The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 127. Cara lain untuk mendapatkan poin


__ADS_3

Kemudian setelah kejadian kemarin, Zhou Yuan dan lainnya mulai baikan terutama setelah ceramah pedas Hao Chen.


Terutama Su Yao baru sadar bahwa Zhou Yuan dan Ling Feng memanggil Hao Chen sebagai kakak, ternyata ada alasannya.


Bahkan dia sendiri juga kagum dengan sikap Hao Chen yang terlihat sangat dewasa dan tegas, tapi setiap kata-katanya mengandung nasehat.


Bahkan Su Yao mulai merasa bahwa dia benar-benar berbeda dari laki-laki yang selalu memandangi dirinya dengan tatapan mesum dan seperti ingin memilikinya.


....


Lalu ketika matahari mulai terbit, seperti biasa diasrama tempat Hao Chen tinggal dia selalu melakukan hal yang sudah menjadi kebiasaan baginya.


Namun entah mengapa Hao Chen mulai merasa bosan dengan kegiatannya didalam akademi, hal ini terjadi karena sebelum masuk kedalam akademi Hao Chen selalu bertarung dengan lawan yang kuat.


Hal tersebutlah yang selalu membuatnya berkembang dengan cepat, entah itu tingkat kultivasi dan pengalaman tempurnya.


Walaupun dia jarang bisa menikmati pertarungan dengan manusia, tapi entah mengapa ketika dia bertarung dengan Hewan jiwa ada perasaan yang menyenangkan dan Indra yang terus berkembang.


Karena menurut Hao Chen Hewan jiwa lebih bisa menikmati pertarungan dari pada manusia , bahkan perkembangan Hao Chen saat ini rata-rata naik karena dia sering bertarung dengan Hewan jiwa yang kuat.


Sementara itu Hao Chen yang masih terus merenung dan mulai bosan hanya bisa diam menatap keluar jendela.


Sampai secara tiba-tiba tangan lembut dan halus menepuk pundaknya, karena kaget Hao Chen segera berbalik dan melihat sosok cantik dibelakangnya yang tidak lain adalah Su Yao.


"Ada apa?" tanya Hao Chen dengan gugup.


"Tidak ada...aku hanya bingung melihatmu yang secara terus menerus linglung." Jawab Su Yao yang sekarang menatap Hao Chen dengan tatapan berbeda.


Hao Chen segera bingung melihat tatapan Su Yao yang berbeda, tapi Hao Chen merasa bahwa tatapan itu seperti khusus untuk dirinya.


"Ada apa denganmu?" tanya Su Yao segera setelah melihat Hao Chen melamun dan bingung.


"Tidak ada apa-apa!" jawab Hao Chen segera.

__ADS_1


Tapi sekarang hanya Hao Chen saja yang gugup dan bingung, sementara itu Su Yao entah mengapa seperti sudah biasa saja bahkan seperti nyaman.


Suasana aneh segera berakhir ketika Zhou Yuan dan Ling Feng datang kekelas dengan perasaan senang.


"Yo...kak Chen, selamat pagi!" ucap Zhou Yuan.


"Hihi... sepertinya kak Chen sedang ditemani oleh seorang gadis cantik." Sambung Ling Feng dengan senyum aneh.


Namun Ling Feng segera merinding melihat tatapan Su Yao yang menakutkan, bahkan garis darah Naga bulan esnya segera ditekan.


"Bodoh!" ucap Su Yao dengan aura Naga emas yang keluar.


Segera Ling Feng menjadi tidak berdaya dengan tekanan garis keturunan dari Su Yao, bahkan Zhou Yuan juga ikut tertekan walaupun dia tidak memiliki garis darah Naga.


Kemudian dengan canggung mereka berdua segera mendatangi Hao Chen.


"Kalian ini, jika bukan akademi pasti kalian akan mati ditangannya!" ucap Hao Chen dengan suara pelan.


"Ah...itu maafkan kami nona cantik!" ucap Ling Feng.


"Ugh...dia galak sekali, apakah ada pria yang mau dengannya?" tanya Ling Feng dengan suara pelan.


"Sudah jangan mengurusi orang lain, apakah kalian mempunyai solusi untuk poin kalian bulan ini?" tanya Hao Chen.


"Tentang poin kami memiliki solusi, tapi ini akan sangat susah!" jawab Zhou Yuan dengan keringat dingin.


"Oh..? memangnya seperti apa solusi yang kalian maksud?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


"Kita akan melakukan pertarungan untuk mendapatkan poin, cara kerjanya kita akan memasang taruhan ketikan ingin bertarung dan jika kita menang maka kita akan mendapatkan dua kali lipat dari jumlah taruhan yang kita pasang." Jawab Zhou Yuan.


"Tapi yang menjadi masalah adalah kita tidak akan tau siapa yang akan menjadi lawan kita nanti, entah para senior kelas 2 atau juga kelas 6." Sambung Ling Feng.


"Oh...itukan gampang sekali!" ucap Hao Chen dengan wajah datar.

__ADS_1


Segera Zhou Yuan dan Ling Feng menjadi tak berdaya mendengarkan jawaban Hao Chen, karena mau bagaimana lagi dia kan sangat kuat.


Lalu tiba-tiba suara Qi Zijing terdengar "Apa yang kalian bicarakan?"


"Ah...kami sedang memikirkan cara untuk mendapatkan poin tambahan!" jawab Zhou Yuan.


"Oh...kalian pasti membicarakan arena pertarungan, aku juga berencana kesana tau aku butuh teman, makanya aku ingin mengajak Su Yao untuk ikut." Ucap Qi Zijing yang segera mendekati Su Yao.


"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu?!" tanya Su Yao.


"Ayolah bis sis! kumohon bantu kami kali ini!" dengan tatapan penuh harap Qi Zijing terus memohon.


"Kami? kenapa bukan kita berdua saja?" tanya Su Yao dengan bingung.


"Ah...ini semakin banyak orang yang ikut bertarung maka akan semakin banyak poin yang didapatkan!" jawab Qi Zijing.


"Tapi rencana kami hanya mengajak big sis saja, karena..." dengan keringat dingin Qi Zijing segera menatap kearah Hao Chen.


"Ya...biarkan kami ikut juga!" ucap Zhou Yuan dan Ling Feng secara bersamaan.


Segera hal tersebut membuat Su Yao bingung melihat tatapan mereka bertiga.


"Ada apa ini?! kenapa kalian takut padanya?" tanya Su Yao.


"Sih...big sis, apakah kau tidak bisa pelankan suaramu!" ucap Qi Zijing.


"Benar, kau juga harus tau cara bertarung kak Chen itu brutal dan kejam serta tanpa ampun, terutama jika ada yang mengejek orang tuanya!" sambung Ling Feng.


"Huh...! aku juga akan sama dengannya jika orangtuaku sampai dihina, bukankah itu wajar-wajar saja!" ucap Su Yao dengan tegas.


Segera mereka bertiga diam tak berkutik, karena mereka pasti akan marah jika direndahkan dan orangtua yang dihina.


"Sudahlah ayo pergi setelah pelajaran selesai!" ucap Zhou Yuan.

__ADS_1


Segera mereka berlima segera setuju dengan ucapan Zhou Yuan, namun mereka tidak tau jika Hao Chen memiliki rencana aneh tentang ini.


__ADS_2