
Setelah Hao chen dan yang lain masuk kedalam Kuil penempaan tubuh, mereka dapat merasakan bahwa tempat ini pernah dipakai oleh orang-orang kuat tingkat tinggi.
Jadi secara alami mereka sadar bahwa aura yang mereka rasakan saat diluar dengan ada yang dalam memang berbeda jauh, bahkan Hao chen juga kaget melihat tempat ini.
Tapi tiba-tiba ekspresi Hao chen berubah drastis, lalu dia berkata dengan pelan "Kalian berempat segera bersembunyi sekarang!"
"Baiklah kami akan bersembunyi sekarang!" ucap Zhou yuan.
Lalu dengan sigap mereka berempat segera bersembunyi dan menjauh dari jangkauan Hao chen, karena mereka tau bahwa akan terjadi sebuah pertempuran besar-besaran disini.
"Hey...apakah kalian yakin tidak akan membantunya?" tanya Qi zijing dengan khawatir.
"Dengan menjauh sejauh-jauhnya sudah membantu kak chen, jika kita dekat maka kita akan menjadi beban nantinya!" jawab Ling feng.
Qi zijing hanya bisa diam mendengarkan pernyataan Ling feng yang sangat serius.
Lalu disaat yang sama 95 orang segera datang dan mereka tidak lain adalah kelompok naga hitam.
"Dimana kau brengs*k!" ucap pria yang wajahnya lebam akibat tamparan Hao chen waktu itu.
"Heh...rupanya kau masih hidup! tak kusangka sama sekali!" jawab Hao chen dengan santai.
"Hahahaha...ternyata kau disini dan beraninya menunggu kami, dasar baj*ng*n tengik!" Pria itu dengan kasar mengatai Hao chen.
"Apa bedanya kalian semua dengan semut? bahkan aku tidak perlu banyak tenaga untuk membuatmu terlempar!" balas Hao chen dengan aura merah samar dari tubuhnya.
"Dasar kau brengs*k--" kata-kata pria itu segera terhenti oleh salah satu orangnya.
"Tuan muda jangan banyak bicara biar aku yang menghabisnya!" ucap salah satu dari mereka.
"Hahahah...baiklah, kau ada benarnya kenapa orang tingkar Demi God seperti aku harus ikut campur!" jawab pria itu dengan sombong.
Lalu orang yang berbicara dengan sombong itu mendekati Hao chen dan sedikit mempermainkan bahunya, sontak hal tersebut menjadi bahan tertawaan oleh seluruh kelompok naga hitam.
Namun Hao chen dengan jengkel meraih wajah orang itu dan membanting wajahnya dengan keras ketanah.
__ADS_1
"BOOM!" orang itu langsung mati dalam sekejap dengan keadaan tulang kepala hancur.
Lalu Hao chen segera mengarahkan jari telunjuknya kebawah dengan maksud merendahkan kelompok naga hitam.
"Semut tetaplah semut, walau sebanyak apapun tidak akan berpengaruh!" ucap Hao chen dengan mata yang telah berubah menjadi merah darah.
Mereka pun menjadi sunyi ketika melihat rekan mereka mati ditangan Hao chen dengan mudah.
"Si*l semuanya serang dia!" ucap pria itu dengan keras.
Lalu semua orang yang ada dikelompok naga hitam menyerang Hao chen, tanpa adanya rasa malu menyerang secara bersamaan.
Tapi bukannya tegang Hao chen justru menunjukan senyum menakutkan, aura merah darah mulai muncul dari tubuhnya dengan niat membunuh menakutkan.
Kemudian sebuah portal merah darah muncul disebelah Hao chen, segera sebuah katana dengan sarung berwarna putih emas.
"Kalian ingin membunuhku? sayang sekali bahwa itu mustahil dilakukan sekarang!" Hao chen segera menarik pedang pembantaian dari sarungnya.
Kemudian Hao chen tanpa ada ketakutan menebas kekosongan yang menimbulkan serangan cahaya merah darah melesat kearah kelompok naga hitam.
"Gawat! menghindar semuanya!" ucap salah satu dari mereka, tapi sayangnya sebanyak 25 orang mati terpotong oleh serangan tersebut.
Lalu mereka yang masih hidup segera menatap Hao chen yang sekarang diselimuti cahaya merah darah, disertai niat membunuh yang menakutkan dan Hao chen saat ini sedang memegang sebuah pedang berwarna merah darah, seakan warna dari pedang tersebut memang terbuat darah murni.
"Payah sekali! kalian tidak bisa menghibur sama sekali...ya kalau begitu akan kuakhiri saja deh!" ucap Hao chen yang langsung melesat kearah mereka semua.
Namun saat kelompok naga hitam entah mengapa tidak mau bergerak atau lebih tepatnya takut untuk bergerak, sementara itu pemimpin dari kelompok tersebut hanya bisa merinding.
Pria itu langsung menguatkan diri dan berkata dengan suara keras "Semuanya serang dia secara bersamaan!"
Lalu tanpa pikir panjang kumpulan serangan yang kuat segera berkumpul, kemudian segera menyerang kearah Hao chen.
Hao chen hanya tersenyum tipis melihat itu dan dia yang saat ini memengang pedang pembantaian segera melepaskan serangan balasan.
"BOOM!" ledakan besar terjadi ketika kedua serangan tersebut saling bertemu, yang segera menciptakan debu tebal.
__ADS_1
Lalu salah satu orang yang ada dikelompok naga hitam langsung berteriak kegirangan "Berhasil kita berhaaa----"
Namun rasa senangnya berhenti saat dia sadar bahwa kepalanya telah lepas dari tubuhnya, lalu dia pun langsung mati akibat serangan dadakan Hao chen.
Sontak kejadian tersebut membuat seluruh orang menjadi sunyi, lalu Hao chen dengan tatapan menakutkan segera berkata "Tak akan ada satu pun dari kalian yang bisa hidup!"
"Swoss!" Hao chen segera melesat dengan cepat, sontak hal tersebut membuat orang-orang yang ada disekitar berlarian karena ketakutan.
"Slass...Slass...Slass!" Hao chen dengan ganas membunuh setiap anggota naga hitam, tanpa adanya rasa takut.
Satu demi satu mereka semua terpotong dan darah segera mengalir disekitar, sosok merah darah tanpa adanya ampun dan belas kasih membunuh mereka semua.
Disaat Hao chen menyerang dan membunuh mereka, hanya ada satu pemikiran dikepala mereka yaitu mereka telah menyingung orang yang salah.
Secara perlahan namun pasti anggota kelompok naga hitam mulai berkurang dan mati ditangan Hao chen, teriakan dari dari rasa sakit dan penderitan terdengar dengan jelas ditempa ini sekarang.
"S-Si*l kau!" ucap pria itu dengan marah namun ada rasa takut yang mendalam dari dirinya.
Namun "SLAS!" tangan pria itu segera terpotong kedua tangan oleh tebasan Hao chen.
"AAAAAAAA...! siapa pun tolong aku!" ucap pria itu yang langsung merasakan rasa sakit intens.
Namun ketika dia melirik keadaan sekitar entah mengapa dia langsung merinding melihat keadaan sekitar yang penuh dengan darah dan mayat yang telah mati ditangan Hao chen.
Lalu Hao chen dengan keras menendang tubuhnya yang menyebabkan dia terpental dan menabrak dinding dengan keras.
Kemudian pria angkuh dan sombong itu segera pucat karena ketakutan melihat sosok Hao chen yang sangat menakutkan dan Pedang merah darah yang mengeluarkan aura membunuh yang mengerikan.
"Sudah aku bilang semut tetaplah semut!" ucap Hao chen yang langsung memotong kaki kirinya.
"Kau sudah berani membuat masalah dengan aku maka, kau akan menerima akibatnya!" Hao chen segera melayang keudara dengan bantuan angin.
"Neraka Ashura!"
Kemudian kabut hitam berbentuk tengkorak segera muncul dan menyelimuti semua mayat dan pemimpin kelompok naga hitam yang masih hidup.
__ADS_1
"Tengelamlah kedalam neraka abadi Ashura!" ucap Hao chen yang segera mengulurkan tangannya.
Kemudian kabut hitam yang berisi jeritan ketakutan dan rasa sakit, segera tengelam ketanah dan membawa semua kelompok naga hitam.