
Setelah beberapa Minggu kemudian, ujian akhir masuk lima akademi besar dimulai. Namun tidak seperti tahun-tahun biasanya, banyak para senior dan orang-orang kuat dari akademi ikut mengawasi proses ujian.
Sebab, kabar tentang orang-orang dari luar planet tanah surgawi akan memasuki dunia Jalan Surgawi, entah bahaya macam apa yang akan terjadi pada para calon murid tapi sebagai orang-orang lima akademi besar, sudah seharusnya mereka menjaga proses ujian yang berkemungkinan besar akan terjadi pertempuran skala besar.
Selain itu, makam misterius yang berada dijalan surgawi menarik banyak perhatian diseluruh penjuru dunia, dari orang-orang tua sampai kultivator mudah berbondong-bondong menuju jalan surgawi melalui berbagai macam cara, bahkan Zhou Yuan dan teman-temannya memutuskan untuk ikut serta dalam hal ini.
Memang makam tersebut masih misterius, tapi dari fulkultasi yang sangat kuat membuat banyak orang berfikir jika ada sesuatu yang luar biasa ditempat tersebut, dan rumornya ada warisan dan harta surgawi yang berasal dari era penciptaan yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan surga dan alam semesta, jadi wajar jika semua orang tidak ingin kehilangan kesempatan ini.
Terutama untuk Hao Chen yang memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan saat dia mengambil ujian masuk ke akademi langit cerah, dua puluh inti kristal roh yang dia miliki berasal dari makam kuno dijalan surgawi.
Jika makam kuno tersebut bukanlah tempat terbaik dijalan surgawi, apakah makam yang berasal dari era penciptaan tersebut adalah tempat rahasia terbaik?
Hao Chen tidak habis pikir tentang apa yang ada dimakam itu, tapi dia harus mendapatkan banyak harta Karun disana.
"Hey? menurutmu apakah baik-baik saja meninggalkan Hao Yue sendirian?" tanya Su Yao dengan khawatir.
Hao Chen tersenyum dan menjawab, "Kita tidak perlu mengkhawatirkan dirinya, sebab kau tau sendiri jika dia memiliki hati yang kuat, terlebih lagi nenekmu mau menjadikannya sebagai murid, jadi tidak apa-apa sekarang."
Beberapa hari sebelumnya, Hao Yue mendapatkan surat rekomendasi untuk memasuki akademi langit cerah dari Xu Li, karena identitasnya sebagai Dewa Surgawi, tidak ada yang berani menolak keinginannya sama sekali, selain itu Hao Chen baru tau jika Xu Li memiliki Martial Soul tipe bintang dan cahaya sehingga dia sangat cocok sebagai guru Hao Yue.
Terlebih lagi, neneknya Li Qiu'er juga bisa mengajari Hao Yue beberapa hal penting dalam berkultivasi, jadi dengan adanya dua guru yang hebat Hao Yue pasti berkembang dengan cepat.
Hao Yue memiliki dua Martial Soul sama sepertinya, Wanita cahaya bintang dengan Tombak Embun Es yang berasal dari ibunya, setidaknya Hao Yue mewarisi setengah kekuatan ayah dan ibunya, jadi dia berkemungkinan besar akan menjadi lebih kuat dari mereka berdua jika Hao Yue berlatih dengan rajin.
"Wanita Cahaya Bintang dan Tombak Embun Es, sepertinya dia akan menjadi sosok yang sangat kuat." Ucap Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.
__ADS_1
"Hey lihat itu, ternyata Zhou Yuan yang memimpin para pengawas kali ini." Su Yao segera menunjuk kearah Zhou Yuan yang sedang berdiri didepan banyak orang.
Hao Chen hanya mengangkat bahunya, dan berkata dengan datar. "Bukankah itu wajar? dia adalah pewaris posisi kepala akademi Zang Wu, selain itu dia cukup layak dalam posisi ini karena telah berhasil menembus ranah Dewa, bahkan teman-teman yang lain juga berhasil dengan sukses besar."
"Kau benar, mereka sekarang benar-benar telah banyak berubah dalam sekejap, bahkan aku sendiri sulit menilai seberapa besarnya perubahan yang dialami, mereka seperti orang lain Dimata kita." Ucap Su Yao dengan senyum halus.
Hao Chen juga mengangguk dan tersenyum tipis, "Yah...jika kita membandingkan dengan cerita novel, Zhou Yuan mungkin adalah pemeran utamanya, sedangkan kita hanyalah tokoh sampingan yang tidak begitu penting."
Sudah cukup lama semenjak pertemuan pertama Hao Chen dengan dua saudara bersumpahnya, kenangan yang cukup menyenangkan dan jalan yang sulit dilakukan telah mereka lalui, bahkan saat mereka melakukan sumpah bersaudara dikapal waktu itu masih ada dipikirannya.
Sekarang mereka telah bisa berdiri dijalan sendiri dan memperjuangkan apa yang ingin mereka capai, walaupun sekarang mereka tidak terlihat seperti saudara bersumpahnya, tapi janji yang pernah mereka ucapkan disore hari akan tetap ada dihati mereka.
"Kenapa kau tiba-tiba tersenyum? apakah ada sesuatu yang menarik untukmu?" Su Yao sangat peka dengan kondisi Hao Chen, sangatlah jarang melihatnya tersenyum seperti itu.
Su Yao tidak terlalu memahami kondisi pikirin Hao Chen sekarang, tapi melihat ada rasa bangga dari tatapannya sudah cukup membuktikan jika ada kenangan yang tiba-tiba terlintas dipikirannya.
"Jika mereka adalah pemeran utamanya sedangkan kita adalah sosok sampingan dikehidupan mereka, dan kita mungkin akan dilupakan oleh mereka suatu saat nanti. Maka aku akan menemanimu sampai akhir..." ucap Su Yao dengan senyum manis diwajahnya.
"Ya...aku senang mendengarnya." Hao Chen juga tanpa sadar tersenyum.
Setelah menyelesaikan beberapa hal penting yang disampaikan oleh Zhou Yuan, mereka semua yang akan mengawasi kondisi ujian jalan surgawi segera memasuki dunia tersebut.
"Ingatlah untuk tidak melibatkan para peserta ujian, dan jika ada masalah yang tidak bisa diatasi segera berikan laporan!" Ucap Zhou Yuan dengan suara lantang.
"Baiklah!"
__ADS_1
"Kalau begitu ayo pergi!!"
***
Diruang angkasa yang luar tepat didepan planet tanah surgawi, sekelompok orang dari berbagai macam ras berkumpul dengan jumlah yang cukup besar, iblis, elf, manusia, beast, dan banyak lagi.
Mereka semua memiliki basis kultivasi yang sangat kuat dengan rata-rata berada diranah Dewa Bumi bahkan ada seorang Dewa Langit, tidak hanya itu mereka membawa perasaan kesombongan surgawi yang mengitari mereka.
Lalu seorang pria tua yang terlihat adalah orang yang memimpin orang-orang tersebut segera menyipitkan matanya saat menatap planet tanah surgawi.
"Planet yang selalu dianggap sebagai planet rendah memiliki sebuah susunan roh pelindung yang sangat kuat, dan terdapat aura tak tertandingi oleh siapapun. Namun kesempatan yang diberikan oleh planet ini sangatlah besar sampai-sampai bisa menentang surga, sayang sekali hanya orang-orang yang berada diranah Dewa Surgawi saja yang bisa masuk." Pria tua itu bergumam dengan perasaan kecewa.
Ditengah lamunannya, seorang pemuda berambut cokelat muncul disampingnya.
"Penatua, kami telah mendeteksi jika celahnya mulai menunjukkan tanda-tanda terbuka." Ucap pria tersebut dengan sopan.
"Sudah dimulai ya...baiklah semuanya sebelum kalian masuk kedalam dunia tersebut, aku memperingati kalian agar berhati-hati didalam sana, sebab satu dari Sembilan Makam Primordial dari era penciptaan muncul didunia independen planet ini, dan juga kalian dilarang meremehkan musuh kalian jika tidak kalian pasti akan berakhir buruk!" Ucap pria tua itu dengan keras.
"Ya...Ya...Ya! kami mengerti, bukannya hanya orang-orang dari planet rendah saja? buat apa kita takut?" Salah satu dari mereka berkata dengan sombong.
"Hahahaha...kejam sekali, ayo kita pergi sekarang!"
Disaat para pemuda dari berbagai tempat tersebut melesat ke planet tanah surgawi, pria tua itu hanya bisa menghela nafas berat.
"Dasar sekelompok pemuda bodoh, ada banyak warisan menantang surga disana sehingga orang-orang yang menjaga planet tersebut tidaklah lemah. Entah mengapa aku memiliki firasat buruk tentang kondisi mereka..." pria tua itu hanya bisa menatap sekelompok pemuda sombong yang sudah memasuki jalan surgawi.
__ADS_1