
Kemunculan tiba-tiba kakak Zhou Yuan membuat Hao Chen dan yang lainnya menjadi kaget, bahkan Hao Chen sendiri karena Zhou Yuan malas membahas tentang saudara kandungnya.
"Kakakmu? tunggu kau memiliki seorang kakak perempuan?" tanya Ling Feng yang sangat kaget.
"Bukankah aku sempat mengatakan, bahwa pria bangs*t yang sekaligus ayahku memiliki banyak istri, dia adalah kakakku walaupun berbeda ibu kami tetaplah satu ayah." Jawab Zhou Yuan yang segera pucat.
"Sudah cukup, kita lihat dulu seperti apa kelanjutannya." Ucap Hao Chen yang segera menenangkan mereka.
"Apakah kau sudah selesai bicaranya?" tanya Zhou Weqing dengan suara lembut.
"Kenapa kau bisa berada disini?" tanya Zhou Yuan yang segera suram.
"Kenapa? apakah tidak boleh?" tanya Zhou Weqing yang memasang ekspresi aneh.
"Maksudku kenapa kau tidak berada di akademi istana suci?" jawab Zhou Yuan yang masih memasang ekspresi suram.
"Aku hanya tidak mau saja, lagi pula ayah kita tidak berhak mengatur-atur ku juga!" ucap Zhou Weqing dengan sombong.
Tapi setelah Zhou Weqing mengatakan 'Ayah kita', Hao Chen dapat merasakan kebencian yang mendalam dari mata Zhou Yuan.
"Lalu ada apa perlumu, sampai harus bertemu denganku?" tanya Zhou Yuan dengan sifat dingin.
"Hah...apakah kau telah banyak berubah, setelah lama tak bertemu? aku ini kakakmu?" jawab Zhou Weqing yang segera mendekati Zhou Yuan.
Segera Zhou Yuan ingin pergi dan melakukan perlawanan jika kakaknya memaksa, namun Hao Chen segera menghentikan tindakannya.
"Jangan dulu, mau bagaimana pun dia bersikap baik padamu, jadi jangan melakukan perlawanan." Ucap Hao Chen yang segera meminta yang lain untuk mundur.
"Baiklah...tapi kak Chen bisakah kita bicara nanti?" tanya Zhou Yuan pada Hao Chen dengan tatapan sedih.
"Bukan hanya aku, Ling Feng juga akan mendengarkan, bukankah kita adalah saudara?" jawab Hao Chen dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"Terimakasih banyak!" ucap Zhou Yuan yang segera datang kepada kakaknya.
Lalu Zhou Weqing segera datang dan memeluk Zhou Yuan dengan erat serta air mata yang mengalir dari matanya.
"Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu! kau tau aku sangat merindukanmu!" ucap Zhou Weqing yang memeluk Zhou Yuan.
Tapi aneh ekspresi Zhou Yuan seperti orang bingung dan tidak tau harus bertingkah seperti apa, padahal dia adalah kakaknya walaupun berbeda ayah.
"Sudahlah ayo kita pergi, tinggalkan mereka berdua sendirian." Ucap Hao Chen yang segera pergi menuju keasramanya.
Melihat tindakan Hao Chen mereka semua segera pergi dan meninggalkan Zhou Yuan dan Zhou Weqing.
Ditengah perjalanan menuju keasrama Su Yao tiba-tiba bertanya "Apakah kau tau apa yang terjadi pada Zhou Yuan?"
"Aku juga tidak tau bagaimana harus menjelaskannya, karena Zhou Yuan sangat tidak senang membahas tentang saudaranya, bahkan waktu itu Zhou Yuan hanya menceritakan kehidupan yang sulit, tapi dia malas untuk membahas keluarga yang telah membuang dia dan ibunya." Jawab Hao Chen yang masih memikirkan kondisi Zhou Yuan.
"Begitu ya, aku mengerti, sepertinya dia agak mirip denganku...tapi yang aku alami jauh lebih berat dan sulit darinya." Ucap Su Yao secara tidak sadar.
Setelah sampai diasrama mereka, Hao Chen segera berbaring dan memikirkan apa yang terjadi pada Zhou Yuan.
"Sepertinya apa yang dialami oleh Zhou Yuan sangat berat, mungkin dia akan menceritakan tentang saudara-saudaranya." Ucap Hao Chen yang segera menutup matanya.
Ketika pagi menjelang tanpa adanya halangan, Hao Chen dapat melaksanakan kegiatan pagi harinya.
Waktu yang dia jalani bisa dibilang lancar-lancar saja, tapi apa yang membuat Hao Chen aneh adalah sikap Zhou Yuan yang seakan menahan sesuatu.
Kemudian ketika pelajaran selesai Zhou Yuan dan Ling Feng segera mendatangi Hao Chen.
"Baiklah kita cari tempat yang tenang untuk membicarakan masalah yang ingin kau bicarakan." Ucap Hao Chen yang langsung mengerti tujuan dari kedatangan mereka.
Lalu mereka segera mencari tempat yang tenang dan sepi, ketika mereka mendapatkan tempat yang cocok Hao Chen segera mengunakan kekuatan mentalnya untuk menutupi suara.
__ADS_1
"Baiklah kau bisa bicara sekarang." Ucap Hao Chen dengan tatapan penuh tanya.
"Hah...baiklah aku mulai dari Zhou Weqing, dia merupakan satu-satunya saudariku yang baik padaku diantara banyak saudaraku, tapi..." seakan tidak ingin mengatakannya Zhou Yuan berusaha untuk tenang.
"Sebaiknya kau mengatakan semuanya, karena kau akan lebih baik setelah mengatakannya!" Hao Chen segera memberikan dorongan pada Zhou Yuan.
"Hah...Zhou Weqing walaupun bisa dibilang kakakku, tapi aku merasa sangat jauh darinya. Walaupun dia baik hati, tapi aku merasa dia tidak pernah terlalu perduli atau bilang dia seperti hanya menunjukkan kebaikannya saja."
"Aku tau jika ini tidak baik, tapi waktu itu aku menyelidikinya dan aku tidak menemukan apapun. Karena dia benar-benar tulus, tapi dia tidak pernah fokus pada satu hal dan selalu saja meninggalkan sesuatu yang tidak terlalu penting."
"Disaat itu aku menjadi bahan olokan dikerajaan, namun hanya Zhou Weqing yang perhatian padaku dan sering menolongku ketika dijahati."
"Namun dia adalah salah satu anak raja yang paling berbakat dikerajaan, setelah mengetahui itu aku merasa semakin jauh darinya."
"Bahkan dia dijuluki sebagai wanita muda terbaik dari kerajaan Saint Light, namun hal yang membuat aku kecewa adalah dia pernah meninggalkan aku sendiri, ketika festival dikerajaan dan memilih bersama dengan teman-temannya."
"Aku tau juga jika aku tidak bisa mengaturnya, tapi waktu itu dia telah berjanji padaku namun dia malah menghindarinya dan bukan hanya itu ketika aku diusir dari kerajaan, aku berharap dia akan datang mengatakan sesuatu atau berjanji akan sesuatu. Tapi semua harap itu tidak ada, malah dia bersenang-senang dengan teman-temannya."
"Bahkan dia sendiri tidak mengetahui jika aku saat itu telah diusir dari kerajaan dan dijadikan sebagai gelandang." Ucap Zhou Yuan dengan perasaan berat.
"Begitukah... sepertinya aku salah paham tentang dia, karena dia tidak lebih dari orang yang membulimu waktu itu. Zhou Weqing merupakan bentuk kegagalan dari seorang kakak dan dia malah menunjukkan cinta seorang kakak, padahal dia sendiri tidak tau apa yang telah dia perbuat telah melukai hati adiknya!" Hao Chen segera marah setelah mendengar cerita Zhou Yuan.
"Baiklah Zhou Yuan aku akan memberikan satu cara yaitu, kau harus jujur dari hatimu jika kau tidak senang padanya dan kau kecewa padanya. Karena kejujuran merupakan sesuatu yang bagus." Ucap Hao Chen dengan nada tegas.
"Tapi apakah aku bisa menghadapinya?" tanya Zhou Yuan.
"Tidak perlu khawatir kami akan menemanimu." Ucap Ling Feng yang segera menepuk pundak Zhou Yuan.
"Benar! kita adalah saudara dan kita pernah merasakan ketegangan dalam hidup!" sambungan Hao Chen.
"Baiklah!" dengan dorongan dari Hao Chen dan Ling Feng, Zhou Yuan segera bersemangat dan menjadi siap.
__ADS_1