The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 179. Mudah saja


__ADS_3

Melihat aksi penolakan dari Hao Chen yang segera mengeluarkan aura membunuh yang kuat, membuat Zhang Feng menjadi takut dan merinding, bahkan Xiao Qi dan Yiyi menjadi kaget akan hal tersebut.


"Anak ini menakutkan sekali, kejadian macam apa yang telah dia alami sampai memiliki niat membunuh yang mengerikan?" tanya Xiao Qi dengan suara pelan.


"Aku juga tidak tau, tapi aku bisa menebak jika apa yang dialami oleh Hao Chen pasti berat." Jawab Yiyi sambil menatap Hao Chen.


Sementara itu niat membunuh tajam Hao Chen secara perlahan menghilang dan suasana kembali stabil, walaupun Zhang Feng masih pucat.


"Baiklah aku akan kembali ke topik utama, apa yang kalian ingin lakukan?" tanya Hao Chen yang mulai tidak nyaman dengan pembicaraan ini.


Lalu Yiyi segera berkata, "Sederhana! kau diminta untuk menyelidiki mereka yang mulai mengacau murid akademi kita, tapi jika kau bisa kuharap kau bisa mendapatkan berbagai informasi."


"Apa mereka memiliki ciri-ciri tertentu atau ada sesuatu yang bisa menentukan jika mereka adalah musuh." Kata Hao Chen dengan bingung.


"Hem...bisanya mereka memiliki ciri-ciri tertentu seperti ada sebuah lambang iblis berwarna merah dikening mereka, lalu mereka selalu mengenakan pakaian moderen untuk bisa menipu mata murid kita." Ucap Xiao Qi sambil berusaha mengingat sesuatu.


"Begitu ya...seharusnya ini akan mudah, tapi boleh aku membunuh atau mengintrogasi mereka dengan caraku sendiri?" tanya Hao Chen lagi.


"Tentu saja itu terserah mu, bahkan jika kau bisa membuat mereka tidak berani menyerang para murid itu akan jauh lebih baik..." Jawab Yiyi dengan santai.


"Bagus jika begitu kapan aku akan memulainya?" tanya Hao Chen dengan wajah datar.


"Hem...kau bisa memulainya besok, karena ada beberapa murid yang akan memulai misi besok dan itu merupakan murid tahun kelima." Jawab Xiao Qi dengan santai.


"Baiklah aku mengerti, jadi aku akan segera menyiapkan penyamaran sajakan? untuk masalah itu aku sudah mempersiapkannya, yah aku pergi dulu..." Ucap Hao Chen yang dengan santai pergi dari tempat Yiyi.

__ADS_1


"Apakah tidak apa-apa menyuruh anak itu melaksanakan misi ini? bukannya akan lebih baik jika orang-orang yang memiliki basis kultivasi yang jauh lebih kuat saja mengatasinya?" tanya Zhang Feng yang sudah mulai tenang.


Lao Zu segera menjawab, "Kau harus tau, jika Hao Chen benar-benar ingin membunuhmu maka hal tersebut bukanlah hal yang sulit bagi dia."


"Apa?! aku yang telah memiliki kultivasi diperingkat 99 Quasi God bisa dikalahkan oleh anak yang memiliki kultivasi diperingkat 64 Soul Emperor?" rasa tidak percaya muncul dari wajahnya Zhang Feng.


"Apa kau tidak sadar jika kau sendiri ketakutan ketika Hao Chen mengeluarkan aura membunuhnya?" tanya Xiao Qi dengan senyum mengejek.


"Itu...."


Zhang Feng hanya diam dan tak berkutik akan hal tersebut, karena dia sendiri hampir pingsan akibat aura membunuh dari Hao Chen.


"Tapi ketika Xiao Qi mengatakan lambang iblis merah, aku dapat merasakan hawa kebencian yang sangat kuat dari Hao Chen." Kata Lao Zu dengan penasaran.


"Aku juga tidak tau..." ucap Yiyi walaupun sebenarnya dia mengetahui alasannya.


"Aku masih ingat petunjuk yang aku dapatkan ketika aku mulai pergi dari rumah dulu, lambang iblis berwarna merah...aku dapat yakin jika orang yang menggangu murid-murid akademi langit cerah adalah mereka." Batin Hao Chen dengan tatapan menakutkan, bahkan banyak senior segera menghindarinya.


Ditambah lagi Zhou Yuan dan yang lainnya sedang memanggilnya hanya diacuh oleh Hao Chen.


"Kenapa dia menjadi acuh?" tanya Meng Zhu dengan bingung.


"Ling Feng apakah kau tau apa yang terjadi padanya?" tanya Qi Zijing yang juga merasakan hal yang sama.


"Aku juga tidak tau, mungkin Zhou Yuan tau karena dia yang paling pertama bertemu kak Chen." Jawab Ling Feng sambil mengangkat pundaknya.

__ADS_1


Namun ketika mereka semua melirik kearah Zhou Yuan, mereka segera dikagetkan oleh ekspresi wajah pucat dan keringat dingin diwajah tampannya.


"Si-Siapa yang membuat ia marah? orang idiot mana yang bisa membuat kak Chen seperti itu?" gumam Zhou Yuan yang segera gemetaran.


"Apa yang terjadi?" tanya mereka semua dengan khawatir.


"Apakah kalian melihat warna mata kak Chen yang sekarang telah berubah menjadi merah, lalu apakah kalian menyadarinya jika tatapan dan ekspresi wajah kak Chen benar-benar berbeda?" tanya Zhou Yuan dengan ekspresi ketakutan.


"Kenapa denganmu? bisakah kau memberikan penjelasan yang bisa dicerna lebih baik?" tanya Meng Zhu yang segera meraih tangannya.


"Kalian belum pernah melihatnya maka kalian tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan, karena aku pernah sekali melihat ekspresi kak Chen seperti itu dan semua yang ada disekitar lenyap tak bersisa, hancur dan segera dialiri oleh darah..." Ucap Zhou Yuan yang segera gemetaran.


"Apa...?!!!" teriak mereka semua dengan kaget.


"Memangnya kapan hal tersebut terjadi?" tanya Ling Feng yang segera penasaran.


Lalu Zhou Yuan segera menjawab dengan perasaan takut, "Saat itu kami berdua pernah menjalankan misi sederhana dan secara tak sengaja melihat sebuah desa yang terlihat seperti aman-aman saja, namun disaat kami menyelidikinya lebih dalam lagi, desa tersebut ternyata dipenuhi oleh iblis dan manusia segera dijadikan budak oleh mereka, awalnya kami ingin melaporkan masalah ini pada akademi karena musuhnya sangat kuat tapi...."


"Tapi apa...?!" tanya Ling Feng yang mulai menangkap maksud dari perkataan Zhou Yuan.


Zhou Yuan segera menjawab, "Semua iblis yang ada ditempat tersebut musnah hanya dengan sekali genggam oleh kak chen, lalu tidak hanya sampai disitu kak Chen membunuh semua orang yang terlibat dalam praktek iblis, kejadian tersebut membuat sebuah danau darah iblis dan manusia bercampur menjadi satu, kak Chen tanpa ragu membunuh mereka karena dia sudah mendapatkan jika mereka semua telah menjadi iblis bahkan lebih buruk dari iblis."


"Jeritan ketakutan, kesakitan dan penderitaan menghiasi desa tersebut ketika kak Chen dengan brutal menyerang mereka semua, disaat itu aku menyadari satu hal jika kak chen marah maka siapapun targetnya dapat dipastikan akan merasakan sesuatu yang lebih buruk dari kematian."


Mereka yang mendengar hal tersebut segera pucat dan merinding, walaupun hanya mendengar ceritanya saja.

__ADS_1


Sementara itu Hao Chen yang saat ini sedang menuju ke asramanya untuk bersiap, memiliki tatapan dan aura penuh kebencian yang sangat dalam dari matanya.


"Aku akan mengintrogasi mereka, aku akan membantai mereka sampai tak bersisa, dan aku akan membuat mereka membayar semua rasa sakit yang aku alami dan penderitaan dari ayah serta ibuku...!" ucap Hao Chen yang penuh kebencian.


__ADS_2