizinkannya, terlebih lagi aku dan ayahmu memiliki satu nenek yang sama dan secara tidak langsung kami adalah saudara, maka dari kau secara otomatis adalah keponakanku." Jawab Yiyi sambil tersenyum tipis.
Mendengar jawaban tersebut ada perasaan hangat dihatinya, Hao Chen merasakan kehangatan dari keluarga yang telah lama ia tak rasakan, walaupun Yiyi bukan ibunya tapi ia adalah bibinya.
Sementara itu diluar ruangan Lao Zu dan Xiao Qi hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua, bahkan senyum puas muncul diwajahnya.
"Sepertinya aku baru tau jika istrimu itu memiliki nenek yang sama dengan Hao Tian, apakah semua itu benar?" tanya Lao Zu dengan penasaran.
"Hem..itu benar, bahkan saat kami masih belum menikah, Yiyi sudah menceritakan tentang kehidupannya yang merupakan salah satu orang yang berasal dari Klan Guang." Jawab Xiao Qi sambil tersenyum.
"Jadi nama aslinya adalah Guang Yi?" tanya Lao Zu dengan sedikit terkejut.
"Benar sekali!" jawab Xiao Qi sambil mengangguk paham.
__ADS_1
"Jadi ini merupakan salah satu alasan mengapa Hao Tian bisa memiliki kekuatan yang hebat, Klan Guang sebuah klan yang memiliki kekuatan cahaya terkuat bahkan melampaui para malaikat suci sekali pun, klan Guang dan Hao, benar-benar kedua klan yang menakutkan." Batin Lao Zu sambil mengelus janggutnya.
Tapi setelah itu Lao Zu segera mengelengkan kepalanya dan bergumam sendiri dalam hatinya, "Tidak! aku justru menganggap Hao Chen lebih menakutkan dari pada Hao Tian, karena Hao Chen tidak sama sekali mewarisi bakat dari kedua klan tersebut, dan menggunakan kerja keras untuk bisa mencapai Kekuatannya sekarang. Bahkan Hao Chen yang masih berada ditahap Soul Emperor sudah bisa menandingi seorang yang berada diperingkat seratus ranah dewa awal, hal ini selama tercipta Jagat raya hanya Hao Chen satu-satunya yang berhasil melakukannya, bisa dikatakan Hao Chen adalah seekor naga yang sedang tertidur."