
Disebuah tempat yang terlihat sepi, terdapat sosok laki-laki yang berusia sekitar 16 tahun lebih duduk di kursi dengan kepala bersandar pada tangannya.
Sosok itu memiliki wajah yang tampan diikuti oleh rambut putih keperakan lebat sampai keujung lehernya dan mata biru laut cerah, ditambah dengan postur tubuh kekar namun ramping membuat dia sangat sempurna bahkan jika dia tidak terlalu tampan.
Tapi tatapan jelas dingin serta acuh, seakan tidak peduli dengan dunia sekitarnya namun aura kuat jelas berbeda disekitarnya.
Lalu angin sepoi-sepoi segera menyapa dirinya dengan lembut, dimana rambut putihnya segera berkibar dan diikuti oleh kalung indah dengan permata sembilan warna dikalung tersebut.
Disaat dia melamun secara tiba-tiba sesosok gadis yang berusia sama dengan laki-laki tersebut segera datang, dimana sosok gadis itu sangat cantik dengan rambut hitam kebiruan panjang dan mata berwarna merah muda cantik, dengan tubuh yang tergolong sempurna walaupun masih dalam usia berkembang, tapi untuk seumur dengan gadis lain perkembangannya tergolong sangat cepat.
Lalu gadis cantik itu segera menyapa laki-laki tersebut dengan hangat. "Pagi! seperti biasa kau selalu datang paling pertama Hao Chen."
Melihat sosok tersebut entah mengapa secara tiba-tiba sikap dingin dan acuh dari laki-laki tersebut hilang, dimana dia juga segera membalas sampa tersebut dengan hangat, "Pagi juga!"
Benar saja kedua sosok tersebut tidak lain adalah Hao Chen dan Su Yao, dimana saat ini mereka sudah berada dikelas kempat akademi luar.
Perkembangan mereka berdua bisa dibilang sangat cepat dan stabil diantara murid-murid lainnya, tapi bukan Hao Chen namanya jika tidak menyembunyikan kekuatan aslinya.
Walaupun mereka berdua sangatlah kuat, teman-teman sekelas mereka tidak tau pasti sekuat apa mereka berdua.
Terutama Hao Chen yang mengalami perubahan besar ketika naik ketingkat Soul Emperor dan mendapatkan kristal roh ke-enamnya, dimana perubahan besar terjadi ketika dia menyerap kristal roh ke-enam untuk Martial Soul Naga Kosongnya.
Karena kristal roh ke-enam Hao Chen untuk Martial Soul Naga Kosongnya berasal dari Naga Dimensi yang memiliki tiga kekuatan yang sangat menakutkan yaitu, Ruang dan Waktu serta kemampuan dimensi.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja Hao Chen dalam sekejap dapat memahami setiap kemampuan barunya, bahkan dia sudah bisa berpindah-pindah tempat dengan mudah karena kemampuan ruang, asalkan tidak sampai keluar dari planet tanah surga.
Karena Hao Chen masih belum bisa mengatasi tekanan atmosfer, tapi untuk kekuatannya sekarang dia dapat dengan mudah mengalahkan seorang Demi God dan jejeran mahluk hidup yang berada ditingkat batas fana.
Sebab kekuatan Hao Chen bisa dibilang tidak normal untuk diukur, tapi dia malah suka menyembunyikan kekuatan aslinya karena dia malas untuk mencolok.
Hal yang sama berlaku untuk Su Yao dimana perkembangan juga tidak kalah dengan Hao Chen, dibantu dengan garis darah Naga emas dan Jade stone kemampuan jelas dapat bersaing dengan orang yang berada ditingkat Soul Lord.
Tapi ada hubungan aneh diantara mereka berdua setelah kejadian ujian kenaikan kelas dua tahun yang lalu, dimana mereka telah mengetahui masa lalu masing-masing.
Namun mereka jelas hanya merasa samar-samar mengingat kejadian waktu itu, tapi ada kata-kata dari Hao Chen yang membuat Su Yao menjadi luluh.
Dimana Hao Chen berjanji akan menemani Su Yao selama dan menghadapi segala tantangan bersama, walaupun ingatan akan kejadian waktu itu agak buram.
Tapi mereka berdua masih saja tidak dapat mengartikan arti dari perasaan mereka berdua, walaupun begitu hubung mereka terbilang sangat dekat namun tidak ada yang tau tentang hal tersebut kecuali Qi Zijing yang sudah mengetahui ketika dikelas tiga.
Kemudian Su Yao segera duduk didepan tempat duduk Hao Chen, dimana posisi mereka berdua tapi tetap saja berdekatan.
"Apakah kau tidak bisa menghilangkan kebiasaan datang terlalu pagi ini? dari kelas satu sampai empat kau tidak pernah berubah sama sekali." Ucap Su Yao yang terlihat khawatir.
Merasakan perasaan khawatir Su Yao, Hao Chen hanya bisa menjawab dengan senyum diwajahnya, " Kau juga tau jika aku ini suka beraktivitas dipagi hari, karena baik untuk kesehatan."
Mendengar jawaban Hao Chen, entah mengapa Su Yao hanya bisa menghela nafas berat dan segera berkata "Aku benar-benar sulit mengaturmu sekarang!"
__ADS_1
"Eh? kenapa kau harus mengatur ku?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Ah! tidak ada! tidak ada sama sekali!" jawab Su Yao dengan wajah memerah.
"Sepertinya akan ada sedikit yang akan memasuki kelas." Ucap Hao Chen yang segera mengalihkan pembicaraan.
Su Yao pun segera berbalik dan melihat sekeliling dan hanya menjawab, "Jelas kita kan sudah masuk tahu keempat, maka dari itu pelajaran tidak wajib lagi karena kita harus menjalani misi untuk menentukan nilai."
"Begitu ya, apakah sebaiknya kita segera pergi? sepertinya kita tidak akan melakukan apapun jika dikelas?" Tanya Hao Chen.
"Hem...seperti begitu, ayo kita keaula misi dulu!" Ucap Su Yao yang segera berdiri.
"Kenapa? kita harus keaula misi, kan tidak ada lagi misi yang dapat dijalankan lagi?" tanya Hao Chen yang segera bingung.
Su Yao pun segera menjawab: "Qi Zijing memanggil kita berdua, karena ada misi yang sulit untuk diatasi dan ditambah lagi mereka perlu dua orang lagi agar dapat menjalankan misinya!"
Tapi Hao Chen segera menjadi cemberut dan segera berkata: "Ah...aku baru saja menjalankan misi beberapa hari lalu dan berakhir sangat membosankan, lagi pula aku juga ingin santai sejenak."
"Hah...kau ini ayo cepat, tidak baik jika bermalas-malasan!" tanpa menundanya Su Yao segera meraih tangan Hao Chen dan menariknya pergi, lalu segera pergi menuju ke aula misi.
Walaupun Hao Chen lebih kuat dari pada Su Yao ada perasaan aneh yang membuat dia sulit menolak keinginan dari Su Yao, hal ini semakin menjadi-jadi setelah kejadian ujian kelas pertama.
Tapi Hao Chen hanya bisa tersenyum menerimanya, setelah melihat wajah bahagia Su Yao karena dia sedikit tau tentang masa lalu kelamnya.
__ADS_1
"Sepertinya dia sudah dapat mengatasi masa lalunya." Ucap Hao Chen dalam hatinya.