
Suasana segera menjadi canggung. Hao Yu memandangi Su Yao dengan tatapan ketakutan, sementara Su Yao menjadi malu dengan tindakannya.
Jika saja serang tersebut mengenai Hao Yu, walaupun tidak langsung mati, namun luka yang diterima pasti akan sangat parah.
"D-Dia benar-benar kakakmu?" tanya Su Yao lagi dengan malu.
"Iya...dia kakak sepupuku, ibunya dan ibuku adalah saudari." Jawab Hao Chen sambil mempererat pegangannya.
Melihat perubahan sikap Su Yao, Hao Yu perlahan mulai tenang dan menstabilkan emosinya. Walaupun yang tadi begitu menakutkan baginya, namun dia harus menunjukkan sikap seorang kakak.
"Hah...apakah kalian bisa menghentikan tindakan mesra kalian berdua?" tanya Hao Yu sambil tersenyum mengejek.
Hao Chen segera menyadari jika dia sedang merangkul pinggang ramping Su Yao dengan erat, sehingga dia menyadari mengapa Su Yao menjadi malu.
"Ah! maafkan aku." Segera Hao Chen melepaskan pelukannya dan berdiri disampingnya dengan wajah memerah.
Namun Su Yao meresponnya dengan perasaan tidak senang, dimana dia segera memasang ekspresi cemberut.
"Hehehehe...tidak aku sangka jika kita akan bertemu lagi..." ucap Hao Yu dengan senyum mengejek.
Melihat ekspresi Hao Yu, ekspresi jengkel diwajahnya Hao Chen segera terlihat.
"Ya...terlalu cepat untuk bertemu. Tidak masalah juga, tapi aku masih belum menemukan calon suami loh kak..." ucap Hao Chen balas mengejek.
"Ugh...bagaimana aku bisa lupa betapa tajamnya ucap Hao Chen." Batin Hao Yu yang hampir muntah darah.
Lalu Su Yao segera mendatangi Hao Yu dan menundukkan kepalanya, "Ini...sebelumnya aku minta maaf karena menyerang dulu." Ucapnya dengan tulus.
Hao Yu segera tertegu melihat perubahan sikap Su Yao, dia awalnya Su Yao adalah seorang yang brutal dan kejam, namun sikapnya kini seperti seorang gadis muda yang bebas.
"Hahahaha...tidak apa, lagi pula itu salahku sampai-sampai mendekati kalian secara tiba-tiba, tanpa peringatan." Hao Yu segera tersenyum tipis.
"Ngomong-ngomong bisakah kau memperkenalkan dirimu?" tanya Hao Yu.
__ADS_1
"Ah! tunggu dulu."
Seketika cahaya emas segera bersinar ditubuh Su Yao. Dia segera mengungkapkan sosok aslinya yang dia sembunyikan dari orang lain, terkecuali Hao Chen.
Hao Yu disebut sebagai kecantikan luar biasa pada generasinya, bahkan banyak sekali orang-orang yang melamarnya, dimana masing-masing dari mereka adalah orang yang sangat terkenal dan memiliki latar belakang yang kuat.
Namun sering dia tolak. Tapi ketika Su Yao menunjukkan penampilan aslinya, Hao Yu merasa sedikit terguncang.
Bagaimana tidak kulit putih dan halus seperti giok putih kualitas terbaik, mata merah muda seperti permata yang indah, menambah kecantikannya diwajahnya. Belum lagi bentuk tubuh yang sangat sempurna untuk seusianya, walaupun masih agak kekanak-kanakan.
Jika diberi waktu sampai dia beri sampai Su Yao berusia delapan belas atau sembilan belas tahun. Hao Yu dapat yakin kecantikan Su Yao akan mengalahkannya, bahkan bisa lebih baik darinya.
"Kak Yu ada apa denganmu?" tanya Su Yao dengan bingung.
"Ah! tidak ada apa-apa, aku hanya terkejut melihat penampilan aslimu." Jawab Hao Yu sambil tersenyum.
Lalu Hao Yu segera melirik kearah Hao Chen yang masih kebingungan dengan kejadian ini, segera senyum aneh muncul diwajahnya ketika menatap Hao Chen.
"Jadi kalian kemari untuk menjalani cobaan dewa pembantaian?" tanya Hao Yu dengan penasaran.
"Kalau begitu bisakah kita bicara secara berdua saja Su Yao?" tanya Hao Yu dengan niat tersembunyi.
"Itu...bisa-bisa saja." Jawab Su Yao sambil melirik kearah Hao Chen yang memasang ekspresi curiga.
Lalu Hao Yu dan Su Yao segera menghilang menjadi seberkas cahaya putih, meninggalkan Hao Chen sendiri yang terlihat seperti orang bodoh.
***
"Disini lebih baik..." Ucap Hao Yu yang membawanya kesebuah tempat.
"Baiklah kalau begitu aku akan langsung saja. Kapan kalian berdua bisa bertemu?" tanya Hao Yu dengan mata berbinar-binar.
"Eh? itu...kami pertama kali bertemu ketika pertama kalian masuk kedalam akademi." Jawab Su Yao dengan wajah memerah.
__ADS_1
Tanpa berhenti Hao Yu kembali bertanya, "Oh...kalau begitu kapan kalian mulai sedekat ini? dan juga aku merasakan ada yang aneh dengan kalian."
"Itu...Itu...tunggu kenapa aku harus menjawabnya?!" Su Yao segera meledak karena malu oleh pertanyaan intensif Hao Yu.
"Tentu saja karena dia adalah adik kecilku, kau tau jika aku sempat tidak berfikir dia bisa jatuh hati padamu." Ucap Hao Yu dengan senyum lembut.
"Apa maksudmu kak Yu?" tanya Su Yao dengan bingung.
"Saat aku bertemu dengannya pertama kali, aku berfikir dia seperti anak yang biasa untuk seusianya. Namun ketika aku semakin memahaminya lebih dalam, hatinya telah membeku dan dia sulit untuk mengungkapkan ekspresi aslinya...bahkan dia memiliki beban yang sangat besar untuk dia tanggung, bahkan aku sendiri tidak yakin jika dia akan hidup sendiri dalam kekosongan." Ucap Hao Yu sambil menatap langit.
Su Yao yang mendengar hal itu segera tertegu, dia sendiri sedikit memahami beban yang Hao Chen tanggung, jika bukan karena kejadian benang merah waktu itu. Su Yao dapat yakin akan sulit untuk memahami jalan pikiran Hao Chen.
"Namun apa yang membuatku terkejut adalah dia bisa menerimamu kedalam hatinya, dan membuat tebakan ku untuknya sepenuhnya salah." Ucap Hao Yu sambil tersenyum.
Wajah Su Yao segera memerah dan bahkan lebih merah lagi, perkataan Hao Yu segera membuat luluh hatinya dan membuatnya hampir jatuh.
Hao Yu segera berkata, "Hahahaha...kenapa kau masih malu-malu? kau tau jika aku bisa mengatakan padamu, jika kau adalah gadis paling beruntung diseluruh dunia?"
"Hm?" Su Yao segera bingung dengan maksud dari perkataan Hao Yu.
"Jujur saja aku sangat iri padamu, sebab Hao Chen merupakan pria idaman untuk setiap wanita. Bahkan ketika aku melihatnya tadi, aku merasa jika dia akan sangat sulit berpaling darimu, bahkan kemungkinan besar mustahil. Seakan-akan dia sudah memperingatkan jika ada seseorang yang telah menempati hatinya...."
"....Jika aku bukan kakaknya, bagaimana pun caranya aku pasti akan berusaha keras untuk mendapatkannya, bahkan jika harus menggunakan cara yang memalukan sekali pun." Ucap Hao Yu jujur.
Mendengar perkataan Hao Yu, Su Yao segera waspada dan memasang ekspresi serius diwajah cantiknya.
"Hahahaha...tidak perlu khawatir, aku juga tidak berniat bersaing denganmu. Lagi pula aku pasti sudah kalah olehmu, namun aku cukup lega jika orang itu adalah dirimu, dan juga aku memiliki seseorang yang membuatku mulai nyaman dengannya." Ucap Hao Yu dengan misterius.
***
Disisi lain Hao Chen duduk bersilang dengan ekspresi berantakan, dia juga nampak seperti orang yang sedang kebingungan dan gelisah, seakan-akan rasa penasaran yang kuat muncul dihatinya.
"Aduh! apa yang sedang mereka berdua bicara sih?!"
__ADS_1
Hao Chen segera menggaruk-garuk kepalanya dengan ekspresi kebingungan diwajahnya, karena dia benar-benar penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Hao Yu dan Su Yao.