The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 214. Ancaman


__ADS_3

Kemudian setelah beberapa hari setelah gejolak ruang dan waktu, mulai banyak orang yang berkumpul ketempat tersebut.


Mereka semua berasal dari sekte dan fraksi besar serta kecil, ditambah lagi mereka memiliki satu keinginan yaitu, mengincar peninggalan berharga ditempat tersebut.


Sementara itu Hao Chen tengah duduk santai sambil meminum teh hijau, melihat mulai banyak orang yang telah berkumpul.


"Jika Aku menghitung semuanya, seharusnya aku dapat membunuh mereka semua, tapi karena aku tidak ingin terlalu banyak terlibat dalam konflik ini, yah aku akan santai saja." Ucap Hao Chen yang duduk santai.


Dengan banyaknya orang berkumpul ditempat tersebut, suasana menegangkan segera terjadi, dikarenakan mereka memiliki keinginan untuk mengambil segala harta berharga yang ada ditempat tersebut untuk diri mereka sendiri.


Tapi suasana mencekam tersebut segera pudar, ketika sesosok wanita cantik dengan lekukan tubuh yang indah, rambut merah menyala dan mata yang berwarna merah muda pucat, bukan hanya itu aura anggun darinya segera membuat para pria yang ada menjadi mimisan.


"Ternyata wanita tercantik di kekaisaran Qing datang kemari."


"Tidak aku sangka Feng Hua yang memiliki akar roh Phoenix api akan datang kemari, ditambah lagi dia membawa beberapa wanita yang cantik."


Tatapan bejat dari para pria segera terfokus pada Feng Hua yang memiliki paras cantik, tapi dia nampak sangat acuh dan dingin disekitarnya.


"Nona Feng, lihatlah para pria itu.." ucap orang yang ada disampingnya.


Feng Hua segera merespon dengan dingin, "Kita tidak perlu bertindak pada orang bodoh seperti mereka, tetap fokus pada tujuan awal."


"Baiklah nona!" Ucap wanita tadi.


Tapi matanya segera melebar ketika Feng Hua menyadari jika ada sebuah kekuatan yang misterius telah memindai nya, ketika dia melirik kearah sekitarnya tidak ada satu tanda apapun yang menunjukkan kehadirannya.


"Siapa yang bisa memiliki kekuatan mental seperti tadi? bahkan aku sendiri tidak bisa mengetahui sumber kekuatan tersebut." Batin Feng Hua yang segera menyipitkan matanya.

__ADS_1


Lalu sampai sebuah suara tiba-tiba menyadarkannya, "Kenapa nona Feng Hua yang sangat cantik ini nampak khawatir?"


Feng Hua segera melirik kesamping, dimana ada seorang laki-laki yang memiliki wajah yang tampan, diikuti oleh rambut hitam kebiruan dan mata biru gelap, ditambah lagi aura yang memikat muncul dari segera membuat para wanita yang hadir menjadi cenat cenut.


"Ho...tidak aku sangka tuan Long Que dari klan Naga Azure memilih untuk kemari." Ucap Feng Hua dengan dingin.


"Tidak perlu sopan seperti itu, lagi pula alam Ilahi kuno ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi orang-orang yang belum menembus ketingkat Dewa." Respon Long Que sambil tersenyum.


Entah mengapa ketika kedua sosok tersebut muncul suasana ditempat tersebut menjadi sunyi dan damai, tidak ada lagi permusuhan dikarenakan mereka terfokus pada dua orang yang sedang berada diatas udara tersebut.


Lalu sebuah genangan air tiba-tiba muncul diatas langit dan diikuti oleh simbol kura-kura hitam yang agung, segera sosok wanita yang memiliki rambut dan mata sama-sama berwarna hijau cerah, ditambah lagi kecantikan yang terlihat lebih lembut dari pada Feng Hua, walaupun berdasarkan penilaian Feng Hua jauh lebih cantik.


"Ah! sister Feng dan tuan muda klan naga azure, sepertinya kita berkumpul ditempat ini." Ucap gadis itu sambil tersenyum.


Lalu Feng Hua segera merespon dengan dingin, "Kau seperti biasanya selalu membuat senyum palsu mu itu, Jiang Ning."


Susana perselisihan antara keduanya segera membuat Long Que menepuk jidatnya dengan senyum pahit, bahkan dia sendiri merasa sedikit malu berdiri disekitar mereka.


"Memang benar-benar menakutkan, untungnya aku tidak terlibat dalam pertempuran wanita." Batin Long Que.


Sampai sebuah aura agung muncul dan diikuti oleh raungan Harimau yang menggetarkan hati orang yang ada disekitarnya, bahkan dua wanita yang sedang adu mulut segera terdiam.


"Nah...akhirnya sang penegahan muncul juga, setidaknya aku akan memiliki teman untuk menemaniku untuk mendengarkan ocehan gadis-gadis itu." Batin Long Que sambil tersenyum lega.


Sosok itu memiliki rambut pirang dengan warna merah pada matanya, dia tidak lain adalah Mu Bai.


"Seperti biasa kau selalu datang terakhir Mu Bai." Sambut Long Que.

__ADS_1


"Aku sebenarnya tidak ingin datang terlambat, tapi karena beberapa alasan aku terpaksa mengurusnya." Ucap Mu Bai dengan acuh.


"Cih! dasar picik!" gerutu Feng Hua dan Jiang Ning.


"Heh! sebaiknya kalian urusan diri kalian masing-masing!" Mu Bai segera mengerutkan keningnya mendengar perkataan kedua wanita itu.


"Woa...ternyata rumornya benar, kalau Mu Bai hanya fokus untuk mencari kekuatan."


"Benar sekali, karena dia tidak dipilih sebagai pewaris darah Harimau Putih agung."


Orang-orang yang ada disekitar segera bergosip ria, bahkan kadang kala gosip jelek juga ikut terdengar.


Sementara itu Hao Chen masih dengan santai menyeruput secangkir teh hijau dengan santai, tapi kesadaran ilahi miliknya menyebar disekitar.


"Hem...empat orang yang berasal dari empat klan hewan penjaga mata angin rupanya, menarik sekali." Batin Hao Chen yang segera melihat kearah orang-orang berkumpul.


"Feng Hua memiliki kekuatan Phoenix api yang lumayan, tapi dalam hal kekuatan garis keturunan Zhou Yuan memiliki keunggulan dalam hal ini, sementara yang lainnya memiliki garis keturunan hewan dewa yang lumayan kuat." Ucap Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.


"Tapi gadis ini cukup kuat, karena sedikit merasakan kesadaran ilahi ku." Sambung Hao Chen dengan tatapan dingin.


Setelah waktu terus berjalan secara tiba-tiba sebuah keributan segera terjadi, dimana Mu Bai dan Lou Hua tiba-tiba berkonflik.


"Apa maksudnya ini Mu Bai?!" tanya Lou Hua dengan tatapan dingin.


"Aku hanya ingin kau berbagi informasi tentang peta alam Ilahi kuno yang kalian miliki, lagi pula banyak orang disini yang keadilan." Jawab Mu Bai dengan suara arogan.


"Hoho...keadilan rupanya, tidak aku sangka jika tuan Mu Bai bisa mengatakan keadilan, bukannya kau hanya ingin mendapatkannya untuk dirimu sendiri?" kata Lou Hua dengan ekspresi mengejek.

__ADS_1


"Kau sekarang tidak memiliki pilihan lagi, kami disini ingin keadilan, walaupun kau lebih kuat dariku tapi jumlah orang yang ada disini sangat banyak loh." Ucap Mu Bai dengan nada mengancam.


__ADS_2