
Disisi lain Zhou Yuan dan Meng Zhu yang sedang membawa Qian Yun'er hanya bisa terengah-engah, setelah berhasil lolos dari cengkraman monster tua dari sekte api matahari.
"Sepertinya kita akan baik-baik saja selama bisa bertahan sampai kak Chen kemari." Zhou Yuan segera duduk dengan kaki lemas.
"S-Senior Zhou, kenapa kau menyelamatkan aku? terlebih lagi kau menculik ku tepat dihadapan para tetua sekte." Qian Yun'er sedikit waspada walaupun dia mengenal Zhou Yuan.
"Kau ini gadis yang bodoh! apakah kau tau upacara pelantikan murid langsung itu, hanyalah kedok belaka untuk menjebak mu." Zhou Yuan segera berteriak kesal.
"Eh? kenapa kau yang jadi marah? bukannya aku yang harusnya marah?!" Qian Yun'er segera merasa tidak senang.
"Kau ini...jika bukan karena kakakmu, aku tidak akan pernah mau mengorbankan nyawa hanya untuk menolongmu." Zhou Yuan tidak kalah marahnya.
"Itu...Itu..., maafkan aku." secara tiba-tiba Qian Yun'er menjadi takut, dan mata merahnya mulai berkaca-kaca.
"Tunggu dulu! aku tidak bermaksud..."
Sesaat sebelum Zhou Yuan meminta maaf, dia dapat merasakan hawa dingin yang sangat menakutkan berada di pinggangnya.
"Apa kau tidak bisa membedakan seorang gadis dewasa dengan gadis yang masih berusia empat belas tahun?!" Meng Zhu meraung marah, dan segera memutar jarinya dengan kuat mencubit pinggangnya.
"Ah!! sakit! sakit! sakit! ampuni aku Meng Zhu, aku mengaku salah." Zhou Yuan segera memohon ketika rasa sakit dicampur dengan dinginnya es muncul di pinggangnya.
Ketika Qian Yun'er ingin menangis, Meng Zhu segera mengambil inisiatif untuk mengelus kepalanya dengan lembut, "Sudah-sudah, kami tidak marah padamu."
Merasakan lembutnya perlakuan Meng Zhu, Qian Yun'er segera tenaga dan memeluknya dengan erat.
"Terimakasih kak Zhu, tapi apa yang direncanakan oleh penatua sekte api matahari? sampai-sampai kakak menolongku." Tanya Qian Yun'er dengan suara polos.
"Sebenarnya mereka berencana untuk mengambil kekuatan burung Vermilion ditubuhmu." Jawab Meng Zhu.
"Apa?! tapi mereka mengatakan jika Martial Soulku hanya seekor burung api biasa." Qian Yun'er menjadi bingung.
"Tentu saja kami tau, sebab kami berdua memiliki Martial Soul Phoenix, dan kami sedikit merasakan garis keturunan Phoenix ditubuhmu." Meng Zhu menjawabnya dengan nada lembut.
"Apa?! jadi aku selama ini terjebak oleh mereka! sialan aku pikir mereka tulus. Tapi kenapa kakak kemari?" tanya Qian Yun'er yang sedikit penasaran.
"Kau akan tau setelah kita keluar dari situasi ini." Jawab Meng Zhu dengan tatapan tak berdaya.
__ADS_1
Tak lama setelah itu mereka segera merasakan aura yang sangat kuat muncul diatas langit, sekelompok orang yang memiliki basis kultivasi yang sangat tinggi muncul dalam jumlah besar.
"Kalian bertiga keluarlah! tidak peduli dimana pun kalian berusaha bersembunyi, selama kalian masih berada di wilayah sekte api matahari kalian pasti akan tertangkap!" Ucap seorang wanita cantik ditengah-tengah kelompok tersebut.
"Gawat! tetua Lei sampai turun tangan." Qian Yun'er berseru dengan takut.
"Gawat...nenek tua itu sudah tau posisi kita." Zhou Yuan bergumam.
Segera mereka bertiga keluar dari tempat tersebut, tapi keringat dingin mengucur diwajah mereka. Sebab masing-masing dari mereka memiliki basis kultivasi dewa awal, dan yang paling kuat yaitu tetua Lei memiliki basis kultivasi Expert God.
"Akhirnya kalian keluar juga, itu pilihan yang bagus. Sekarang cepat kembalikan Qian Yun'er pada kami." Ucap penatua Lei dengan dingin.
"Kau pikir kami mau? kau berusaha untuk mengambil bakat Yun'er dan memberikan kepada anakmu itu bukan?!" Zhou Yuan bertanya dengan nada tinggi.
"Itu bukanlah urusanmu! Qian Yun'er segera kemari, jika tidak kau akan menyesali tindakanmu." Tetua Lei segera mengulurkan tangannya.
"Tidak akan! aku pikir kau menjadikan aku muridmu karena bakatku, ternyata selama ini kau berencana mengambil kekuatan burung Vermilion ditubuhku ini, dan kau pikir aku mau?!" Qian Yun'er membalas dengan penolakan.
"Ternyata kau sama saja dengan kakakmu, kalau begitu jangan salahku karena kasar!" tetua Lei segera mengulurkan tangannya, tombak api yang sangat panas muncul ditangannya.
"Gawat! aku tidak bisa menahannya!" Zhou Yuan segera kewalahan.
Tapi ketika tombak tersebut tepat berada didepan matanya, secara tiba-tiba kekuatan aneh muncul dan hal tersebut segera menghentikan gerak tombak tersebut, tidak hanya itu orang-orang dari sekte api matahari juga ikut berhenti.
"Ini...apa yang terjadi?"
Semua orang bingung, terutama Zhou Yuan yang menyadari jika mereka saja yang dapat bergerak.
"Tetua Lei! apa yang terjadi?" tanya seorang murid disampingnya.
Tapi mereka segera dikejutkan melihat ekspresi penatua Lei yang memucat dan terlihat gemetaran, bahkan rasa takutnya dapat dirasakan oleh orang-orang yang ada didekatnya.
"Penatua Lei...apa yang terjadi?"
Ia segera menjawab dengan suara tersendat, "Kita ada dalam masalah besar, seluruh ruang dan waktu yang ada disekitar telah membeku."
Mereka semua segera terkejut, bagaimana tidak sosok seperti tetua Lei saja tidak dapat berbuat banyak ketika waktu telah dihentikan.
__ADS_1
Lalu secara tiba-tiba cahaya perak segera menyinari Zhou Yuan dan lainnya, dan seketika mereka telah dibawa pergi oleh kekuatan ruang.
"Tetua Lei! mereka bertiga telah melarikan diri!" ucap salah satu penatua.
"Sialan!! aku akan membalasnya!" penatu Lei segera bersumpah dengan marah.
Disisi lain Zhou Yuan, Meng Zhu, dan Qian Yun'er yang dibawa pergi oleh kekuatan ruang, ketika menyadari hal tersebut tanpa sadar mereka berada ditempat yang berbeda.
"Kak Zhu, kita ada dimana?" Qian Yun'er bertanya dengan gugup.
"Sepertinya kita telah selamat tepat pada waktunya, oh ya! kau pasti akan mengenali orang yang menolong kita." Jawab Meng Zhu sambil tersenyum.
Lalu didepan mereka cahaya perak berkedip dan sosok pria yang hampir sama tampannya dengan Zhou Yuan muncul, aura seorang dewa yang terpancar darinya membuat Qian Yun'er kagum.
"Yo...lama tidak bertemu bajing*n kecil." Orang itu menyapa kepada Qian Yun'er.
Tapi setelah dia melihat sosok itu baik-baik, keningnya segera mengerut.
"Kau!!! bukankah dia yang dulunya ingin membunuhku dan kakak ketika memperebutkan gagak emas waktu itu?!!" Qian Yun'er menunjuk kearah Hao Chen.
Tapi Hao Chen hanya diam, dan menghela nafas dengan rasa tidak peduli.
"Apa maksud ekspresimu itu!! kak Zhu, ayo kita cepat melarikan diri dari sikopat itu!" ucap Qian Yun'er sembari menarik Zhou Yuan dan Meng Zhu.
Tepat disaat yang sama Hao Chen secara tiba-tiba muncul didepan Qian Yun'er, dan dengan tatapan jengkel ia segera mencubit pipinya dengan kesal.
"Kau ini...aku telah menyelamatkan kalian, dan ini balasannya hah? kau benar-benar bocah tidak tau diri ya." Ucap Hao Chen yang dengan keras mencubit pipinya.
"Aw! Aw! Aw! sakit ini sakit sekali, lepaskan aku penjahat!" Qian Yun'er segera memberontak dengan kesal.
Setelah beberapa saat akhirnya suasana kembali tenang, walaupun Qian Yun'er masih saja menjaga jaraknya.
"Sakitnya....pipiku benar-benar bengkak." Qian Yun'er hanya bisa pasrah sembari mengelus pipinya.
Hao Chen yang melihat gadis kecil itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka jika Qian Yun'er masih mengingat kejadian waktu itu.
"Baiklah ayo kita pergi dulu, kalian bisa menjelaskan nanti saat kita semua berkumpul." Hao Chen segera membawa mereka bertiga, dengan Qian Yun'er meraung-raung seperti kucing.
__ADS_1