
Kemudian perjalanan Hao Chen dan teman-temannya segera dilakukan, dengan melewati badai salju yang diikuti oleh suhu dingin yang luar biasa.
Walaupun begitu berkat rencana dari Zhou Yuan mereka setidaknya dapat mengatasi masalah suhu dingin yang ekstrim, tapi mereka juga mulai kesulitan ketika banyak hewan jiwa yang mulai berdatangan.
"Roarrrr...!" sebuah raungan keras segera terdengar diudara, ketika Hao Chen dan yang lainnya melintasi badai salju.
"Bagaimana ini Zhou Yuan?" tanya Ling Feng dengan panik.
"Sepertinya mereka berada disekitar sini, waspada lah!" ucap Zhou Yuan dengan keras, dimana setelah itu mereka segera membentuk sebuah formasi.
Kemudian kumpulan beruang es besar segera muncul dengan jumlah yang besar, ditambah mereka sepertinya sangat tertarik dengan Hao Chen dan teman-temannya.
Lalu Su Yao pun segera berkata, "Sepertinya ada sesuatu dari kita yang membuat mereka tertarik."
"Benar! tapi ada yang aneh dengan beruang-beruang itu, mereka seperti sedang dikendalikan oleh sesuatu!" ucap Qian Ziwei.
Lalu secara tiba-tiba ada sekumpulan orang yang mengenakan baju hitam dengan motif naga hitam di baju tersebut, ditambah mereka memiliki tampang yang menakutkan.
"Wah-wah tidak aku sangka jika kita akan menemukan murid yang berasal dari akademi langit cerah, tapi yang membuatku heran adalah kenapa mereka bisa sampai berpisah dengan rombongan..." ucap salah dari mereka.
Lalu salah satu orang dari mereka segera berkata, "Memangnya aku peduli, dari pada itu terdapat empat wanita cantik dihadapan kita..."
"Baiklah ayo kita serang dan kita manfaatkan wanitanya!" ucap mereka dengan senang.
Tapi secara tiba-tiba cahaya emas terang segera melesat kearah mereka dan 'BOOM!' salah dari mereka segera terpental jauh.
"Apakah kalian berfikir jika wanita itu selalu lemah? maka kalian salah...!" ucap Su Yao yang tadi menyerang.
Melihat hal tersebut kelompok itu segera merinding ketakutan dengan aura ganas yang keluar dari tubuh Su Yao, bagaimana tidak sosok yang awalnya cantik dan anggun sekarang berubah total.
__ADS_1
Dimana aura ganas yang menakutkan segera muncul disekitarnya, disertai cakar naga emas yang muncul ditangan kanannya membuat sosok Su Yao nampak sangat berbahaya.
Walaupun sosok Su Yao bertambah cantik, tapi kekuatan menakutkan dari dalam dirinya membuatnya nampak seperti naga betina yang sedang marah.
"N-Naga Emas!" ucap salah satu dari mereka.
"Gawat! cepat dia secara bersamaan!" perintah pimpinan mereka.
Tapi mereka terlalu meremehkan kekuatan dari Su Yao yang memiliki dua Martial Soul, dimana keduanya sangat kuat.
Kemudian sebuah tombak yang terbuat dari Jade berwarna emas segera muncul ditangan Su Yao, dan tanpa banyak menunda dia segera melemparkan tombak tersebut kearah mereka.
"Swoss!" disertai cahaya emas tombak tersebut segera mengarah ke arah mereka dengan cepat.
"AAAAAA....!" karena kecepatan dari tombak Su Yao sulit diatasi, maka tombak tersebut segera mengenai mereka.
"9 Naga emas mengguncang dunia!" ucap Su Yao dengan keras.
"Uhuk! uhuk! uhuk! uhuk!" walaupun begitu masih saja ada beberapa orang yang hidup setelah serangan Su Yao tadi.
"Kau akan menyesali ini! para senior kami akan segera datang dan mengalahkan kalian!" ucap pria itu yang satu-satunya selamat dari serangan Su Yao.
Mendengar hal itu Su Yao menjadi sedikit khawatir, karena dia bingung antara lari atau diam.
Namun secara tiba-tiba suara Hao Chen secara tiba-tiba terdengar "Benarkah?"
Kemudian pria itu segera berbalik dan melihat sosok Hao Chen yang saat ini sedang ditutupi oleh aura merah darah menakutkan, tapi yang membuat dia kaget adalah kepala manusia yang dia pegang itu.
"Ini senior yang kau maksud?" tanya Hao Chen yang segera melepaskan kepala tersebut.
__ADS_1
"I-Ini... senior kami! bagaimana kau bisa membunuhnya?!" tanya pria itu dengan panik.
"Heh....kau pikir hanya keronco-keronco begini bisa mengalahkan aku? tapi tidak aku sangka jika kalian memiliki tujuan yang menjijikan!" jawab Hao Chen dengan kesal.
"Tapi sepertinya kalian salah target karena senior-seniormu yang lainnya telah berhasil aku bunuh!" ucap Hao Chen yang segera menunjuk ke arah tumpukan mayat dengan darah segar.
"Bagaimana mungkin para senior yang memiliki tingkat kultivasi Soul Saint bahkan Soul Lord mati...!" dengan perasaan takut pria itu segera berusaha melarikan diri.
Tapi sayangnya tiga pasang rantai segera muncul dan mengikatnya dengan erat, ditambah ketika dia meronta-ronta ikatan dari rantai tersebut akan tambah kencang.
"Kalian ini kau tidak aku bunuh terlebih dahulu, tapi aku akan mengintrogasi mu terlebih dahulu!" ucap Hao Chen dengan tatapan menakutkan.
Lalu Hao Chen segera mengeluarkan sebuah cahaya hitam dari tangannya, dimana itu segera membentuk sebuah logam cair dan terlihat seperti terbakar.
"Karena aku terlalu cepat membunuh mereka, jadi aku tidak informasi tentang kelompok kalian...tapi kalian ini jika kau tidak menjawab kau akan merasakan sensasi yang menyakitkan!" ucap Hao Chen dengan tatapan menakutkan.
"Aaaaaaaa.....!" dalam sekejap besi cair dan panas tersebut segera dilepas ketubuh pria tersebut, dimana hal tersebut membuat rasa sakit yang mengerikan disekujur tubuh.
"Pertama pertama dari mana asal kalian, kedua kenapa kalian mengincar para murid dari akademi lain yang sedang terpisah dan terakhir kau harus menjawabnya dengan jujur, karena semakin cepat kau menjawab maka ini semua akan segera berakhir!" ucap Hao Chen yang segera memunculkan besi tajam dan panas.
Tapi pria itu segera berkata dengan yakin, "Bahkan jika aku disiksa dalam neraka pun aku tidak akan menjawabnya!"
"Bodoh sekali!" ucap Hao Chen yang segera menusuk besi panas tersebut kedalam tubuhnya.
"Aaaaaaaa....!" sontak rasa sakit mengerikan segera terasa, ketika besi panas tersebut menusuk ketubuhnya.
"Aku menggunakan beberapa teknik padamu agar kau tetap memiliki Indra perasa dan memberikan efek penyembuhan kuat padamu, agar kau tetap bisa merasakan rasa saki yang aku berikan!" ucap Hao Chen dengan tatapan menakutkan.
"Aaaaaaaa!!!!!!"
__ADS_1
Kemudian suara teriak keras yang dipenuh penderita segera terdengar, dimana suara tersebut membuat hewan jiwa yang ada disekitar merinding ketakutan.