The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 191. Alasan sederhana


__ADS_3

Setelah pergi tempat berlatih Hao Chen segera pergi keasrama nya untuk membersihkan tubuhnya, anehnya kali ini ketika Hao Chen melewati beberapa tempat penting akademi, semuanya nampak sangat sepi seakan sudah ditinggalkan.


Sementara itu Hao Chen yang sedang mengerikan tubuhnya setelah mandi, termenung sejenak dan sedang memikirkan sesuatu yang menurutnya sedikit penting.


"Hem...apa ya?" tanya Hao Chen sambil menggaruk kepalanya.


Tak lama setelah itu Hao Chen segera kaget seperti tersengat listrik, lalu dia segera berkata, "Bukannya hari ini ada seleksi untuk peserta turnamen?"


Walaupun sempat kaget, setelah itu Hao Chen hanya diam dengan wajah datar dan tidak memperdulikannya.


"Memangnya kenapa dengan turnamen? bukannya itu sama sekali tidak berguna untukku." Ucap Hao Chen yang segera keluar dari asrama.


Sebenarnya Hao Chen telah mendapatkan tawaran dari Xiao Qi untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut, namun Hao Chen menolak sebab musuh yang ada disana lemah semua untuknya.


Bukannya Hao Chen meremehkan mereka, tapi hal ini merupakan fakta yang tak dapat dihindarkan. Dengan kekuatan yang tak normal untuk tingkat kultivasinya saat ini, beserta keahlian yang menakutkan Hao Chen dapat menang dengan mudah.


Apalagi setelah Hao Chen kalah dari proyeksi kaisar dewa iblis merah, walaupun kalah tapi semua hal yang tersendat pada dirinya terbuka semua. Teknik tubuh, pondasi, roh, mental, spiritual, dan kekuatan ilahi yang mulai berkembang, meningkat pesat diiringi oleh pemahaman yang dalam.


Mungkin lawan yang membuat Hao Chen bersemangat hanya orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan ditingkat batas fana atau bisa juga dewa awal, seperti contohnya Su Yao yang memiliki kekuatan setara dengan Quasi God, ditambah lagi dengan kekuatan garis darah naga emas nya, Su Yao mungkin saja bisa menjadi lawan yang setara walaupun kemungkinannya sangat-sangat kecil.


Tapi setelah kejadian kalahnya dia oleh sebuah proyeksi spiritual seseorang, Hao Chen mulai berhati-hati ketika bertindak dan lebih berfikir tenang, walaupun sifat sadisnya masih ada.


Sementara itu Hao Chen berkeliling kesana kemari sendiri mengelilingi kota puncak langit sendiri, karena tidak ada satupun yang dia kenal ada.


"Sepertinya mereka sedang ikut dalam seleksi turnamen, hah...aku jadi bosan." Ucap Hao Chen yang duduk di kursi taman, sambil melirik banyaknya orang-orang yang memakai armor besi besar berlalu-lalang, diikuti oleh banyaknya kendaraan yang melintas.


"Selama ini aku baru sadar jika aku hidup dizaman modern, mungkin karena aku kurang memperhatikan perkembangan teknologi yang ada didunia ini. Tapi tetap saja teknologi tak akan sanggup melawan seorang kultivator." gumam Hao Chen yang mengamati lingkungan sekitar.


Lalu Hao Chen hanya terus diam sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpanya, perasaan damai dan ketenangan jiwa muncul.


Bahkan tanpa disadari jika Hao Chen telah menutup matanya selama dua jam penuh, sampai-sampai ada sesuatu yang tiba-tiba membangunkannya.

__ADS_1


Dimana Hao Chen segera terbayang-bayang ayah dan ibunya sedang mengendong seorang anak perempuan, dimana Hao Chen dan anak perempuan yang digendong oleh ibunya memiliki warna mata yang sama, hanya berbeda warna rambut dan jenis kelamin.


"Astaga apa-apa itu?!" ucap Hao Chen yang segera tersadar.


"Sepertinya itu merupakan pertanda, tapi kenapa aku merasa jika aku akan segera berhadapan dengan hal yang merepotkan?" batin Hao Chen dengan senyum pahit.


Kemudian Hao Chen segera melirik keadaan sekitar yang terlihat baik-baik saja, dengan perasaan bosan cahaya perak secara tiba-tiba berkedip dan membawa Hao Chen pergi.


Dimana ketika ia berpindah tempat Hao Chen segera disambut oleh Zhou Yuan dan lainnya dengan kondisi terluka parah, seperti habis melakukan sebuah pertarungan yang sengit.


"A-Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Hao Chen dengan khawatir.


"Tunggu kak Chen apakah kau tidak berpartisipasi dalam seleksi ini?" tanya Ling Feng yang terlihat kedinginan.


"Memangnya kenapa dengan turnamen?" kata Hao Chen dengan wajah datar.


Secara tiba-tiba mereka berenam segera berteriak, "APAAAAAA.....!"


"Tunggu jadi kau tidak ikutan dalam seleksi turnamen?" tanya Qi Zijing dengan keras.


"Sudah aku katakan jika aku tidak mengikutinya!" jawab Hao Chen dengan wajah tegas.


"Tapi kenapa? bukannya ini merupakan kesempatan yang bagus, kenapa kak Chen bisa melepaskannya?" tanya Xie Yu.


"Hah...kalian ini, sudah aku katakan jika aku tidak akan ikut dalam turnamen ini, kalian pasti tahu alasannya bukan?" kata Hao Chen dengan nafas berat.


"Iya kamu tau, bukannya dengan adanya kak Chen turnamen ini akan berjalan dengan mudah?" tanya Zhou Yuan dengan tatapan bingung.


"Kalian ini, seharusnya kalian tidak memintaku untuk melakukan apa yang tidak inginku lakukan, sebab apa yang terjadi pada kalian bukalah aku yang tentukan, tapi kalian sendiri yang menentukan." Ucap Hao Chen yang segera mencari tempat untuk duduk.


"Tapi bukannya kau akan dapat dengan mudah masuk perantara dalam?" tanya Qian Ziwei.

__ADS_1


"Tidak...aku juga belum tau apakah aku akan melanjutkan sampai perantara dalam atau berhenti sampai diperantara luar, tapi kalian tidak terlalu boleh terpaku padaku, sebab kalian harus dapat membuat keputusan sendiri bagi diri kalian masing-masing." Ucap Hao Chen sambil tersenyum.


"Walaupun tanpa adanya diriku disekitar, kalian dapat melakukan semua hal sendiri tanpa perlunya bimbingan dari orang lain, sebab kalian saat ini sudah dewasa dan bisa menentukan tindakan mana yang bagus bagi kalian atau merugikan kalian sendiri." Sambung Hao Chen yang segera melepaskan energi kehidupan untuk menyembuhkan luka mereka.


Sementara itu mereka berenam hanya diam dan mulai termenung oleh perkataan Hao Chen tadi, dimana setiap kata yang diucapkan benar-benar memiliki makna yang dalam.


"Walaupun kalian mengakuiku sebagai kakak kalian, tapi aku tidak bisa terus mengawasi kalian semua, sebab suatu hari kita akan menjalani kehidupan yang berbeda. Tapi ikatan persahabatan dan persaudaraan kita tidak akan pernah putus walaupun menjalani hidup yang berbeda, bukannya aku pernah mengatakan ini pada kalian?" ucap Hao Chen yang segera menyadari kondisi mereka.


"Hah...sepertinya kita yang terlalu khawatir." Ucap Zhou Yuan yang terlihat jauh lebih segar.


"Ngomong-ngomong apa Su Yao juga terpilih?" tanya Hao Chen tiba-tiba.


"Seperti kak Chen lakukan, big sisi juga menolak untuk ambil bagian dalam turnamen ini." Jawab Qian Ziwei.


"Bagaimana apakah kalian semuanya terpilih?" tanya Hao Chen dengan senyum tipis.


"Hehehehe...tentu saja kami terpilih, bahkan kami sudah menjadi tim tetap untuk turnamen tahun berikutnya." Jawab Zhou Yuan dengan bangga.


"Baguslah, aku mungkin akan melihat perkembangan kalian melalui layar penghubung nanti, jadi jika kalian mau aku dapat mengajari beberapa hal atau aku dapat memberikan sebuah latihan singkat selama beberapa bulan." Ucap Hao Chen yang baru saja terpikir.


"Setuju..!" ucap mereka berenam dengan semangat.


Sampai tiba-tiba Su Yao baru saja datang, dimana hal tersebut mengejutkan mereka bertujuh.


"Lah? apa yang baru saja kalian bicarakan?" tanya Su Yao yang tidak mengetahui apapun.


"Tentu saja rahasia." Ucap mereka berenam.


"Apa? ini tidak adil! baiklah kalau kalian tidak mau menggunakan cara lembut, maka aku akan menggunakan cara kasar untuk membuat kalian buka mulut!" ucap Su Yao dengan aura naga emas yang mengerikan.


"Tidakkkkk....!" mereka berenam segera berteriak keras.

__ADS_1


Sementara itu Hao Chen yang menyaksikan hal tersebut hanya tersenyum tulus, melihat suasana yang sangat akrab dan menyenangkan didalam ruangan ini.


__ADS_2