
Perlu beberapa jam sampai kelompok Hao Chen menemukan penginapan disekitar pelabuhan kerajaan bunga api, dan juga kelompok mereka sering dibuntuti oleh para gadis yang tertarik dengan Zhou Yuan, walaupun sedikit menganggunya Zhou Yuan mau tidak mau harus tetap mempertahankan penyamaran tersebut.
"Aku...aku benar-benar membenci hal ini." Ucap Zhou Yuan dengan kondisi tak berdaya.
"Apakah kau benar-benar tidak bisa menekan aura Phoenix milikmu itu?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Bagaimana bisa ditekan? aku sendiri juga berusaha keras untuk menekannya, tapi hasilnya tetap saja tidak berhasil. Seakan-akan...aura Phoenix milikku ini sengaja dimunculkan." Jawab Zhou Yuan yang terlihat ingin menangis.
"Sepertinya ini akan sulit...kalau begitu hanya kita berenam saja yang dapat mencari informasi, tapi aku sendiri menyarankan agar Qian Ziwei tidak ikut keluar." Ucap Hao Chen.
"K-kenapa begitu?" tanya Qian Ziwei.
Melihat hal itu Zhou Yuan segera menjawab, "Apakah kau tidak menyadari jika mereka bisa menyadari identitas mu sebagai bagian dari keluarga Qian? jika kau ketahuan, maka bagaimana kita bisa menemukan kedua orangtuamu?"
"Itu benar. Saat itu kau telah memutuskan hubungan dengan keluarga Qian, jadi kemungkinan besar kedua orangtuamu mungkin dikurung atau bisa juga diisolasi. Jika kau ketahuan, maka kedua orangtuanmu dan juga adikmu akan dalam bahaya." Hao Chen menambahkan.
"Baiklah...aku akan tinggal di penginapan saja." Qian Ziwei hanya bisa menurutinya, sebab dia tidak ingin Keluarganya dalam bahaya.
"Baiklah karena rencana sudah ditentukan, kita akan berpencar menjadi dua orang untuk mencari informasi. Aku juga harus memberitahu, kalian harus mencari informasi yang berkaitan dengan keluarga Qian, mengerti?" tanya Hao Chen.
"Baik!" mereka semua segera merespon
Segera mereka semua berpencar, terkecuali Zhou Yuan serta Qian Ziwei. Mereka berpencar kesegala penjuru pelabuhan untuk mencari informasi, dan mereka juga harus hati-hati agar tidak ketahuan.
Hao Chen berfikir jika pencarian ini akan mudah, tapi dia sendiri kesulitan saat ini. Sebab Su Yao sedan marah padanya, dan Hao Chen tau apa alasannya sampai kekasihnya marah.
"Ugh...saat aku berlatih kemampuan Devouring kuno, aku tidak memperhatikannya saat itu. Sepertinya aku harus mencari cara untuk membuatnya berhenti marah." batin Hao Chen dengan ekspresi tak berdaya.
"Anu...Su Yao." Hao Chen segera membuka mulut untuk berbicara.
Tapi sayangnya Su Yao malah memalingkan wajahnya, dan memasang ekspresi cemberut.
"Hump! menyebalkan!" Su Yao segera mempercepat langkahnya.
"T-Tunggu Su Yao, aduh...ternyata ini sangat merepotkan sekali. Su Yao tunggu sebentar." Hao Chen segera mengikuti langkah Su Yao.
__ADS_1
Hao Chen tidak akan menyangka jika Su Yao akan sangat marah. Tapi mau bagaimana lagi dikehidupan sebelumnya Hao Chen adalah seorang jomblo, dan dia tidak memiliki pengalaman dalam berurusan dengan wanita.
Jadi selama mencari informasi, Hao Chen hanya bisa canggung dan Su Yao terus memalingkan wajahnya, walaupun ketika mereka mendengar informasi penting akan serius, tapi setelah itu Su Yao akan segera memalingkan wajahnya.
Sampai secara tiba-tiba Hao Chen melihat seseorang yang sangat familiar baginya, seperti dia pernah melihat orang tersebut disuatu tempat.
"Tunggu! bukankah dia bajing*n dari kerajaan petir itu bukan? kalau tidak salah namanya...Tian Heng kan?" batin Hao Chen dengan rasa penasaran.
Tian Heng, nama itu pernah dia dengar ketika dia pertama kali bertemu Zhou Yuan dipelabuhan kerajaan Saint Light, saat itu dia menghajarnya habis-habisan sampai membuatnya cacat.
Tapi Hao Chen saat itu tidak yakin jika pria itu akan selamanya cacat, alhasil semua itu benar adanya. Tian Heng sekarang berada didepan matanya saat ini, tapi dia lebih banyak dikawal oleh banyak orang, dan ada beberapa gadis yang mengikutinya.
"Sepertinya dia memiliki basis kultivasi sekitar Demi God, sebaiknya aku menyelidikinya." batin Hao Chen sambil tersenyum aneh.
Kemudian dia segera menggenggam tangan Su Yao, dan membawanya untuk mengikutinya.
"Apa yang kau lakukan?! lepaskan tanganku!" Su Yao menggerutu dengan cemberut.
"Shhtttt! bisakah kau diam sebentar, aku sepertinya mendapatkan sesuatu yang aneh disini." Ucap Hao Chen segera segera meletakkan jarinya didepan bibir Su Yao.
"Baiklah...Baiklah, aku minta maaf oke? untuk sementara kau jangan membuat keributan atau bertindak berlebihan, jika tidak aku mencium mu sampai pingsan." Ucap Hao Chen dengan tatapan tajam kesekujur tubuhnya.
Segera wajah Su Yao memerah bahkan asap mengepul diatas kepalanya, setelah menjadi Hao Chen menjadi kekasihnya, dia tidak pernah malu ataupun wajahnya sampai memerah.
Tapi ucap serius Hao Chen benar-benar membuatnya mali, ditambah lagi tatapan tajam yang penuh dengan keseriusan dan cinta, membuatnya semakin gugup.
"B-Baiklah kalau begitu." Ucap Su Yao yang secara tiba-tiba patuh.
Kemudian Hao Chen segera mengikuti langkah Tian Heng yang memasuki sebuah restoran kelas atas, dimana mereka memesan sebuah ruangan makan pribadi dengan harga mahal.
"Sepertinya mereka akan membicarakan sesuatu. Ayo kita ikuti mereka dulu." Ucap Hao Chen yang segera memesan ruangan tepat disebelah rombongan Tian Heng.
Setelah mereka memesan beberapa makanan dan memasuki ruangan, Hao Chen segera mengunakan susunan Aray untuk mendengarkan pembicaraan Tian Heng yang berada disebelahnya.
Lalu Su Yao segera bertanya, "Sekarang jelaskan padaku, kenapa kita harus mengikuti orang mesum itu?!"
__ADS_1
"Mungkin kau melihatnya sebagai orang mesum bisa, tapi apakah kau menyadari identitasnya sebagai pangeran kerajaan petir Tian Heng?" jawab Hao Chen sambil tersenyum.
"Apa?! jadi dia benar-benar pangeran kerajaan petir? tapi bagaimana kau bisa mengenalinya?" Su Yao bertanya dengan terkejut.
"Saat itu aku bertemunya dengan saat pertama kalinya aku mengenal Zhou Yuan, pertemuan kami saat itu tidak baik dan pada akhirnya, aku menghajarnya habis-habisan sampai cacat. Tapi aku cukup terkejut melihatnya sekarang dalam kondisi baik-baik saja." Hao Chen menjelaskan.
"Begitu rupanya...tapi kenapa seorang pangeran kerajaan petir jauh-jauh datang kemari? apalagi dengan kondisi mencekam di kerajaan bunga api, bukannya dia seperti sedang mengantarkan nyawanya sendiri?" Su Yao bertanya dengan penasaran.
"Maka dari itu kita harus menyelidikinya." Jawab Hao Chen sambil tersenyum.
Disaat yang sama tepat disebelah ruangan Hao Chen, ada Tian Heng yang sedang memeluk beberapa wanita cantik, dengan perasaan senang.
"Untungnya kita telah diberikan token keluarga Qian sehingga kita tidak memiliki masalah ketika memasuki wilayah kerajaan bunga api." Ucap Tian Heng sambil tertawa keras.
Lalu seorang pria tua yang sedang menjaga diluar ruang segera berbicara, "Pangeran...kau jangan sampai lupa tujuan kita pergi ketempat keluarga Qian!" Ucapnya dengan tegas.
"Cih! dasar orang tua sialan." Batin Tian Heng dengan kesal.
"Ya! Ya! Ya! aku tau, tidak perlu dijelaskan lagi." Jawab Tian Heng dengan suara acuh tak acuh.
"Kau harus tau jika sedikit saja kesalahan yang kau perbuat, maka kita semua akan dalam masalah besar, dan kali ini ayahmu tidak akan pernah mau membantu, jika kau mengalami kejadian yang sama lima tahun lalu." Ucap pria tua itu dengan kesal.
"Sudah cukup! aku mengerti, dan jangan pernah mengungkit masalah itu lagi didepan ku!" Jawab Tian Heng dengan suara keras, dan tanpa sadar dia menyakiti dua gadis yang dia peluk.
"Aw...itu sakit, apakah kau tidak bisa lebih lembut~~?" tanya wanita disampingnya.
"Ah! maafkan aku sayang, aku hanya kesal saja." Jawab Tian Heng dengan ekspresi mesum.
"Baiklah...tapi kami akan memerasmu malam ini sebagai hukumannya." Ucap wanita itu dengan suara menggoda.
"Hahahaha...silahkan saja, aku tidak akan menghalangi kalian." Kata Tian Heng dengan senang.
Lalu secara tiba-tiba niat membunuh yang kuat segera muncul dimatanya, dan dendam yang mengerikan dapat terlihat dari ekspresi wajahnya.
"Setelah aku mendapatkan warisan dari dunia pasir api, aku akan menyelesaikan skorku padamu Zhou Yuan! terutama temanmu itu." Ucap Tian Heng dengan niat membunuh yang kuat dari matanya.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya orang yang dibicarakan olehnya berada tepat di sampingnya, dan merupakan seorang dewa sejati yang mampu mengalahkan seorang God King.