The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 180. Ternyata memang mereka!


__ADS_3

Lalu ketika pagi menjelang dimana matahari batu saja terlihat Hao Chen sedang bersiap didepan asrama untuk segera memulai misinya, dimana dia memiliki dua tujuan dalam misi ini, yaitu korek informasi dari mereka dan bunuh mereka.


Bahkan Hao Chen sendiri kesulitan untuk tidur semenjak dia mulai memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan lambang iblis berwarna merah dikening mereka, karena jika dia mendapatkan informasi dari mereka maka dia akan mendapatkan petunjuk tentang keberadaan orang tuanya.


"Aku akan bergerak cepat." Batin Hao Chen dengan mata yang berubah menjadi merah darah.


Lalu Hao Chen segera menggunakan kemampuan ruang untuk langsung berpindah tempat, ketempat dimana Xiao Qi dan Yiyi menunggu.


"Kau sudah datang rupanya." Ucap Yiyi yang terlihat sudah menunggu.


"Bagus kalau begitu, kau sebisa mungkin menggunakan penyamaran yang tidak dapat dikenali oleh orang lain, lalu jangan memaksakan dirimu." sambung Xiao Qi dengan ekspresi khawatir.


"Baiklah aku mengerti!" segera Hao Chen menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya dan sedikit memberikan penyamaran.


"Kau membawa token yang diberikan oleh Lao Zu bukan?" tanya Yiyi.


"Ya, aku membawanya untuk keamanan." Jawab Hao Chen yang segera menunjuk sebuah token yang diberikan oleh Lao Zu.


"Baiklah kau akan aman, cepat pergi para murid akan menjalankan misi mereka." Ucap Xiao Qi dengan tegas.


"Baik!" cahaya perak segera berkedip dan membawa Hao Chen menuju kesebuah gedung yang tinggi.


"Ditempat ini aku dapat mengawasi mereka semua, ditambah lagi aku dapat mengawasi pergerakan mencurigakan disekitar mereka." Ucap Hao Chen yang segera melirik kearah para senior akademi langit cerah yang sedang bersiap-siap untuk menjalankan misi mereka.


Setelah lama mengawasi mereka yang masih mempersiapkan diri untuk menjalankan misi, Hao Chen tidak sama sekali menemukan pergerakan mencurigakan dan anehnya Hao Chen merasa jika mereka aman-aman saja.


Lalu setelah itu kelompok mereka segera bergerak untuk memulai misi dan menuju ke perbatasan kota puncak langit, tapi secara bersamaan Hao Chen berhasil menemukan satu orang yang mengikuti mereka.


Tapi Hao Chen tidak meninggalkan pengawasannya kearah para senior yang akan meninggalkan kota, melainkan terus mengikuti pergerakan mereka beserta orang mencurigakan tersebut.


"Masih belum ada tindakan, berarti orang tersebut kemungkinan besar adalah sebagai orang yang mengawasi para murid yang masih berada disekitar wilayah akademi" Batin Hao Chen dengan tatapan dingin.

__ADS_1


Setelah lama bergerak para senior segera berhenti sejenak dan memeriksa perlengkapan dan kondisi, orang yang mengawasi para senior berhenti sejenak dan segera berbalik untuk pergi.


"Satu...Dua...Tiga, Kena kau!" Hao Chen segera bertelepotasi kearah orang tersebut dan mencekiknya dengan keras.


"Siapa kau?" ucap pria itu dengan suara tertahan.


Kemudian Hao Chen segera memeriksa orang tersebut dan melepaskan penutup kepala yang dimiliki oleh orang itu, dimana Hao Chen segera melihat lambang iblis berwarna merah dikening nya.


"Sekarang jawab pertanyaanku, apa tujuan kau mengikuti murid-murid akademi langit cerah?" tanya Hao Chen dengan niat membunuh yang menakutkan.


"Heh...! bahkan jika aku mati, aku tidak akan pernah memberi tahumu." Jawab orang itu walaupun dia sendiri kesulitan bernapas.


"Aku hanya akan memberi tiga detik untuk menjawab, jika lewat dari itu maka kau akan merasakan sesuatu yang bagus." kata Hao Chen, dimana api hitam pekat muncul ditangan yang memegang leher orang tersebut.


"Aaaa....." rasa sakit yang mengerikan dan nafas yang ditahan membuat orang tersebut kesulitan untuk berbicara apalagi berteriak, bukan hanya itu kulit yang ada dilehernya segera melepuh oleh panas api.


"Satu...!"


"Dua...!"


"Baiklah akan aku jawab, aku ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang memiliki kultivasi lemah dari akademi langit cerah dan memberi informasi pada pengeksekusi untuk menjalankan tugasnya." Kata pria tersebut.


Wajah Hao Chen segera memucat ketika mendengar hal tersebut, karena dia menyadari jika dia harus mengawasi murid-murid tadi.


"Hahahaha....! terlambat bagimu untuk menyelesaikannya karena mereka sudah terkepung!" kata pria itu dengan senyum puas.


"Ck!" Hao Chen segera melepaskan pria tersebut dan segera melesat dengan cepat menuju keluar kota.


"Uhuk...Uhuk...Uhuk! sialan orang itu, lihat saja nanti aku akan membalasnya!" ucap orang tersebut dengan kesal.


"AAAAAAAA....!"

__ADS_1


Namun apakah Hao Chen akan meninggalkan musuh tanpa membunuhnya?


Tubuh orang tersebut segera terbakar oleh api hitam pekat, dimana jiwa dan roh miliknya juga ikut dibakar. Secara tiba-tiba pita suara milik orang tersebut segera dibakar dan membuat orang tersebut hanya bisa berteriak bisu oleh siksaan api Hao Chen.


Disaat yang sama, dimana para senior akademi telah kalah dan terluka parah oleh beberapa orang yang memiliki kekuatan yang kuat, hanya bisa pasrah dengan keadaan bahkan siap untuk dibunuh.


Tapi pria yang terlibat segera memasang wajah cabul terhadap murid wanita, dimana ada niat untuk mencabuli para gadis tersebut.


"Sepertinya kita mendapatkan keuntungan ganda pada tugas kali ini, bahkan ada banyak gadis cantik untuk kita libas." kata salah satu pria.


"Baiklah ayo kita nikmati dulu, baru kita bunuh mereka dan kalau bisa kita dapatkan menjadikan mereka budak." ucap mereka dengan senang.


"Hahahaha....!" pria yang ada ditempat tersebut segera mendekati salah satu wanita yang terlihat panik.


"Menjauh dariku...!" teriak wanita itu sambil menangis.


Dengan ekspresi cabul pria itu segera meraih wanita tersebut dan mulai merobek-robek pakaiannya, sampai tidak menyisakan satu pun kain yang menutupi tubuhnya.


"Cantik sekali hahahaha! selamat menikmati!" kata pria itu dengan senang.


Namun ketika ingin bertindak secara tiba-tiba sebuah pedang berwarna merah darah sudah menusuk dadanya, dimana karena syok pria itu hanya bisa terpaku melihat orang yang telah melakukannya.


"AAAAAAAA....!" jeritan dari pria itu segera terdengar ketika api hitam pekat mulai membakar tubuhnya.


Sementara itu mereka melihat hal tersebut hanya bisa diam dan segera mundur jauh ketika melihat sosok tersebut.


"Ini!" ucapnya sambil memberikan sebuah jubah putih untuk menutupi tubuh wanita yang hampir saja dilecehkan.


"Si-Siapa kau?" tanya wanita tadi yang terlihat seperti tertekan, walaupun dia mulai membaik setelah melihat sosok tersebut membunuh orang yang hampir melecehkannya, ditambah lagi ia dengan perasaan senang melihat orang tersebut terbakar dan tersiksa oleh api hitam pekat.


"Aku berasal dari akademi langit cerah, kau bisa tenang." Jawab sosok tersebut yang tidak lain adalah Hao Chen, lalu dengan lambaian tangannya sebuah pelindung segera menutup semua murid dari akademi langit cerah.

__ADS_1


"Siapa kau?!" tanya salah satu dari kelompok mereka.


"Kalian sebaiknya diam dan tunggu giliran kalian...!" ucap Hao Chen dengan niat membunuh yang menakutkan dan diikuti oleh aura merah darah yang mengerikan.


__ADS_2