The Heaven Land

The Heaven Land
Diam dan canggung


__ADS_3

Didalam kelas Yiyi dengan penuh minat menjelaskan sesuatu didepan kelas, tapi anehnya banyak murid yang acuh dengan penjelasan Yiyi.


Lalu ketika tanda jam kelas berakhir, mereka segera berteriak girang dan segera keluar, tanpa memikirkan ada guru yang masih duduk.


"Bodoh...! mereka akan menyesalinya nanti!" ucap Hao chen dalam batinnya.


Sambil menunggu Yiyi keluar, lalu Hao chen tiba-tiba kepikiran untuk mencoba bertanya pada Yiyi tentang cara untuk mulai belajar menjadi master alat roh.


"Em...permisi sebentar guru!" dengan nada sopan Hao chen segera mendatangi Yiyi yang akan segera pergi.


"Ah...Hao chenkah? ada apa sampai memanggilku?" tanya Yiyi dengan lembut.


"Aku sebenarnya ingin bertanya, tempat untuk mempelajari alat roh ada dimana ya?" ujar Hao chen dengan bingung.


"Hem...? kau ingin mempelajari alat roh...apakah kamu yakin? keahlian ini tergolong sulit dan membosankan loh!" ucap Yiyi dengan perasaan tidak percaya.


"Tidak-Tidak, saya benar-benar ingin mencobanya! lagi pula keahilan ini mirip seperti membuat artefak karena itu aku tertarik!" balas Hao chen dengan serius.


Melihat kejujuran dari jawaban Hao chen Yiyi hanya bisa menghela nafas, lalu dia segera melakukan hal aneh.


"Baiklah...ini kartu anggotamu!" ucap Yiyi yang segera memberikan sebuah kartu indentitas.


Disaat Hao chen mengambilnya, Hao chen segera terkejut melihat dirinya telah terdaftar sebagai pemula master alat roh.


"Aku langsung menjadi anggota?" tanya Bao chen dengan bingung.


"Belum sama sekali, tunggu kau memiliki lencana Master alat roh. Baru kamu akan secara resmi menjadi Master alat roh yang sebenarnya!" jawab Yiyi yang mulai pergi.


"Oh...ya, untuk lencana kamu bisa datang dan memintanya padaku malam ini...mengerti?" tanya Yiyi yang saat ini berada dipintu kelas.


"Ah...ya guru!" jawab Hao chen sambil menangkupkan tangannya.


"Hem...kenapa aku merasa bahwa tatapannya sangat aneh?" gumam Hao chen dengan bingung.


Ditengah perjalanan Yiyi dengan senyum tipis segera berkata "Dia benar-benar nekat dan keras kepala, seperti Hao Tian!"


Disaat yang sama Hao chen juga diajak oleh Xie yu dan yang lainnya untuk jalan-jalan sebentar.


"Ayolah...kau terlalu keras dalam pelatihanmu..." ucap Zhou yuan yang sekarang telah berkepala dingin.


"Tapi untuk apa jalan-jalan yang tidak jelas ini dilakukan, hah?" tanya Hao chen dengan kesal.

__ADS_1


"Bukankah setidaknya Kak chen santai sebentar sejenak, dengan begitu pikiran Kak chen akan rileks bukan?" tanya Ling feng.


"Hah...terserah kalian!" jawab Hao chen yang langsung tidak berdaya.


"Bagus...ayo pergi!" ucap Zhou yuan segera maju duluan.


Disaat kepergian mereka berempat Qi zijing segera berhenti dan melihat Su yao yang diam mematung, seakan tidak tau apa yang harus dilakukan.


Lalu Qi zijing segera menarik lengan Su yao agar ikut dengan mereka.


"Ayolah...kenapa malah diam?" tanya Qi zijing yang langsung menarik Su yao.


"T-Tunggu! kenapa kau menarikku?!" tanpa sadar Su yao benar-benar tidak bisa menolak ajakan Qi zijing.


"Sudah ayo kita, jalan-jalan!" ucap Qi zijing dengan senang.


Entah itu Hao chen dan Su yao mereka berdua secara tidak sadar kesulitan menolak ajak mereka.


Lalu sesi jalan-jalan akademi pun dimulai oleh mereka berenam, walaupun agak cangung pada akhirnya suasana kembali cerah seperti biasa.


"Lihat ada restoran dan sebuah tempat yang menjual bahan makanan!" ucap Zhou yuan dengan senang.


"Hah...buat apa kita memperhatikan tempat itu, lebih baik kita kerestoran saja!" sambung Qi zijing dengan senang.


"Aku menolak!" ucap mereka berdua secara bersamaan.


"Eh..? kenapa menolak, bukankah poin kita masih banyak?" tanya Ling feng dengan bingung.


"Pokoknya aku tidak mau!, kalian bisa pergi aku akan menunggu saja!" jawab Hao chen dengan datar.


"Tapi...Tapi...Tapi" dengan keadaan cangung Zhou yuan berusaha membujuk Hao chen agar ikut.


"Apa kalian bodoh? b*go? kalau aku sudah aku bilang tidak, ya tidak. Lagi pula aku masih perlu lebih banyak poin untuk penanamanku!" ucap Hao chen dengan jengkel.


"Ya...terserah kau saja deh, ayo!" ucap Qi zijing dengan kesal.


Tapi Su yao juga tidak mau ikut dengan mereka dan memilih diam.


"Eh...? Kak yao kau tidak ikut?" tanya Qi zijing dengan bingung.


"Tidak! aku tidak mau, kalian bisa pergi!" jawab Su yao dengan santai.

__ADS_1


Dengan perasaan berat mereka berempat segera pergi untuk makan direstoran mewah yang disediakan akademi.


Lalu entah mengapa tiba-tiba Hao chen segera pergi ketoko bahan makanan, hal itu juga diikuti oleh Su yao.


Walaupun mereka berdua diam seribu bahasa, tapi detak jantung mereka benar-benar sangat kencang.


Tapi selama berbelanja Hao chen hanya diam dan sunyi, walaupun mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada ditoko.


Tanpa memperdulikan hal tersebut Hao chen tetap berburu diskonan ditoko tersebut.


Ketika mereka berdua selesai, dengan perasaan aneh mereka kembali untuk menunggu Zhou yuan dan yang lainnya selesai.


Kemudian suasana cangung diantara Hao chen dan Su yao terjadi, dimana jantung mereka saat ini sedang berdetak kencang dan tak karuan.


Disaat yang bersamaan, kenangan indah yang terjadi beberapa waktu lalu segera muncul dikepala mereka berdua yang segera membuat Hao chen dan Su yao memerah.


"C-Cangung sekali...!" ucap mereka berdua dalam benak masing-masing.


Sementara itu Zhou yuan dan yang melihat Hao chen dan Su yao hanya bisa menghela nafas berat.


"Benar-Benar tidak berpengaruh!" gerutu Qi zijing dengan kesal.


"Yah...kau juga tau sifat Hao chen bagaimana." Ucap Xie yu.


"Iya...aku tau! tapi merekakan satu asrama, mana mungkin mereka tidak pernah berbicara sama sekalikan?" tanya Qi zijing dengan kesal.


"Mustahil hal tersebut akan terjadi! terkecuali kejadian seperti yang dialami oleh Zhou yuan dan Meng zhu, terjadi pada mereka berdua mungkin saja ada sesuatu." Jawab Ling feng dengan santai.


"Hey...! kenapa malah melibatkan aku?!" tanya Zhou yuan dengan kesal.


"Jelas sajakan? kau pernah melihat seorang gadis bertelanjang bulat! bagaimana hal itu tidak memicu apa pun!" jawab Ling feng dengan tegas.


"Y-Ya...kau benar juga sih!" Zhou yuan segera menciut mendengarkan penjelasan Ling feng.


"Lagi pula Su yao itu memiliki dua Martial soul yang sangat kuat, terutama Naga emas yang dikenal akan kekuatan fisik dan kemapuan ruang waktunya! jadi mungkin saja dia merasa tidak selevel dengan kita." Ucap Xie yu dengan santai.


"Aku mungkin tidak setuju, karena Su yao itu tidak sombong namun dia hanya merasa kesal sering ditatap dengan niat mesum!" Sambung Qi zijing.


"Hem...begitukah? tapi apa dia tidak sama sekali tertarik dengan laki-laki?" tanya Zhou yuan.


"Aku juga tidak tau? ketika aku menanyakan hal tersebut entah mengapa ada kebencian yang mendalam dari matanya, jadi karena itulah aku menolak bertanya lagi." Jawab Qi zijing.

__ADS_1


"Hem...pasti dia mirip dengan kak chen, memiliki masa lalu yang kelam!" ucap Ling feng.


Tapi apa yang mereka bicarakan tentang Hao chen dan Su yao, semuanya salah total!


__ADS_2