
Tidak seperti sebelumnya, Hao Chen kini sedikit ragu untuk melanjutkan cobaan berikutnya. Sebab dia merasa jika ada sesuatu yang mulai hilang dihatinya.
Hao Chen sendiri bingung dengan apa yang terjadi padanya, tapi mau tidak mau. Hao Chen harus melanjutkan perjalanan.
Ketika Hao Chen menginjakan kakinya ke cobaan berikutnya yaitu jalan langit. Dia segera disambut oleh sebuah tangga yang menjulang tinggi keatas langit, bukan hanya itu Hao Chen saat ini tidak mengijinkan daratan, malah dia langsung dikirim menuju anak tangga langsung.
"Inikah jalan langit?" Hao Chen segera mengamati kondisi sekitar, dan berhasil menemukan jika tidak ada hal lain yang ada disekitar, terkecuali langit biru yang indah dan sebuah anak tangga yang menjulang tinggi ke langit.
Angin berhembus kencang dan suasana hening segera menemaninya, Hao Chen tidak langsung bergerak dan lebih berfikir untuk diam sebentar.
"Rasanya ini benar-benar sangat menyakitkan, kesendirian dan kesepian." Hao Chen segera memejamkan matanya sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam.
"Ayo mulai.." dia segera menghilangkan keraguan dihatinya, dan mulai melangkah maju.
Ketika Hao Chen menaiki tangga pertama, dia merasakan tekanan gravitasi yang sangat kuat. Ditambah lagi ada hembusan angin kencang yang berusaha membuatnya jatuh.
"Kali ini aku benar-benar harus berhati-hati." Batin Hao Chen dengan tatapan dingin.
Dengan kekuatan fisiknya Hao Chen tidak terlalu terhambat ketika menaiki anak tangga yang memiliki kekuatan gravitasi yang sangat kuat. Tapi semuanya segera berubah ketika dia menginjakan kakinya ditangga ke-seratus delapan, bukan hanya tekanan gravitasi yang naik, tapi Kekuatan angin semakin berhembus kencang.
"Ugh! kenapa semakin sulit saja?" Hao Chen kini mulai merasakan kesulitan ketika dia semakin jauh menaiki tangga.
Kemudian setelah mencapai anak tangga ke-dua ratus delapan puluh, Hao Chen memasuki sebuah area yang sangat luas, seperti sebuah tempat untuk bertarung.
Ketika dia memasuki area tersebut, semua halang baik itu gravitasi maupun angin hilang seketika.
Tapi mata Hao Chen segera terfokus menatap sebuah patung berwarna emas yang memiliki bentuk yang sangat besar, dan memegang sebuah kapak yang sangat besar.
Ketika Hao Chen masuki area tersebut patung tersebut segera bergerak dan mengayunkan kapaknya kerah Hao Chen, namun karena ia sudah menebaknya dari awal Hao Chen dapat segera menepis serangan tersebut.
"BAM!"
__ADS_1
Sayangnya Hao Chan tidak sempat menghindari pukulan yang diarahkan padanya, sehingga dia harus terpukul mundur.
"Hump! ini belum berakhir." Hao Chen segera melesat kearah patung tersebut dengan cepat.
"Tringg...!" Ketika Hao Chen akan menebas kepalanya, patung tersebut segera menghindar dan menahan pedang Hao Chen.
"Apa?!" segera Hao Chen mundur dan mengamati situasi dengan baik.
Disisi Hao Chen tidak bisa menggunakan kemampuan magis ataupun teknik yang hebat. Disaat ini aku hanya bisa mengandalkan kemampuan bertarung dan kekuatan fisiknya.
"Sepertinya aku bisa mengasah kemampuan bertarungku..." Hao Chen segera tersenyum dingin, dan kembali maju dengan cepat.
Hao Chen segera bertarung dengan sengit melawan patung emas tersebut, walaupun bisa dikatakan sangat singkat, pertarungan yang dia lakukan telah membuka sesuatu tentang kemampuannya.
"Hah...dia tidak seperti patung biasa saja, aku malah merasa telah melawan seorang prajurit oriental." Ucap Hao Chen sambil melirik kondisi patung emas tersebut yang telah terpotong-potong olehnya.
Kemudian dia segera melajukan pendakian, seperti dugaannya Hao Chen kembali merasa jika tekanan yang dirasakan olehnya semakin kuat, dan dia mulai merasakan luka kecil muncul ditubuhnya.
"Ini Kekuatan elektromagnetik?" Hao Chen sedikit tertegu merasakan kekuatan listrik yang cukup kuat mulai menyerangnya.
"Tubuh dewa tak terbatas, seni pondasi dua belas elemen. Aku merasa jika kedua teknik tersebut mulai diperkuat dengan gangguan yang dirasakan ketika mendaki tangga ini." Gumamnya.
"Aku telah mencapai anak tangga ke-tiga ratus tiga puluh tiga. Sekarang apa yang akan aku hadapi?" Hao Chen segera bertanya-tanya melihat sebuah area yang sama seperti awal dia temui.
Hao Chen menyadari jika jalan langit ini seperti sebuah cobaan yang menguji kemampuan dan tekadnya, jika lengah sedikit dia akan mati, dan Hao Chen benar-benar harus menekan emosi hatinya, agar tidak menganggu konsentrasinya.
Memang benar Hao Chen mulai merasa kesepian, tapi tekadnya membuatnya dapat terus tabah.
"Baiklah! ayo kita lihat musuh seperti apa yang akan aku hadapi!" Hao Chen segera memegang pedangnya dengan erat.
Kini dia kembali melawan sebuah patung yang sama, tapi kali ini dia menggunakan sebuah sabit yang lumayan besar.
__ADS_1
"Swoss...!"
Tanpa peringatan patung itu segera bergerak, gerakan yang sangat cepat membuat Hao Chen sedikit terlambat meresponnya.
Ketika sabit tersebut hampir menyentuh lehernya, Hao Chen segera menghindar dan muncul dibelakang patung tersebut.
"BAM!"
Karena tidak sempat mengayunkan pedangnya, Hao Chen memilih untuk memukulnya dengan keras.
Terdapat retakan yang sangat besar dipatung tersebut, tapi hal tersebut tidak menghalanginya.
"Tring...Tring...Tring...Tring!"
Merasa terhina patung tersebut segera menyerang dengan agresif dan tak mengenal ampun, tapi karena hal itu Hao Chen segera tersenyum.
Dia segera mengarahkan pedangnya untuk memutar sabit tersebut, dan Hao Chen segera menginjak sabit tersebut.
"BAM!" Dia segera memukul wajah patung tersebut dengan keras sambil mengambil sabitnya.
Hao Chen segera melempar sabit tersebut, dan segera memotong patung tersebut menjadi dua.
"Hah...sepertinya ini akan menjadi semakin sulit." Hao Chen segera menatap kearah tangga yang membentang tinggi.
Kemudian tanpa banyak bicara Hao Chen segera melanjutkan menaiki tangga tersebut, dan setiap dia mencapai tingkat tertentu Hao Chen akan menghadapi tantangan yang sangat sulit.
Bahkan halangan yang harus dia hadapi olehnya juga semakin sulit. Tapi Hao Chen berhasil menyelesaikan pendakian yang berakhir ditangga ke-lima ribu.
"Hah...Hah...Hah...Hah. Melelahkan sekali!" Hao Chen segera ngos-ngosan dengan keringat bercucuran diwajahnya.
Tapi dia tidak berhenti sebab semangatnya masih ada, jadi Hao Chen memutuskan untuk melanjutkan ke jalan berikutnya, yaitu jalan surga.
__ADS_1
Namun pemikirannya tentang jalan surga salah total, sebab apa yang dilihatnya saat ini adalah sosok ular yang memiliki sembilan kepala yang sangat besar, dari penampilannya saja sudah dapat dipastikan Hao Chen akan kesulitan mengatasinya.
"Astaga! ini bukan jalan surga namanya!" Hao Chen segera berkeringat dingin melihat sosok ular sembilan kepala raksasa tersebut.