
Seperti halnya alam ini dengan dunia nyata sistem siang dan malam tetap ada walaupun hal seperti ini tidak begitu penting ketika penciptaan alam, namun kondisi ini pasti memiliki alasan yang masuk akal kenapa bisa terjadi.
Sebab dari sekian banyak alam yang diciptakan oleh para kultivator tingkat dewa rata-rata mereka tidak terlalu mementingkan waktu siang dan malam, maka dari itu dibeberapa alam ada yang selalu siang dan ada juga yang selalu malam.
Berdasarkan pengamatan dari Hao Chen sendiri, dia menyimpulkan jika waktu siang dan malam ini seperti layaknya sebuah domain yang diciptakan oleh kedua orang kuat.
"Siang melambangkan naga putih dan Malam melambangkan naga hitam, walaupun ini teori asal-asalan tapi hanya ini saja yang dapat aku simpulkan." Ucap Hao Chen yang masih berjalan menuju kesuatu tempat.
Selama perjalanan Hao Chen sempat kagum dengan sistem hukum yang ada dialam ini, sebab semua tersusun rapi dan teratur bahkan Hao Chen saja sedikit kesulitan ketika membangun alamnya dicermin dimensional.
"Semoga saja aku bisa mendapatkan pengalaman yang bagus, terutama tentang cara menciptakan sistem hukum yang hebat ini." Sebuah pujian segera Hao Chen lontarkan ketika merasakan kekuatan hukum alam yang berada ditempat ini.
Waktu demi waktu telah berlalu. Hao Chen dengan penuh kesabaran hanya terus melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi yang ditunjukkan oleh tablet batu yang dia temukan waktu itu.
Sampai saat dia menemukan sebuah pohon yang terlihat seperti akan mati, tapi masih memiliki banyak daun dengan warna hijau tua. Walaupun terlihat seperti akan mati pohon tersebut masih saja mengeluarkan energi kehidupan yang tebal.
"Wow! pohon apa ini?" dengan penuh rasa penasaran Hao Chen mencoba untuk mendekati pohon tersebut.
Namun setelah jaraknya semakin dekat secara tiba-tiba Hao Chen merasa jika ada yang memaksanya untuk mundur, ditambah lagi dengan kekuatan ruang yang tiba-tiba muncul membuat Hao Chen terdorong beberapa meter.
"Apa ini, kenapa ada kekuatan ruang dan dimensi?" Hao Chen pun menjadi bingung ketika dia seperti dipaksa mundur oleh sebuah kekuatan kecil.
"Sepertinya apa yang ada didalam tempat ini sangat lah bagus sampai-sampai diberi sebuah pelindung, tapi halang seperti ini tidak akan berpengaruh padaku!" ucap Hao Chen dengan marah.
Seberkas cahaya perak segera muncul ditubuh Hao Chen, dimana sosok naga dengan sisik perak cerah segera muncul dibelakang Hao Chen.
"Seni ilahi! tebasan penghancur ruang!" dengan gerakan lembut Hao Chen segera mengirim sebuah tebasan pada pohon tersebut.
__ADS_1
"KRAK...!" sebuah retakan segera muncul diudara, walaupun awalnya terlihat kokoh tapi dengan mudahnya suatu kekuatan yang melindungi arena sekitar pohon itu segera hancur dengan mudah.
"Tak aku sangka jika pohon ini dilindungi oleh kekuatan ruang dan dimensi yang lumayan kuat." Seperti tak berbuat apa-apa Hao Chen segera mendekati pohon tersebut.
Dengan penuh ketelitian Hao Chen dengan cermat terus menyelidiki kondisi pohon tersebut, sampai dia menemukan sebuah buah dengan warna coklat tua dengan cahaya perak dan gelap muncul disekitarnya.
"Buah apa itu? dari kelihatannya buah itu mengandung kekuatan Kekosongan yang hebat, sepertinya aku akan coba memetiknya." Ucap Hao Chen dengan penuh semangat.
"Jangan kau Berani-beraninya mengambil buah itu atau kau akan aku bunuh!" sebuah suara yang terdengar tidak senang segera muncul.
Dengan ukuran yang besar sosok tersebut membuat getaran ketika melangkah kan kakinya.
Kemudian sosok gorila yang sangat besar dan memiliki bulu hitam disertai perak cerah muncul ditubuhnya, bukan hanya itu terdapat elemen ruang yang cukup kuat berada disekitarnya.
"Hey manusia menjauh dari buah milikku itu!" ucap gorila itu dengan arogan.
"Oh....Gorila pelahap rupanya, heh memangnya siapa kau yang dengan berani menyuruhku untuk menjauh." Dengan tatapan dingin Hao Chen hanya diam tak bergerak.
"Bodoh sekali, gravitasi 100 kali lipat!" ucap Hao Chen dengan santai.
"Bruk!" gorila tersebut segera berlutut ketika tekanan gravitasi yang kuat segera menekannya ketanah.
"Sial apa yang kau lakukan padaku?" tanya gorila itu dengan marah.
Dengan tatapan dingin Hao Chen segera bertanya, "Kau tidak memiliki hak untuk berbicara, sebaiknya kau menjawab pertanyaanku baik-baik, apa yang kau maksud dengan buah kekosongan?"
"Kau pikir tekanan seperti ini dapat menjatuhkan diriku?" dengan menggunakan kekuatannya gorila itu segera bangkit, walaupun dia juga sudah kesulitan ketika berusaha.
__ADS_1
"Gravitasi 200 kali lipat!" dengan santai Hao Chen segera menambah tekanan gravitasi pada Gorila tersebut.
"Bruk...!" gorila itu segera berlutut kembali dengan suara yang lebih keras.
Lalu dengan perasaan yang Sudah tidak sabar Hao Chen segera berkata, "Akan aku hitung sampai tiga, jika kau tidak segera menjawab pertanyaanku maka aku akan menggunakan cara yang menyakitkan untuk membuatmu berbicara."
"Walaupun aku disiksa dalam neraka pun aku tidak aku takut!" dengan kondisi yang terpojok Gorila itu tetap saja arogan dihadapan Hao Chen.
"Gravitasi 300 kali lipat!"
"Gravitasi 500 kali lipat!"
Gravitasi 700 kali lipat!"
"Gravitasi 1000 kali lipat!"
"KRAK...!" segera tulang-tulang milik Gorila itu segera patah akibat tekanan gravitasi yang kuat.
"Aku hanya akan meningkatkan kekuatan gravitasi sebesar 1000 kali lipat saja, karena aku akan menggunakan caraku sendiri untuk membuatmu membuka mulut." Martial soul pedang Amethyst Hao Chen segera muncul ditangannya.
Lalu dengan santai Hao Chen segera menusuk tangan gorila tersebut, awalnya Gorila tersebut cengengesan tapi....
"Aaaaaaaa....!" petir ungu menakutkan segera merembes kedalam tubuhnya dan mulai mengobrak-abrik bagian dalam tubuhnya.
"KRAK...!" dengan kemampuan mengontrol elemen kristal yang diperoleh dari kekuatan dewa naga bumi, Hao Chen segera menimpa gorila tersebut dengan kristal panas layaknya sedang memaku.
"Aaaaaaaa...! menyakitkan hentikan!" walaupun Gorila itu berusaha untuk membunuh dirinya, tapi Hao Chen terus saja menyiksa gorila tersebut.
__ADS_1
"Sebaiknya kau menjawab pertanyaan dariku, karena semakin cepat kau menjawab maka hal ini akan segera berakhir." Ucap Hao Chen yang dengan sadis terus menyiksa gorila tersebut.
"Baiklah akan aku katakan semua hak tentang buah kekosongan dan hal lainnya yang ada dialam ini." Ucap gorila tersebut yang tidak tahan dengan rasa sakit akibat dari siksaan Hao Chen